Senin, 20 Januari 2014

Atasi Banjir,,DKI Tambah Dana Hibah

      Rencananya, Pemprov DKI Jakarta akan menambah besaran hibah ke sejumlah daerah penyangga untuk lebih berpartisipasi dalam menanggulangi banjir di ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menjanjikan akan menambah besaran dana hibah bagi daerah penyangga agar penanganan banjir di ibu kota lebih maksimal. Terlebih, hingga kini ratusan vila ilegal masih berdiri di wilayah yang seharusnya berfungsi sebagai daerah resapan air. "Tahun ini tetap kita bantu. Anggaran dari DKI akan kami lipatgandakan," ujar Jokowi usai rapat penanggulangan banjir bersama pemerintah pusat dan sejumlah kepala daerah di Bendung Katulampa, Bogor, Senin (20/1).

Tahun 2013 lalu, Pemprov DKI Jakarta menggelontorkan dana hibah mencapai Rp 45 miliar. Dana tersebut dibagikan kepada sembilan daerah penyangga ibu kota, yakni Kabupaten Bogor sebesar Rp 8 miliar, Kota Bogor Rp 5 miliar, Depok Rp 5 miliar, Kabupaten Tangerang Rp 5 miliar, Kota Tangerang Rp 5 miliar, Tangerang Selatan Rp 4 miliar, Kabupaten Bekasi Rp 4 miliar, Kota Bekasi Rp 5 miliar, dan Kabupaten Cianjur Rp 4 miliar. "Kami berharap penertiban (vila ilegal) dilanjutkan," kata Jokowi.

Bupati Bogor, Rachmat Yasin mengatakan, keberadaan vila-vila di kawasan Puncak memang mengurangi fungsi resapan air. Kendati demikian pihaknya hanya menertibkan bangunan yang menyalahi aturan, seperti berdiri di tanah negara dan tanpa izin mendirikan bangunan (IMB). "Saya tidak menertibkan vila yang legalitasnya ada. Hanya menertibkan yang di tanah negara dan tanpa IMB," tegasnya.

Dikatakan Rachmat, dari sekitar 800 vila ilegal, sebanyak 231 diantaranya sudah ditertibkan. Ia pun meminta kepada Pemprov DKI Jakarta, agar turut membantu menertibkan vila. Karena anggaran untuk penertiban tidak sedikiit. "Cost-nya tinggi, karena konstruksinya tahan gempa dan tahan bencana. Sehingga perlu operasi khusus. Kalau Pak Gubernur DKI mau bantu, kami berterimakasih. Satu pekerjaan kita terbantu," ujar Rachmat.

Untuk menertibkan 231 vila saja, kata Rachmat, pihaknya telah mengeluarkan anggaran hingga Rp 7,5 miliar. Sehingga selain menggunakan dana dari APBD Kabupaten Bogor, pihaknya juga menggunakan dana hibah yang diberikan Pemprov DKI. "Dana yang diperlukan relatif, kita saja sudah keluarkan Rp 7,5 miliar untuk 230 unit. Dana dari APBD kan terbatas," katanya.

Nantinya, sambung Rachmat, lahan bekas pembongkaran vila akan dijadikan lahan produktif untuk pertanian. Bahkan bisa juga dijadikan untuk agrowisata. Karena ditargetkan lokasi bantaran sungai harus zero KDB (Koefisien Dasar Bangunan). "Di bantaran kali harus zero KDB, harus nol persen. Karena batasannya 20 meter tidak boleh dibangun," ucapnya.

Seperti diketahui, salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menggunakan dana hibah yakni dengan menertibkan ratusan vila ilegal, terutama di kawasan Puncak. Setidaknya sudah 231 vila yang dihancurkan pada 2013 lalu. Rencananya pada Februari mendatang penertiban akan dilanjutkan kembali.

sumber: berita jakarta

Jokowi Lobi Tangerang, Bahas Sodetan Ciliwung-Cisadane

Berbagai cara terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi banjir di ibu kota. Ya, selain akan membangun waduk di daerah hulu, Pemprov DKI Jakarta juga menggulirkan kembali rencana pembuatan sodetan Ciliwung - Cisadane. Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo berencana menemui Walikota dan Bupati Tangerang untuk membahas rencana tersebut.

