Kamis, 16 Januari 2014

Jokowi adu Balap dengan Valentino Rossi

Sudah menjadi agenda rutin, setiap Jumat pagi, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo bersepeda dari rumah dinasnya di Jl Taman Surapati No 7 Menteng ke Balaikota DKI di Jl Medan Merdeka Selatan. Namun, untuk Jumat besok ada yang istimewa bagi orang nomor satu di ibu kota ini. Ya, rencananya Jokowi akan bersepeda ditemani pembalap Moto GP, Valentino Rossi.  (Jokowi adu Balap dengan Valentino rossi )

"Besok sepedaan sama Rossi. Ya Rossi itu ngerti sendiri lah siapa," ujar Jokowi, sapaan akrabnya di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (6/1).



Dikatakan Jokowi, saat ini, pembalap Moto GP asal tim Yamaha tersebut tengah berada di Jakarta. Pembalap asal Italia itu mengetahui jika Jokowi sering bersepeda. "Dia yang datang. Masa saya yang datangin Rossi, pakai apa?

Rencananya, gowes bareng Jokowi dengan Valentino Rossi akan berlangsung pukul 06.30 dengan mengambil start dari rumah dinas Jokowi di Jl Taman Surapati, Menteng. Mantan Walikota Surakarta ini pun sempat berseloroh jika dirinya akan balapan dengan Rossi. "Kita balapan. Rossi pakai sepeda motor, saya pakai sepeda," kata Jokowi sembaru tertawa.

Ditambahkan Jokowi, dirinya jarang melihat aksi balapan Valentino Rossi dari layar kaca. "Dia (Rossi) pas ke sini saja dan tahu setiap Jumat saya bersepeda. Jadi ingin ikut. Saya cuma tahu saja tidak kenal. Tahunya ya dari iklan itu," ucapnya.

Jokowi mengaku tidak memiliki persiapan khusus untuk bersepeda dengan rekan setim Jorge Lorenzo tersebut. "Tidak ada persiapan, biasa saja," tandas Jokowi.

sumber: berita jakarta

Uji Coba Bus Tingkat Wisata Jakarta

Joko Widodo Gubernur DKI Jakarta, secara resmi meluncurkan bus tingkat wisata di Bundaran HI, Kamis (16/1). Mantan Walikota Surakarta ini pun sempat mecoba  langsung bus tingkat setinggi 4,2 meter tersebut dari Bundaran HI ke Monas.

"Dengan mengucap bismillahirohmanirohim pada hari ini peluncuran lima bus city tour saya mulai," ujar Jokowi, sambil menekan sirine tanda diluncurkannya bus tingkat wisata, di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (16/1).




Usai peresmian, Jokowi langsung menaiki lantai dua bus untuk duduk di bangku paling depan. Sepanjang perjalanan, warga pun terlihat takjub saat rombongan bus yang melaju pelan itu melintas. Tak jarang juga warga mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera ponselnya dan melambaikan tangan kepada orang nomor satu di ibu kota itu.



Bus melaju dari Bundaran HI menuju Monas melalui Jl MH Thamrin - Jl Medan Merdeka Barat - Jl Juanda - Pasar Baru - Lapangan Banteng - Jl Veteran - Jl Medan Merdeka Utara dan kembali ke Jl Medan Merdeka Barat berhenti di depan Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan.

Sepanjang jalur tersebut terdapat beberapa objek wisata yang bida dikunjungi oleh wisatawan, seperti Monumen Nasional (Monas), Museum Nasional atau Museum Gajah, Pasar Baru, Lapangan Banteng, Gedung Kesenian Jakarta, Kantor Pos Pusat, Gereja Katedral, dan Masjid Istiqlal.

Usai menjajal bus, Jokowi pun mengaku puas dengan kelima bus tingkat wisata tersebut. Dirinya memuji bus tingkat wisata ini mirip di London, bahkan lebih bagus karena busnya baru. "Keren banget. Desain warnanya bagus. Serasa di London. Tapi lebih bagus di sini namanya juga baru," kata Jokowi.

