Rabu, 05 Februari 2014

Air Waduk Pluit Meluap


Tingginya volume air yang masuk ke Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, menyebabkan ketinggian air dalam waduk meningkat. Waduk yang tak mampu menampung air lagi, karena ketinggiannya sudah mencapai +98, sekitar pukul 18.00 akhirnya menumpahkan isinya hingga menyebabkan pemukiman warga di sekitar waduk tergenang setinggi 100 sentimeter.

Selama ini selain menampung air hujan, aliran dari Kanal Banjir Barat (KBB) juga ditampung di Waduk Pluit. Belum lagi limpahan dari sepuluh kali di Jakarta di antaranya, Kali Opak, Kali Pakin dan Kali Krukut.

Akibat limpasan air waduk, setidaknya 7 RT di RW 17 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, terendam. Ketinggian air antara 10-100 sentimeter menyebabkan sebanyak 250 warga harus mengungsi di Rusun Muara Baru.

Penanggung Jawab Stasiun Pompa Waduk Pluit, Joko mengatakan, ketinggian air dalam waduk terus meningkat sejak pagi tadi, dan puncaknya mencapai ketinggian +98 pada pukul 18.00 tadi.

"Sekarang sudah bertahan, airnya tidak bertambah lagi. Kalau sudah mencapai puncak, biasanya 3 jam kemudian baru akan mulai menurun dengan catatan tidak terjadi hujan dan ada kiriman lagi," jelasnya, Rabu (5/2).

Diakui Joko, saat ini dari 7 pompa yang ada di lokasi tersebut, hanya 6 saja yang dapat diaktifkan untuk memompa air. Sedangkan satu lagi, masih dalam perbaikan.

Sementara itu, Lurah Penjaringan, Suranta mengatakan, ketinggian air di wilayahnya bervariasi antara 10-100 sentimeter terjadi di RT 01, 07, 15, 16, 18, 19 dan RT 21 RW 17, Penjaringan.

"Yang paling parah itu di RT 19, mencapai ketinggian 100 sentimeter. Pengungsian, sementara yang terdata ada 250 warga di Rusun Muara Baru,"

Sumber: berita jakarta

Jokowi Terus Perjuangkan Pengadaan 200 Truk Sampah


Meski usulan pembelian 200 truk sampah ditolak DPRD DKI Jakarta, tidak membuat menyerah Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Bahkan, Jokowi akan memperjuangkan usulan itu dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan mendatang. Mengingat truk-truk tersebut sangat dibutuhkan di Jakarta untuk mengganti truk sampah yang sudah usang dengan usia pakai rata-rata 15 hingga 30 tahun.



“Akan saya usulkan terus, sampai diberikan anggarannya, sampai disetujui anggarannya. Tapi, lagi-lagi hak budgeting ada di dewan,” kata Jokowi usai meresmikan peluncuran operasionalisasi BKTB di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Rabu (5/2).

Jokowi pun membantah pernyataan Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI M Sanusi yang mengatakan anggaran pengadaan 200 truk sampah tidak pernah dimasukkan ke dalam APBD DKI 2014. Dirinya sangat yakin anggaran sudah dimasukkan ke dalam Rancangan APBD DKI 2014. “Ada kok anggarannya. Kami sudah masukkan ke dalam RAPBD DKI 2014. Tapi, itu tidak disetujui. Ditolak sama dewan. Kalau ditolak dewan ya sudah. Tanya alasannya sama dewan kenapa ditolak?” tanyanya.

Diakui Jokowi, alasan penolakan dewan tersebut lantaran truk sampah yang baru akan dikelola pihak ketiga, merupakan alasan yang tidak masuk akal. “Masa saya tidak mengerti manajemen. Kalau truk sampah dikelola swasta tinggal dipotong biaya transportasinya saja. Kok sulit-sulit amat mikirnya. Ya ngertilah arahnya mau ke mana? Muaranya mau ke mana?” sindir Jokowi.

