Tampilkan postingan dengan label djarot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label djarot. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Agustus 2017

Bulan Tertib Trotoar Dimulai

Djarot Saiful Hidayat Gubernur DKI Jakarta, menyatakan, kegiatan Bulan Tertib Trotoar akan dimulai, Selasa (1/8) besok. Kegiatan ini digelar untuk mencegah trotoar dikuasai pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar.
"Sudah saya tandatangani Ingub-nya "
"Bulan Tertib Trotoar mulai besok kita gelar," kata Djarot, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (31/7).
Menurutnya, kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama satu bulan sekaligus sebagai rangkaian memperingati HUT ke-72 Republik Indonesia.

"Sudah saya tandatangani Ingub-nya. Semua perangkat di wilayah harus menertibkan trotoar," terangnya.

Ia berharap, kegiatan Bulan Tertib Trotoar ini mampu mengubah perilaku PKL liar dan pengendara sepeda motor. Sehingga, trotoar benar-benar memenuhi hak pejalan kaki di Jakarta.

"Trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan untuk motor, mobil, dan jualan," tandasnya

Minggu, 28 Agustus 2016

Tembok Jebol Sebab Banjir di Kemang

Banjir yang melanda kawasan Kemang, Kelurahan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/8) sore akhirnya surut pada Minggu (28/8) pagi. Banjir disebabkan oleh jebolnya  tembok lima rumah warga yang berdiri di bantaran Kali Krukut.
" Harapan kami, kali segera dinormalisasi. Dan tembok-tembok yang jebol itu segera diperbaiki secara permanen"
"Kemarin banjirnya benar-benar tinggi sampai 1,5 meter dan sangat cepat naik sampai isi rumah tak terselamatkan. Dari jam 15.00 baru surut jam 05.00," ujar Wira (30), warga Kompleks Kemang Jaya RT 07/02, Bangka, Mampang Prapatan.

Dikatakan Wira, satpam di perumahannya sudah mengingatkan warga karena air mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 13.00. Namun, setelah pukul 14.00, tinggi air semakin naik hingga 50 sentimeter dan pada pukul 16.00, air sudah masuk ke rumah warga hingga ketinggian satu meter.
Banjir setinggi satu meter itu baru benar-benar surut pada pukul 05.00 dengan dibantu kesigapan petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) DKI yang melakukan penyedotan air.
"Harapan kami, kali segera dinormalisasi. Dan tembok-tembok yang jebol itu segera diperbaiki secara permanen," katanya.

Lurah Bangka, Dedih Suhada menambahkan, banjir di wilayahnya ini disebabkan jebolnya lima tembok milik warga yang berdiri di sepanjang bantaran Kali Krukut.

"Penyebabnya, ada lima tembok warga yang usianya sudah tua ambrol tergerus air Kali Krukut. Sehingga air dengan cepat meluap ke permukiman hingga apartemen dan basement pertokoan," ujar Dedih.
Lima tembok yang jebol itu berada di Taman Kemang RT 14/01, RT 02/10, Jalan Kemang Selatan VIII RT 10/02, Jalan Kemang Selatan X RT 10/02 dan Jalan Kemang Raya RW 01 belakang Hotel Pop.

Pantauan Beritajakarta.com, titik banjir yang sebelumnya berada di Jalan Kemang Selatan VIII, X, XII dan Jalan Kemang Raya sudah terlihat kering sejak siang tadi. Bahkan, meski sore tadi kawasan itu kembali diguyur hujan deras, tidak terlihat genangan di ruas jalan tersebut.

Begitu juga di Jalan Kemang Raya yang sebelumnya ditutup untuk evakuasi mobil di basement gedung Kemang Square, sejak siang sudah kembali dibuka.

Selasa, 23 Desember 2014

Ahok,Tertibkan Bangunan Liar, di Bantaran Kali Agar Banjir Cepat Teratasi

Belasan warga yang mengaku tinggal di bantaran Kali Apuran, Cengkareng, Jakarta Barat mendatangi Balaikota DKI Jakarta untuk bertemu Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama, Selasa (23/12). K0edatangan warga meminta agar mereka dapat direlokasi ke rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Daan Mogot, seperti warga lainnya.


"Anda mau bebasin Jakarta nggak dari banjir? Masalahnya, semua sungai di Jakarta didudukin"
Di hadapan belasan warga, Basuki mengaku, pihaknya saat ini gencar melakukan penertiban bangunan liar di bantaran kali. "Anda mau bebasin Jakarta nggak dari banjir? Masalahnya, semua sungai di Jakarta didudukin. Bagaimana cara dudukinnya? Kalo ada sheetpile yang modern, beton yang modern, mungkin nggak bisa didudukin. Waktu mengeruk buat sheetpile itu, sudah ada rumah? Enggak ada kan," ujar Basuki, Selasa (23/12).

Dikatakan Basuki, banyak warga saat ini meminta agar penertiban yang digelar agar ditunda dahulu supaya pemilik dapat mengeluarkan para penyewa rumah kontrakan dan mengganti dengan sanak saudara atau kerabatnya yang ber-KTP DKI agar mendapat jatah rusunawa lebih banyak.

”Nah, begitu dapat 10 unit rusun, kamu mau nggak tinggal di rusun? Enggak mau juga. Karena kamu memang punya rumah kan. Itu tujuannya buat disewain,” katanya.

Untuk itu, menurut Basuki, Pemprov DKI saat ini gencar menertibkan bangunan liar dahulu agar banjir di ibu kota dapat teratasi. "Jadi, kami bukan anti orang miskin, kami justru membela orang miskin selama ini. Kalau kamu punya 10 rumah, kamu sewain, kamu miskin atau kaya?" tambahnya lagi.

Ia menambahkan, relokasi ke rusanawa bagi warga yang terkena penertiban merupakan langkah yang paling manusiawi. Terlebih pihaknya juga menyiapkan rusun untuk menampung warga. "Saya pindahin dia ke rumah susun, supaya hidup lebih baik,”