Kamis, 25 Desember 2014

50 Ribu Pengunjung Padati TMII di libur Natal 2014

 Warga Jakarta dan sekitarnya manfaatkan Libur Natal untuk berekreasi ke sejumlah tempat wisata yang tersebar di ibu kota. Salah satu obyek wisata yang ramai dikunjungi yaitu Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang berada di Cipayung, Jakarta Timur.


" Dari data sementara, ada 50 ribu pengunjung yang memadati TMII"
Pantauan beritajakarta.com, ribuan pengunjung tampak memadati sejumlah wahana wisata seperti Snow Bay, atraksi uji nyali, belut listrik yang bisa menyalakan pohon Natal, bazar Natal, Festival Air Tawar, Keong Emas, dan Istana Anak-anak, serta kereta gantung (Sky Lift).

Mita (27), seorang pengunjung mengaku sengaja mengajak keluarganya untuk mengunjungi TMII. "Mumpung libur Natal pak, jadi kita adakan liburan bersama keluarga," ujar Mita yang datang bersama suami dan dua anaknya, Kamis (25/12).

Dia memilih mengisi liburan ke TMII karena banyak arena hiburan yang disediakan dan lokasinya cukup strategis. Selain itu, tiket masuknya juga lebih murah dibandingkan obyek wisata lainnya di Jakarta. "Tiket masuk di sini terbilang murah. Makanya, saya ajak keluarga berlibur ke sini," ujar warga Ciracas, Jakarta Timur itu.

Kepala Bagian Humas TMII, Jeremias PT Lahama, mengatakan jumlah pengunjung pada libur Natal ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada hari biasa, pengunjung hanya mencapai 35 ribu orang. Namun untuk hari ini mencapai 50 ribu orang. "Dari data sementara, ada 50 ribu pengunjung yang memadati TMII," ujar Jeremias, Kamis (25/12).

Sementara itu, untuk harga tiket masuk hanya Rp 15 ribu per orang. Namun pada tanggal 31 Desember 2014 atau malam tahun baru, harga tiket naik menjadi 25 ribu per orang. "Untuk tanggal 31 Desember 2014 pukul 16.00 hingga 1 Januari 2015, harga tiket naik menjadi Rp 25 ribu," ungkapnya.

Dikatakan, kenaikan harga tiket bukan tanpa alasan. Pasalnya, untuk acara pesta rakyat tahun baru pihak pengelola menyediakan 7 pagelaran wayang kulit semalam suntuk, ketoprak, keroncong, serta kesenian daerah di beberapa anjungan.

Selasa, 23 Desember 2014

Ahok,Tertibkan Bangunan Liar, di Bantaran Kali Agar Banjir Cepat Teratasi

Belasan warga yang mengaku tinggal di bantaran Kali Apuran, Cengkareng, Jakarta Barat mendatangi Balaikota DKI Jakarta untuk bertemu Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama, Selasa (23/12). K0edatangan warga meminta agar mereka dapat direlokasi ke rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Daan Mogot, seperti warga lainnya.


"Anda mau bebasin Jakarta nggak dari banjir? Masalahnya, semua sungai di Jakarta didudukin"
Di hadapan belasan warga, Basuki mengaku, pihaknya saat ini gencar melakukan penertiban bangunan liar di bantaran kali. "Anda mau bebasin Jakarta nggak dari banjir? Masalahnya, semua sungai di Jakarta didudukin. Bagaimana cara dudukinnya? Kalo ada sheetpile yang modern, beton yang modern, mungkin nggak bisa didudukin. Waktu mengeruk buat sheetpile itu, sudah ada rumah? Enggak ada kan," ujar Basuki, Selasa (23/12).

Dikatakan Basuki, banyak warga saat ini meminta agar penertiban yang digelar agar ditunda dahulu supaya pemilik dapat mengeluarkan para penyewa rumah kontrakan dan mengganti dengan sanak saudara atau kerabatnya yang ber-KTP DKI agar mendapat jatah rusunawa lebih banyak.

Nah, begitu dapat 10 unit rusun, kamu mau nggak tinggal di rusun? Enggak mau juga. Karena kamu memang punya rumah kan. Itu tujuannya buat disewain,” katanya.

Untuk itu, menurut Basuki, Pemprov DKI saat ini gencar menertibkan bangunan liar dahulu agar banjir di ibu kota dapat teratasi. "Jadi, kami bukan anti orang miskin, kami justru membela orang miskin selama ini. Kalau kamu punya 10 rumah, kamu sewain, kamu miskin atau kaya?" tambahnya lagi.

