Tampilkan postingan dengan label tanggul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanggul. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 November 2014

Infrastruktur Tahun Ini Lebih Siap Atasi Banjir di Jakarta

Untuk mengantisipasi datangnya musim penghujan, berbagai upaya dilakukan Sudin Pekerjaan Umum (PU) Tata Air Jakarta Pusat. Seperti, normalisasi saluran air maupun perawatan rutin terhadap sejumlah pompa. Dengan begitu, diharapkan jumlah titik rawan banjir tahun ini berkurang dibanding tahun sebelumnya.

" Kalau cuaca tidak ekstrem, Petamburan tidak akan banjir dan insya Allah tahun ini lebih baik (penanganannya)"
Kepala Sudin PU Tata Air Jakarta Pusat, Herning Wahyuningsih mengatakan, langkah mengantisipasi banjir tahun ini, pihaknya telah melakukan pemasangan sheet pile seperti di Kali Bendungan, Cempaka Putih dan pemasangan saringan otomatis di beberapa rumah pompa.



"Kalau infrastruktur sudah ada kemajuan di bandingkan tahun lalu. Kalau cuaca tidak ekstrem, Petamburan tidak akan banjir dan insya Allah tahun ini lebih baik (penanganannya)," ujar Herning, Minggu (16/11).

Dikatakan Herning, untuk lokasi rawan banjir di Jakarta Pusat terdapat di wilayah Petamburan, Tanah Abang. Sedangkan sheet pile di Kanal Banjir Barat (KBB) masih terdapat kebocoran, namun pihaknya tak bisa melakukan perbaikan lantaran KBB merupakan kewenangan Kementerian PU.

"Tapi kami sudah bersurat ke Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU untuk melakukan pengecekan dalam rangka mengantisipasi datangnya musim penghujan,

Minggu, 02 Februari 2014

Tanggul Di Pantai Utara Jakarta akan diperkuat


Salah satu cara mengantisipasi banjir, khususnya rob yang kerap melanda wilayah Jakarta Utara, tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI akan membangun kembali tanggul di pantai utara Jakarta. Terlebih hingga kini sepanjang 6 kilometer pantai utara Jakarta belum ditanggul.

Kepala Dinas PU DKI, Manggas Rudi Siahaan mengatakan, untuk penanganan rob, pihaknya akan memasang sheetpile sepanjang 6 kilometer di pantai utara Jakarta untuk mengatasi rob. "Diharapkan ini bisa mengurangi dampak rob yang sering melanda wilayah Jakarta Utara," ujar Manggas, Minggu (2/2).

Dikatakan Manggas, piaknya juga akan melengkapi pintu air dan pompa dengan kapasitas besar di enam sungai mulai dari, Kali Kamal Muara, Kali Angke, Kali Karang, Kali Marina, Kali Sentiong dan Kali Sunter. "Kalau sheetpile sepanjang 6 kilometer di pantai utara ini rampung, ditambah dengan pompa air kapasitas besar, maka diharapkan masalah rob itu bisa teratasi," katanya.

Rencananya, sambung Manggas, pekerjaan tersebut akan dilakukan mulai tahun ini dan rampung pada pertengahan 2016 mendatang. Karena untuk proses pekerjaan memakan waktu dua hingga tiga tahun ke depan.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PU untuk pengerukan 13 sungai yang ada di Jakarta. Sehingga banjir di ibu kota bisa berkurang meski secara bertahap. "Kemudian kita juga minta pengerukan sungai-sungai termasuk penguatan tanggul, karena ini di bawah kewenangan Kementerian PU," katanya.

Untuk penanganan banjir lainnya, sambung Manggas, yakni memperbaiki seluruh pompa yang rusak akibat terendam banjir. "Seluruh pompa yang ada di pintu air di Jakarta sesuai dengan standar. Jadi memang harus ada perawatan,"

Selasa, 21 Januari 2014

Kebon Baru Terendam 3 Meter, Karena Tanggul Ciliwung Jebol

Lantaran tak kuat menahan derasnya arus air, sebuah tanggul di bantaran Kali Ciliwung, tepatnya di Jl H Bawah, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, jebol hingga sepanjang 15 meter. Akibatnya, ratusan rumah di sepanjang bantaran kali tergenang hingga mencapai 3 meter. 

Jebolnya tanggul cukup mengejutkan warga setempat yang sedang terlelap tidur. Beruntung petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, TNI/Polri sigap melakukan evakuasi warga.

Asep (50), warga RT 14/04, Kelurahan Kebon Baru mengatakan, saat tanggul tersebut jebol terdengar suara gemuruh yang kencang dan aliran air langsung menggenagi rumah warga. "Sekitar pukul 23.00 itu terdengar suara kencang, bergemuruh. Air saat ini semakin meninggi dan sudah mencapai 3 meter, kemungkinan akan terus bertambah tinggi," ujarnya, Rabu (22/1).

Jebolnya tanggul itu, kata Asep, sangat mengkhawatirkan warga lantaran ketinggian air terus meningkat. Petugas juga sudah melakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih tinggi. "Sebagian warga sudah menyelamatkan diri masing-masing karena ketinggian air terus meninggi," katanya.

Kepala Seksi BPBD DKI Jakarta, Bambang Surya Putra mengatakan, saat ini di lokasi jebolnya tanggul sedang dilakukan evakuasi warga. Namun, tempat evakuasi warga belum ditentukan, karena petugas tengah fokus pada proses evakuasi terlebih dahulu. "Belum ditempatkan, masih proses evakuasi," ucapnya.

Bambang menambahkan, banjir yang diakibatkan luapan Kali Ciliwung malam ini dilaporkan terjadi akan lebih tinggi dari yang terjadi pada 18 Januari 2014 lalu. Untuk itu, warga diminta lebih waspada dan berhati-hati mengingat arus banjir yang sangat kuat. Terlebih, informasi terakhir pada pukul 00.00, Pintu Air Manggarai telah siaga 2 dengan ketinggian 890 sentimeter. "Diperkirakan puncak banjir kiriman akan masuk ke Manggarai pukul 02.00,"