"Bukan berarti menolak. Kan belum ketemu. Minggu ini kita ketemu, kita bicara. Jadi jangan ngomong menolak, kan belum ketemu," ujar Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta, Senin (20/1).

Dikatakan Jokowi, sebelumnya ia telah menghubungi sejumlah kepala daerah dan Kementerian PU untuk menggelar rapat koordinasi penanganan banjir. Sayangnya dalam pertemuan yang berlangsung di Bendung Katulampa, walikota maupun bupati Tangerang tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Mantan Walikota Surakarta ini juga tak mau menduga-duga mengenai penyebab penolakan Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah yang menolak rencana pembangunan sodetan tersebut. "Ya itu kan ngomong dengan tv. Kalau dengan kita kan mendukung, ya nanti lah (dibicarakan)," kata jokowi. 

Sementara itu, Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah dengan tegas menolak rencana pembuatan sodetan tersebut. Dirinya khawatir jika sodetan tersebut jadi dibuat justru akan berdampak banjir yang semakin parah di wilayah Tangerang.

Di Tangerang sendiri ada empat kecamatan yang dialiri Sungai Cisadane yakni kecamatan Karawaci, Cibodas, Jatiuwung dan Periuk. "Apalagi bila nantinya air dari Ciliwung dialihkan ke Cisadane maka akan semakin menambah debit air dan ancaman banjir di Tangerang," katanya.

Ia pun meminta agar dicarikan solusi laina untuk mengantisipasi banjir di Jabodetabek. "Jangan sampai solusi yang diambil justru hanya memindahkan banjir saja,"

sumber:beritanya jakarta

Modifikasi Kreatif Kendaraan Saat Banjir

                              Modifikasi Kendaraan,, Kreatif Saat Banjir


Minggu, 19 Januari 2014

Download Aplikasi Beritanya Jakarta Untuk Android

                   Download Aplikasi Beritanya Jakarta Untuk Android

                                                   download disini

5 Kecamatan di Jaktim Terendam

Akibat meluapnya tiga sungai yaitu Sungai Ciliwung, Sungai Sunter dan Sungai Cipinang, sebanyak 5 kecamatan di Jakarta Timur terendam banjir. Masing-masing yaitu Kecamatan Jatinegara, Kramat Jati, Pasar Rebo, Makasar dan Cakung. Banjir juga melumpuhkan sejumlah akses jalan, karena badan jalan telah berubah menjadi genangan.

Selain merendam ribuan rumah di Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, banjir juga melumpuhkan Jl Jatinegara Barat. Sebanyak 3.787 warga telah mengungsi ke sejumlah tempat yaitu, Sudin Kesehatan Jakarta Timur, Gereja Okoinonia, Masjid At Tawabin, RS Hermina, Sekolah Santa Maria, kantor kelurahan dan sebagainya.




Jl Jatinegara Barat, sudah digenangi air sejak tadi malam sekitar pukul 24.00 dan hingga siang ini ketinggian air mencapai 60 sentimeter. Saat ini, lalulintas telah dialihkan melalui Jl Jatinegara Timur, untuk menuju Jl Matraman. Demikian halnya Jl Otista Raya, lumpuh akibat diterjang banjir dengan ketinggian 50 sentimeter. Kondisi serupa juga terjadi di Jl Pusdiklat Depnaker Makasar.

Berdasarkan data di Kelurahan Kampung Melayu, warga mengungsi di beberapa titik. Yakni di tenda yang dibangun di Jl Jatinegara Barat sebanyak 863 jiwa, kantor Sudinkes Jakarta Timur 963 jiwa, GOR Jakarta Timur 566 jiwa. Kemudian di Kelurahan Kampung Melayu 224 jiwa, SDN 01 Kampung Melayu 129 jiwa,  Masjid At-Tawabin 101 jiwa, RS Hermina 183 jiwa, Gereja Okoinonia 305 jiwa, SMPN 26 sebanyak 157 jiwa dan di Pos RW 03 ada 86 jiwa. Kemudian di Mushalla Khairul Anam 75 jiwa dan di gedung SDN Balimester 02 sebanyak 135 jiwa.

Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu mengatakan, saat ini ketinggian air dari Ciliwung berkisar 40-450 sentimeter. "Warga sudah kita ungsikan sejak kemarin sore hingga tadi malam. Karena semalam masih ada warga yang memilih bertahan di rumah, akhirnya kita evakuasi paksa demi keselamatan warga," ujar Bambang, Sabtu (18/1).

Di Kecamatan Makasar, banjir hampir terjadi di lima kelurahan yakni, Kelurahan Makasar, Kebon Pala, Halim Perdana Kusuma, Pinang Ranti dan Cipinang Melayu. Jumlah warga yang terkena dampak pun mencapai ribuan. Tercatat di Kelurahan Cipinang Melayu ada 540 jiwa, Makasar 320 jiwa. Kemudian di Kelurahan Pinangranti 72 jiwa, Halim Perdana Kusuma 81 jiwa dan Kebon Pala 1.000 jiwa.

"Namun, tidak ada warga mengungsi. Banjir ini akibat luapan dari Kali Cipinang dan Kali Sunter," kata Ary Sonjaya, Camat Makasar.

Pihaknya juga mendapatkan bantuan dari Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Bantuan tersebut untuk korban banjir di Kelurahan Makasar berupa 25 karung beras yang totalnya sebanyak 1 ton. Kemudian 3 dus buku tulis atau 24 lusin dan sejumlah peralatan tulis lainnya.

Di Kecamatan Pasar Rebo, banjir terjadi di lima kelurahan. Yakni Kelurahan Pekayon, banjir setinggi 50-100 sentimeter, luapan dari Kali Cipinang. Yakni di RT 02, 04, 05 dan 10 RW 07. Akibatnya 55 kepala keluarga (KK) atau 95 jiwa terkena dampaknya. Kemudian di RT 13/09 sebanyak 15 KK atau 35 jiwa. Hal ini akibat luapan dari Situ Pedongkelan dengan ketinggian 60 sentimeter.

Di Kelurahan Kalisari, banjir terdapat di RT 05, 06 RW 11. Sedikitnya ada 50 KK atau 218 jiwa yang terkena dampaknya. Kemudian di RT 06/03 sebanyak 30 KK atau 72 jiwa. Ketinggian genangan berkisar 40-70 sentimeter.

Selanjutnya di Kelurahan Cijantung, banjir terdapat di RT 06/10. Di Kelurahan Baru terdapat di RW 06, sebanyak 10 KK atau 31 jiwa dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter. Selain itu di Kelurahan Gedong terdapat di RT 04/02, RT 01/11 dan RT 01/03 yang seluruhnya sebanyak 25 KK atau 65 jiwa. Ketinggian air mencapai 150 sentimeter.

"Namun sejauh ini tidak ada warga mengungsi. Karena air ini terus melintas ke dataran lebih rendah di wilayah lain. Korban banjir juga mendapatkan bantuan makanan dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur. Bahkan, Gubernur DKI juga memberikan bantuan beras dan peralatan sekolah bagi korban banjir," ucap Wahyu Supriyatna, Camat Pasar Rebo.

Di Kecamatan Cakung, banjir terjadi di enam kelurahan. Masing-masing di Kelurahan Pulogebang terdapat di lima RW. Akibatnya 210 KK harus mengungsi. Ketinggian air berkisar 40-100 sentimeter. Para korban banjir sudah mendapatkan bantuan berupa beras, mie instan, minyak goreng, sarden, kecap dan selimut. Seluruh bantuan dari Dinas Sosial DKI dan PMI.

Untuk Kelurahan Cakung Barat, banjir merendam empat RW dengan ketinggian air 40-100 sentimeter dari Kali Cakung. Namun, tidak ada warga yang mengungsi. Banjir terdapat di RW 01, 03, 07 dan 08. Kemudian di Kelurahan Rawa Terate, banjir terdapat di tiga RW. Yakni RW 04, 05 dan 06. Ketinggian air 40-200 sentimeter. Akibatnya 530 jiwa harus mengungsi. Yakni di Masjid Istiqomah dan mess karyawan PT Kramayudha sebanyak 320 orang, kantor Kelurahan Cakung Barat 60 orang dan di tenda Jl Cakung Barat sebanyak 150 orang.

