Senin, 17 November 2014

Presiden Joko Widodo akan lantik Ahok

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta baru saja menggelar Rapat Paripurna istimewa penetapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan Joko Widodo yang kini menjadi Presiden. Meski sejumlah anggota dewan dari Koalisi Merah Putih (KMP) enggan melantik Ahok, juga tidak akan menghalangi pelantikannya sebagai gubernur. Sebab, sesuai dengan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan kepala daerah, khususnya pasal 163 gubernur akan dilantik oleh Presiden.

    " Pelantikannya kalau di Perppu dilakukan oleh Presiden lokasinya di ibu kota negara. tapi tergantung juga availability of the president"

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Djohermansyah Djohan mengatakan, berdasarkan dengan Perppu semua gubernur akan dilantik oleh Presiden di ibu kota. Namun, aturan tersebut tetap disesuaikan dengan jadwal Presiden. Jika Presiden berhalangan, maka bisa digantikan oleh wakilnya atau Menteri Dalam Negeri (Mendagri).



"Pelantikannya kalau di Perppu dilakukan oleh Presiden lokasinya di ibu kota negara. tapi tergantung juga availability of the president," kata Djohermansyah, Jumat (14/11).

Saat ini pihaknya masih menunggu surat usulan dari DPRD untuk pelantikan Basuki. Namun, dirinya sanksi jika pelantikan bisa digelar pada 18 November mendatang. Karena masih harus melalui proses administrasi terlebih dahulu, yakni penerbitan Keputusan Presiden.

"Kami menunggu surat pimpinan mengusulkan Pak Ahok sebagai gubernur sisa kepemimpinan 2012-2017 melalui Menteri Dalam Negeri. Kalau sudah datang segera kita proses mengirimkan ke Presiden," ucapnya.

Nantinya dalam Kepres yang dikeluarkan tertulis penetapan wakil gubernur diangkat menjadi gubernur dan diberhentikan dari posisi Wakil Gubernur.

Djohermansyah mengatakan Rapat Paripurna istimewa yang diadakan oleh DPRD kali ini tetap sah meski tidak kuorum. Sebab, dalam Rapat Paripurna tidak mengambil keputusan. "Sudah diumumkan pimpinan DPRD walaupun tidak dihadiri sebagian anggota Koalisi Merah Putih. Tetap sah karena paripurna bukan pengambilan keputusan,"

Minggu, 16 November 2014

Infrastruktur Tahun Ini Lebih Siap Atasi Banjir di Jakarta

Untuk mengantisipasi datangnya musim penghujan, berbagai upaya dilakukan Sudin Pekerjaan Umum (PU) Tata Air Jakarta Pusat. Seperti, normalisasi saluran air maupun perawatan rutin terhadap sejumlah pompa. Dengan begitu, diharapkan jumlah titik rawan banjir tahun ini berkurang dibanding tahun sebelumnya.

" Kalau cuaca tidak ekstrem, Petamburan tidak akan banjir dan insya Allah tahun ini lebih baik (penanganannya)"
Kepala Sudin PU Tata Air Jakarta Pusat, Herning Wahyuningsih mengatakan, langkah mengantisipasi banjir tahun ini, pihaknya telah melakukan pemasangan sheet pile seperti di Kali Bendungan, Cempaka Putih dan pemasangan saringan otomatis di beberapa rumah pompa.



"Kalau infrastruktur sudah ada kemajuan di bandingkan tahun lalu. Kalau cuaca tidak ekstrem, Petamburan tidak akan banjir dan insya Allah tahun ini lebih baik (penanganannya)," ujar Herning, Minggu (16/11).

Dikatakan Herning, untuk lokasi rawan banjir di Jakarta Pusat terdapat di wilayah Petamburan, Tanah Abang. Sedangkan sheet pile di Kanal Banjir Barat (KBB) masih terdapat kebocoran, namun pihaknya tak bisa melakukan perbaikan lantaran KBB merupakan kewenangan Kementerian PU.

"Tapi kami sudah bersurat ke Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU untuk melakukan pengecekan dalam rangka mengantisipasi datangnya musim penghujan,

Besok atau Rabu Ahok dilantik Jadi Gubernur Jakarta

Basuki Tjahaja Purnama segera dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta. Saat ini, surat Keputusan Presiden (Keppres) sedang diproses di Sekretariat Negara (Setneg). Bahkan pelantikan Basuki masuk dalam agenda rapat kabinet yang digelar di Istana Negara, Senin (17/11).
" Saya sudah bicara dengan Pak Presiden kemarin. Hari ini surat Keputusan Presidennya sedang disiapkan oleh Setneg. Jadi pelantikannya mungkin besok atau hari Rabu"
Basuki mengaku kepastian tersebut didapat langsung dari Presiden RI, Joko Widodo. Diperkirakan pelantikan akan digelar pada Selasa (18/11) atau Rabu (19/11).



"Saya sudah bicara dengan Pak Presiden kemarin. Hari ini surat Keputusan Presidennya sedang disiapkan oleh Setneg. Jadi pelantikannya mungkin besok atau hari Rabu," kata Basuki, usai mengikuti apel kesiapan pelantikan Gubernur dan penanganan banjir di markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (17/11).