Ia pun memastikan tiket bus tingkat wisata ini gratis untuk semua warga Jakarta dan wisatawan yang datang. Tiket dapat diperoleh di bandara, hotel, dan disebar di masyarakat secara langsung. "Jelas gratis untuk siapapun, untuk turis dan warga Jakarta. Tapi harus pegang tiket, bisa diambil di bandara, di hotel dan masyarakat langsung," ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan, setelah peluncuran ini, kelima bus masih belum bisa dinikmati oleh warga ibu kota. Sebab masih ada beberapa dokumen yang belum rampung, selain itu bus-bus masih harus melalui uji kelaiakan terlebih dahulu. "Kemungkinan akhir bulan ini baru bisa digunakan untuk umum," .

sumber:berita jakarta






Rabu, 15 Januari 2014

Bus Tingkat Wisata Segera Beroperasi

Dalam waktu yang tidak lama lagi, warga Jakarta dan wisatawan lokal maupun mancanagera bisa menikmati bus tingkat wisata secara gratis yang disediakan Pemprov DKI Jakarta. Kemarin, lima unit bus tingkat asal Cina itu telah tiba di Pelabuhan Tanjungpriok. Setelah semua proses administrasi selesai, rencananya bus-bus tersebut akan diujicoba pada Jumat (17/1).



Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan, keberadaan bus tingkat wisata ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Jakarta. Secara bertahap, jumlah bus tingkat wisata ini juga akan ditambah. "Bus tingkat wisata ini memiliki desain menarik dengan ikon-ikon wisata Jakarta," ujar Arie, saat meninjau lima bus tingkat wisata di Jakarta International Container Terminal (JICT) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (14/1).

Dikatakan Arie, bus tingkat wisata ini akan melayani warga maupun wisatawan dengan rute tertentu. Adapun rute alternatif yang telah disiapkan sejauh ini, Blok M - Bundaran HI - Museum Tekstil - Monas - Kota Tua. Setelah proses administrasi rampung, bus tingkat wisata akan dipajang di sekitar Bundaran HI. "Sesuai keinginan Pak Gubernur,  kita akan pamerkan di bundaran HI agar masyarakat bisa melihat. Jumat (17/1) kita ujicoba," katanya.

Setelah diujicoba, diperkirakan bus tingkat ini akan beroperasi mulai akhir Januari atau awal Februari. Bus tingkat ini memiliki kapasitas sebanyak 60 tempat duduk dimana dua diantaranya diperuntukkan bagi penyandang disabilitas. Nantinya, bus tingkat ini akan beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 - 21.00.

Interior bus tingkat ini juga dilengkapi pendingin udara serta fasilitas screen untuk memutar video promosi wisata Jakarta. "Tentu ada guide-nya juga. Intinya, setiap orang yang naik bus bisa mengetahui informasi tempat wisata atau ikon Jakarta yang mereka lewati," katanya.

Untuk manajemen pengelolaannya, sambung Arie, akan dioperasikan oleh Disparbud DKI Jakarta. Sedangkan untuk biaya perawatan bus, akan dianggarkan dalam APBD DKI Jakarta dalam pos anggaran Disparbud DKI.

Meski gratis, pihaknya sedang memikirkan untuk membuat sistem yang dapat melakukan kontrol terhadap tiket gratis tersebut. Kemungkinan tiket gratis dapat diperoleh di pusat-pusat perbelanjaan, hotel, termasuk bandara Soekarno-Hatta.

Ditambahkan Arie, keberadaan bus tingkat wisata ini tidak akan menimbulkan kemacetan melainkan dapat mengurangi kemacetan di ibu kota. Sebab bus tingkat ini memberikan alternatif angkutan umum yang nyaman untuk mengantarkan warga dan wisatawan ke lokasi wisata di ibu kota.