"Selain itu banjir juga terjadi di Kelurahan Cakung Timur, yakni di RW 10 dan 12. Ketinggian air  60 sentimeter. Di Kelurahan Jatinegara, banjir terjadi di RW 10 dengan ketinggian air sekitar 30-50 sentimeter, yang menggenangi 35 rumah. Namun tak ada warga mengungsi. Selanjutnya di Kelurahan Penggilingan terjadi di RW 05, 08 dan 15. Ketinggian genangan 20-100 sentimeter. Sekitar 200 jiwa terpaksa mengungsi di mess Suzuki dan taman RT 13/05 dan pos RW 15," ujar Ali Murtadho, Camat Cakung..

Sementara, puluhan warga RW 03 Cipinang Melayu, Makasar, yang menjadi korban banjir, terpaksa mengungsi di pos RW dan Masjid Al Muqorobin. Namun, sejak terjadi banjir pekan lalu, warga hanya sekali mendapatkan bantuan makanan berupa nasi bungkus. Itupun jumlahnya tak sesuai dengan jumlah pengungsi.
"Banyak warga kelaparan, karena bantuan hanya dari PMI sebanyak 200 nasi bungkus. Padahal, warga kami yang mengungsi mencapai  900 jiwa," jelas Muchtar Usman, Ketua RW 03 Cipinang Melayu.

Untuk mengatasi kekurangan bantuan, pihak RW mendirikan posko banjir di Jl Raya Inspeksi Kalimalang. Pihaknya berharap ada uluran tangan dari pengendara untuk memberikan bantuan semampunya dan seikhlasnya.

Pencurian Motor di Jaktim Naik 99 Persen

Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Jakarta Timur meningkat. Sepanjang tahun 2013 ini, kasus curanmor di wilayah itu mencapai 541 kasus atau meningkat tajam dibanding tahun 2012 yang hanya 295 kasus.

Untuk kasus pencurian sepeda motor mencapai 422 kasus atau meningkat 99 persen dibanding tahun 2012 yang hanya 212 kasus. Sementara kasus pencurian kendaraan roda empat berjumlah 119 kasus atau naik 43 persen dari tahun lalu yang hanya 83 kasus.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Didik Sugiarto mengatakan, tingginya angka pencurian kendaraan bermotor ini juga dibarengi dengan meningkatnya pengungkapan kasus. Tercatat pada tahun 2013 ini, kasus pencurian sepeda motor yang berhasil diungkap sebanyak 68 kasus dan kendaraan roda empat sebanyak 23 kasus. Angka ini meningkat dibanding tahun 2012 lalu yang hanya berhasil mengungkap 40 kasus pencurian sepeda motor dan 12 kasus pencurian roda empat.

"Tentunya kami berharap pada tahun 2014 nanti, kasus pencurian kendaraan bermotor dapat berkurang. Ini semua perlu peran serta masyarakat. Karenanya masyarakat diimbau untuk lebih waspada saat memarkir kendaraannya. Jika perlu biasakan dengan kunci ganda dan parkir di tempat aman," ujar AKBP Didik Sugiarto di Mapolres Jakarta Timur, Senin (30/12).

Sementara itu, Wakapolres Metro Jakarta Timur, AKBP Abrar Tuntalanai mengatakan, secara umum angka tindak kejahatan di wilayahnya juga mengalami peningkatan. Tercatat pada tahun 2013, laporan masyarakat yang masuk di 10 Mapolsek dan Mapolres ini mencapai 5.432 kasus. Padahal tahun 2012 hanya ada 5.154 kasus.

AKBP Abrar menyebutkan, ada 11 angka kejahatan yang sangat menonjol di tahun 2013 ini, yakni angka pencurian dan kekerasan (curas) sebanyak 106 kasus. Kemudian pencurian dengan pemberatan (curat) 340 kasus, penganiayaan dengan pemberatan 538 kasus, pembunuhan 4 kasus. Selanjutnya curanmor 541 kasus, kebakaran 85 kasus, judi 36 kasus, pemerasan atau ancaman 72 kasus, pemerkosaan 11 kasus, Narkotika 431 kasus, serta kenakalan remaja 1 kasus.

