Tampilkan postingan dengan label bus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bus. Tampilkan semua postingan
Rabu, 23 November 2016
Kamis, 20 Oktober 2016
116 Bus Transjakarta Baru Diluncurkan Ahok
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama meresmikan peluncuran
116 bus baru armada Transjakarta. Penambahan bus ini untuk meningkatkan
pelayanan dalam bidang transportasi.
"Direksi sudah kerja sangat bagus, sejak awal saya pesan agar bus terbaik dunia ada di Jakarta," ujar Basuki, Rabu (19/10).
Ke depan, menurut Basuki, seluruh rute bus akan langsung dilayani oleh Transjakarta. Sehingga masyarakat bisa mulai beralih dari kendaraan pribadi.
Direktur Utama Transjakarta, Budi Kaliwono mengatakan, dengan penambahan unit baru ini, Transjakarta memiliki 1.347 unit bus. Pihaknya menargetkan sampai tahun 2017 Transjakarta bisa mengoperasikan lebih dari 3.000 unit bus.
"Bus baru dari berbagai merek dan ukuran ini akan dioperasikan di rute baru yang memang memerlukan penambahan armada," katanya.
Transjakarta juga ikut meluncurkan dua bus Vintage Series untuk mengenang kejayaan dan kontribusi PPD dalam melayani transportasi di Jakarta. Diharapkan bus ini dapat memberikan pengalaman dan nostalgia bagi pelanggan Transjakarta.
"Selain itu pelanggan transjakarta saat ini juga mengalami peningkatan. Animo ini direspons dengan perbaikan kualitas layanan," tandasnya.
sumber:beritajakarta, berbagai sumber
" Direksi sudah kerja sangat bagus, sejak awal saya pesan agar bus terbaik dunia ada di Jakarta"
"Direksi sudah kerja sangat bagus, sejak awal saya pesan agar bus terbaik dunia ada di Jakarta," ujar Basuki, Rabu (19/10).
Ke depan, menurut Basuki, seluruh rute bus akan langsung dilayani oleh Transjakarta. Sehingga masyarakat bisa mulai beralih dari kendaraan pribadi.
Direktur Utama Transjakarta, Budi Kaliwono mengatakan, dengan penambahan unit baru ini, Transjakarta memiliki 1.347 unit bus. Pihaknya menargetkan sampai tahun 2017 Transjakarta bisa mengoperasikan lebih dari 3.000 unit bus.
"Bus baru dari berbagai merek dan ukuran ini akan dioperasikan di rute baru yang memang memerlukan penambahan armada," katanya.
Transjakarta juga ikut meluncurkan dua bus Vintage Series untuk mengenang kejayaan dan kontribusi PPD dalam melayani transportasi di Jakarta. Diharapkan bus ini dapat memberikan pengalaman dan nostalgia bagi pelanggan Transjakarta.
"Selain itu pelanggan transjakarta saat ini juga mengalami peningkatan. Animo ini direspons dengan perbaikan kualitas layanan," tandasnya.
sumber:beritajakarta, berbagai sumber
Label:
116,
ahok,
Baru,
bus,
busway,
Diluncurkan,
jakarta,
transjakarta
Selasa, 18 Oktober 2016
Jalan Layang Transjakarta Tendean-Ciledug Hampir Selesai
Pembangunan jalan layang Transjakarta koridor XIII Tendean-Ciledug hampir rampung.
"Dengan topping off ini kita harapkan paket Tendean bisa segera terselesaikan,"
Pekerjaan selanjutnya yang akan dilakukan adalah pembangunan parapet, railling, saluran dan lainnya. Untuk paket Tendean sendiri sudah mencapai 93 persen dan diharapkan rampung pada 15 Desember 2016.
"Karena sudah selesai, di bawah alat berat sudah bisa dikurangi sehingga bisa dilewati normal,"
Pembangunan jalan layang Transjakarta koridor XIII ini melingkupi daerah Kapten Tendean-Blok M-Ciledug merupakan proyek Dinas Bina Marga DKI tahun anggaran multi years 2013-2016. Proyek ini bersumber dari APBD dengan nilai sebesar Rp 2,4 triliun rupiah.
Panjang pengerjaan adalah 10,5 kilometer dengan 12 halte Transjakarta. Pekerjaan dibagi menjadi delapan paket pekerjaan yang dikerjakan oleh delapan kontraktor dan diharapkan mampu mengurangi kemacetan di DKI Jakarta
" Dengan topping off ini kita harapkan paket Tendean bisa segera terselesaikan"Kepala Bidang Simpang dan Jalan Tak Sebidang, Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo mengatakan, paket Tendean terpasang 331 segmental box girder. Topping off ini yang kedua kali dilakukan setelah minggu lalu di segmental Taman Puring.
"Dengan topping off ini kita harapkan paket Tendean bisa segera terselesaikan,"
Pekerjaan selanjutnya yang akan dilakukan adalah pembangunan parapet, railling, saluran dan lainnya. Untuk paket Tendean sendiri sudah mencapai 93 persen dan diharapkan rampung pada 15 Desember 2016.
"Karena sudah selesai, di bawah alat berat sudah bisa dikurangi sehingga bisa dilewati normal,"
Pembangunan jalan layang Transjakarta koridor XIII ini melingkupi daerah Kapten Tendean-Blok M-Ciledug merupakan proyek Dinas Bina Marga DKI tahun anggaran multi years 2013-2016. Proyek ini bersumber dari APBD dengan nilai sebesar Rp 2,4 triliun rupiah.
Panjang pengerjaan adalah 10,5 kilometer dengan 12 halte Transjakarta. Pekerjaan dibagi menjadi delapan paket pekerjaan yang dikerjakan oleh delapan kontraktor dan diharapkan mampu mengurangi kemacetan di DKI Jakarta
Kamis, 11 Juni 2015
Beli Bus Transjakarta Solar, Ahok Usul Ubah Perda
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, berencana membeli bus
Transjakarta berbahan bakar solar. Namun agar bus tersebut bisa
mengaspal di ruas jalan ibu kota, Ahok akan mengusulkan perubahan
Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian
Pencemaran Udara ke DPRD DKI. Sebab dalam pasal 20 ayat 1 perda tersebut
disebutkan, angkutan umum dan kendaraan operasional Pemprov DKI wajib
menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG) sebagai upaya pengendalian emisi gas
buang kendaraan bermotor.
Basuki mengatakan sebelum Perda diubah, bus Transjakarta yang berbahan bakar solar akan dioperasikan pada malam hari. Kendati demikian, Basuki menerapkan standar yang tinggi untuk bus berbahan bakar solar ini.