Saat ini, lanjut Jokowi, dirinya tidak akan melakukan lobi-lobi lagi untuk meloloskan usulan anggaran tersebut. Pasalnya, APBD DKI 2014 sudah disahkan dan saat ini sedang dikoreksi oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri). “Saya tidak mau lobi-lobi apa pun. Lagian lobinya dengan cara apa? Diajak bicara saja? Gini loh, anggaran 200 truk sampah tidak disetujui dewan, ya tidak apa-apa karena hak budgeting ada di dewan, tapi terus kita usulkan,”


Sumber: berita jakarta

Selasa, 04 Februari 2014

DKI Tambah 10 Puskesmas Rawat Inap


DKI Tambah 10 Puskesmas Rawat Inap meningkatan pelayanan kesehatan, dengan menambah puskesmas rawat inap terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Ya, untuk menunjang program Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang kini melebur dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tahun ini, Pemprov DKI akan menambah 10 puskesmas yang dilengkapi kamar rawat inap.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dien Emmawati mengatakan, saat ini di Jakarta sudah terdapat 25 puskesmas rawat inap. Ke depan, puskesmas baik tingkat kecamatan maupun kelurahan akan didorong untuk menjadi Rumah Sakit (RS) Tipe D. "Tahun ini 10 puskesmas kita tingkatkan dengan dilengkapi fasilitas rawat inap. Selain itu, beberapa puskesmas juga akan direhab total," ujar Dien di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (4/2).

Data dari Dinas Kesehatan DKI menyebutkan puskesmas yang akan ditingkatkan dengan fasilitas rawat inap yakni, Puskesmas Kecamatan Tanah Abang yang akan direhab total dengan anggaran Rp 25 miliar. Kemudian Puskesmas Tanjung Priok dengan nilai anggaran Rp 28 miliar. Sementara, Puskesmas Pasar Minggu akan dilakukan pengembangan rawat inap dengan anggaran Rp 8,5 miliar.

Selain itu, rehab total dan pembangunan rawat inap juga dilakukan di Puskesmas Kecamatan Pancoran dengan anggaran Rp 22,5 miliar. Lalu, rehab total Puskesmas Kecamatan Cakung menjadi Puskesmas Rawat Inap dengan anggaran Rp 22,5 miliar. Kemudian, pembangunan puskesmas rawat inap di Kecamatan Cipayung yang menelan anggaran Rp 25 miliar. Kemudian rehab total Puskesmas Kecamatan Makasar dengan anggaran Rp 22,5 miliar, Puskesmas Kecamatan Matraman Rp 22,5 miliar, dan Puskesmas Kecamatan Pulogadung dengan anggaran Rp 22,5 miliar.

Sementara itu, beberapa puskesmas juga akan ditambah fasilitasnya seperti pengadaan alat kesehatan Puskesmas Kecamatan Pademangan dengan anggaran Rp 4 miliar, pengadaan alat non kesehatan di Puskesmas Kecamatan Pademangan Rp 1 miliar, serta sewa tempat untuk Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok Rp 600 juta.

Dikatakan Dien, dengan penambahan 10 puskesmas rawat inap, maka secara keseluruhan di DKI Jakarta terdapat 35 puskesmas yang dilengkapi dengan fasilitas ruang rawat inap. Bahkan, puskesmas tersebut juga sudah dilengkapi dengan dokter spesialis dan alat-alat kesehatan terbaru. Saat ini pelayanan puskesmas di DKI Jakarta pun sudah dapat disetarakan dengan RSUD, atau paling tidak RS tipe D.

Untuk menjadi RS tipe D, tambah Dien, puskesmas harus memenuhi syarat memiliki sedikitnya 40 tempat tidur, dilengkapi dengan dokter spesialis dan pasiennya berjumlah 850 hingga 1.000 per hari. "Kalau kriteria sesuai, maka akan kita coba dorong puskesmas untuk menjadi rumah sakit tipe D. kalau kapasitas dinaikan, maka puskesmas akan optimal memberikan layanan primer. Pasien bisa ditampung di situ dan masyarakat akan lebih puas,"


Sumber: berita jakata

Pembebasan Lahan Untuk Waduk Ciawi Dipercepat


 Pembebasan Lahan Untuk Waduk Ciawi Dipercepat  banjir yang terus mengancam wilayah Jakarta dan sekitarnya membuat ide pembangunan Waduk Ciawi tidak bisa ditawar-tawar lagi. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo ditemani Bupati Bogor, Rachmat Yasin, telah menyempatkan diri melihat lokasi yang akan dijadikan Waduk Ciawi. Karena, pada pada bulan Februari ini akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat yang akan terkena dampak dari pembangunan tersebut.