"Dari seluruh laporan yang masuk, jajaran Polres Metro Jakarta Timur ini berhasil mengungkap dan menyelesaikan 3.422 kasus. Padahal pada tahun 2012 hanya ada 3.230 kasus yang berhasil diungkap,"

sumber :berita jakarta
 

Banjir di Jakarta Akibatkan Kerugian Capai Ratusan Miliar

Banjir yang melanda kota Jakarta sejak sepekan silam hingga kini tak kunjung surut. Kondisi demkikan menyebabkan aktivitas warga dan denuy perekonomian di ibu kota pun nyaris lumpuh. Diperkirakan, kerugian banjir kali ini selama sepekan terakhir mencapai ratusan miliar.

"Sejumlah pusat bisnis di Jakarta hampir berhenti total akibat akses jalan tidak bisa dijangkau oleh konsumen seperti Kawasan Mangga Dua, kawasan Kepala Gading, hingga kawasan Jatinegara," ujar Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta, Minggu (19/1).

Dikatakan Sarman, puluhan ribu tempat usaha (toko) di enam kawasan perdagangan yang tersebar di kawasan Mangga Dua di antaranya  Pasar Pagi, ITC, WTC, Mangga Dua Square, Mall Mangga Dua serta Harco Mangga Dua juga terganggu akibat banjir yang terjadi. "Totalnya sekitar 20 ribu toko dengan omzet rata-rata Rp 5 juta per kios atau kerugian mencapai Rp 50 miliar per hari," katanya.

Sementara itu, di kawasan Kelapa Gading, lanjut Sarman, kerugian pengusaha diperkirakan mencapai Rp 40 miliiar setiap hari. "Ratusan toko, perkantoran dan mal tutup. Bahkan beberapa kantor cabang bank di kawasan Kelapa Gading terpaksa mengalihkan pelayanan nasabah ke kantor terdekat akibat tidak bisa beroperasi," tuturnya.

Sedangkan di kawasan Tanah Abang, sambungnya, omzet pedagang diperkirakan turun sampai 60 persen akibat para pembeli tidak dapat menembus akses menuju kawasan tersebut. "Perkiraan omzet di Tanah Abang  mencapai Rp 200 miliar per hari dalam situasi normal. Sedangkan di kawasan Jatinegara Barat, hampir semua toko tutup. aktivitas perdagangan di sana hampir lumpuh," ucapnya.

Ditambahkan Sarman, kawasan Industri Pulogadung juga sempat terkena banjir di beberapa titik dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter. "Namun, genangan banjir tidak  mengganggu aktivitas sekitar 300 pabrik yang ada di kawasan tersebut," ungkapnya.

Menurut Sarman, produksi industri garmen dan tekstil di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) hingga saat ini masih berjalan normal. Namun, banjir yang melanda ibu kota berdampak pula terhadap arus lalu lintas macet dan waktu tempuh perjalanan menjadi lama di Pelabuhan Tanjung Priok.

Diperkirakan kerugian dari sisi transportasi mencapai Rp 9 Miliar, belum termasuk kerugian akibat keterlambatan keluar dan masuknya barang ekspor impor dari pelabuhan Tanjung Priok. "Kita sangat apresiasi upaya dan kerja keras yang telah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk mengantisipasi banjir seperti perawatan drainase, pengerukan kali, penertiban penampungan air seperti waduk Pluit, waduk Ria Rio maupun perluasan ruang hijau,"

sumber:berita jakarta

Kamis, 16 Januari 2014

Jokowi adu Balap dengan Valentino Rossi

Sudah menjadi agenda rutin, setiap Jumat pagi, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo bersepeda dari rumah dinasnya di Jl Taman Surapati No 7 Menteng ke Balaikota DKI di Jl Medan Merdeka Selatan. Namun, untuk Jumat besok ada yang istimewa bagi orang nomor satu di ibu kota ini. Ya, rencananya Jokowi akan bersepeda ditemani pembalap Moto GP, Valentino Rossi.  (Jokowi adu Balap dengan Valentino rossi )

"Besok sepedaan sama Rossi. Ya Rossi itu ngerti sendiri lah siapa," ujar Jokowi, sapaan akrabnya di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (6/1).



