Tampilkan postingan dengan label nabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nabi. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Januari 2015

"Pemimpin Harus Tiru Empat Sifat Rasulullah" Basuki (Ahok) Gubernur Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam yang digelar oleh Rumah Kajian Alquran Al Barru, di Gedung SMESCO, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (18/1).



" Kita akan lebih maju kalau dipimpin dengan orang yang memiliki sifat Nabi Muhammad sekalipun belum mendapat hidayah. Karena hidayah itu milik Allah"
Basuki dalam sambutannya menekankan pentingnya memiliki dan meniru keempat sifat yang dimiliki oleh Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam yakni shiddiq (benar), amanah (dapat dipercaya), dan fathonah (cerdas), dan tabligh (menyampaikan).

"Kita akan lebih maju kalau dipimpin dengan orang yang memiliki sifat Nabi Muhammad sekalipun belum mendapat hidayah. Karena hidayah itu milik Allah," kata Basuki.

Bahkan Basuki dengan lancar menceritakan beberapa kisah tentang Rasulullah. Salah satunya cerita tentang Rasulullah yang dilempari kotoran saat menunaikan shalat. Namun Nabi Muhammad tidak pernah membalas perbuatan orang tersebut.

"Kalau saya jadi panglima Rasulullah saat itu, mungkin saya sudah minta penggal kepala orang itu," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa saat membuka acara mengingatkan agar umat muslim di mana pun berada senantiasa dapat menjaga ucapan dan tindakan.

"Cinta Rasul yang dibangun adalah insan yang cerdas. Maka gerakan yang kami bawa sekarang adalah transparansi, membela yang benar, dan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin untuk membangun akhlakul karimah," ujar Khofifah yang juga menandatangani Deklarasi Gencar (Gerakan Cinta Rasulullah).

Turut juga hadir dalam acara tersebut mantan Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, sastrawan Abdul Hadi, pendiri Mizan Group, Haidar Bagir, dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Ali Mochtar.

Selasa, 23 Desember 2014

Natal 2014 Gereja Katedral Siap Tampung 3.800 Jemaat

Menjelang perayaan Hari Natal, berbagai persiapan terus dilakukan pengelola Gereja Katedral di Jl Katedral No 7B, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Dekorasi di beberapa ornamen gereja serta pemasangan tenda di bagian depan dan belakang gereja dilakukan Panitia Natal Gereja Katedral untuk melangsungkan misa di malam Natal maupun Hari Natal 2014. Selain itu, sebanyak 3.800 kursi bagi jemaat yang menghadiri misa juga telah dipersiapkan dengan baik oleh panitia.


" Sudah selesai hingga 70 persen persiapannya, kursi tambahan baru datang, kemungkinan malam ini semua selesai ditata"
Handes, Kepala Humas Panitia Natal Gereja Katedral mengatakan, berbagai persiapan seperti dekorasi, tata letak kursi, dan persiapan lainnya telah dilakukan sejak 2 minggu lalu. "Sudah selesai hingga 70 persen persiapannya, kursi tambahan baru datang, kemungkinan malam ini semua selesai ditata," ungkapnya, Selasa (23/12).

Untuk Misa Natal pada 24 Desember akan dilakukan sebanyak 3 kali, yakni pukul 17.00, 17.30, dan pukul 22.00. Sedangkan untuk tanggal 25 Desember, misa akan dilaksanakan sebanyak 5 kali, yakni pukul 06.00, 07.30, 09.00, 11.00, dan 18.00.

"Khusus tanggal 25 jam 9 pagi, akan langsung dipimpin oleh Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo," jelasnya.

Untuk pengamanan, lanjut Handes, pihaknya menyiagakan sebanyak 65 personel dari internel gereja. Pengamanan akan dibantu pihak Kepolisian dari Polsek Sawah Besar sekitar 170 anggota. Jumlah tersebut, menurut Handes, akan bertambah dengan pengamanan yang dilakukan dari TNI serta organisasi kemasyarakatan (ormas). Namun, untuk pengamanan dari ormas diharuskan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Sedangkan untuk parkir kendaraan, tambah Handes, telah disiapkan di antaranya di lokasi parkir Masjid Istiqlal, Kantor Pos Indonesia, SMA Santa Ursula, dan di lokasi lainnya. Namun, mengingat jumlah lokasi parkir yang terbatas, pihaknya mengimbau agat jemaat tidak membawa mobil sendiri-sendiri.

"Kalau bisa berbarengan naik kendaraan akan lebih baik dan juga jangan bawa tas yang cukup besar agar tidak terlalu merepotkan. Apalagi nantinya setiap jemaat yang masuk melalui mesin detektor,"