Ia menambahkan, relokasi ke rusanawa bagi warga yang terkena penertiban merupakan langkah yang paling manusiawi. Terlebih pihaknya juga menyiapkan rusun untuk menampung warga. "Saya pindahin dia ke rumah susun, supaya hidup lebih baik,”

Natal 2014 Gereja Katedral Siap Tampung 3.800 Jemaat

Menjelang perayaan Hari Natal, berbagai persiapan terus dilakukan pengelola Gereja Katedral di Jl Katedral No 7B, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Dekorasi di beberapa ornamen gereja serta pemasangan tenda di bagian depan dan belakang gereja dilakukan Panitia Natal Gereja Katedral untuk melangsungkan misa di malam Natal maupun Hari Natal 2014. Selain itu, sebanyak 3.800 kursi bagi jemaat yang menghadiri misa juga telah dipersiapkan dengan baik oleh panitia.


" Sudah selesai hingga 70 persen persiapannya, kursi tambahan baru datang, kemungkinan malam ini semua selesai ditata"
Handes, Kepala Humas Panitia Natal Gereja Katedral mengatakan, berbagai persiapan seperti dekorasi, tata letak kursi, dan persiapan lainnya telah dilakukan sejak 2 minggu lalu. "Sudah selesai hingga 70 persen persiapannya, kursi tambahan baru datang, kemungkinan malam ini semua selesai ditata," ungkapnya, Selasa (23/12).

Untuk Misa Natal pada 24 Desember akan dilakukan sebanyak 3 kali, yakni pukul 17.00, 17.30, dan pukul 22.00. Sedangkan untuk tanggal 25 Desember, misa akan dilaksanakan sebanyak 5 kali, yakni pukul 06.00, 07.30, 09.00, 11.00, dan 18.00.

"Khusus tanggal 25 jam 9 pagi, akan langsung dipimpin oleh Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo," jelasnya.

Untuk pengamanan, lanjut Handes, pihaknya menyiagakan sebanyak 65 personel dari internel gereja. Pengamanan akan dibantu pihak Kepolisian dari Polsek Sawah Besar sekitar 170 anggota. Jumlah tersebut, menurut Handes, akan bertambah dengan pengamanan yang dilakukan dari TNI serta organisasi kemasyarakatan (ormas). Namun, untuk pengamanan dari ormas diharuskan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Sedangkan untuk parkir kendaraan, tambah Handes, telah disiapkan di antaranya di lokasi parkir Masjid Istiqlal, Kantor Pos Indonesia, SMA Santa Ursula, dan di lokasi lainnya. Namun, mengingat jumlah lokasi parkir yang terbatas, pihaknya mengimbau agat jemaat tidak membawa mobil sendiri-sendiri.

"Kalau bisa berbarengan naik kendaraan akan lebih baik dan juga jangan bawa tas yang cukup besar agar tidak terlalu merepotkan. Apalagi nantinya setiap jemaat yang masuk melalui mesin detektor,"

Selasa, 02 Desember 2014

Tahun 2015 mendatang, Pemkot Administrasi Jakarta Timur berencana membangun sembilan taman layak anak. Pembangunan taman ini diharapkan mampu menjadi wadah untuk berkreasi serta memimalisir angka kekerasan terhadap anak-anak.

" Selain sarana bermain anak, taman itu juga akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang belajar dan kesehatan seperti perpustakaan dan puskesmas anak"
Kesembilan taman layak anak itu nantinya akan dilengkapi sarana bermain anak, seperti ayunan, papan catur raksasa, lapangan futsal, refleksi dan lainnya.



Kepala Suku Dinas Pertamanan Jakarta Timur, Suzi Marzitawati menjelaskan, sembilan taman layak anak itu masing-masing akan dibangun di  Kelurahan Cililitan, Kelurahan Kelapa Dua, Kelurahan Jatinegara, Kelurahan Klender dan Kelurahan Kampung Rambutan.

"Tahun ini kami baru membangun satu taman layak anak di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati," kata Suzi, Selasa (2/12).

Dikatakan Suzi, pihaknya saat ini masih menggodok konsep sembilan taman layak anak yang akan dibangun. Kajian itu sendiri melibatkan  Kantor Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (KPMP & KB) Jakarta Timur.

"Selain sarana bermain anak, taman itu juga akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang belajar dan kesehatan seperti perpustakaan dan puskesmas anak,"

Minggu, 23 November 2014

SENIN INI, Ahok Teken Pergub Kenaikan Tarif Angkot

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, pada pekan depan akan menandatangani peraturan gubernur (pergub) tentang penyesuaian kenaikan tarif angkutan umum di ibu kota pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

" Kesepakatan kenaikan tarif angkutan umum sudah saya paraf dokumennya. Setelah itu diteken oleh Pak Gubernur. Setelah diundangkan, kenaikan tarif itu berlaku"
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, mengaku menyetujui usulan kenaikan tarif hasil kesepakatan dari Dinas Perhubungan, Organisasi Angkutan Daerah (Organda), dan Dewan Transportasi Kota Jakarta.