"Sementara kita bisa operasikan malam hari. Kan ada Euro 3 dan Euro 4," kata Basuki.
Dikatakan Basuki, bus akan dibeli dalam jumlah banyak. Dia mengaku tidak masalah jika nantinya justru kelebihan bus. Karena ke depan semua koridor Transjakarta akan beroperasi selama 24 jam.
"Kita enggak masalah kelebihan bus kok, karena kita mau jalanin 24 jam. Biar nanti semua bus terintegrasi untuk masuk semua wilayah ada bus. Itu konsepnya,"
" Perda juga mau kita ubah bukan cuma bicara gas, tapi yang ramah lingkungan. Sekarang semua mobil Pemprov DKI juga pakai solar"Dalam perubahan perda yang diajukan nanti, bahan bakar yang bisa digunakan adalah yang ramah lingkungan. Sehingga tidak hanya berpatokan pada BBG saja. "Perda juga mau kita ubah bukan cuma bicara gas, tapi yang ramah lingkungan. Sekarang semua mobil Pemprov DKI juga pakai solar," ujar Basuki, di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (10/6).
Basuki mengatakan sebelum Perda diubah, bus Transjakarta yang berbahan bakar solar akan dioperasikan pada malam hari. Kendati demikian, Basuki menerapkan standar yang tinggi untuk bus berbahan bakar solar ini.
"Sementara kita bisa operasikan malam hari. Kan ada Euro 3 dan Euro 4," kata Basuki.
Dikatakan Basuki, bus akan dibeli dalam jumlah banyak. Dia mengaku tidak masalah jika nantinya justru kelebihan bus. Karena ke depan semua koridor Transjakarta akan beroperasi selama 24 jam.
"Kita enggak masalah kelebihan bus kok, karena kita mau jalanin 24 jam. Biar nanti semua bus terintegrasi untuk masuk semua wilayah ada bus. Itu konsepnya,"
Senin, 19 Januari 2015
Tarif Angkutan Umum di Jakarta Turun
Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI kembali menurunkan tarif
angkutan umum di Jakarta sebesar Rp 500 menyusul turunnya harga Bahan
Bakar Minyak (BBM).
"Surat usulan penurunan tarif ini akan diserahkan ke Pak Gubernur besok. Jadi minimal lusa sudah berlaku kalau Pak Gubernur sudah teken SK-nya," kata Shafruhan, Senin (19/1).
Dia menyebutkan penurunan tarif yang diusulkan yakni sebesar Rp 500. Dengan pertimbangan komponen BBM dalam perhitungan tarif yakni sebesar 17-20 persen. Dalam perhitungan tarif hanya turun sebesar Rp 200, kemudian dibulatkan menjadi Rp 500.
"Sebenarnya turun hanya Rp 200, tapi kita bulatkan ke atas jadi Rp 500, supaya pas. Karena tidak mungkin kan sopir-sopir menyediakan uang receh," ujarnya.
Penurunan tarif yang diusulkan yakni untuk bus sedang (AC) dari Rp 7.500 menjadi Rp 7.000, bus besar (AC) dari Rp 9.500 menjadi Rp 9.000, dan bus kecil dari Rp 4.000 menjadi Rp 3.500. Tetapi untuk tarif Kopaja, Metromini, dan Mayasari Bhakti non AC tidak ada penurunan tarif. Tarifnya tetap Rp 4.000.
Alasannya karena melihat kemampuan dari ketiganya. "Sekarang saja mereka sudah megap-megap, apalagi kalau diturunkan lagi, napasnya putus nanti," ucapnya.
Sementara khusus angkutan umum taksi tidak ada perubahan tarif, karena tarif taksi dibuat 2 pilihan, yaitu tarif atas dan tarif bawah. Tarif bawah taksi untuk buka pintu pertama sebesar Rp 7.500 dan Rp 4.000 untuk kilometer selanjutnya. Sedangkan tarif atas Rp 8.000 untuk buka pintu pertama dan Rp 4.500 untuk kilometer selanjutnya. "Maka jika terjadi penurunan harga BBM yang signifikan, angkutan taksi masih bisa menggunakan tarif bawah," ucapnya.
Dia menegaskan semua operator harus mengikuti penurunan tarif ini. Karena angka perhitungannya sudah melalui rapat pleno Organda. "Semua operator angkutan umum harus ikut menurunkan, harus menerima, itu sudah perhitungan paling riil," tegasnya.
Tarif ini akan berlaku tiga bulan ke depan. "BBM kan ada kemungkinan akan berubah-ubah terus karena mengikuti harga minyak dunia. Tapi tidak mungkin juga kita tiap dua minggu atau satu bulan ubah-ubah terus. Makanya kita akan evaluasi setiap 3 bulan sekali untuk menentukan apakah harga BBM akan dinaikkan, diturunkan, atau tetap,"
"Sebenarnya turun hanya Rp 200, tapi kita bulatkan ke atas jadi Rp 500, supaya pas. Karena tidak mungkin kan sopir-sopir menyediakan uang receh "Ketua DPD Organda Jakarta, Shafruhan Sinungan, mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Dalam rapat tersebut disepakati, tarif angkutan umum turun sebesar Rp 500.
"Surat usulan penurunan tarif ini akan diserahkan ke Pak Gubernur besok. Jadi minimal lusa sudah berlaku kalau Pak Gubernur sudah teken SK-nya," kata Shafruhan, Senin (19/1).
Dia menyebutkan penurunan tarif yang diusulkan yakni sebesar Rp 500. Dengan pertimbangan komponen BBM dalam perhitungan tarif yakni sebesar 17-20 persen. Dalam perhitungan tarif hanya turun sebesar Rp 200, kemudian dibulatkan menjadi Rp 500.
"Sebenarnya turun hanya Rp 200, tapi kita bulatkan ke atas jadi Rp 500, supaya pas. Karena tidak mungkin kan sopir-sopir menyediakan uang receh," ujarnya.
Penurunan tarif yang diusulkan yakni untuk bus sedang (AC) dari Rp 7.500 menjadi Rp 7.000, bus besar (AC) dari Rp 9.500 menjadi Rp 9.000, dan bus kecil dari Rp 4.000 menjadi Rp 3.500. Tetapi untuk tarif Kopaja, Metromini, dan Mayasari Bhakti non AC tidak ada penurunan tarif. Tarifnya tetap Rp 4.000.
Alasannya karena melihat kemampuan dari ketiganya. "Sekarang saja mereka sudah megap-megap, apalagi kalau diturunkan lagi, napasnya putus nanti," ucapnya.