Untuk sopir, pihaknya akan menggunakan pihak ketiga untuk memilih sopir yang akan menjadi pramudi bus wisata tingkat ini.  

Normalisasi Tiga Sungai Ditargetkan Selesai Tahun Ini

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta manargetkan penyelesaian normalisasi tiga sungai di ibu kota yang kerap meluap hingga menyebabkan banjir harus rampung pada tahun ini juga. Ketiganya sungai tersebut yakni, Sungai Pesanggrahan, Sungai Angke dan Sungai Sunter.




"Target normalisasi ketiga sungai tahun ini harus beres," ujar Basuki T Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, di Balaikota, Rabu (15/1).

Dikatakan Basuki, pihaknya telah menyiapkan langkah awal dengan  merelokasi seluruh warga yang bermukim di bantaran ketiga kali tersebut. "Usir semua orang yang dudukin pinggiran sungai untuk normalisasi. Warga direlokasi ke rusun," katanya.

Meski begitu, diakui Basuki, merelokasi warga dari bantaran kali ke rusun bukanlah perkara yang mudah. "Yang kita kejar ini yang tiga dulu. Pesanggrahan, Angke dan Sunter dulu nih," ucapnya.

Sedangkan, untuk relokasi warga di bantaran kali Ciliwung, ditambahkan Basuki, diperkirakan akan memakan waktu lebih panjang. "Ada 55 ribu lebih KK yang tinggal di sepanjang bantaran kali Ciliwung. Kita juga mesti tunggu rusun Pasar Minggu dan Pasar Rumput selesai," tandasnya.

sumber:beritajakarta

Pengesahan APBD 2014 Mundur Lagi

Pengesahan APBD 2014 Mundur Lagi. Setelah diundur beberapa kali, pengesahan akan dilakukan DPRD DKI pada hari ini, Rabu 15 Januari. Namun, ternyata lagi-lagi tak ada kejelasan. Karena itu, sesuai aturan yang berlaku, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, dinilai berhak menetapkan anggaran sendiri sebesar anggaran tahun sebelumnya.

Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto mengatakan, pembahasan APBD DKI Jakarta telah menyalahi dan melanggar undang-undang (UU). Sebab, berdasarkan UU 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah dan peraturan turunannya PP 58/2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, dalam pasal 45 PP 58/2005, disebutkan RAPBD diputuskan selambat-lambatnya satu bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan dilaksanakan atau paling lambat pada 30 November 2013.

Namun, bila pembahasan APBD DKI Jakarta 2014 tetap dilanjutkan, kata Sugiyanto, DPRD DKI bisa meminta Gubernur Jokowi untuk melaksanakan angka APBD tahun anggaran sebelumnya.

“Ketentuan ini juga diatur dalam PP 58/2005 pada pasal 46 yakni apabila DPRD sampai batas waktu sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 ayat (1) tidak mengambil keputusan bersama dengan kepala daerah terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD, kepala daerah melaksanakan pengeluaran setinggi-tingginya sebesar angka APBD tahun anggaran sebelumnya untuk membiayai keperluan setiap bulan, yang disusun dalam rancangan peraturan kepala daerah tentang APBD,” jelasnya, Rabu (15/1).

Terkait hal itu, anggota DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edy Marsudi mengatakan, mundurnya kembali pengesahan APBD 2014 dikarenakan banjir yang melanda ibu kota. Sehingga atas koordinasi eksekutif dan legislatif pengesahannya diundur. "Ya, kan ada hujan dan banjir, Pak Gubernur dan Pak Wagub semua pikirannya ke situ. Kemarin kan apa lagi ada pelantikan Walikota Jakarta Utara," kata Pras.