Meskipun telah tahu lokasi proyek yang akan dibangun, Jokowi juga tidak ingin menunjuk secara pasti titik yang akan dibangun. Karena dikhawatirkan jika ditunjuk sekarang harga tanah justru akan melambung. Pria yang akrab disapa Jokowi ini, hanya menunjukkan lokasi dari kejauhan yakni dari Jalan Raya Puncak, Bogor. "Itu loh lihat Waduk Megamendung (Ciawi). Kira-kira di situ, kurang lebih lah," kata Jokowi, di Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2).

Menurut Jokowi, titik koordinat untuk Waduk Ciawi sudah ditentukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Namun, karena kondisi tanah yang banyak bebatuan maka titiknya diubah, sehingga masuk ke kawasan Megamendung. "Titik koordinat sudah ada. Jadi nanti waduknya di Megamendung, Desa Cipayung. Agak bawahnya itu Waduk Sukamahi," ujarnya.

Rencananya pada bulan Februari ini akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. Nantinya warga akan mendapatkan ganti rugi atas tanah yang akan dibuat waduk. Untuk pembebasan lahan akan dibebankan ke Pemprov DKI Jakarta, yakni sebesar Rp 1,2 triliun. Sementara untuk pembangunan fisik akan dilakukan oleh Kementerian PU, dengan anggaran Rp 1,9 triliun. "Februari sosialisasi selesai tinggal pendataan dan pemetaan bidang," jelasnya.

Waduk Ciawi atau Megamendung akan dibangun seluas 107 hektar. Nantinya waduk tersebut mampu menampung 11,8 juta meter kubik air. Sehingga aliran Sungai Ciliwung dapat ditampung ke waduk tersebut.

Bupati Bogor, Rachmat Yasin mengatakan, di kawasan Megamendung, ada 144 kepala keluarga (KK) yang tanahnya harus dibebaskan. Ia berjanji akan langsung melakukan sosialisasi. "Kita akan cepat lakukan sosialisasi kepada warga. Agar pekerjaan juga bisa segera dilakukan,"

Berita jakarta

Minggu, 02 Februari 2014

Leptospirosis Ancaman Setelah Banjir


Banjir yang menerjang kota Jakarta sejak beberapa pekan lalu rupanya masih menyisakan berbagai persoalan baik bagi pemerintah maupun bagi para korban banjir. Salah satunya, mengenai ancaman penyakit yang kerap timbul pasca banjir, seperti leptospirosis atau penyakit kencing tikus.

"Jadi, saat banjir itu kan tikus lari kemana-mana, dan pasti kencing. Nah air yang terkontaminasi dengan urin tikus ini ada bakterinya dan bahaya kalau terkena bagian tubuh yang sedang luka," ujar Kurnianto Amin, Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Selatan, Sabtu (1/2).

Dikatakan Kurnianto, bakteri yang terkandung di urin tikus bisa bertahan di derajat keasaman (pH) normal dengan jangka waktu 4 minggu. Masa inkubasi dari leptospirosis sendiri antara 2 sampai 3 minggu. "Harus dikenali gejala awal dari penyakit ini," ucapnya.

Pada gejala awal, kata Kurniato, biasanya penderita akan mengalami nyeri di kepala, nyeri otot, dan badan menggigil. Jika sudah dalam tahap lanjut, gejala terkadang disertai dengan adanya pendarahan, gagal ginjal, dan penyakit kuning.

Oleh karena itu, imbuh Kurnianto, jika ada warga korban banjir yang mulai kurang sehat segera datang ke pos-pos kesehatan atau puskesmas terdekat. "Kalau mulai kurang sehat langsung ke pos kesehatan atau puskesmas, biar bisa dideteksi lebih dini, kan gratis juga," tuturnya.