Sementara khusus angkutan umum taksi tidak ada perubahan tarif, karena tarif taksi dibuat 2 pilihan, yaitu tarif atas dan tarif bawah. Tarif bawah taksi untuk buka pintu pertama sebesar Rp 7.500 dan Rp 4.000 untuk kilometer selanjutnya. Sedangkan tarif atas Rp 8.000 untuk buka pintu pertama dan Rp 4.500 untuk kilometer selanjutnya. "Maka jika terjadi penurunan harga BBM yang signifikan, angkutan taksi masih bisa menggunakan tarif bawah," ucapnya.
Dia menegaskan semua operator harus mengikuti penurunan tarif ini. Karena angka perhitungannya sudah melalui rapat pleno Organda. "Semua operator angkutan umum harus ikut menurunkan, harus menerima, itu sudah perhitungan paling riil," tegasnya.
Tarif ini akan berlaku tiga bulan ke depan. "BBM kan ada kemungkinan akan berubah-ubah terus karena mengikuti harga minyak dunia. Tapi tidak mungkin juga kita tiap dua minggu atau satu bulan ubah-ubah terus. Makanya kita akan evaluasi setiap 3 bulan sekali untuk menentukan apakah harga BBM akan dinaikkan, diturunkan, atau tetap,"
Senin, 19 Mei 2014
Transjakarta Extension, Rute Pertama Luar Jakarta Dioperasikan
Transjakarta Extension, Rute Pertama Luar Jakarta Dioperasikan
Pemprov DKI Jakarta menambah trayek koridor II Transjakarta (Harmoni-Pulogadung) hingga ke Kota Bekasi, Senin (19/5). Hal ini merupakan yang pertama kalinya rute Transjakarta menempuh hingga luar ibu kota, hingga Jl Bekasi Raya, Ujung Menteng. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memastikan, perpanjangan rute ini berbeda dengan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB)." Bedanya kalau Transjakarta extension ini, operasionalnya dari ujung ke ujung pakai sistem bus Transjakarta, mulai dari tarif yang Rp 3500"
Kepala Dishub DKI, Muhammad Akbar mengatakan, operasional bus Transjakarta extension ini berbeda dengan APTB. Sebab sama seperti operasional bus Transjakarta di koridor lainnya, tarif yang dikenakan tetap sebesar Rp 3.500 sekali perjalanan.
"Bedanya kalau Transjakarta extension ini, operasionalnya dari ujung ke ujung pakai sistem bus Transjakarta, mulai dari tarif yang Rp 3500," kata Akbar, di Balaikota DKI Jakarta, Senin (19/5).
Selain itu, lanjut Akbar, seluruh transaksi pembelian tiket Transjakarta extension tetap dilakukan di halte. Sedangkan untuk APTB sebagian transaksi pembelian tiket bisa dilakukan di atas bus. "Kalau APTB kan ada transaksi yang sebagian dilakukan di dalam bus, dan tarifnya juga berbeda-beda," ujar Akbar.
Seperti diketahui mulai hari ini, rute koridor II diperpanjang hingga Jl Bekasi Raya. Disiapkan lima armada bus single dan delapan halte untuk melayani perpanjangan rute tersebut.
Kedelapan halte tersebut yakni, Halte Raya Bekasi KIP, Halte Raya Bekasi Tipar Cakung, Halte Cakung United Tractors, Halte Raya Bekasi Pasar Caking, Halte Raya Bekasi Cakung Cilincing, Halte Raya Bekasi Pulo Gebang, Halte Raya Bekasi Ujung Menteng dan Halte Harapan Indah.
Perpanjangan rute ini merupakan upaya peningkatan pelayanan, serta memudahkan dan memenuhi kebutuhan penumpang yang ada di luar kota Jakarta. Kelima bus single yang disiapkan akan menempuh jarak sepanjang 7,61 kilometer itu sudah dilengkapi dengan closed-circuit television (CCTV) serta global position system (GPS) sehingga diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi para penumpang.
Akbar menambahkan, selain Bekasi, nantinya akan ada dua kota satelit lainnya yang nantinya juga akan dilayani Transjakarta extension, yakni Depok (Koridor 14: Manggarai-Kampus UI), dan Tangerang (Koridor 15: Blok M-Ciledug).
"Dua koridor baru nanti kan rencananya ada ke Ciledug Tangerang sama ke Kampus UI Depok," kata mantan Kepala BLU Transjakarta itu.
Jam operasional bus tetap pukul 05.00 hingga pukul
22.00 dengan harga tiket pukul 05.00-07.00 sebesar Rp 2.000 dan pukul 07.00-22.00 sebesar Rp 3.500.
Sumber: Berita jakarta
Label:
bus,
busway,
jakarta,
jokowi,
transjakarta
Jumat, 28 Maret 2014
2 Pejabat Dishub DKI Jadi Tersangka
2 Pejabat Dishub DKI Jadi Tersangka
Kejaksaan Agung RI menetapkan dua pejabat di lingkungan Dinas Perhubungan DKI Jakarta sebagai tersangka. Dua pejabat tersebut diduga korupsi pengadaan bus Transjakarta pada tahun anggaran 2013 lalu. Selanjutnya akan dilakukan penyidikan terhadap kasus tersebut.Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung, Setia Untung Ari Muladi membenarkan, bahwa Kejagung telah menetapkan dua pejabat Dinas Perhubungan DKI. Kedua pejabat tersebut yakni DA selaku Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Bus Peremajaan Angkutan Umum Reguler dan Kegiatan Pengadaan Armada Bus Busway dan ST selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
"Iya betul, dua orang itu sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Untung, saat dihubungi, Jumat (28/3).
Menurut Untung, pihaknya telah menemukan dua alat bukti terhadap kasus tersebut. Dari hasil penyelidikan adanya penyalahgunaan dalam kegiatan pengadaan armada bus Transjakarta senilai Rp 1 triliun dan pengadaan bus untuk peremajaan angkutan umum reguler senilai Rp 500 miliar oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta tahun anggaran 2013. "Telah ditemukan bukti permulaan yang cukup tentang terjadinya dugaan tindak pidana korupsi mark up dalam kegiatan Busway Transjakarta," ujarnya.
