Minggu, 12 Januari 2014

Akibat Banjir 5.000 Warga Jakarta Mengungsi


 Akibat Banjir 5.000 Warga Jakarta Mengungsi

Banjir yang melanda ibu kota sejak Minggu (12/1) hingga Senin (13/1) semakin parah. Selain menyebabkan sejumlah ruas jalan tidak bisa dilalui karena tingginya genangan, banjir juga menyebabkan ribuan warga Jakarta mengungsi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mencatat, sedikitnya 5.000 warga mengungsi di 35 titik lokasi pengungsian yang tersebar di Jakarta.

Mereka adalah korban banjir dari 276 RT, 75 RW di 31 kelurahan dan 18 kecamatan yang tersebar di sejumlah wilayah di DKI. Sedangkan jumlah rumah yang terendam banjir hingga Senin pagi ini sudah mencapai 7.367 rumah yang dihuni oleh 24.269 jiwa.




Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, banjir terparah terdapat di Kelurahan Cawang dan Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati. Kemudian Kelurahan Bidara Cina dan Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara.

Banjir di Kelurahan Cawang merendam lima RW, takni RW 01, 02, 03, 05 dan 08, ketinggian air mencapai empat meter. Akibatnya 3.446 jiwa terpaksa mengungsi sejak tadi malam. Mereka mengungsi Carrefour MT Haryono, Posyandu, Kantor Suara Pembaruan lama di Jl Dewi Sartika, sejumlah masjid dan sekolah dasar.

"Kalau di Kelurahan Kampung Melayu, banjir merendam 1.508 rumah yang dihuni 3.427 jiwa. Petugas gabungan dari BPBD DKI dan instansi terkait terus melakukan evakuasi warga yang masih berada di rumah. BNPB juga telah menurunkan Tim Reaksi Cepat sejak Minggu untuk mendampingi BPBD," ujar Sutopo, melalui siaran pers yang diterima beritajakarta.com, Senin (13/1).

Ia mengimbau warga yang tinggal di bantaran kali untuk tetap waspada akan bencana banjir tersebut. Saat ini, ketinggian permukaan air di Sungai Ciliwung Hulu dan Tengah yaitu di Katulampa dan Depok turun di posisi Siaga 4. Namun di pintu air Manggarai masih berada di posisi Siaga 2 dan di Karet Siaga 1.

Ketinggian pintu air Katulampa saat ini tinggal 60 sentimeter atau siaga 4. Kemudian Depok 180 sentimeter (siaga 4), Manggarai 910 sentimeter (siaga 2), Karet 650 sentimeter (siaga 1) dan pintu air Pesanggrahan 170 sentimeter (siaga 4).

Sedangkan di bagian hulu ketinggian permukaan air di Angke Hulu mencapai 290 sentimeter (siaga 2), Cipinang Hulu 110 sentimeter (siaga 4), Sunter Hulu 160 sentimeter (siaga 3). Kemudian di Pulogadung 450 sentimeter (siaga 4), Pasar Ikan 193 sentimeter (siaga 3) dan Krukut Hulu 170 sentimeter (siaga 3).

Sementara, Camat Jatinegara, Sofian Taher menyebutkan, saat ini jumlah pengungsi banjir di Kampung Pulo dan Bidara Cina sudah mencapai 1.340 jiwa. Mereka mengungsi di sejumlah titik. Di antaranya di GOR Jakarta Timur di Jl Otista sebanyak 200 jiwa. Kemudian di kantor Sudin Kesehatan Jakarta Timur di Jl Matraman Raya 215 jiwa. Di RS Hermina sebanyak 100 jiwa dan masih banyak pengungsi di sejumlah titik lainnya.

"Kami terus lakukan evakuasi warga yang masih bertahan maupun terjebak di dalam rumahnya sejak tadi malam," ujar Sofian Taher.