Ditambahkan Kurnianto, untuk tahap awal pengobatannya cukup mudah. Penderita hanya harus mengkonsumsi obat antibiotik. "Itu kalau awalnya saja minum antibiotik juga sembuh. Makanya jangan sampai parah," ucapnya.

Sebagai langkah pencegahan, lanjut Kurnianto, warga harus berhati-hati saat melewati genangan. Sementara itu, pihaknya sudah menyiapkan cairan antiseptik untuk lisoliasi saat banjir mulai surut. "Nanti kita lisoliasi, air sumurnya dikaporitisasi, dan setelah surut benar baru di fogging,"

Ketua RT Diduga Gelapkan Bantuan Banjir


Ketua RT Ad alias Rembo Diduga Gelapkan Bantuan Banjird,,,sungguh tidak patut ditiru. Sebagai Ketua RT 13/03 Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, ia bukannya menjaga amanah bantuan banjir dari para dermawan, justru malah diduga menggelapkan bantuan tersebut.

Sejumlah bantuan korban banjir yang diduga digelapkannya berupa beras, mie instan, susu dan air mineral, yang semuanya mencapai dua mobil boks. Seluruh bantuan tersebut disimpan di kawasan Prumpung, Cipinang Besar Utara, Jatinegara.

"Masa bantuan korban banjir disimpan di Prumpung, jauh banget. Jangan-jangan dijualin itu bantuannya. RT lain saja semuanya disimpan di posko pengungsian, sehingga warga yang butuh langsung diberikan," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (31/1).

Warga menduga, kejadian seperti itu sudah sering dilakukan, karena bantuan dari berbagai pihak mendadak hilang dari posko banjir. Setelah diselidiki, diduga bantuan tersebut digelapkan oleh oknum ketua RT tersebut. Karena kesal, warga pun melaporkan kejadian itu ke pihak kelurahan dan kecamatan. Sejauh ini, Rembo sendiri belum dapat dikonfirmasi atas dugaan tersebut. Karena yang bersangkutan sulit ditemui.

Wakil Lurah Kampung Melayu, Nazimudin membenarkan, adanya kasus tersebut. Pihaknya langsung memproses dugaan penggelapan bantuan korban banjir yang dilakukan oleh oknum Ketua RT 13/03 Kampung Pulo. Hasil pemeriksaan, diketahui memang sejumlah barang bantuan korban banjir itu disimpan di salah satu rumah saudara Rembo di Prumpung. Saat ditanya, Rembo berdalih karena rumahnya kebanjiran sehingga bantuan diamankan di rumah saudaranya tersebut.

Namun, karena mencurigakan pihak kelurahan meminta Rembo membuat surat pernyataan tidak melakukan penggelapan bantuan korban banjir. Selanjutnya kasus tersebut diserahkan ke Polsek Jatinegara. "Kasusnya sudah kita serahkan ke Polsek Jatinegara, karena diduga ada unsur pidananya. Yang bersangkutan juga sudah membuat pernyataan tidak menjual barang-barang bantuan korban banjir," ujar Nazimudin.

Bahkan, dalam surat pernyataannya. Ia mengaku telah menyalurkan bantuan ke warga korban banjir di RW 02 dan 03 Kampung Pulo, lengkap dengan dokumentasinya.

Camat Jatinegara, Sofyan Taher menegaskan, pihaknya menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian karena menyangkut ranah hukum. Ia juga meminta agar Rembo dipecat dari pengurus RT untuk mencegah hal-hal tak diinginkan. Apalagi kabar beredar di masyarakat, aksi penggelapan itu sering dilakukan saat musim banjir.

"Kalau terbukti bersalah pecat saja, tapi yang pantas memecatnya adalah warga. Karena yang memilih dia jadi ketua RT warganya. Kami juga sudah minta pada Polsek Jatinegara untuk menindaklanjuti kasus ini. Apalagi yang bersangkutan telah mengakui memindahkan bantuan korban banjir ke Prumpung dengan alasan untuk pengamanan,"

Sumber: berita jakarta

Tanggul Di Pantai Utara Jakarta akan diperkuat


Salah satu cara mengantisipasi banjir, khususnya rob yang kerap melanda wilayah Jakarta Utara, tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI akan membangun kembali tanggul di pantai utara Jakarta. Terlebih hingga kini sepanjang 6 kilometer pantai utara Jakarta belum ditanggul.