DA ditetapkan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print – 25/F.2/Fd.1/03/2014, tanggal 24 Maret 2014. Sementara ST ditetapkan tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print – 26/F.2/Fd.1/03/ 2014, tanggal 24 Maret 2014. "Tim Penyidik saat sedang menyusun dan mempersiapkan rencana pelaksanaan penyidikan dalam rangka mengumpulkan bukti-bukti," katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama tidak mau berkomentar banyak terkait penetapan dua anak buahnya tersebut sebagai tersangka. Bahkan, dirinya tidak ingin memberikan bantuan hukum kepada keduanya. "Itu urusan Kejagung lah. Bantuan hukum bagaimana kan sudah jadi tersangka. Ngapain dikasih," tegasnya.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, I Made Karmayoga menuturkan, pihaknya akan segera mengambil surat penetapan tersebut dari Kejagung. Dari surat tersebut kemudian baru bisa diputuskan bahwa kedua pejabat tersebut akan diberhentikan sementara waktu dari jabatannya.
"Kita akan ambil surat dari Kejagung secepatnya. Dari surat itu akan diputuskan bahwa kedua PNS itu diberhentikan sementara dan akan menerima 75 persen dari gaji pokok,"
Sumber: berita jakarta
Kamis, 27 Maret 2014
Sumbangan 30 Bus Diserahkan Ke PT Transjakarta
Sumbangan 30 Bus Diserahkan Ke PT Transjakarta
Sumbangan sebanyak 30 bus yang diperoleh dari tiga perusahaan ke Pemprov DKI Jakarta akan diserahkan langsung kepada PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Sebab, prosedur hibah dari ketiga perusahaan menemui banyak kendala.
"Kita mungkin mau sumbangan itu langsung ke PT Transjakarta lah. Pusing, Plt Sekda DKI bikin surat mesti ke Mendagri kan konyol. Suratnya masih proses verbal lagi," ujar Basuki T Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balaikota, Kamis (27/3).
Dikatakan Basuki, sejumlah persoalan dihadapi oleh tiga perusahaan saat hendak menyumbangkan puluhan bus kepada Pemprov DKI, diantaranya pengenaan pajak iklan dan larangan bus melintas di sejumlah koridor yang tersedia Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG).
"Puluhan bus yang disumbangkan wajib mengganti converter kit untuk mengganti bahan bakar dari solar menjadi BBG sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005," ujarnya.
Basuki pun mengaku bingung dengan prosedur sulit yang harus dilewati para donatur yang telah menyumbangkan puluhan bus kepada Pemprov DKI.
"Ya sudah, sumbangkan saja ke PT Transjakarta. Kalau nanti pajak iklan ditagih, mereka (donatur) minta saja pembebasan pajak dan saya bebaskan saja," ungkapnya.
Ditambahkan Basuki, jika puluhan bus tersebut diserahkan melalui Pemprov DKI terlebih dahulu dan selanjutnya dihibahkan kembali ke PT Transjakarta dapat diartikan sebagai Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) dalam Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut. Sebab, puluhan bus hibah tersebut akan akan diganti dengan plat merah atau kendaraan operasional Pemprov DKI Jakarta.
"Bayangin, saya dapat bus 30 unit yang nilainya hampir Rp 40 miliar, kalau dapat lagi itu kan PMP (penyertaan modal pemerintah) ke PT Transjakarta Rp 45 miliar. Nggak usah cash,"
Sumber: berita jakarta
Rabu, 19 Maret 2014
Pemprov DKI Jakarta dekati produsen bus asal Swedia, PT Scania,
Kasus bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) berkarat yang diimpor dari Cina tak membuat Pemprov DKI Jakarta kapok untuk membeli bus impor. Bahkan, saat ini, Pemprov DKI Jakarta tengah mendekati produsen bus asal Swedia, PT Scania, untuk ikut dalam pengadaan bus Transjakarta dan BKTB.
Pemprov DKI Jakarta telah menggelar pertemuan dengan direksi produsen bus PT Scania. Produsen bus asal swedia itu diminta memasukkan harga dalam sistem elektronik katalog (E-Katalog) yang dicanangkan oleh Pemprov DKI. “Kami sedang melobi Scania agar mau ikut dalam E-Katalog sehingga pengadaan bus Transjakarta dan BKTB memiliki standar internasional,” kata Basuki di Balaikota, Rabu (19/3).
Pada awal pertemuan, Basuki mengaku, perusahaan truk dan bus asal Swedia ini pesimis untuk mengikuti lelang dalam E-Katalog Pemprov DKI. "Sebelumnya, Scania juga pernah ikut tender kita, tetapi selalu bersaing dengan produk serupa dari negeri Tiongkok dan akhirnya kalah,” ungkapnya.
Mendengar hal tersebut, Basuki pun berusaha menyakinkan direksi PT Scania untuk ikut serta dalam proses pengadaan bus yang akan digelar pada tahun ini.
Bahkan, mantan anggota Komisi II DPR ini menjamin bahwa Pemprov DKI saat ini bersedia membayar harga lebih mahal dari bus dari Tiongkok asalkan produk tersebut dapat bertahan lama hingga puluhan tahun. “Jadi kami ingin dia masuk ke dalam tender. Malaysia saja sudah pakai Scania, kenapa tidak coba pakai juga? Kami dorong Scania untuk masuk ke E-Katalog, untuk masukkan bus kota,” jelasnya.
Alhasil, menurut mantan Bupati Belitung Timur ini, pihak Scania bersedia mengirimkan satu model bus kota yang telah dipakai di sejumlah negara maju. "Nanti contoh bus akan datang ke Jakarta. Kalau mau beli Scania, nanti bus ini dikasih ke kami. Iya, sekarang saya sedang lobi-lobi mereka,”
Sumber: berita jakarta
Rabu, 12 Maret 2014
Bus Transjakarta Patah As
Bus Transjakarta Patah As
Pengoperasian bus Transjakarta. Kali ini, bus Transjakarta bernopol B 7312 IV mendadak patah as roda belakang sebelah kiri di Jl Matraman Raya, Jakarta Timur, sekitar pukul 16.00, Rabu (12/3).
Sontak hal ini menyebabkan kemacetan panjang di ruas jalan itu, khususnya dari arah Senen menuju Kampung Melayu. Beruntung, saat kejadian bus dalam keadaan tidak berpenumpang.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum kejadian, bus bernomor bodi DMR 012 ini baru saja mengisi bahan bakar gas (BBG) di SPBG Jl Pemuda, Rawamangun. Kemudian bus yang dikemudikan Saptono (30), berencana mengambil penumpang di Terminal Kampung Melayu. Bus melintasi koridor IV dan V. Namun setibanya di koridor V, tepatnya di Jl Matraman Raya, as bagian roda kiri belakang patah. Akibatnya bodi kendaraan pun turut amblas.
Saptono mengaku terkejut saat mendengar suara keras dari bagian belakang bus. Ia pun langsung menghentikan laju bus. "Saya juga tidak tahu kenapa bisa begini. Tahu-tahu patah as-nya. Padahal sebelum beroperasi bus rutin diperiksa oleh tim teknis di pool bus Tipar Cakung," ujar Saptono, Rabu (12/3).
