Tampilkan postingan dengan label rusun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rusun. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 September 2016

Ahok Sumbang 55 Ekor Sapi

 Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta, menyumbangkan hewan kurban di Hari Raya Idul Adha 1437 H. Kali ini, orang nomor satu di Ibukota menyumbangkan sebanyak 7.000 kilogram sapi yang akan dibagikan kepada warga di rumah susun (rusun).


ilustrasi
" Tahun ini sumbang juga. Dibagi semua rusun saya kasih ada 7.000 kilogram"
"Tahun ini sumbang juga. Dibagi semua rusun saya kasih ada 7.000 kilogram," kata Basuki di Balai Kota, Jumat (9/9).

Basuki mengatakan, setiap satu unit rusun akan diberikan masing-masing satu kilogram daging. Semua sapi akan dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) PD Dharma Jaya, Cakung, Jakarta Timur.

"7.000 kilogram itu kira-kira 55 ekor. Setiap rumah dapat satu kilogram," ujarnya.

Pembagian daging sapi tersebut akan diserahkan kepada Unit Pengelola Teknis (UPT) masing-masing rusun yang ada di Jakarta. Sehingga pembagiannya bisa lebih tertib.

Sabtu, 20 Agustus 2016

Warga Bukit Duri di Bantu Relokasi

Sebanyak 52 kepala keluarga (KK) warga Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan rencananya akan direlokasi ke Rusun Rawa Bebek, Minggu (21/8) besok. Puluhan unit truk disiapkan untuk membantu proses pemindahan barang warga.
"52 KK itu sudah ambil kunci Kamis lalu dari 60 KK yang sudah terdata. Besok akan pindah ke rusun. Yang lain nanti akan menyusul "
"52 KK itu sudah ambil kunci Kamis lalu dari 60 KK yang sudah terdata. Besok akan pindah ke rusun. Yang lain nanti akan menyusul," ujar Mardi Youce, Lurah Bukit Duri, Sabtu (20/8).

Sementara Kasatpol PP Jakarta Selatan, Ujang Herwamawan mengaku sudah menyiapkan unit truk untuk membantu proses pemindahan barang warga.

"Benar, pak Camat sudah menghubungi saya untuk bantuan 12 truk Satpol PP dan 10 truk dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC),"

Sebelumnya, sudah 227 KK yang sudah pindah ke Rusun Rawa Bebek dari 460 KK yang terdata di RW 10, 11 dan 12 Kelurahan Bukit Duri. Warga terelokasi adalah yang tinggal sesuai dengan peta bidang yang terkena dampak normalisasi Kali Ciliwung.

Jumat, 28 Agustus 2015

Rusun Jatinegara Barat Terbaik di DKI

Rusun Jatinegara Barat yang berada di pusat kota, atau sekitar 50 meter dari Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, dinilai merupakan rusun terbaik yang ada di ibu kota.
"Bila dibandingkan rusun lain, ini merupakan yang terbaik. Kita akan jaga agar rusun kita ini tetap dalam kondisi baik "
"Bila dibandingkan rusun lain, ini merupakan yang terbaik. Kita akan jaga agar rusun kita ini tetap dalam kondisi baik," kata Sayid Ali, Kepala Unit Pengelola Rusun Wilayah III, Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, Jumat (28/8).

Mewahnya Rusun Jatinegara Barat seolah menepis anggapan sebagian orang yang menyebutkan rusun yang dikelola pemerintah kerap terlihat kumuh dan semrawut.

Berbeda dengan kebanyakan rusun pemerintah lain, secara fasilitas, warga dimanjakan sebanyak 10 lift dan CCTV. Belum lagi fasilitas unit memiliki dua kamar, dapur basah dan balkon untuk menjemur bermaterial bagunan layaknya apartemen. Di setiap selasar lantai pun dilengkapi sprinkler lengkap berikut sensor kebakaran.

Secara letak, posisinya yang berada sekitar 50 meter dari terminal Kampung Melayu dan 150 meter dari Stasiun Tebet pun memudahkan warga mengakses layanan transportasi publik. Sedangkan Pasar Jatinegara sebagai pasar terbesar di Jakarta Timur pun hanya berjarak sekitar 350 meter saja.

Sayid Ali mengatakan, sebagai biaya perawatan, setiap bulannya para penghuni yang merupakan warga relokasi Kampung Pulo, hanya dipungut biaya Rp 300 ribu.

Biaya tersebut sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah.