Kepala Dinas PU DKI, Manggas Rudi Siahaan mengatakan, untuk penanganan rob, pihaknya akan memasang sheetpile sepanjang 6 kilometer di pantai utara Jakarta untuk mengatasi rob. "Diharapkan ini bisa mengurangi dampak rob yang sering melanda wilayah Jakarta Utara," ujar Manggas, Minggu (2/2).

Dikatakan Manggas, piaknya juga akan melengkapi pintu air dan pompa dengan kapasitas besar di enam sungai mulai dari, Kali Kamal Muara, Kali Angke, Kali Karang, Kali Marina, Kali Sentiong dan Kali Sunter. "Kalau sheetpile sepanjang 6 kilometer di pantai utara ini rampung, ditambah dengan pompa air kapasitas besar, maka diharapkan masalah rob itu bisa teratasi," katanya.

Rencananya, sambung Manggas, pekerjaan tersebut akan dilakukan mulai tahun ini dan rampung pada pertengahan 2016 mendatang. Karena untuk proses pekerjaan memakan waktu dua hingga tiga tahun ke depan.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PU untuk pengerukan 13 sungai yang ada di Jakarta. Sehingga banjir di ibu kota bisa berkurang meski secara bertahap. "Kemudian kita juga minta pengerukan sungai-sungai termasuk penguatan tanggul, karena ini di bawah kewenangan Kementerian PU," katanya.

Untuk penanganan banjir lainnya, sambung Manggas, yakni memperbaiki seluruh pompa yang rusak akibat terendam banjir. "Seluruh pompa yang ada di pintu air di Jakarta sesuai dengan standar. Jadi memang harus ada perawatan,"

Kamis, 30 Januari 2014

Jakarta Akan Bangun Waduk Di Pesisir Utara Jakarta


Untuk mengatasi banjir di wilayah barat dan utara, Pemprov DKI akan membangun sejumlah waduk di kawasan pesisir pantai utara Jakarta. Sedangkan untuk mengatasi banjir di kawasan timur, akan dilakukan penataan pemukiman warga di bantaran Ciliwung, tepatnya di kawasan Kampung Pulo.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, upaya penanganan banjir ke depan akan dilakukan pembuatan waduk dekat Kali Tunjungan, Kamal Muara, atau tepatnya di pinggir tol seluas 90 hektare. Selain itu juga di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) akan dibuatkan waduk 30 hektare dan Marunda 50 hektare.




“Selain itu, beberapa kali seperti Kali Angke belum seluruhnya di site pile dan akan dikerjakan,” ujarnya, Kamis (30/1).

Selain itu, pria yang kerap disapa Ahok itu juga menyoroti keberadaan pemukiman di bantaran dan waduk yang menjamur di beberapa lokasi. Di antaranya seperti pemukiman Muara Baru dan Kampung Pulo yang menurutnya butuh penataan agar terbebas dari banjir.

"Kampung Pulo sampai kiamat akan banjir, karena berada di bantaran sungai. Kemudian di Muara Baru, pemukiman berada di balik tembok tipis, kalau terjadi rob setinggi 2,8 meter tentu membahayakan nyawa warga," tegasnya.

Sebagai solusi, menurut Ahok, kini pihaknya tengah merencanakan membangun beberapa rusun sebagai tempat relokasi warga. "Untuk memindahkan saudara-saudara kita di Muara Baru, sedang kita siapkan lahan seluas 6,5 hektare di Muara Baru untuk rusun. Sehingga jangan sampai rob datang, saudara kita di Muara Baru ada yang meninggal,"

39 Kelurahan Di DKI Kebanjiran


Sebanyak 21 kelurahan di 11 kecamatan di DKI terendam banjir, hari ini, Kamis (30/1) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat sedikitnya ada 39 kelurahan dan 18 kecamatan di DKI yang mengalami kebanjiran dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 10-350 cm. Hal tersebut disebabkan karena air kiriman dari Bendung Katulampa, Bogor, Jawa Barat, yang bermuara ke Sungai Ciliwung.

