Tampilkan postingan dengan label kampung melayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kampung melayu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Februari 2014

Banjir 2,5 Meter, 610 Warga Kampung Pulo Mengungsi


Banjir akibat luapan Kali Ciliwung kembali menggenangi Kampung Pulo, Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (25/2). Ketinggian air yang mencapai 2,5 meter membuat sedikitnya 610 warga Kampung Pulo terpaksa mengungsi.

Sarifudin atau akrab disapa Jek (40), warga RT 03/03 Kampung Pulo menuturkan, banjir kiriman dari Bogor, Jawa Barat mulai datang sekitar pukul 03.00 dinihari tadi. Bahkan permukaan air Kali Ciliwung sudah mulai naik sejak pukul 01.00. Akibatnya sebagian warga mengungsi.

"Air masuk ke rumah warga sejak pukul 03.00. Warga yang sudah berkemas-kemas dari sore langsung mengungsi ke kantor Sudin Kesehatan Jakarta Timur. Tapi banyak juga yang memilih tidur di emperan toko lagi," ujar Jek. Saat ini, ketinggian genangan mencapai 250 sentimeter dan belum ada tanda-tanda surut.

Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu, menuturkan, banjir merendam 8 RW dan 55 RT di Kampung Melayu. Sedangkan jumlah warga yang terkena banjir sebanyak 2.899 KK atau 7.809 jiwa.

"Kami mencatat ada 610 warga yang mengungsi di empat lokasi," ujar Bambang Pangestu.

Ia merinci, sebanyak 176 jiwa mengungsi di kantor Sudin Kesehatan, 312 jiwa di RS Hermina, 87 jiwa di Masjid At Tawabin, dan 35 jiwa di Pos RW 03.

Selain di Kampung Pulo, banjir juga melanda wilayah Cipinang Melayu, Makasar.

Lurah Cipinang Melayu, Makasar, Saeful Hayat mengatakan, banjir di wilayahnya menggenangi RW 03 dan 04. Di RW 04 banjir menggenangi RT 4 dan 7 sedangkan di RW 03, terdapat di RT 10, 11, 12, 13 dan 14. Banjir mulai datang sejak pukul 05.00. "Ketinggian air antara 20-30 sentimeter,"



Sumber: berita jakarta

Minggu, 19 Januari 2014

5 Kecamatan di Jaktim Terendam

Akibat meluapnya tiga sungai yaitu Sungai Ciliwung, Sungai Sunter dan Sungai Cipinang, sebanyak 5 kecamatan di Jakarta Timur terendam banjir. Masing-masing yaitu Kecamatan Jatinegara, Kramat Jati, Pasar Rebo, Makasar dan Cakung. Banjir juga melumpuhkan sejumlah akses jalan, karena badan jalan telah berubah menjadi genangan.

Selain merendam ribuan rumah di Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, banjir juga melumpuhkan Jl Jatinegara Barat. Sebanyak 3.787 warga telah mengungsi ke sejumlah tempat yaitu, Sudin Kesehatan Jakarta Timur, Gereja Okoinonia, Masjid At Tawabin, RS Hermina, Sekolah Santa Maria, kantor kelurahan dan sebagainya.




Jl Jatinegara Barat, sudah digenangi air sejak tadi malam sekitar pukul 24.00 dan hingga siang ini ketinggian air mencapai 60 sentimeter. Saat ini, lalulintas telah dialihkan melalui Jl Jatinegara Timur, untuk menuju Jl Matraman. Demikian halnya Jl Otista Raya, lumpuh akibat diterjang banjir dengan ketinggian 50 sentimeter. Kondisi serupa juga terjadi di Jl Pusdiklat Depnaker Makasar.

Berdasarkan data di Kelurahan Kampung Melayu, warga mengungsi di beberapa titik. Yakni di tenda yang dibangun di Jl Jatinegara Barat sebanyak 863 jiwa, kantor Sudinkes Jakarta Timur 963 jiwa, GOR Jakarta Timur 566 jiwa. Kemudian di Kelurahan Kampung Melayu 224 jiwa, SDN 01 Kampung Melayu 129 jiwa,  Masjid At-Tawabin 101 jiwa, RS Hermina 183 jiwa, Gereja Okoinonia 305 jiwa, SMPN 26 sebanyak 157 jiwa dan di Pos RW 03 ada 86 jiwa. Kemudian di Mushalla Khairul Anam 75 jiwa dan di gedung SDN Balimester 02 sebanyak 135 jiwa.

Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu mengatakan, saat ini ketinggian air dari Ciliwung berkisar 40-450 sentimeter. "Warga sudah kita ungsikan sejak kemarin sore hingga tadi malam. Karena semalam masih ada warga yang memilih bertahan di rumah, akhirnya kita evakuasi paksa demi keselamatan warga," ujar Bambang, Sabtu (18/1).

Di Kecamatan Makasar, banjir hampir terjadi di lima kelurahan yakni, Kelurahan Makasar, Kebon Pala, Halim Perdana Kusuma, Pinang Ranti dan Cipinang Melayu. Jumlah warga yang terkena dampak pun mencapai ribuan. Tercatat di Kelurahan Cipinang Melayu ada 540 jiwa, Makasar 320 jiwa. Kemudian di Kelurahan Pinangranti 72 jiwa, Halim Perdana Kusuma 81 jiwa dan Kebon Pala 1.000 jiwa.

"Namun, tidak ada warga mengungsi. Banjir ini akibat luapan dari Kali Cipinang dan Kali Sunter," kata Ary Sonjaya, Camat Makasar.

Pihaknya juga mendapatkan bantuan dari Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Bantuan tersebut untuk korban banjir di Kelurahan Makasar berupa 25 karung beras yang totalnya sebanyak 1 ton. Kemudian 3 dus buku tulis atau 24 lusin dan sejumlah peralatan tulis lainnya.

Di Kecamatan Pasar Rebo, banjir terjadi di lima kelurahan. Yakni Kelurahan Pekayon, banjir setinggi 50-100 sentimeter, luapan dari Kali Cipinang. Yakni di RT 02, 04, 05 dan 10 RW 07. Akibatnya 55 kepala keluarga (KK) atau 95 jiwa terkena dampaknya. Kemudian di RT 13/09 sebanyak 15 KK atau 35 jiwa. Hal ini akibat luapan dari Situ Pedongkelan dengan ketinggian 60 sentimeter.

Di Kelurahan Kalisari, banjir terdapat di RT 05, 06 RW 11. Sedikitnya ada 50 KK atau 218 jiwa yang terkena dampaknya. Kemudian di RT 06/03 sebanyak 30 KK atau 72 jiwa. Ketinggian genangan berkisar 40-70 sentimeter.

Selanjutnya di Kelurahan Cijantung, banjir terdapat di RT 06/10. Di Kelurahan Baru terdapat di RW 06, sebanyak 10 KK atau 31 jiwa dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter. Selain itu di Kelurahan Gedong terdapat di RT 04/02, RT 01/11 dan RT 01/03 yang seluruhnya sebanyak 25 KK atau 65 jiwa. Ketinggian air mencapai 150 sentimeter.

"Namun sejauh ini tidak ada warga mengungsi. Karena air ini terus melintas ke dataran lebih rendah di wilayah lain. Korban banjir juga mendapatkan bantuan makanan dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur. Bahkan, Gubernur DKI juga memberikan bantuan beras dan peralatan sekolah bagi korban banjir," ucap Wahyu Supriyatna, Camat Pasar Rebo.

Di Kecamatan Cakung, banjir terjadi di enam kelurahan. Masing-masing di Kelurahan Pulogebang terdapat di lima RW. Akibatnya 210 KK harus mengungsi. Ketinggian air berkisar 40-100 sentimeter. Para korban banjir sudah mendapatkan bantuan berupa beras, mie instan, minyak goreng, sarden, kecap dan selimut. Seluruh bantuan dari Dinas Sosial DKI dan PMI.

Untuk Kelurahan Cakung Barat, banjir merendam empat RW dengan ketinggian air 40-100 sentimeter dari Kali Cakung. Namun, tidak ada warga yang mengungsi. Banjir terdapat di RW 01, 03, 07 dan 08. Kemudian di Kelurahan Rawa Terate, banjir terdapat di tiga RW. Yakni RW 04, 05 dan 06. Ketinggian air 40-200 sentimeter. Akibatnya 530 jiwa harus mengungsi. Yakni di Masjid Istiqomah dan mess karyawan PT Kramayudha sebanyak 320 orang, kantor Kelurahan Cakung Barat 60 orang dan di tenda Jl Cakung Barat sebanyak 150 orang.