"Kesepakatan kenaikan tarif angkutan umum sudah saya paraf dokumennya dan segera diteken oleh Pak Gubernur. Setelah diundangkan, kenaikan tarif itu berlaku," kata Saefullah, Sabtu (22/11).

Dikatakan Saefullah, Pergub itu akan ditandatangani pada Senin (24/11). Dia menyebutkan, kenaikan tarif itu berlaku pada angkutan kota, KWK, Mikrolet, Metromini, Kopaja, dan bus besar seperti APTB. "‎Untuk umum tarifnya menjadi Rp 4.000 dan tarif pelajar Rp 1.000," ungkapnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo akhirnya memutuskan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. ‎Harga Premium naik dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500. Sedangkan solar naik dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500.

Sabtu, 22 November 2014

9 Pompa Rusak Selesai Diperbaiki Bulan Depan

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DKI Jakarta saat ini tengah memperbaiki sembilan pompa rusak di ibu kota. Pompa rusak yang sedang diperbaiki tersebut terletak di Kompleks Induk Koperasi Pegawai Negeri (IKPN) Bintaro, Pulo Raya, Kemang, Kebon Baru, dan Bidara Cina. Ditargetkan, perbaikan pompa tersebut selesai bulan depan.

" Sekarang semuanya sedang diperbaiki. Kami targetkan bulan depan semua pompa sudah bisa berfungsi dengan baik"
"Sekarang semuanya sedang diperbaiki. Kami targetkan bulan depan semua pompa sudah bisa berfungsi dengan baik," kata Agus Priyono, Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Sabtu (22/11).

Menurut Agus, pompa air sangat diperlukan untuk mengalihkan air yang mengenangi pemukiman warga ke sungai atau waduk. Selain itu juga berfungsi untuk mengalirkan air dari waduk ke laut atau sungai ke sungai apabila kapasitas air semakin tinggi akibat hujan.

Selain memperbaiki pompa, instansinya juga telah mengirimkan dua pompa mobile ke Kebon Baru Tebet. Wilayah Kebon Baru termasuk salah satu lokasi yang dikunjungi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat blusukan beberapa waktu lalu. Di sana, Basuki menemukan pompa air yang tidak berfungsi karena kehabisan bahan bakar.

Sementara itu, untuk peninggian jalan salah satunya dilakukan di Bukit Duri dan Kebon Baru. Pasalnya, kedua lokasi tersebut seringkali terendam banjir, yang mengakibatkan jalan menjadi rusak.

"Kita atasi dengan cara peninggian jalan di situ. Kan kemarin yang terendam sisi utara. Selatan kering karena sudah ditinggikan. Nah, sisi utara akan ditinggikan menggunakan dana dari APBD Perubahan DKI tahun 2014,"

Kamis, 20 November 2014

80 Ton Sampah Diangkut dari Kali Ciliwung

Kesadaran warga untuk tidak membuang sampah ke Kali Ciliwung ternyata masih sangat rendah. Buktinya pasca banjir kiriman dari Bogor dan Depok, Kamis (20/11), tidak hanya membuat sejumlah kawasan tergenang, namun juga mengakibatkan tumpukan sampah yang beratnya mencapai puluhan ton.

" Warga masih membuang sampah ke kali. Kalau banjir ya seperti ini, sampahnya sampai 80 ton yang kami angkat "
Salah satu lokasi tumpukan sampah akibat banjir kiriman terlihat di kolong Jembatan Rawa Jati, Kalibata, Jakarta Selatan. Dari lokasi ini Dinas Kebersihan DKI Jakarta berhasil mengangkat sampat seberat 80 ton. Sampah yang terbawa aliran air kali itu antara lain berupa kayu, bambu, kardus, gabus dan plastik.


"Warga masih membuang sampah ke kali. Kalau banjir ya seperti ini, sampahnya sampai 80 ton yang kami angkat," kata Mumung Mulyana, Kepala Satuan Unit Pelaksana Teknis Tata Kelola Air Dinas Kebersihan DKI.

Mumung menjelaskan, akibat tumpukan sampah di kolong jembatan yang menghubungkan Cililitan, Jakarta Timur dengan Kalibata, Jakarta Selatan itu membuat arus Kali Ciliwung menjadi tersendat. Jika sampah tidak segera dibersihkan, dipastikan akan meluap ke pemukiman warga.

Dalam pembersihan sampah di Jembatan Rawa Jati itu, kata Mumung, pihaknya mengerahkan dua eskavator dan delapan unit truk serta 80 petugas kebersihan. Selanjutnya puluhan ton sampah itu dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang di Kota Bekasi.