Kepala Bidang (Kabid) Informatika Pengendalian BPBD DKI Jakarta, Edy Junaedi Harahap mengatakan, imbas dari terendamnya 39 kelurahan dari 18 kecamatan itu mengakibatkan, sebanyak 15.078 jiwa warga diungsikan di 58 titik pengungsian.

Pihaknya saat ini juga terus memantau ketinggian air di Pintu Air Manggarai. Saat ini di pintu air tersebut masih dalam posisi siaga 3 dengan ketinggian air 825 cm. "Kita akan terus pantau ketinggian air di Manggarai. Tapi sudah pasti daerah yang berada di aliran Ciliwung mulai Rawajati, Kebon Baru, Bidara Cina, Kampung Melayu, dan Kalibata, akan terendam jika di Depok sudah siaga 1," kata Edy, Kamis (30/1).

Dikatakan Edy, jika di Pintu Air Manggarai ketinggiannya sudah mencapai 975 cm dengan terpaksa pihaknya akan membuka Pintu Air Ciliwung Lama, yang mengarah ke Istana. Tujuannya agar aliran air terbagi, sehingga beban air tidak hanya berada di Kanal Banjir Barat (KBB) saja. "Kita akan terus pantau nanti di Manggarai sampai ketinggian berapa. Kalau 975 cm harus ada pembukaan pintu Ciliwung Lama, yang otomatis daerah Kalipasir dan Gunung Sahari kemungkinan ikut terendam," ujarnya.

Data dari BPBD DKI, untuk wilayah yang terendam di Jakarta Timur yakni 16 kelurahan di antaranya di Kelurahan Kampung Melayu, Kelurahan Bidara Cina, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kelurahan Cipinang Muara, Kelurahan Cililitan, Kelurahan Cawang, Kelurahan Lubang Buaya, Kelurahan Setu, Kelurahan Cilangkap, Kelurahan Bambu Apus, Kelurahan Pondok Rangon, Kelurahan Makassar, Kelurahan Cipinang Melayu, Kelurahan Pondok Bambu, Kelurahan Kampung Rambutan, dan Kelurahan Cibubur. Total jumlah pengungsi di wilayah tersebut mencapai 9.458 jiwa yang ditampung di 43 lokasi pengungsian.

Kemudian di Jakarta Selatan ada di 10 kelurahan di antaranya, Kelurahan Manggarai, Kelurahan Bukit Duri, Kelurahan Kebon Baru, Kelurahan Petukangan Selatan, Kelurahan Bangka, Kelurahan Pondok Pinang, Kelurahan Petogogan, Kelurahan Pejaten Timur, Kelurahan Jatipadang, dan Kelurahan Karet Semanggi. Total pengungsi sebanyak 1.560 jiwa ditampung di 9 lokasi.

Sementara di Jakarta Pusat ada satu kelurahan yang terendam banjir yakni Kelurahan Karet Tengsin. Di wilayah ini tidak ada pengungsi. Semua warga masih bertahan di rumah masing-masing. Sedangkan di Jakarta Barat ada tujuh kelurahan yang terendam yakni di Kelurahan Kapuk, Kelurahan Jelambar Baru, Kelurahan Kembangan Utara, Kelurahan Kembangan Selatan, Kedoya Selatan, Kedoya Utara, Sukabumi Utara, dan Kelurahan Tegal Alur. Total pengungsi sebanyak 2.830 jiwa di 6 lokasi.

Di Jakarta Utara ada lima kelurahan yang terendam yakni di Kelurahan Kapuk Muara, Kelurahan Penjagalan, Kelurahan Penjaringan, Kelurahan Kamal Muara, dan Kelurahan Kelapa Gading Timur. Di wilayah ini juga tidak ada pengungsi.39 Kelurahan Di DKI Kebanjiran