Sedangkan Kasie Operasi Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Timur, Mulyanto menambahkan, evakuasi menggunakan enam perahu karet masih terus dilakukan. Pihaknya masih terus menyisir setiap sudut gang menggunakan perahu karet dan ban dalam. Sebab diakuinya masih banyak warga bertahan.

"Nantinya kita akan jemput paksa kalau mereka tidak mau dievakuasi. Karena ini sudah sangat membahayakan nyawa warga. Debit air akan terus naik hingga siang nanti," ujar Mulyanto.

Sarifah (53), salah seorang pengungsi di kantor Sudin Kesehatan Jakarta Timur, menyebutkan, sudah mengungsi sejak Minggu (12/1) pukul 20.00 atau tadi malam. Ia bersama anggota keluarga dievakuasi petugas gabungan menggunakan perahu karet.

"Ketinggian air sudah mencapai 4 meter dan di loteng airnya sudah setengah meter. Terpaksa kami mau mengungsi, kalau di loteng tidak terendam sih kami memilih bertahan. Alhamdulillah, petugas sejak tadi malam keliling gang menjemput warga," ujar Sarifah.

sumber : berita jakarta

Sabtu, 11 Januari 2014

Taman Interaktif Kampung Deret Petogogan

Warga RT 08, 10, 11, dan 12, RW 05, Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kini bisa tinggal di lingkungan yang nyaman. Selain rumah tinggal mereka kini mendapat bantuan rehab cuma-cuma lewat program kampung deret, lingkungan warga juga menjadi lebih asri karena pemukiman warga dilengkapi taman interaktif.

"Sejengkal tanah pun harus hijau. Di sini dibangun taman untuk fungsi bercengkrama warga dan main anak," ujar Nandar Sunandar, Kepala Suku Dinas Pertamanan Jakarta Selatan, Sabtu (11/1).

Menurut Nandar, untuk kampung deret Petogogan pihaknya tidak memiliki banyak lahan. Sehingga maksimalisasi dilakukan terhadap bidang lahan yang terbatas. "Hanya 170 meter persegi, dan beberapa bagian kecil yang memanjang ada 3 titik. Harus ada mainan anak, dan kalau memungkinkan nanti ada taman bacaan kerjasama dengan keperpustakaan," jelasnya.

Selain taman di lahan yang biasa, lanjut Nandar, pihaknya juga mendorong pembentukan taman gantung. Tanaman produktif pun bisa ditanam, agar bermanfaat bagi warga. "Akan kita minta ke Sudin Pertanian nanti untuk tanaman produktif seperti sawi dan cabai. Ini juga bisa membantu warga mengurangi pengeluaran sehari-hari," tuturnya.

Nandar mengatakan, di jalan-jalan lingkungan pun akan diteduhi dengan tanaman rambat. Dengan begitu, bisa makin mempercantik lingkungan.

"Nanti disusun tanaman rambat supaya teduh. Tapi harus diberi kawat-kawat agar tidak merusak tembok, dan malah bisa menutupi tembok yang terlihat jelek," tandasnya.

Jumat, 10 Januari 2014

DKI Akan Lebarkan Jalan Menuju Bandara Halim


DKI Akan Lebarkan Jalan Menuju Bandara Halim


Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo meninjau langsung arus lalu lintas hari pertama pembukaan Bandara Halim Perdanakusuma sebagai bandara komersil. Rencananya akan ditambah satu jalur pada akses utama menuju bandara yang semula hanya digunakan untuk penerbangan Angkatan Udara (AU) dan pribadi. Jalan utama yang akan dilebarkan yakni Jl Komodor Halim Perdanakusuma, dari semula hanya dua lajur menjadi tiga lajur.

Rencana penambahan lajur tersebut dilakukan karena akan ada penambahan kendaraan yang menuju Bandara Halim Perdanakusuma. Mengingat berdasarkan penghitungan Angkasa Pura II, bandara akan melayani enam penerbangan setiap jam. Satu penerbangan akan melayani 150 penumpang. Dengan begitu, di bandara tersebut akan ada 900 penumpang perjam.