Menurut Mumung, kendala yang ditemui saat mengangkat sampah adalah belum dibongkarnya Jembatan Kalibata lama. Sehingga banyak sampah yang tersangkut di tiang besi penyangga jembatan itu. "Kita harapkan pembongkaran Jembatan Kalibata bisa dipercepat, karena banyak sampah yang tersangkut tiang sehingga air meluap," tandasnya.

Rabu, 19 November 2014

Lima Pintu Air di Jakarta Siaga III

Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor sejak Rabu (19/11) sore membuat tinggi muka air di beberapa pintu air meningkat.

"Ada lima pintu air berstatus siaga III "
Berdasarkan catatan dari Pusat Pengendali dan Operasional (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, dari 12 pintu air yang dipantau, lima diantaranya berada pada posisi siaga III.

Petugas piket Pusdalops BPBD DKI Jakarta, Ratman, mengatakan, pihaknya terus memantau ketinggian muka air di beberapa pintu air. Berdasarkan pantauan yang dilakukan pada pukul 06.00 WIB, lima pintu air berada pada posisi siaga III. Kelimanya yakni Pintu Air Manggarai dengan ketinggian 750 cm, Pintu Air Karet ketinggian 450 cm, Pintu Air Krukut Hulu ketinggian 155 cm, Pintu Air Angke Hulu 170 cm, dan Pintu Air Pasar Ikan 190 cm. "Ada lima pintu air berstatus siaga III," kata Ratman, Kamis (20/11).

Sementara tujuh pintu air lainnya berada pada posisi siaga IV, yaknii Pintu Air Katulampa ketinggian 40 cm, Pintu Air Depok ketinggian 170 cm, Pintu Air Pesanggrahan ketinggian 60 cm, Pintu Air Cipinang Hulu ketinggian 100 cm, Pintu Air Sunter Hulu ketinggian 70 cm, Pintu Air Pulo Gadung ketinggian 365 cm, dan Waduk Pluit -190 cm.

Dia menyebutkan pada pukul 20.00 WIB malam tadi, Pintu Air Katulampa sempat berada pada posisi siaga II dengan ketinggian mencapai 190 cm. Selang beberapa jam, Pintu Air Depok berada pada posisi siaga II dengan ketinggian 330 cm. "Tapi sekarang dua pintu air itu sudah berada pada posisi aman atau siaga IV," ungkapnya.

Beberapa daerah yang berada di aliran Sungai Ciliwung saat ini sudah tergenang. Di antaranya Kelurahan Cawang, Kelurahan Bidara Cina, Kampung Pulo, Bukit Duri, dan Kampung Melayu. "Saat ini masih dilakukan pendataan wilayah mana saja yang tergenang,"

Gubernur, Ahok Langsung Ngebut Kerja

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Rabu (19/11) siang. Usai dilantik, Ahok yang baru tiba di Balaikota dengan seragam kebesaran kepala daerah warna putih-putih langsung melakukan tugas-tugasnya sebagai gubernur.

" Ini tadi sudah mulai kerja, tanda tangan di sini"
Tugas pertama yang dilakukannya adalah menggelar rapat di ruang rapim dengan sejumlah pejabat DKI. Selain rapat, sejumlah dokumen juga sudah menunggu untuk ditandatanganinya.

“Ini tadi sudah mulai kerja, tanda tangan di sini,” tutur mantan anggota Komisi II DPR ini seraya menunjukkan sejumlah berkas disposisi undangan yang sudah ditandatangani, Rabu (19/11).

Meskipun agendanya hari ini cukup padat, Ahok juga masih menyempatkan diri menerima ucapan selamat dari sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) yang terlihat berbaris di ruang Balairung. Sebagai gubernur, Ahok akan bekerja di ruang yang sebelumnya ditempati oleh Jokowi. Ruangan yang berada di lantai 1 tersebut, terlihat lebih kecil dibandingkan dengan ruangan wagub.

“Ini kursinya Pak Jokowi. Lebih enak saja. Kursinya dari zaman Pak Sutiyoso, sudah bulukan pas zaman Pak Jokowi. Nah, saya bilang sama Bagian Umum, lagi ada duit enggak? Kalau ada ganti dong lapisnya jadi yang baru. Nah, ini ganti kulit saja,” tuturnya.

Namun, Basuki mengaku, ruang kerja Gubernur DKI memiliki sejumlah kekurangan dibanding ruang kerjanya yang terletak di lantai 2 Balaikota.

"Lebih sempit. Dan di atas bisa lihat Monas. Kalau di sini ini view-nya kurang enak. Tapi suka enggak suka, ya ruangannya ya harus yang ini,”