"Untuk teralis sudah mulai dipasang di setiap jendela unit," ujar Sayid.

Fasilitas tambahan yang sudah masuk diantaranya, layanan klinik kesehatan, tempat sampah pilah, perpustakaan anak dan sarana olah raga tenis meja. Nantinya, fasilitas dan sarana seperti PAUD, gerobak usaha dan lain-lain dalam proses menyusul.

Kamis, 27 Agustus 2015

DKI Pastikan Harga Sewa Rusun Jatinegara Barat Tidak Akan Naik

Pemprov DKI Jakarta memastikan tidak akan menaikkan harga sewa Rusun Jatinegara Barat yang ditempati warga Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur.
" Tidak akan ada kenaikkan harga sewa"
"Tidak akan ada kenaikkan harga sewa. Mereka tetap‎ dikenakan harga sewa unit Rp300 ribu per bulan," kata Ika Lestari Aji, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, Rabu (26/8).

Ika menegaskan, warga Kampung Pulo yang terkena‎ proyek normalisasi Sungai Ciliwung itu diberikan fasilitas hunian di Rusun Jati‎negara Barat dengan biaya sewa atau iuran pemeliharaan sebesar Rp 300 ribu per bulan atau Rp10 ribu per hari.

"‎Bahkan tiga bulan pertama, mereka dibebaskan biaya sewa," ujar Ika.

Ika menjelaskan, biaya sewa rusun sebesar Rp 300 ribu per bulan ‎itu sudah termasuk biaya kebersihan, listrik dan air. Sehingga bisa dipastikan tak ada lagi biaya tambahan lain yang akan dibebankan kepada masyarakat Kampung Pulo.

Mantan Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara ini mengimbau kepada seluruh warga Kampung Pulo yang telah menempati unit Rusun Jatinegara Barat agar tidak perlu lagi merasa khawatir. 

"Saya imbau warga jangan lagi resah dan merasa khawatir. Pemprov DKI tidak mau membebani warga selama tinggal di rusun," tandas Ika.

Pemprov Jakarta Akan Bangun Rusunawa 18 Lantai di Kampung Pulo

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama berencana membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) setinggi 16-18 lantai di Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur.
"Saya mau bikin tempat wisata. Nanti saya bikinin rusun 16 atau 18 lantai, ada hutan dan wisata air Ciliwung yang bersih "
Selain membangun rusunawa, kata Basuki, di sekitar areal Kampung Pulo nantinya akan dibuatkan wisata air sepanjang aliran Kali Ciliwung di kawasan tersebut.

"‎Kampung Pulo saya mau tinggiin. Saya mau bikin tempat wisata. Nanti saya bikinin rusun 16 atau 18 lantai, ada hutan dan wisata air Ciliwung yang bersih. Bisa buat jualan di bawah juga,"

Basuki menuturkan, pihaknya akan berupaya mengembalikan Kampung Pulo seperti saat zaman penjajahan Belanda dengan membangun wisata air di kawasan tersebut. Hal ini sesuai dengan nama dari Kampung Pulo yang diartikan kampung di tengah pulau.

"Jadi Kampung Pulo itu adalah kampung di tengah pulau. Di tengah itu baru asli Kampung Pulo, dari zaman Belanda ada," terang Basuki.

Dikatakan Basuki, setelah rusunawa rampung dibangun, warga Kampung Pulo bisa menempatinya dengan cukup membayar sewa Rp 300 ribu per bulan atau Rp 10 ribu per harinya.

"Kita bikin deh apartemen di tengah. Mereka tinggal seumur hidup. Saya subsidi, tinggal bayar biaya pemeliharaan saja. Nanti kalau di rusun ada engsel pintu rusak, kami yang akan kerjain," jelas Basuki.

Selasa, 18 Februari 2014

Jokowi Galakkan Pertanian Hidroponik Di Rusun

Jokowi Galakkan Pertanian Hidroponik Di Rusun

Di tengah keterbatasan lahan di ibu kota, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, coba menggalakkan sistem pertanian dengan konsep hidroponik. Untuk percontohan rumah hidroponik telah dibangun di Rusun Marunda, Jakarta Utara. Direncanakan, konsep pertanian tanpa menggunakan tanah ini juga akan dilakukan di sejumlah rusun di wilayah DKI Jakarta.

Saat ini, rumah hidroponik seluas 4 x 16 meter itu masih dalam tahap perampungan setelah dibangun sekitar satu bulan lalu. Tahap awal, akan ditanam sayur-sayuran dengan media air yang ditampung dalam pipa.