Akibat peristiwa itu, bus Transjakarta yang biasa beroperasi di koridor V akhirnya terpaksa melintas di jalur umum karena terhalang bus yang patah as tersebut.
Sedangkan untuk mengurai kemacetan, empat petugas Sudin Perhubungan Jakarta Timur dikerahkan untuk mengatur lalu lintas
Sumber: berita jakarta
Selasa, 11 Maret 2014
Hibah Puluhan Bus Dipersulit
Hibah Puluhan Bus Dipersulit
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama marah saat memimpin rapat penandatangan kerja sama penyediaan armada bus Transjakarta di Balaikota, Selasa (11/3) sore. Kemarahan Basuki sangat beralasan. Sebab, tiga perusahaan besar yakni Telkomsel, Triphone Mobile Indonesia dan Rodamas yang berkeinginan menyumbang sebanyak 30 bus justru dipungut pajak reklame.
"Aku sudah benci caranya begini. Orang mau sumbang bus, malah masih disuruh bayar pajak. Kita ini kan dikasih orang," ujar Basuki di Balaikota, Selasa (11/3).
Dikatakan Basuki, proses hibah yang berbelit - belit mengakibatkan ketiga perusahaan swasta ini berencana mengurungkan niat untuk memberi bantuan 30 bus kepada Pemprov DKI. Padahal, Pemprov DKI seharusnya bersyukur karena telah diberikan tambahan puluhan bus oleh pihak swasta. "Ini gimana caranya. Lama-lama saya paranoid ini sama orang Pemprov DKI karena dipersulit. Sudah mau disumbang tapi malah mau dikasih pajak. Ini saya heran," katanya.
Menurut Basuki, Pemprov DKI tidak perlu lagi menagih pajak reklame kepada ketiga perusahaan yang berkeinginan memuat iklan di dalam maupun di luar badan bus yang akan dihibahkan tersebut.
Sementara itu, salah satu perwakilan perusahaan yang ingin menyumbang puluhan bus tersebut, Weno juga mempertanyakan salah satu klausul kesepakatan bersama yang mewajibkan pemberi hibah memakai jasa konsultan dalam urusan hibah bus tersebut. "Kita beli dari ATPM langsung, kok masih pakai jasa konsultan lagi. Anehnya lagi, kenapa surat perjanjian kerja sama yang saya terima kok berbeda dengan Pemprov DKI. Ada apa ini?," ungkapnya
Mendengar informasi tersebut, kemarahan mantan Bupati Belitung Timur kian memuncak. "Kita bakal terima hibah puluhan bus merek Hino, bukan beli bus berkarat yang nggak punya merek dari Cina sana, kok sulit banget. Ini sudah nggak benar," katanya seraya meninggalkan ruang rapat.
Pertemuan pun akhirnya dilanjutkan oleh Plt Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, Wiriatmoko. Sekadar diketahui rapat tersebut dihadiri pula, Kepala Dinas Pelayanan Pajak Iwan Setiawandi, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Endang Widjajanti, Kepala Biro Hukum Pemprov DKI Sri Rahayu, Kepala UP Transjakarta Pargaulan Butar Butar.
Seperti diketahui, sebanyak 30 unit bus tersebut diperoleh dari hibah tiga perusahaan yang berkomitmen membantu Pemprov DKI dalam menambah transportasi massal. Seharusnya, proses hibah puluhan bus rampung akhir 2013 lalu. Namun, hingga saat ini proses hibah tidak bisa berjalan karena ketiga perusahaan diwajibkan membayar pajak karena memasang iklan di dalam maupun di luar badan bus.
Sumber: berita jakarta
Rabu, 05 Maret 2014
Bus Cina Karatan, DKI Lirik Produk Swedia
Imbas ditemukannya sejumlah bus berkarat buatan Cina, membuat Pemprov DKI kapok membeli bus asal negeri Tirai Bambu tersebut. Rencananya, Pemprov DKI akan beralih menggunakan mesin merek Scania atau Mercedez Benz dan bodi bus dirakit di dalam negeri untuk memenuhi kekurangan angkutan massal di ibu kota.
"Rakit dalam negeri di Astra. Kita mau menggunakan Scania yang bahannya aluminium. Jadi bisa dipakai 10-20 tahun, jatuhnya lebih murah," kata Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rabu (5/3).
Mantan anggota Komisi II DPR itu mengatakan, rencana pembelian armada bus saat ini masih dalam tahap perencanaan. Perkiraan harga bus buatan Swedia (Scania) berkisar antara Rp 4,7 miliar hingga Rp 4,8 miliar per unit, untuk jenis bus gandeng. "Memang harganya lebih mahal dari bus buatan Cina, tapi kualitasnya lebih terjamin," ungkapnya.
Namun, Basuki mengaku masih khawatir jika terjadi lagi kecurangan oleh oknum tidak bertanggung jawab dalam pengadaan bus. "Bisa saja oknum tersebut menurunkan satuan kualitas bus. Kalau itu terjadi, lebih baik tidak usah beli bus sampai tunggu perubahan, tegasnya.
Sekadar diketahui Pemprov DKI pada tahun 2014 akan melakukan pengadaan bus dalam jumlah besar. Rencananya, Pemprov DKI akan membeli 4.000 bus yang terdiri dari 1.000 bus Transjakarta dan 3.000 bus sedang dengan alokasi anggaran sebesar Rp 5 triliun.
Sumber: berita jakarta
Selasa, 04 Maret 2014
KPK Usut Kasus Pengadaan Bus Berkarat
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui telah menerima laporan terkait pengadaan bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) yang kondisinya berkarat. Saat ini kasus tersebut tengah didalami, jika ditemukan dua alat bukti maka prosesnya bisa meningkat ke penyidikan.
Ketua KPK, Abraham Samad mengatakan, kasus dugaan korupsi bukanlah delik aduan. Sehingga untuk mengusutnya tidak perlu ada laporan, jika memang ada dugaan korupsi. "Saat ini kita masih mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket) terkait kasus itu," kata Samad, di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (4/3).
Menurutnya, Forum Warga Jakarta (Fakta) juga telah melaporkannya. Prosesnya cukup panjang, karena harus melalui unit pengaduan masyarakat di KPK. Kemudian akan dilakukan investigasi. Jika memenuhi syarat maka akan ditingkatkan ke penyelidikan. "Selanjutnya jika ada 2 alat bukti yang cukup akan jadi penyidikan," ujarnya.