Kendati demikian, diakui Pras semua pembahasan telah selesai semua. Hanya masalah waktu saja untuk pengesahannya. APBD 2014 yang disetujui mencapai Rp 72 triliun. Dijadwalkan kembali pengesahan akan dilakukan pada 17 Januari mendatang. Jumlah ini lebih besar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2013 sebesar Rp 50,1 triliun.

sumber:beritajakarta

Naik Transjakarta Diskon 50 Persen

Kabar gembira  Naik Bus Transjakarta Diskon 50 Persen . Ya, mulai hari ini, hingga 22 Januari nanti, penumpang bus Transjakarta akan mendapatkan diskon hingga 50 persen. Kebijakan ini diberikan dalam rangka ulang tahun ke-10 Unit Pengelola (UP) Transjakarta.



Kepala Humas UP Transjakarta, Sri Ulina Pinem mengatakan, pihaknya memberikan diskon untuk penumpang karena ingin mengajak warga memperingati ulang tahun UP Transjakarta. Hanya saja, diskon diberikan kepada penumpang pengguna tiket elektronik. Sementara untuk pelanggan yang masih menggunakan pembayaran tunai tidak mendapatkan potongan harga tiket.

"Pembayarannya tidak sulit karena kita langsung potong dari saldo yang ada dikartu. Ini hanya untuk pelanggan non tunai. Untuk jam 05.00 sampai 07.00 jadi hanya membayar Rp 1.000, sementara dari 07.00 sampai 23.00 hanya bayar Rp 1.750," ujar Ulina, Rabu (15/1).

Selain memperingati ulang tahun UP Transjakarta, tepat pada 22 Januari juga merupakan satu tahun penggunaan e-ticketing. Dikatakan Sri, pemberian diskon ini juga merupakan salah satu upaya PT Transjakarta agar pengguna tiket single trip beralih ke tiket elektronik. "Kan lebih praktis, tidak perlu mengantri juga," katanya.

Sejak diluncurkan pada awal 2013 lalu, jumlah pengguna tiket elektronik masih jauh dari harapan PT Transjakarta. Dari 350-390 ribu pengguna Transjakarta per harinya, baru 20 persen saja yang menggunakan tiket elekronik.

sumber:beritajakarta

Minggu, 12 Januari 2014

Warga Kampung Melayu Korban Banjir Mengungsi

Ratusan warga korban banjir di RW 03 dan 04 Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian yang disediakan. Sejak pukul 18.30, ratusan warga mendatangi lokasi pengungsian seperti, Masjid At Tawabin, depan RS Hermina dan halaman kantor Sudin Kesehatan Jakarta Timur. Diperkirakan, jumlah pengungsi akan terus bertambah seiring ketinggian banjir di kawasan itu terus meninggi sejak siang tadi.

Selain di Kampung Melayu, banjir juga terjadi di Kelurahan Cawang, Cililitan, Condet, dan Kampung Dukuh di Kecamatan Kramatjati. Lalu, Kelurahan Cipinang Melayu dan Makasar di Kecamatan Makasar. Selain tingginya hujan lokal, banjir di kawasan tersebut juga akibat kiriman dari Bogor yang meluap melalui Kali Ciliwung dan Kali Sunter.

Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu mengatakan, pengungsi dipastikan akan terus bertambah mengingat air terus meluap dari Kali Ciliwung serta kondisi hujan di daerah Bogor dan sekitarnya. "Saat ini dari catatan yang kami miliki ada 135 jiwa yang mengungsi. Jumlah ini pasti masih akan bertambah. Kami juga sudah siapkan perahu karet untuk evakuasi," ujar Bambang, Minggu (12/1).

Dikatakan Bambang, banjir kali ini menggenangi ribuan rumah yang tersebar di tujuh RW. Ketinggian banjir antara 30 sentimeter hingga 1 meter lebih. Banjir sendiri mulai terjadi sekitar pukul 15.00 tadi.

Mutia (52), salah seorang pengungsi warga RT 03/03, Kampung Pulo mengatakan, lantai dua rumahnya sudah terendam banjir hingga terpaksa membuat dirinya dan keluarga mengungsi. "Kami hanya membawa pakaian secukupnya untuk ganti di tempat pengungsian. Kami sendiri belum tahu sampai kapan akan mengungsi, mudah-mudahan sih besok surut jadi bisa kembali ke rumah," kata Mutia.