"Pokoknya, total satu hari itu bisa lebih dari 6.000 penumpang. Itu kan artinya 6.000 mobil akan masuk. Kita akan melebarkan akses masuk, kiri tiga meter, ke kanan tiga meter," ujar Jokowi, Jumat (10/1).

Meski begitu, kata Jokowi, dirinya memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perhubungan DKI untuk mengkonsultasikan terlebih dahulu rencana tersebut dengan Angkasa Pura dan TNI Angkatan Udara. Selain akses utama, ada pula jalan alternatif yang bisa digunakan oleh masyarakat yakni Jl Kerja Bakti, Kampung Makasar, Jakarta Timur. Namun, jalan tersebut memiliki lebar lebih sempit ketimbang akses utama, yakni hanya dua lajur.

Kepala Dinas PU DKI Jakarta, Manggas Rudy Siahaan menuturkan, pihaknya secepat mungkin akan melakukan kajian bersama Dinas Perhubungan. Dengan begitu, pihaknya dapat memperkirakan berapa biaya yang akan dianggaran untuk melebarkan jalan tersebut. "Insya Allah akan kita masukan ke anggaran tahun ini. Makanya kita akan kaji dulu seluruhnya," kata Manggas.

sumber:beritajakarta

400 Satpol PP Jakbar Bersihkan Fasum dari Coretan

      Satpol PP Jakarta Barat, sebanyak 400 personel dikerahkan untuk melakukan kegiatan bersih-bersih fasilitas umum (fasum) yang telah kotor dari coretan cat semprot dan pamflet. Selain membersihkan coretan, petugas juga melakukan penertiban lapak pedagang kaki lima (PKL) pada sejumlah titik rawan mulai dari Jl S Parman, Jl Daan Mogot, Jl Gajah Mada-Hayam Wuruk, Jl KH Mohammad Mansyur, dan Jl Panjang.



Kasatpol PP Jakarta Barat, Kadiman Sitinjak mengatakan, aksi pengecetan pada tembok, tiang listrik, flyover dan lain sebagainya dilakukan karena bekas coretan yang sudah membuat wilayah Jakarta Barat jadi tampak kotor.

“Agar wilayah Jakarta Barat yang kotor kembali indah, bersih dan tertib. Sebanyak 400 personel Satpol PP hari ini kami kerahkan untuk melakukan pembersihan,” ujar Kadiman, Jumat (10/1).

Selain melakukan aksi bersih corat-coret, pihaknya juga menertibkan sebanyak 15 lapak PKL yang terdapat di kawasan Grogol. “Selanjutnya paska aksi bersih-bersih ini, tanggal 16 Januari kami bersama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan penertiban atribut partai dan caleg,” tandas Kadiman.

sumber: beritajakarta


Kamis, 09 Januari 2014

Operasional 5 Bus Tingkat Tertunda

Operasional 5 Bus Tingkat Tertunda

Sebanyak 5 bus tingkat yang sedianya akan melayani kebutuhan transportasi warga dan wisatawan di ibu kota tertunda operasionalnya. Tertundanya operasional bus tingkat tersebut, karena bus tingkat yang diimpor dari Cina baru tiba pekan depan.








Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan, kedatangan bus tingkat diundur hingga pekan depan. Namun, untuk waktu pastinya belum dapat disebutkan. "Iya, tertunda kedatangannya sampai pekan depan," kata Arie, Kamis (9/1).

Ia juga tidak menyebutkan secara pasti alasan penundaan kedatangan bus asal Cina tersebut. Padahal, lima unit bus tingkat wisata itu sengaja didatangkan untuk melayani turis domestik dan mancanegara berkeliling ibu kota. Menurut rencana, bus tingkat tersebut tidak akan melintasi jalur Transjakarta. Spesifikasinya juga dirancang ramah bagi para penyandang disabilitas. Semua pintu untuk penumpang berada di sebelah kiri.