Dikatakan Jokowi, saat ini, pembalap Moto GP asal tim Yamaha tersebut tengah berada di Jakarta. Pembalap asal Italia itu mengetahui jika Jokowi sering bersepeda. "Dia yang datang. Masa saya yang datangin Rossi, pakai apa?

Rencananya, gowes bareng Jokowi dengan Valentino Rossi akan berlangsung pukul 06.30 dengan mengambil start dari rumah dinas Jokowi di Jl Taman Surapati, Menteng. Mantan Walikota Surakarta ini pun sempat berseloroh jika dirinya akan balapan dengan Rossi. "Kita balapan. Rossi pakai sepeda motor, saya pakai sepeda," kata Jokowi sembaru tertawa.

Ditambahkan Jokowi, dirinya jarang melihat aksi balapan Valentino Rossi dari layar kaca. "Dia (Rossi) pas ke sini saja dan tahu setiap Jumat saya bersepeda. Jadi ingin ikut. Saya cuma tahu saja tidak kenal. Tahunya ya dari iklan itu," ucapnya.

Jokowi mengaku tidak memiliki persiapan khusus untuk bersepeda dengan rekan setim Jorge Lorenzo tersebut. "Tidak ada persiapan, biasa saja," tandas Jokowi.

sumber: berita jakarta

Uji Coba Bus Tingkat Wisata Jakarta

Joko Widodo Gubernur DKI Jakarta, secara resmi meluncurkan bus tingkat wisata di Bundaran HI, Kamis (16/1). Mantan Walikota Surakarta ini pun sempat mecoba  langsung bus tingkat setinggi 4,2 meter tersebut dari Bundaran HI ke Monas.

"Dengan mengucap bismillahirohmanirohim pada hari ini peluncuran lima bus city tour saya mulai," ujar Jokowi, sambil menekan sirine tanda diluncurkannya bus tingkat wisata, di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (16/1).




Usai peresmian, Jokowi langsung menaiki lantai dua bus untuk duduk di bangku paling depan. Sepanjang perjalanan, warga pun terlihat takjub saat rombongan bus yang melaju pelan itu melintas. Tak jarang juga warga mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera ponselnya dan melambaikan tangan kepada orang nomor satu di ibu kota itu.



Bus melaju dari Bundaran HI menuju Monas melalui Jl MH Thamrin - Jl Medan Merdeka Barat - Jl Juanda - Pasar Baru - Lapangan Banteng - Jl Veteran - Jl Medan Merdeka Utara dan kembali ke Jl Medan Merdeka Barat berhenti di depan Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan.

Sepanjang jalur tersebut terdapat beberapa objek wisata yang bida dikunjungi oleh wisatawan, seperti Monumen Nasional (Monas), Museum Nasional atau Museum Gajah, Pasar Baru, Lapangan Banteng, Gedung Kesenian Jakarta, Kantor Pos Pusat, Gereja Katedral, dan Masjid Istiqlal.

Usai menjajal bus, Jokowi pun mengaku puas dengan kelima bus tingkat wisata tersebut. Dirinya memuji bus tingkat wisata ini mirip di London, bahkan lebih bagus karena busnya baru. "Keren banget. Desain warnanya bagus. Serasa di London. Tapi lebih bagus di sini namanya juga baru," kata Jokowi.

Ia pun memastikan tiket bus tingkat wisata ini gratis untuk semua warga Jakarta dan wisatawan yang datang. Tiket dapat diperoleh di bandara, hotel, dan disebar di masyarakat secara langsung. "Jelas gratis untuk siapapun, untuk turis dan warga Jakarta. Tapi harus pegang tiket, bisa diambil di bandara, di hotel dan masyarakat langsung," ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan, setelah peluncuran ini, kelima bus masih belum bisa dinikmati oleh warga ibu kota. Sebab masih ada beberapa dokumen yang belum rampung, selain itu bus-bus masih harus melalui uji kelaiakan terlebih dahulu. "Kemungkinan akhir bulan ini baru bisa digunakan untuk umum," .

sumber:berita jakarta