Sementara itu, Camat Kramatjati, Dian Furwanto mengatakan, banjir di Kelurahan Dukuh merendam ratusan rumah di RW 03 dan 04 dengan ketinggian 40-50 sentimeter.  Sedangkan banjir di Kelurahan Cawang terjadi di RW 01, 02, 03, 05 dan 12 dengan ketinggian banjir mencapai 50-200 sentimeter. Bahkan, RW 03 banjir terjadi hingga ketinggian 3 meter. "Sejauh ini belum ada laporan mengenai warga yang mengungsi. Tapi kami sudah menyiapkan lokasi pengungisan. Kami juga siapkan perahu karet untuk mengevakuasi warga," ucapnya.

Sedangkan banjir di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar merendam sekitar 500 rumah akibat luapan Kali Sunter. Banjir merendam RW 04 dan 07 hingga sebanyak 560 KK atau 1.1993 warga menjadi korban banjir.



sumber :berita jakarta

Akibat Banjir 5.000 Warga Jakarta Mengungsi


 Akibat Banjir 5.000 Warga Jakarta Mengungsi

Banjir yang melanda ibu kota sejak Minggu (12/1) hingga Senin (13/1) semakin parah. Selain menyebabkan sejumlah ruas jalan tidak bisa dilalui karena tingginya genangan, banjir juga menyebabkan ribuan warga Jakarta mengungsi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mencatat, sedikitnya 5.000 warga mengungsi di 35 titik lokasi pengungsian yang tersebar di Jakarta.

Mereka adalah korban banjir dari 276 RT, 75 RW di 31 kelurahan dan 18 kecamatan yang tersebar di sejumlah wilayah di DKI. Sedangkan jumlah rumah yang terendam banjir hingga Senin pagi ini sudah mencapai 7.367 rumah yang dihuni oleh 24.269 jiwa.




Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, banjir terparah terdapat di Kelurahan Cawang dan Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati. Kemudian Kelurahan Bidara Cina dan Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara.

Banjir di Kelurahan Cawang merendam lima RW, takni RW 01, 02, 03, 05 dan 08, ketinggian air mencapai empat meter. Akibatnya 3.446 jiwa terpaksa mengungsi sejak tadi malam. Mereka mengungsi Carrefour MT Haryono, Posyandu, Kantor Suara Pembaruan lama di Jl Dewi Sartika, sejumlah masjid dan sekolah dasar.

"Kalau di Kelurahan Kampung Melayu, banjir merendam 1.508 rumah yang dihuni 3.427 jiwa. Petugas gabungan dari BPBD DKI dan instansi terkait terus melakukan evakuasi warga yang masih berada di rumah. BNPB juga telah menurunkan Tim Reaksi Cepat sejak Minggu untuk mendampingi BPBD," ujar Sutopo, melalui siaran pers yang diterima beritajakarta.com, Senin (13/1).

Ia mengimbau warga yang tinggal di bantaran kali untuk tetap waspada akan bencana banjir tersebut. Saat ini, ketinggian permukaan air di Sungai Ciliwung Hulu dan Tengah yaitu di Katulampa dan Depok turun di posisi Siaga 4. Namun di pintu air Manggarai masih berada di posisi Siaga 2 dan di Karet Siaga 1.

Ketinggian pintu air Katulampa saat ini tinggal 60 sentimeter atau siaga 4. Kemudian Depok 180 sentimeter (siaga 4), Manggarai 910 sentimeter (siaga 2), Karet 650 sentimeter (siaga 1) dan pintu air Pesanggrahan 170 sentimeter (siaga 4).

Sedangkan di bagian hulu ketinggian permukaan air di Angke Hulu mencapai 290 sentimeter (siaga 2), Cipinang Hulu 110 sentimeter (siaga 4), Sunter Hulu 160 sentimeter (siaga 3). Kemudian di Pulogadung 450 sentimeter (siaga 4), Pasar Ikan 193 sentimeter (siaga 3) dan Krukut Hulu 170 sentimeter (siaga 3).

