Kamis, 06 Maret 2014

Fiesta Fatahillah Digelar Di Kota Tua




Fiesta Fatahillah Digelar Di Kota Tua

PT Pembangunan Kota Tua Jakarta bersama Jakarta Endowment For Art and Heritage (Jeforah) akan menyelenggarakan Fiesta Fatahillah pada Kamis (13/3) mendatang. Kegiatan ini akan menampilkan berbagai pertunjukan kegiatan seni dan festival makanan. Rencananya, kegiatan ini akan berlangsung selama enam bulan ke depan.

"Fiesta Fatahillah adalah langkah awal untuk memulai program yang lebih besar dalam upaya revitalisasi di kawasan Kota Tua," ujar Lin Che Wei, Dewan Direksi Jeforah, di Jakarta, Kamis (6/3).

Dikatakan Lin Che Wei, Fiesta Fatahillah akan menyajikan pameran seni rupa, festival makanan, dan video mapping. "Ada pula visitor center di lantai satu gedung pos sebagai pusat informasi bagi pihak yang ingin terlibat dalam revitalisasi Kota Tua," katanya.

Ia menjelaskan, visitor center ini ditujukan untuk para investor, ahli (arsitek, desainer, urban planner) untuk pelayanan terpadu dalam kegiatan revitalisasi Kota Tua. "Kami juga akan menggelar pameran seni rupa kontemporer yang diikuti 47 seniman Indonesia, termasuk Agus Suwage dan Dolorosa Sinaga di lantai dua Kantor Pos depan Museum Fatahillah," ucapnya.

Selain itu, lanjut Lin Che Wei, juga akan digelar festival makanan tradisional yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 16 Maret mendatang. "Berbagai kuliner makanan akan menyemarakkan Fiesta Fatahillah," tuturnya.

Menurut Lin Che Wei, kegiatan Fiesta Fatahillah digelar untuk menghidupkan Kota Tua menjadi kawasan berkreasi. "Jeforah akan berupaya menjadikan Kota Tua menjadi kawasan yang lebih baik dan menarik untuk dikunjungi banyak orang," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Arie Budhiman menegaskan, kawasan Kota Tua hingga saat ini masih menjadi idola baik dari segi ekonomi, sosial maupun budaya. "Dalam proses revitalisasi Kota Tua tentu tidak hanya dilakukan satu pihak tetapi juga pemerintah pusat, swasta, dan masyarakat," tegasnya.

Arie berharap, setelah pencanangan revitalisasi Kota Tua Jakarta pada 13 Maret 2014 nanti, akan semakin banyak pihak yang membantu pembangunan area tersebut. "Kota Tua tidak boleh dibiarkan, harus dijaga karena ini adalah heritage milik Jakarta," ujarnya.

Sekadar diketahui Fiesta Fatahillah akan dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Fiesta Fatahillah diselenggarakan oleh PT Pembangunan Kota Tua Jakarta (Jakarta Old Town Revitalization Corporation/JOTRC) dan Kelompok Pelestarian Budaya Kota Tua Jakarta (Jakarta Endowment For Art dan Heritage/JEFORAH).

Kedua lembaga ini merupakan inisiasi dari Pemprov DKI Jakarta, 2 BUMN, 9 pengusaha swasta, budayawan, aktivis, serta komunitas.



Sumber: berita jakarta

Pelawak Djojon Tutup Usia



Pelawak Djojon Tutup Usia


Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan tanah air. Ya, pelawak senior Djuhri Masdjan atau yang lebih dikenal sebagai H Djojon (66) menghembuskan nafas terakhirnya di RS Premier Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (6/3) sekitar pukul 06.10.

Sebelum meninggal dunia, pelawak yang dikenal dengan celana gantung dan kumis mininya ini sempat menjalani perawatan intensif di lantai 4 RS Premier Jatinegara sejak Senin (3/3) lalu.

Isak tangis keluarga korban pecah seketika begitu mengetahui anggota keluarga yang mereka sayangi telah pergi untuk selamanya. Bahkan, Henny Mariana, istri almarhum Djojon terlihat sibuk menghubungi sanak keluarganya melalui telepon seluler. Tak banyak kata keluar dari bibir Henny.

"Bapak mengalami sakit asma. Situasi lagi tidak pas, nanti keterangannya di rumah saja ya, ada perwakilan keluarga yang bicara," ujar Henny.

Kepala Humas RS Premier, Sukendar enggan menyebutkan jenis penyakit yang diidap almarhum. Sebab, selama ini Djojon ditangani oleh dokter pribadinya, yakni dr Hadi, spesialis penyakit dalam.

"Soal sakitnya kan bisa dikroscek ke keluarga karena kan pasti diberitahu dokter. Yang pasti almarhum selalu kontrol ke sini," ujar Sukendar.

Menurutnya, jenazah langsung dibawa pihak keluarga ke rumah duka di Jl Puri Pangeran Nomor 3 Imperial Golf Estate Sentul City Bogor, Jawa Barat.




Sumber: berita jakarta

DKI Bangun Tiga Waduk Di Pondok Rangon


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta membangun tiga waduk di Pondok Rangon, Jakarta Timur. Tiga waduk yang dibangun di lokasi tersebut yakni Waduk Pondok Rangon I, Pondok Rangon II, dan Pondok Rangon III. Pekerjaannya sendiri baru dimulai sejak satu pekan terakhir dengan menggunakan delapan eskavator milik Dinas PU DKI.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, pembangunan ketiga waduk tersebut menggunakan alat sendiri. Sehingga tidak perlu menggunakan sistem lelang dan bisa langsung dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). "Ini targetnya 6 bulan selesai. Semuanya kita kerjakan dengan alat milik kita sendiri," kata Jokowi, saat meninjau pembangunan waduk di RT 2 RW 1, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (6/3).

Total luas waduk yang dibangun yakni mencapai 18,5 hektare. Masing-masing luas waduk tersebut yaitu, Pondok Rangon I seluas 11,5 hektare, Pondok Rangon II seluas 5 hektare, dan Pondok Rangon III seluas 2 hektare. Dari luas tersebut diperkirakan bisa menampung air sekitar 550 ribu meter kubik.

Jokowi mengatakan, selain sebagai waduk, nantinya lokasi ini akan dijadikan tempat rekreasi dan interaksi gratis bagi warga. Di sekeliling waduk akan dilengkapi dengan taman dan jogging track. "Jadi ada fungsi rekreasi. Ruang kooperatif masyarakat, ruang publik, tempat rekreasi gratis bagi warga," katanya.

Sementara itu, terkait masalah lahan, Jokowi mengatakan sudah tidak ada masalah. Sebagian besar lahan sudah dibeli oleh Pemprov DKI. Semantara sebagian lahan masih dalam proses pembebasan lahan. "Kita sudah beli. Yang 11,5 hektare itu sudah selesai. Yang 5 hektare tinggal separuh dan yang 2 hektare sedang dalam proses. Tapi ini akan kita selesaikan secepatnya


Sumber: berita jakarta