Kendati demikian, semua proses tersebut, tidak akan disampaikan ke publik. Karena untuk mengusut dugaan korupsi termasuk dengan kegiatan intelejen. "Itu sudah dilaporkan. Tapi kalau KPK melakukan penyelidikan kita tidak akan menyampaikan ke publik, karena itu kegiatan intelijen. Masih jauh juga prosesnya," kata dia.
Sementara, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, masih menunggu hasil audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pihaknya telah menyerahkan hasil investigasi dari inspektorat untuk ditindaklanjuti oleh BPKP. Jika hasil dari BPKP telah diterima baru dirinya akan mengungkapkan kecurangan yang terjadi dalam pengadaan ratusan bus tersebut.
Sumber: berita jakarta
Jokowi Akui Ada Indikasi Penyimpangan Pengadaan Bus
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengakui adanya indikasi penyimpangan dalam pengadaan bus Transjakarta. Dirinya juga belum mau mengumumkan hasil investigasi yang dilakukan Inspektorat lantaran hal ini masih didalami Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Indikasi penyimpangan ada, tapi saya tidak mau mendahului penyelidikan dari BPKP," kata Jokowi, di Balaikota DKI Jakarta, Senin (3/3).
Indikasi tersebut muncul setelah dari hasil investigasi menemukan adanya kerusakan pada beberapa komponen bus yang baru dibeli tersebut.
Dikatakan Jokowi, pihaknya tidak ingin terburu-buru untuk menyimpulkan hasil investigasi. Sehingga pihaknya meminta bantuan kepada BPKP untuk melakukan audit kembali. "Sekarang itu baru dikerjakan oleh BPKP. Kalau saya satu-satu, BPKP itu rampung dulu. Sebelum rampung, saya belum mau berkomentar," ujarnya.
Sebelumnya, Jokowi juga mengaku siap dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kerusakan bus Transjakarta baru. Terlebih, pembelian 310 bus Transjakarta dan 346 bus sedang untuk bus kota terintegrasi busway (BKTB) itu terjadinya saat kepemimpinan Jokowi sebagai Gubernur DKI.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengancam tidak akan merampungkan pembelian bus Transjakarta bermerk Ankai tersebut. Saat ini, tambah Basuki, pihaknya baru membayar uang muka sebesar 20 persen.
"Apabila pihak importir atau agen tunggal pemegang merek (ATPM), PT San Abadi, tetap bersikeras menagih pembayaran, Pemprov DKI tidak akan tinggal diam,"
Sumber: berita jakarta
Kamis, 20 Februari 2014
Transjakarta Tabrak Pembatas Jalan, Karena Rem Blong
Sebuah bus Transjakarta rute koridor 4 (Pulogadung-Dukuh Atas) bernopol B 7055 IV tiba-tiba remnya blong. Akibatnya, bus menabrak beton pembatas jalan setinggi 1 meter dan trotoar di Jl Pramuka, Kayumanis, Matraman, Jakarta Timur, sekitar pukul 17.45. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa bermula saat bus yang dikemudikan Firman (30), berjalan dari arah Pulogadung menuju Dukuh Atas. Saat di Jl Pramuka, bus sepi penumpang ini tak mampu berjalan cepat. Karena mengalami kendala pada bagian mesin. Sopir bus bersama seorang mekanik pun memperbaiki bus tersebut di pinggir jalan jalur cepat.
Setelah dianggap selesai, sopir kembali mencoba mengemudikannya. Namun, baru sekitar 10 meter berjalan atau tepatnya menjelang masuk terowongan Pramuka, bus mengalami slip. Sopir yang berusaha menginjak pedal rem tak berhasil, hingga akhirnya bagian depan bus menabrak MCB atau beton pembatas jalan setinggi 1 meter.
Tidak hanya itu, bus yang masih berjalan kemudian menabrak trotoar dan dua tiang penyangga rambu lalulintas hingga nyaris roboh. Bus baru bisa berhenti setelah menabrak seluruh benda yang ada di depannya.
Firmam, pramudi bus mengaku, saat dari perempatan bypass, bus sudah tak bisa dikemudikan dengan baik. Mesin kendaraan mengalami gangguan. Karenanya, ia menghentikan laju bus yang dikemudikannya dan meminta mekanik untuk memperbaiki mesin. Setelah dianggap selesai ia pun mengemudikannya kembali.
"Saat akan masuk ke underpass bus saya rem, tapi tetap jalan. Sampai akhirnya bus nabrak pembatas jalan," ujarnya, Kamis (20/2).
Akibat kejadian tersebut, bemper bagian depan rusak parah dan kaca depan retak. MCB yang ditabrak pun ambruk ke aspal jalan. Kemudian dua tiang penyangga rambu lalulintas yang tertabrak juga nyaris ambruk.
Petugas patroli bus Transjakarta, Susilo (35) menambahkan, bus memang mengalami kendala pada bagian mesin. Sehingga pramudi tak berani melanjutkan perjalanan dan memilih menghentikan bus untuk diperbaiki.
"Bus memang tarikannya kurang tadi, jadi oleh mekanik diperbaiki. Tapi baru dicoba sebentar remnya ternyata juga blong," kata Susilo.
Akibat kejadian tersebut, kemacetan lalulintas di Jl Pramuka mencapai 2 kilometer. Terutama dari arah Pulogadung menuju Matraman.
Untuk menghindari kemacetan, bus langsung diderek menggunakan mobil derek milik Mayasari Bakti, menuju kantor Satwil Lantas, Jakarta Timur. Lima anggota Polantas Polres Jakarta Timur telah diterjunkan ke lokasi untuk mengurai kemacetan lalulintas.
Sumber: berita jakarta
Label:
bus,
busway,
jakarta,
jokowi,
transjakarta
Transjakarta Tabrak Pembatas Jalan, Karena Rem Blong
Sebuah bus Transjakarta rute koridor 4 (Pulogadung-Dukuh Atas) bernopol B 7055 IV tiba-tiba remnya blong. Akibatnya, bus menabrak beton pembatas jalan setinggi 1 meter dan trotoar di Jl Pramuka, Kayumanis, Matraman, Jakarta Timur, sekitar pukul 17.45. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa bermula saat bus yang dikemudikan Firman (30), berjalan dari arah Pulogadung menuju Dukuh Atas. Saat di Jl Pramuka, bus sepi penumpang ini tak mampu berjalan cepat. Karena mengalami kendala pada bagian mesin. Sopir bus bersama seorang mekanik pun memperbaiki bus tersebut di pinggir jalan jalur cepat.
