Akibat Banjir 5.000 Warga Jakarta Mengungsi
Banjir yang melanda ibu kota sejak Minggu (12/1) hingga Senin (13/1)
semakin parah. Selain menyebabkan sejumlah ruas jalan tidak bisa dilalui
karena tingginya genangan, banjir juga menyebabkan ribuan warga Jakarta
mengungsi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI
Jakarta mencatat, sedikitnya 5.000 warga mengungsi di 35 titik lokasi
pengungsian yang tersebar di Jakarta.
Mereka adalah korban banjir
dari 276 RT, 75 RW di 31 kelurahan dan 18 kecamatan yang tersebar di
sejumlah wilayah di DKI. Sedangkan jumlah rumah yang terendam banjir
hingga Senin pagi ini sudah mencapai 7.367 rumah yang dihuni oleh 24.269
jiwa.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, banjir
terparah terdapat di Kelurahan Cawang dan Kelurahan Cililitan, Kecamatan
Kramat Jati. Kemudian Kelurahan Bidara Cina dan Kelurahan Kampung
Melayu, Kecamatan Jatinegara.
Banjir di Kelurahan Cawang merendam
lima RW, takni RW 01, 02, 03, 05 dan 08, ketinggian air mencapai empat
meter. Akibatnya 3.446 jiwa terpaksa mengungsi sejak tadi malam. Mereka
mengungsi Carrefour MT Haryono, Posyandu, Kantor Suara Pembaruan lama di
Jl Dewi Sartika, sejumlah masjid dan sekolah dasar.
"Kalau di
Kelurahan Kampung Melayu, banjir merendam 1.508 rumah yang dihuni 3.427
jiwa. Petugas gabungan dari BPBD DKI dan instansi terkait terus
melakukan evakuasi warga yang masih berada di rumah. BNPB juga telah
menurunkan Tim Reaksi Cepat sejak Minggu untuk mendampingi BPBD," ujar
Sutopo, melalui siaran pers yang diterima
beritajakarta.com, Senin (13/1).
Ia
mengimbau warga yang tinggal di bantaran kali untuk tetap waspada akan
bencana banjir tersebut. Saat ini, ketinggian permukaan air di Sungai
Ciliwung Hulu dan Tengah yaitu di Katulampa dan Depok turun di posisi
Siaga 4. Namun di pintu air Manggarai masih berada di posisi Siaga 2 dan
di Karet Siaga 1.
Ketinggian pintu air Katulampa saat ini
tinggal 60 sentimeter atau siaga 4. Kemudian Depok 180 sentimeter (siaga
4), Manggarai 910 sentimeter (siaga 2), Karet 650 sentimeter (siaga 1)
dan pintu air Pesanggrahan 170 sentimeter (siaga 4).
Sedangkan di
bagian hulu ketinggian permukaan air di Angke Hulu mencapai 290
sentimeter (siaga 2), Cipinang Hulu 110 sentimeter (siaga 4), Sunter
Hulu 160 sentimeter (siaga 3). Kemudian di Pulogadung 450 sentimeter
(siaga 4), Pasar Ikan 193 sentimeter (siaga 3) dan Krukut Hulu 170
sentimeter (siaga 3).
Sementara, Camat Jatinegara, Sofian Taher
menyebutkan, saat ini jumlah pengungsi banjir di Kampung Pulo dan Bidara
Cina sudah mencapai 1.340 jiwa. Mereka mengungsi di sejumlah titik. Di
antaranya di GOR Jakarta Timur di Jl Otista sebanyak 200 jiwa. Kemudian
di kantor Sudin Kesehatan Jakarta Timur di Jl Matraman Raya 215 jiwa. Di
RS Hermina sebanyak 100 jiwa dan masih banyak pengungsi di sejumlah
titik lainnya.
"Kami terus lakukan evakuasi warga yang masih bertahan maupun terjebak di dalam rumahnya sejak tadi malam," ujar Sofian Taher.
Sedangkan
Kasie Operasi Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana
Jakarta Timur, Mulyanto menambahkan, evakuasi menggunakan enam perahu
karet masih terus dilakukan. Pihaknya masih terus menyisir setiap sudut
gang menggunakan perahu karet dan ban dalam. Sebab diakuinya masih
banyak warga bertahan.
"Nantinya kita akan jemput paksa kalau
mereka tidak mau dievakuasi. Karena ini sudah sangat membahayakan nyawa
warga. Debit air akan terus naik hingga siang nanti," ujar Mulyanto.
Sarifah
(53), salah seorang pengungsi di kantor Sudin Kesehatan Jakarta Timur,
menyebutkan, sudah mengungsi sejak Minggu (12/1) pukul 20.00 atau tadi
malam. Ia bersama anggota keluarga dievakuasi petugas gabungan
menggunakan perahu karet.
"Ketinggian air sudah mencapai 4 meter
dan di loteng airnya sudah setengah meter. Terpaksa kami mau mengungsi,
kalau di loteng tidak terendam
sih kami memilih bertahan. Alhamdulillah, petugas sejak tadi malam keliling gang menjemput warga," ujar Sarifah.
sumber : berita jakarta