Sebelum meninjau rumah hidroponik, Jokowi juga meninjau Waduk Marunda dan Rusun Marunda, Cilincing.

"Saya hanya meninjau pertanian ini yang akan dibuat konsep pertanian di tengah kota. Nantinya akan ditanam berbagai macam sayur-sayuran," ujar Jokowi yang ditemui di Rusun Marunda, Jakarta Utara, Selasa (18/2).‬

Mantan Walikota Solo itu mengatakan, proses penanaman akan dilakukan pada Sabtu (22/2) nanti. "Untuk selanjutnya nanti saya cerita kan Sabtu besok. Karena proses penanamannya baru dilaksanakan sabtu besok, masih rahasia toh," tuturnya.

Kepala Unit Pengelola Rusun Sewa (UPRS) Wilayah I, Maharyadi mengatakan, rumah hidroponik itu memiliki luas 4 x 16 meter. Di dalamnya, terpasang pipa paralon bersusun 4 tingkat sebanyak 3 baris.

"Nanti teknologi penanamannya menggunakan media air yang ditampung dalam paralon itu. Airnya diberi nutrisi sesuai dengan kebutuhan tanaman," ujarnya.

Sebagai tahap awal, tambah Maharyadi, jenis sayuran yang ditanam adalah sawi sebagai percobaan. Ke depannya, akan dilakukan alih teknologi pengelolaan kepada warga.

"Ini merupakan CSR dari perusahaan dan akan diserahkan kepada warga. Bila berhasil ini akan diterapkan ke unit rusun lain,"

Sumber: beritajakarta

Selasa, 07 Januari 2014

Cabe-cabean Bikin Betah Warga Rusun Marunda

Cabe-cabean Akan Bikin Betah Warga Rusun Marunda , karena sebentar lagi suasana di Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, yang masih gersang akan dihijaukan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, dengan memperbanyak tanaman sayur-mayur. Tanaman itu akan ditanam di bangunan green house senilai Rp 225 juta. Dengan kondisi lingkungan yang hijau diharapkan warga semakin betah dan nyaman tinggal di rusun (rumah susun). Terlebih, sayuran itu bisa menghasilkan pendapatan tambahan bagi warga.

"Mau dibangun green house di sini. Nanti akan ditanam tanaman hidroponik seperti sawi-sawian, cabe-cabean, kol- kolan, selada, kailan. Nanti kita lihat, persiapannya sudah dilakukan," ujar Jokowi di Rusun Marunda, Jakarta Utara, Senin (6/1).

Green house yang akan dibangun tersebut, kata Jokowi, menggunakan teknologi pertanian. Pihaknya bahkan melibatkan konsultan di bidang pertanian untuk memberikan penyuluhan kepada warga dalam mengembangkan green house. Pemilihan tanaman jenis sayuran dikarenakan selain dapat dikonsumsi langsung oleh warga rusun, juga dapat diproduksi dan menghasilkan pendapatan bagi warga yang menanam.

"Itu nanti dijual, lalu soal pasarnya sudah ada, kita buat itu karena sudah ada. Nanti dengan dinas yang awasi. Ini mangga sudah ditanam. Terus kita mau buat green house yang besar, ada hidroponik yang bisa memberikan tambahan income ke warga," kata Jokowi.

Ke depan jika, jika green house tersebut terbukti mampu menghasilkan pendapatan bagi warga, maka proyek tersebut juga akan dilakukan di rusun-rusun lainnya. "Ini akan kita jadikan percontohan, jika berhasil ditularkan ke rusun lainnya juga," ucapnya.

Nantinya, akan dipilih beberapa warga untuk mengelola kebun sayuran itu. Jokowi juga sudah menjanjikan pasar untuk hasil panennya. "Nanti kita pilih warga yang minta dan yang tangannya `dingin`. Kalau pasarnya sudah ada tidak perlu khawatir," kata Jokowi.

Ia pun mengatakan, untuk membangunan green house dan kebun hindroponik tersebut, pihaknya membutuhkan dana sebesar Rp 225 juta. Ia pun mengaku tak masalah mengeluarkan dana ratusan juta rupiah asalkan warga di Rusun Marunda menjadi produktif dan menambah ilmu bercocok tanam.

"Tanamnya harus dengan teknologi. Dengan ini lebih cepat menghasilkan, akhir bulan sudah panen," tandasnya.