"Selain itu banjir juga terjadi di Kelurahan Cakung Timur, yakni di RW 10 dan 12. Ketinggian air  60 sentimeter. Di Kelurahan Jatinegara, banjir terjadi di RW 10 dengan ketinggian air sekitar 30-50 sentimeter, yang menggenangi 35 rumah. Namun tak ada warga mengungsi. Selanjutnya di Kelurahan Penggilingan terjadi di RW 05, 08 dan 15. Ketinggian genangan 20-100 sentimeter. Sekitar 200 jiwa terpaksa mengungsi di mess Suzuki dan taman RT 13/05 dan pos RW 15," ujar Ali Murtadho, Camat Cakung..

Sementara, puluhan warga RW 03 Cipinang Melayu, Makasar, yang menjadi korban banjir, terpaksa mengungsi di pos RW dan Masjid Al Muqorobin. Namun, sejak terjadi banjir pekan lalu, warga hanya sekali mendapatkan bantuan makanan berupa nasi bungkus. Itupun jumlahnya tak sesuai dengan jumlah pengungsi.
"Banyak warga kelaparan, karena bantuan hanya dari PMI sebanyak 200 nasi bungkus. Padahal, warga kami yang mengungsi mencapai  900 jiwa," jelas Muchtar Usman, Ketua RW 03 Cipinang Melayu.

Untuk mengatasi kekurangan bantuan, pihak RW mendirikan posko banjir di Jl Raya Inspeksi Kalimalang. Pihaknya berharap ada uluran tangan dari pengendara untuk memberikan bantuan semampunya dan seikhlasnya.

Minggu, 12 Januari 2014

Warga Kampung Melayu Korban Banjir Mengungsi

Ratusan warga korban banjir di RW 03 dan 04 Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian yang disediakan. Sejak pukul 18.30, ratusan warga mendatangi lokasi pengungsian seperti, Masjid At Tawabin, depan RS Hermina dan halaman kantor Sudin Kesehatan Jakarta Timur. Diperkirakan, jumlah pengungsi akan terus bertambah seiring ketinggian banjir di kawasan itu terus meninggi sejak siang tadi.

Selain di Kampung Melayu, banjir juga terjadi di Kelurahan Cawang, Cililitan, Condet, dan Kampung Dukuh di Kecamatan Kramatjati. Lalu, Kelurahan Cipinang Melayu dan Makasar di Kecamatan Makasar. Selain tingginya hujan lokal, banjir di kawasan tersebut juga akibat kiriman dari Bogor yang meluap melalui Kali Ciliwung dan Kali Sunter.

Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu mengatakan, pengungsi dipastikan akan terus bertambah mengingat air terus meluap dari Kali Ciliwung serta kondisi hujan di daerah Bogor dan sekitarnya. "Saat ini dari catatan yang kami miliki ada 135 jiwa yang mengungsi. Jumlah ini pasti masih akan bertambah. Kami juga sudah siapkan perahu karet untuk evakuasi," ujar Bambang, Minggu (12/1).

Dikatakan Bambang, banjir kali ini menggenangi ribuan rumah yang tersebar di tujuh RW. Ketinggian banjir antara 30 sentimeter hingga 1 meter lebih. Banjir sendiri mulai terjadi sekitar pukul 15.00 tadi.

Mutia (52), salah seorang pengungsi warga RT 03/03, Kampung Pulo mengatakan, lantai dua rumahnya sudah terendam banjir hingga terpaksa membuat dirinya dan keluarga mengungsi. "Kami hanya membawa pakaian secukupnya untuk ganti di tempat pengungsian. Kami sendiri belum tahu sampai kapan akan mengungsi, mudah-mudahan sih besok surut jadi bisa kembali ke rumah," kata Mutia.

Sementara itu, Camat Kramatjati, Dian Furwanto mengatakan, banjir di Kelurahan Dukuh merendam ratusan rumah di RW 03 dan 04 dengan ketinggian 40-50 sentimeter.  Sedangkan banjir di Kelurahan Cawang terjadi di RW 01, 02, 03, 05 dan 12 dengan ketinggian banjir mencapai 50-200 sentimeter. Bahkan, RW 03 banjir terjadi hingga ketinggian 3 meter. "Sejauh ini belum ada laporan mengenai warga yang mengungsi. Tapi kami sudah menyiapkan lokasi pengungisan. Kami juga siapkan perahu karet untuk mengevakuasi warga," ucapnya.

Sedangkan banjir di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar merendam sekitar 500 rumah akibat luapan Kali Sunter. Banjir merendam RW 04 dan 07 hingga sebanyak 560 KK atau 1.1993 warga menjadi korban banjir.



sumber :berita jakarta