Bus ini akan berkeliling ke sejumlah tempat wisata, sekaligus tempat-tempat yang menggelar acara secara rutin. Pengadaan bus tingkat ini juga untuk menarik wisatawan asing berkunjung ke ibu kota. Karena ke depan ditargetkan wisatawan datang ke Jakarta bisa mencapai 5 juta orang. Sementara saat ini jumlah wisatawan yang berkunjung rata-rata pertahun baru 2,1 juta wisatawan.

"Saya optimis dengan dukungan Pak Gubernur yang sangat melek pariwisata, target itu bisa tercapai dalam tiga sampai lima tahun mendatang," kata Arie, Kamis (9/1).

Lebih lanjut, ia menjelaskan Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan tiga rute alternatif yang akan dipakai lima unit bus tingkat. Ketiga rute itu yakni Blok M-Monas, Bundaran HI-Tanah Abang, dan Monas-Kota Tua. Meskipun nantinya bus-bus pariwisata itu telah tiba, namun harus melewati sejumlah prosedur seperti pengurusan administrasi hingga uji kelaikan kendaraan. Untuk satu bus tingkat wisata, anggaran yang dialokasikan sebanyak Rp 3 miliar.

“Semuanya dibeli melalui APBD DKI. Bus tingkat wisata akan beroperasi mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WIB,” tandasnya.


sumber : beritajakarta



Rabu, 08 Januari 2014

Halte Transjakarta Segera Terintegrasi dengan Stasiun KRL

Untuk meningkatkan minat masyarakat beralih menggunakan angkutan umum, Pemprov DKI Jakarta menginginkann agar halte Transjakarta terintegrasi dengan stasiun KRL. Karenanya, Pemprov DKI berencana menjalin kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk merealisasikan rencana ini.


google-ilustrasi

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama mengatakan, sejumlah halte bus Transjakarta yang berdekatan dengan stasiun KRL akan disambungkan menjadi satu koridor. "Kita mau kerjasama dengan PT KAI, kan mereka punya tanah luas. Kita ingin halte busway semuanya nyambung dengan stasiun KRL. Jadi para pengguna jasa kedua transportasi massal ini tidak perlu keluar macet-macetan," ujar Basuki usai rapat bersama dengan direksi PT KAI di Balaikota, Rabu (8/1).

Rencananya, kata Basuki, semua halte bus Transjakarta dan stasiun akan didirikan pagar, sehingga warga tidak bisa lagi melintas seenaknya. Karena lintasan warga yang berjalan kaki sering kali membuat kemacetan atau terjadinya kecelakaan lalu lintas. “Jadi tidak boleh lalu lalang. Seperti yang sudah ada di Gambir, itu semua dipagari," katanya.

Dikatakan Basuki, penyambungan halte bus Transjakarta dan Stasiun KRL di ibu kota pada tahap awal akan dimulai di tiga stasiun KRL yakni Jatinegara, Senen dan Tanah Abang. "Desain pembangunan untuk menyambung halte bus Transjakarta dengan stasiun sudah ada. PT KAI yang akan membangun dan siap dikerjakan," ungkapnya.

Ditambahkan Basuki, penyambungan halte dan stasiun tersebut tidak akan memindahkan atau menggeser halte bus Transjakarta yang ada saat ini. "Nanti Satpol PP dan Dinas P2B yang bergerak dari pihak kita untuk memberikan izinnya. Sedangkan PT KAI tinggal membangun saja," ucap Basuki.

Integrasi seluruh stasiun KRL dan halte bus Transjakarta, sambungnya, diperkirakan rampung pada tahun 2015. "2015 semua terminal beres, semua modern, bagus. Integrasi stasiun kereta dan halte bus Transjakarta juga," tandasnya.

sumber : beritajakarta


Tarif Transjakarta Tidak Naik

Meski telah menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),Tarif Transjakarta Tidak Naik, tetap Rp 3.500. Sebab, keberadaan Transjakarta adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin menggunakan angkutan publik. Tidak hanya itu, Pemprov DKI juga akan tetap memberikan subsidi untuk warga ibu kota yang mau naik Transjakarta.