Setelah dianggap selesai, sopir kembali mencoba mengemudikannya. Namun, baru sekitar 10 meter berjalan atau tepatnya menjelang masuk terowongan Pramuka, bus mengalami slip. Sopir yang berusaha menginjak pedal rem tak berhasil, hingga akhirnya bagian depan bus menabrak MCB atau beton pembatas jalan setinggi 1 meter.
Tidak hanya itu, bus yang masih berjalan kemudian menabrak trotoar dan dua tiang penyangga rambu lalulintas hingga nyaris roboh. Bus baru bisa berhenti setelah menabrak seluruh benda yang ada di depannya.
Firmam, pramudi bus mengaku, saat dari perempatan bypass, bus sudah tak bisa dikemudikan dengan baik. Mesin kendaraan mengalami gangguan. Karenanya, ia menghentikan laju bus yang dikemudikannya dan meminta mekanik untuk memperbaiki mesin. Setelah dianggap selesai ia pun mengemudikannya kembali.
"Saat akan masuk ke underpass bus saya rem, tapi tetap jalan. Sampai akhirnya bus nabrak pembatas jalan," ujarnya, Kamis (20/2).
Akibat kejadian tersebut, bemper bagian depan rusak parah dan kaca depan retak. MCB yang ditabrak pun ambruk ke aspal jalan. Kemudian dua tiang penyangga rambu lalulintas yang tertabrak juga nyaris ambruk.
Petugas patroli bus Transjakarta, Susilo (35) menambahkan, bus memang mengalami kendala pada bagian mesin. Sehingga pramudi tak berani melanjutkan perjalanan dan memilih menghentikan bus untuk diperbaiki.
"Bus memang tarikannya kurang tadi, jadi oleh mekanik diperbaiki. Tapi baru dicoba sebentar remnya ternyata juga blong," kata Susilo.
Akibat kejadian tersebut, kemacetan lalulintas di Jl Pramuka mencapai 2 kilometer. Terutama dari arah Pulogadung menuju Matraman.
Untuk menghindari kemacetan, bus langsung diderek menggunakan mobil derek milik Mayasari Bakti, menuju kantor Satwil Lantas, Jakarta Timur. Lima anggota Polantas Polres Jakarta Timur telah diterjunkan ke lokasi untuk mengurai kemacetan lalulintas.
Sumber: berita jakarta
Label:
bus,
busway,
jakarta,
jokowi,
transjakarta
Transjakarta Tabrak Pembatas Jalan, Karena Rem Blong
Sebuah bus Transjakarta rute koridor 4 (Pulogadung-Dukuh Atas) bernopol B 7055 IV tiba-tiba remnya blong. Akibatnya, bus menabrak beton pembatas jalan setinggi 1 meter dan trotoar di Jl Pramuka, Kayumanis, Matraman, Jakarta Timur, sekitar pukul 17.45. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa bermula saat bus yang dikemudikan Firman (30), berjalan dari arah Pulogadung menuju Dukuh Atas. Saat di Jl Pramuka, bus sepi penumpang ini tak mampu berjalan cepat. Karena mengalami kendala pada bagian mesin. Sopir bus bersama seorang mekanik pun memperbaiki bus tersebut di pinggir jalan jalur cepat.
Setelah dianggap selesai, sopir kembali mencoba mengemudikannya. Namun, baru sekitar 10 meter berjalan atau tepatnya menjelang masuk terowongan Pramuka, bus mengalami slip. Sopir yang berusaha menginjak pedal rem tak berhasil, hingga akhirnya bagian depan bus menabrak MCB atau beton pembatas jalan setinggi 1 meter.
Tidak hanya itu, bus yang masih berjalan kemudian menabrak trotoar dan dua tiang penyangga rambu lalulintas hingga nyaris roboh. Bus baru bisa berhenti setelah menabrak seluruh benda yang ada di depannya.
Firmam, pramudi bus mengaku, saat dari perempatan bypass, bus sudah tak bisa dikemudikan dengan baik. Mesin kendaraan mengalami gangguan. Karenanya, ia menghentikan laju bus yang dikemudikannya dan meminta mekanik untuk memperbaiki mesin. Setelah dianggap selesai ia pun mengemudikannya kembali.
"Saat akan masuk ke underpass bus saya rem, tapi tetap jalan. Sampai akhirnya bus nabrak pembatas jalan," ujarnya, Kamis (20/2).
Akibat kejadian tersebut, bemper bagian depan rusak parah dan kaca depan retak. MCB yang ditabrak pun ambruk ke aspal jalan. Kemudian dua tiang penyangga rambu lalulintas yang tertabrak juga nyaris ambruk.
Petugas patroli bus Transjakarta, Susilo (35) menambahkan, bus memang mengalami kendala pada bagian mesin. Sehingga pramudi tak berani melanjutkan perjalanan dan memilih menghentikan bus untuk diperbaiki.
"Bus memang tarikannya kurang tadi, jadi oleh mekanik diperbaiki. Tapi baru dicoba sebentar remnya ternyata juga blong," kata Susilo.
Akibat kejadian tersebut, kemacetan lalulintas di Jl Pramuka mencapai 2 kilometer. Terutama dari arah Pulogadung menuju Matraman.
Untuk menghindari kemacetan, bus langsung diderek menggunakan mobil derek milik Mayasari Bakti, menuju kantor Satwil Lantas, Jakarta Timur. Lima anggota Polantas Polres Jakarta Timur telah diterjunkan ke lokasi untuk mengurai kemacetan lalulintas.
Sumber: berita jakarta
Label:
bus,
busway,
jakarta,
jokowi,
transjakarta
Transjakarta Tabrak Pembatas Jalan, Karena Rem Blong
Sebuah bus Transjakarta rute koridor 4 (Pulogadung-Dukuh Atas) bernopol B 7055 IV tiba-tiba remnya blong. Akibatnya, bus menabrak beton pembatas jalan setinggi 1 meter dan trotoar di Jl Pramuka, Kayumanis, Matraman, Jakarta Timur, sekitar pukul 17.45. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa bermula saat bus yang dikemudikan Firman (30), berjalan dari arah Pulogadung menuju Dukuh Atas. Saat di Jl Pramuka, bus sepi penumpang ini tak mampu berjalan cepat. Karena mengalami kendala pada bagian mesin. Sopir bus bersama seorang mekanik pun memperbaiki bus tersebut di pinggir jalan jalur cepat.
Setelah dianggap selesai, sopir kembali mencoba mengemudikannya. Namun, baru sekitar 10 meter berjalan atau tepatnya menjelang masuk terowongan Pramuka, bus mengalami slip. Sopir yang berusaha menginjak pedal rem tak berhasil, hingga akhirnya bagian depan bus menabrak MCB atau beton pembatas jalan setinggi 1 meter.