Sementara, Camat Jatinegara, Sofian Taher menyebutkan, saat ini jumlah pengungsi banjir di Kampung Pulo dan Bidara Cina sudah mencapai 1.340 jiwa. Mereka mengungsi di sejumlah titik. Di antaranya di GOR Jakarta Timur di Jl Otista sebanyak 200 jiwa. Kemudian di kantor Sudin Kesehatan Jakarta Timur di Jl Matraman Raya 215 jiwa. Di RS Hermina sebanyak 100 jiwa dan masih banyak pengungsi di sejumlah titik lainnya.

"Kami terus lakukan evakuasi warga yang masih bertahan maupun terjebak di dalam rumahnya sejak tadi malam," ujar Sofian Taher.

Sedangkan Kasie Operasi Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Timur, Mulyanto menambahkan, evakuasi menggunakan enam perahu karet masih terus dilakukan. Pihaknya masih terus menyisir setiap sudut gang menggunakan perahu karet dan ban dalam. Sebab diakuinya masih banyak warga bertahan.

"Nantinya kita akan jemput paksa kalau mereka tidak mau dievakuasi. Karena ini sudah sangat membahayakan nyawa warga. Debit air akan terus naik hingga siang nanti," ujar Mulyanto.

Sarifah (53), salah seorang pengungsi di kantor Sudin Kesehatan Jakarta Timur, menyebutkan, sudah mengungsi sejak Minggu (12/1) pukul 20.00 atau tadi malam. Ia bersama anggota keluarga dievakuasi petugas gabungan menggunakan perahu karet.

"Ketinggian air sudah mencapai 4 meter dan di loteng airnya sudah setengah meter. Terpaksa kami mau mengungsi, kalau di loteng tidak terendam sih kami memilih bertahan. Alhamdulillah, petugas sejak tadi malam keliling gang menjemput warga," ujar Sarifah.

sumber : berita jakarta

Sabtu, 11 Januari 2014

Taman Interaktif Kampung Deret Petogogan

Warga RT 08, 10, 11, dan 12, RW 05, Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kini bisa tinggal di lingkungan yang nyaman. Selain rumah tinggal mereka kini mendapat bantuan rehab cuma-cuma lewat program kampung deret, lingkungan warga juga menjadi lebih asri karena pemukiman warga dilengkapi taman interaktif.

"Sejengkal tanah pun harus hijau. Di sini dibangun taman untuk fungsi bercengkrama warga dan main anak," ujar Nandar Sunandar, Kepala Suku Dinas Pertamanan Jakarta Selatan, Sabtu (11/1).

Menurut Nandar, untuk kampung deret Petogogan pihaknya tidak memiliki banyak lahan. Sehingga maksimalisasi dilakukan terhadap bidang lahan yang terbatas. "Hanya 170 meter persegi, dan beberapa bagian kecil yang memanjang ada 3 titik. Harus ada mainan anak, dan kalau memungkinkan nanti ada taman bacaan kerjasama dengan keperpustakaan," jelasnya.

Selain taman di lahan yang biasa, lanjut Nandar, pihaknya juga mendorong pembentukan taman gantung. Tanaman produktif pun bisa ditanam, agar bermanfaat bagi warga. "Akan kita minta ke Sudin Pertanian nanti untuk tanaman produktif seperti sawi dan cabai. Ini juga bisa membantu warga mengurangi pengeluaran sehari-hari," tuturnya.

Nandar mengatakan, di jalan-jalan lingkungan pun akan diteduhi dengan tanaman rambat. Dengan begitu, bisa makin mempercantik lingkungan.

"Nanti disusun tanaman rambat supaya teduh. Tapi harus diberi kawat-kawat agar tidak merusak tembok, dan malah bisa menutupi tembok yang terlihat jelek," tandasnya.