"Kita tidak pernah pikir naikkan tarif Transjakarta setelah berganti jadi BUMD. Sebab itu pelayanan," kata Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta, di Balaikota DKI Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (8/1).



Dipastikan Jokowi, meski telah menjadi BUMD, orientasi Transjakarta tetap pada pelayanan. Sehingga masyarakat diminta untuk tidak khawatir. Terlebih keberadaan Transjakarta memang salah satu langkah untuk mengurai kemacetan.
"Tetap, meskipun BUMD ada orientasi keuntungan. Tapi, orientasi pelayanan tetap nomor satu," ujarnya.

Namun Jokowi mengancam, jika sudah diberi subsidi tetapi warga Jakarta tetap tidak mau menggunakan kendaraan umum, maka subsidi akan dicabut. Karena pemberian subsidi ini memang untuk menarik pengendara dari kendaraan pribadi ke angkutan umum massal agar berdampak pada pengurangan kemacetan. "Kalau subsidi memberikan dampak ketidakmacetan memang yang kita cari. Kalau diberi subsidi orang tidak mau naik, tidak usah beri subsidi saja sekalian," tegas Jokowi.

Sementara terkait pembelian 4.000 bus pada tahun 2014 yang dianggap terlalu terburu-buru oleh DPRD, Jokowi mengaku sudah tidak ada waktu lagi untuk memperbaiki transportasi di ibu kota. Karena jika hanya membeli puluhan unit saja akan percuma dan tidak menyelesaikan masalah. "Kalau tidak mau menyelesaikan masalah tidak usah beli apa-apa saja. Kan sudah berapa puluh tahun Kopaja rusak didiamkan. Kalau mau beli 4.000, baru menyelesaikan masalah," ucapnya.

Ia menegaskan tidak mau menyia-nyiakan anggaran yang ada. Terlebih APBD tahun ini yang diajukan mencapai Rp 69,5 triliun.Sehingga arah program terarah dan tepat sasaran. "Kalau mau fokus seperti itu. anggaran tidak diecer-ecer. Kerja itu harus fokus, terukur, ada targetnya, terarah, tepat sasaran, dan bisa dirasakan. Bisa saja saya beli cuma 10 unit, efeknya apa? Yang rusak setahun bisa 10, 20, atau 30 unit. Itu cuma untuk mengganti yang rusak saja," tandasnya.

sumber: beritajakarta

Selasa, 07 Januari 2014

Penutupan Terminal Lebak Bulus Sudah Final

Penutupan Terminal Lebak Bulus Sudah Final !!!!. Meski penutupan Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Lebak Bulus urung dilakukan sesuai jadwal semula yakni pada 7 Januari, namun Pemprov DKI Jakarta menegaskan tetap akan menutup terminal tersebut. Hal ini dilakukan demi pembangunan mega proyek Mass Rapid Transit (MRT) agar tidak mungkin tertunda kembali.



"Meski ditunda tidak akan mengganggu. Karena semuanya sudah sesuai jadwal," ujar Jokowi, Gubernur DKI Jakarta di Balaikota, Selasa (7/1).

Ditegaskan Jokowi, penutupan tetap akan dilakukan karena pembangunan MRT tidak bisa ditunda lagi. Terkait permintaan sejumlah pihak di terminal tersebut yang menginginkan penutupan dilakukan setelah Lebaran tahun ini, ditegaskan Jokowi permintaan itu tidak akan dikabulkan. "Sudah final dan harus ditutup. Pembangunan MRT ini sudah terlambat 25 tahun. Sekali kita mundur, biayanya akan semakin mahal," kata Jokowi.

Mantan Walikota Surakarta ini pun menyayangkan kurang baiknya sosialisasi penutupan Terminal Bus AKAP Lebak Bulus sehingga masih ada sejumlah pihak yang menolak dan belum memahami rencana ini.

