Tampilkan postingan dengan label rob. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rob. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Februari 2014

Tanggul Di Pantai Utara Jakarta akan diperkuat


Salah satu cara mengantisipasi banjir, khususnya rob yang kerap melanda wilayah Jakarta Utara, tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI akan membangun kembali tanggul di pantai utara Jakarta. Terlebih hingga kini sepanjang 6 kilometer pantai utara Jakarta belum ditanggul.

Kepala Dinas PU DKI, Manggas Rudi Siahaan mengatakan, untuk penanganan rob, pihaknya akan memasang sheetpile sepanjang 6 kilometer di pantai utara Jakarta untuk mengatasi rob. "Diharapkan ini bisa mengurangi dampak rob yang sering melanda wilayah Jakarta Utara," ujar Manggas, Minggu (2/2).

Dikatakan Manggas, piaknya juga akan melengkapi pintu air dan pompa dengan kapasitas besar di enam sungai mulai dari, Kali Kamal Muara, Kali Angke, Kali Karang, Kali Marina, Kali Sentiong dan Kali Sunter. "Kalau sheetpile sepanjang 6 kilometer di pantai utara ini rampung, ditambah dengan pompa air kapasitas besar, maka diharapkan masalah rob itu bisa teratasi," katanya.

Rencananya, sambung Manggas, pekerjaan tersebut akan dilakukan mulai tahun ini dan rampung pada pertengahan 2016 mendatang. Karena untuk proses pekerjaan memakan waktu dua hingga tiga tahun ke depan.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PU untuk pengerukan 13 sungai yang ada di Jakarta. Sehingga banjir di ibu kota bisa berkurang meski secara bertahap. "Kemudian kita juga minta pengerukan sungai-sungai termasuk penguatan tanggul, karena ini di bawah kewenangan Kementerian PU," katanya.

Untuk penanganan banjir lainnya, sambung Manggas, yakni memperbaiki seluruh pompa yang rusak akibat terendam banjir. "Seluruh pompa yang ada di pintu air di Jakarta sesuai dengan standar. Jadi memang harus ada perawatan,"

Kamis, 21 November 2013

TANGGUL LAUT RAKSASA JAKARTA (GIANT SEA WALL)

Proyek Giant Sea Wall atau bendungan raksasa  akan dipercepat
pembangunannya.  jika semula akan dibangun pada tahun 2020, maka pembangunannya akan dipercepat pada tahun 2015 mendatang. Pembangunan tanggul raksasa ini dinilai penting karena untuk menyelamatkan Jakarta dari ancaman banjir rob.

                                                                          ilustrasi

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengaku, akan mempercepat mega proyek bernilai ratusan triliun tersebut. "Kita percepat ke tahun 2014 dan di tahun 2015 sudah mulai pembangunan fisiknya," ujar Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (21/11).




Jokowi, mengatakan  mega proyek tersebut masih harus melalui proses kalkulasi yang sangat panjang. Selain itu, harus ada beberapa aspek juga yang diperhitungkan seperti aspek ekonomi, aspek kesehatan, dan aspek lingkungan.

Setelah kalkulasi selesai, Jokowi optimistis dapat memulai pengerjaan giant sea wall  secepatnya. "Hitung-hitungnya saja belum kok. Butuh proses dan waktu perencanaan yang matang. Jangan lama-lama lah," kata Jokowi.

Seperti diketahui, giant sea wall ini merupakan salah satu gagasan mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo untuk menjaga bahaya rob dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan air bersih. Ada jalan melingkar di atas giant sea wall dan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Selain itu, sebagai pendukung, juga akan dibuat pulau-pulau buatan.

Pembangunan tanggul di kawasan Jakarta Utara ini menghabiskan dana sekitar Rp 150 triliun. Untuk pendanaannya sendiri, berasal dari pihak investor atau swasta. Dengan adanya tanggul raksasa di Jakarta diyakini bisa menyelesaikan hingga 90 persen masalah banjir di ibu kota. Terlebih setiap tahunnya terjadi penurunan muka tanah di Jakarta.

Sebelum prediksi rob di seluruh pantai utara Jawa terjadi, proyek ini harus sudah selesai. Proyek ini merupakan solusi jangka panjang untuk melindungi Jakarta dari banjir dan penyediaan air bersih.