Tidak hanya itu, bus yang masih berjalan kemudian menabrak trotoar dan dua tiang penyangga rambu lalulintas hingga nyaris roboh. Bus baru bisa berhenti setelah menabrak seluruh benda yang ada di depannya.
Firmam, pramudi bus mengaku, saat dari perempatan bypass, bus sudah tak bisa dikemudikan dengan baik. Mesin kendaraan mengalami gangguan. Karenanya, ia menghentikan laju bus yang dikemudikannya dan meminta mekanik untuk memperbaiki mesin. Setelah dianggap selesai ia pun mengemudikannya kembali.
"Saat akan masuk ke underpass bus saya rem, tapi tetap jalan. Sampai akhirnya bus nabrak pembatas jalan," ujarnya, Kamis (20/2).
Akibat kejadian tersebut, bemper bagian depan rusak parah dan kaca depan retak. MCB yang ditabrak pun ambruk ke aspal jalan. Kemudian dua tiang penyangga rambu lalulintas yang tertabrak juga nyaris ambruk.
Petugas patroli bus Transjakarta, Susilo (35) menambahkan, bus memang mengalami kendala pada bagian mesin. Sehingga pramudi tak berani melanjutkan perjalanan dan memilih menghentikan bus untuk diperbaiki.
"Bus memang tarikannya kurang tadi, jadi oleh mekanik diperbaiki. Tapi baru dicoba sebentar remnya ternyata juga blong," kata Susilo.
Akibat kejadian tersebut, kemacetan lalulintas di Jl Pramuka mencapai 2 kilometer. Terutama dari arah Pulogadung menuju Matraman.
Untuk menghindari kemacetan, bus langsung diderek menggunakan mobil derek milik Mayasari Bakti, menuju kantor Satwil Lantas, Jakarta Timur. Lima anggota Polantas Polres Jakarta Timur telah diterjunkan ke lokasi untuk mengurai kemacetan lalulintas.
Sumber: berita jakarta
Label:
bus,
busway,
jakarta,
jokowi,
transjakarta
Rabu, 19 Februari 2014
Pramudi Bus Tingkat Wisata di Gaji Rp 7 Juta Per Bulan
Bus tingkat wisata yang didatangkan Pemprov DKI Jakarta dari Cina direncanakan sudah mulai beroperasi melayani warga Jakarta secara gratis, Senin (24/2). Sebanyak lima unit bus tingkat tersebut sudah diujicoba mulai Selasa (18/2) hingga Minggu (23/2) mendatang.
Semua pramudi bus wisata merupakan perempuan mengingat kecepatan bus rata-rata hanya 10-20 kilometer per jam. Saat ini, sudah ada 12 pramudi yang direkrut secara terbuka. "Sopir perempuan semua, bus pariwisata harus beda. Kalau perempuan kesannya lebih berhati-hati," ujar Arie Budhiman, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Selasa (18/2).
Setiap pramudi akan mendapatkan gaji hingga 3,5 kali upah minimum provinsi (UMP) DKI yang mencapai Rp 2,4 juta. "Sesuai arahan dari Pak Gubernur, gajinya 3,5 kali UMP. Jadi sekitar Rp 7, 2 juta," kata Arie.
Untuk tiga bulan pertama, kata Arie, pihaknya tidak menyediakan tiket bagi penumpang. Siapapun dipersilahkan naik bus wisata tersebut secara gratis. Selanjutnya tiket akan disebar di hotel-hotel. Meski digratiskan, Disparbud akan melakukan evaluasi secara berkala menginggat perilaku masyarakat yang belum tertib.
"Tiket itu untuk pengendalian penumpang, sekaligus untuk promosi. Meski gratis kita evaluasi, karena tidak semua gratis itu baik. Kapasitas bus kan hanya 60 penumpang plus 2 untuk defabel. Sepanjang orang Jakarta tertib bus gratis terus. Intinya penumpang jangan memaksakan kalau sudah penuh karena ini tidak ada yang berdiri," ungkapnya.
Bus ini akan beroperasi dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Agar seluruh pramudi tetap dalam kondisi prima melayani penumpang, jadwal pramudi akan dibagi dalam dua shift, yakni dari pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB dan pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB. Arie menambahkan, petugas on board di setiap bus tersebut ada 4 orang, yakni pramudi, kondektur, pemandu wisata, dan polisi pariwisata dari Polda Metro Jaya.
Sedangkan rute yang dilintasi mulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Sarinah-Museum Nasional-Halte Santa Maria-Pasar Baru-Gedung Kesenian Jakarta-Masjid Istiqlal-Istana Merdeka-Monas-Balaikota-Sarinah, dan kembali ke Bundaran HI. Nantinya bus akan berhenti di setiap halte untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
Sumber: berita jakarta
Selasa, 18 Februari 2014
Lagi,, Bus Transjakarta Terbakar
Bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M-Kota terbakar di Jalan Hayam Wuruk, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (18/2) sekitar pukul 09.00. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini membuat panik penumpang dan berhamburan keluar bus. Tak hanya itu, peristiwa ini juga menyebabkan arus lalu lintas Jl Hayam Wuruk menuju Gajah Mada mengalami kemacetan yang cukup panjang.
Penyebab kebakaran bus Transjakarta gandeng bernopol B 7539 TGA itu berasal dari mesin. Saat melintas di depan SPBU Hayam Wuruk, mesin bus yang berada di belakang mengeluarkan asap sehingga membuat panik sekitar 50 penumpang yang ada di dalam bus tersebut. Beruntung, berkat kesigapan petugas Transjakarta dibantu petugas SPBU, seluruh penumpang berhasil dievakuasi.
Humas Transjakarta, Sri Ulina Pinem membenarkan adanya bus Transjakarta gandeng yang mengeluarkan asap di Jl Hayam Wuruk, tepatnya di depan SPBU Hayam Wuruk.
"Api berasal dari mesin yang berada di belakang bus, bukan dari tabung gasnya yang meledak. Tapi api tidak sempat menghanguskan badan bus gandeng tersebut,” ujar Sri.
Sri mengatakan, seluruh penumpang sudah dievakuasi petugas. "Seluruh penumpang selamat. Sedangkan bus yang terbakar sudah dievakuasi petugas,” katanya.
Dia juga mengklaim bus Transjakarta buatan tahun 2012 itu dalam kondisi baik dan layak jalan. "Bus dalam kondisi baik dan layak beroperasi,"
Sumber: berita jakarta
Langganan:
Postingan (Atom)