Jokowi pun meminta Dinas Perhubungan (Dishub) segera melakukan pertemuan kepada semua pihak seperti, sopir, PO Bus, ormas dan PKL untuk menjelaskan dan menyampaikan rencana ini dengan baik.

Pihaknya, kata Jokowi, belum bisa memastikan kapan penutupan Terminal AKAP Lebak Bulus dilakukan. "Secepatnya. Pokoknya secepatnya dan harus ditutup," ucap Jokowi.

Secara terpisah, Direktur Utama (Dirut) PT MRT, Dono Boestami membenarkan, penundaan penutupan Termina Bus AKAP Lebak Bulus tidak akan mengganggu rencana pembangunan MRT. Sebab, pekerjaannya bisa digeser ke lokasi lain terlebih dahulu, sehingga semua bisa rampung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Ditambahkan Dono, setelah Terminal Bus AKAP Lebak Bulus ditutup, pihaknya langsung memasang pagar dan perkirakan akan rampung selama enam bulan. "Kita coba siapkan yang lain yang bisa dilakukan‬. Untuk pasang pagar saja mungkin enam bulan baru selesai. Setelah pagar, lalu peralihan jalur kendaraan," tandasnya.
 

Cabe-cabean Bikin Betah Warga Rusun Marunda

Cabe-cabean Akan Bikin Betah Warga Rusun Marunda , karena sebentar lagi suasana di Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, yang masih gersang akan dihijaukan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, dengan memperbanyak tanaman sayur-mayur. Tanaman itu akan ditanam di bangunan green house senilai Rp 225 juta. Dengan kondisi lingkungan yang hijau diharapkan warga semakin betah dan nyaman tinggal di rusun (rumah susun). Terlebih, sayuran itu bisa menghasilkan pendapatan tambahan bagi warga.

"Mau dibangun green house di sini. Nanti akan ditanam tanaman hidroponik seperti sawi-sawian, cabe-cabean, kol- kolan, selada, kailan. Nanti kita lihat, persiapannya sudah dilakukan," ujar Jokowi di Rusun Marunda, Jakarta Utara, Senin (6/1).

Green house yang akan dibangun tersebut, kata Jokowi, menggunakan teknologi pertanian. Pihaknya bahkan melibatkan konsultan di bidang pertanian untuk memberikan penyuluhan kepada warga dalam mengembangkan green house. Pemilihan tanaman jenis sayuran dikarenakan selain dapat dikonsumsi langsung oleh warga rusun, juga dapat diproduksi dan menghasilkan pendapatan bagi warga yang menanam.

"Itu nanti dijual, lalu soal pasarnya sudah ada, kita buat itu karena sudah ada. Nanti dengan dinas yang awasi. Ini mangga sudah ditanam. Terus kita mau buat green house yang besar, ada hidroponik yang bisa memberikan tambahan income ke warga," kata Jokowi.

Ke depan jika, jika green house tersebut terbukti mampu menghasilkan pendapatan bagi warga, maka proyek tersebut juga akan dilakukan di rusun-rusun lainnya. "Ini akan kita jadikan percontohan, jika berhasil ditularkan ke rusun lainnya juga," ucapnya.

Nantinya, akan dipilih beberapa warga untuk mengelola kebun sayuran itu. Jokowi juga sudah menjanjikan pasar untuk hasil panennya. "Nanti kita pilih warga yang minta dan yang tangannya `dingin`. Kalau pasarnya sudah ada tidak perlu khawatir," kata Jokowi.

Ia pun mengatakan, untuk membangunan green house dan kebun hindroponik tersebut, pihaknya membutuhkan dana sebesar Rp 225 juta. Ia pun mengaku tak masalah mengeluarkan dana ratusan juta rupiah asalkan warga di Rusun Marunda menjadi produktif dan menambah ilmu bercocok tanam.

"Tanamnya harus dengan teknologi. Dengan ini lebih cepat menghasilkan, akhir bulan sudah panen," tandasnya.