Menurut Basuki, salah satu agenda Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet yang akan diselenggarakan hari ini adalah membahas mengenai pelantikan dirinya. Sedangkan terkait tempat pelantikan, Basuki menuturkan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, pelantikan itu akan dilakukan di ibu kota. "Pelantikannya kemungkinan di Istana Negara atau Gedung DPRD," ujar Ahok, sapaan akrabnya.

Ahok pun akan menjadi gubernur pertama yang dilantik oleh Presiden. Sebab, sesuai pasal 163 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Daerah, gubernur seluruh Indonesia akan dilantik oleh Presiden di ibu kota.

Sabtu, 15 November 2014

Penertiban Bangunan Liar di Waduk Ria Rio Ricuh

Penertiban ratusan bangunan liar di areal Waduk Ria Rio atau yang dikenal Kampung Pedongkelan, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (15/11) pagi berlangsung ricuh. Warga yang tak terima bangunannya akan dibongkar petugas melakukan perlawanan. Warga menyerang petugas menggunakan batu, kayu, dan bom molotov. Bahkan, empat alat berat yang ada di lokasi juga dilempari warga dengan batu.

" Sempat terjadi perlawanan dari warga yang menolak, tetapi petugas dapat meredakannya"
Aksi brutal warga ini mendapat perlawanan dari ribuan petugas yang dikerahkan dalam penertiban tersebut. Petugas membalas dengan menembakkan gas air mata dan menyemprotkan air dengan water cannon ke kerumunan warga sehingga warga lari kocar kacir. Namun Warga yang mulai terdesak nekat membakar rumahnya sendiri menggunakan minyak tanah dan bensin.

Petugas pun langsung mengejar warga yang masih melakukan provokasi dan perlawanan. Beberapa warga yang dianggap provokator langsung diamankan petugas kepolisian dan dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Timur. Akhirnya, sebanyak 2.500 petugas gabungan dari TNI, Kepolisian, dan Satpol PP yang diterjunkan berhasil menghentikan perlawanan warga dan mengendalikan situasi sehingga eksekusi bisa dilaksanakan.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Kukuh Hadi Santoso mengatakan, ada 2.500 petugas yang dikerahkan dalam penertiban tersebut. Mereka sempat mendapat perlawanan dari warga setempat, tetapi kemudian dapat mengendalikan situasi. "Sempat terjadi perlawanan dari warga yang menolak, tetapi petugas dapat meredakannya," ujar Kukuh, saat memimpin jalannya penertiban.

Dia mengatakan, penertiban ini dalam rangka normalisasi Waduk Ria Rio. Ada ratusan bangunan yang berdiri lahan seluas sekitar 1,5 hektar dibongkar petugas. Nantinya warga yang diperkirakan berjumlah 300 kepala keluarga (KK) atau 500 jiwa ini akan direlokasi ke sejumlah rumah susun (rusun) Komarudin dan Jatinegara Kaum.



"Hari ini kita antarin warga untuk pindah ke sejumlah rumah susun yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta. Mereka minta ganti rugi, tapi ingat ini kan tanah negara, tentu ada prosedurnya. Kita kasih kerohiman Rp 5 juta setiap KK," ujar Kukuh.

Dikatakan Kukuh, lahan yang ditempati warga ini merupakan lahan ruang terbuka hijau (RTH) yang dapat digunakan untuk pengendali banjir. Adapun luas keseluruhan areal RTH ini, termasuk Waduk Ria Rio, mencapai 26 hektar. Lahan tersebut setidaknya jika dimanfaatkan secara optimal sebagai RTH dan waduk, dapat mengurangi banjir di Jakarta Timur.

Taslimah (51), mengaku pasrah saat rumahnya diratakan dengan tanah. Namun ia menyayangkan sikap petugas yang main gusur tanpa kompromi. Harusnya warga diajak berunding terlebih dulu, agar tidak terjadi kericuhan seperti saat ini.

"Saya juga punya girik, lahan ditempati sendiri dan tidak ada yang dikontrakkan. Tapi kenapa PT Pulomas mengklaim ini tanahnya, saya tidak pernah menjual kepada mereka,"

Ahok Setuju UMP DKI 2015 Minimal Rp 2,7 Juta

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama sudah mengetahui rekomendasi besaran nilai Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta tahun 2015. Ahok, sapaan akrabnya, juga menyetujui besaran UMP DKI senilai Rp 2,7 juta.

" Saya sudah setujuin tapi kan mesti ada verbalnya. Saya pilih sesuai KHL (Kebutuhan Hidup Layak) kira-kira saya bulatkan ke atas jadi Rp 2,7 juta"
Diakui Basuki, nilai UMP yang disetujuinya itu memang lebih rendah dibandingkan UMP Kota Bekasi yang mencapai Rp 2,954 juta.


Dewan Pengupahan DKI Jakarta sendiri memberikan rekomendasi dua opsi nilai UMP 2015 yakni Rp 2.693764,40 yang merupakan usulan dari pengusaha dan Rp 3.574.179,36 yang merupakan usulan dari perwakilan buruh.

"Verbalnya belum sampai ke saya. Tapi rekomendasi sudah ada. Saya sudah setujuin tapi kan mesti ada verbalnya. Saya pilih sesuai KHL (Kebutuhan Hidup Layak) kira-kira saya bulatkan ke atas jadi Rp 2,7 juta," ujar Ahok, di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (14/11).

Dia menyebutkan, untuk menetapkan UMP, harus dikeluarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur. Sehingga proses administrasinya cukup panjang dan saat ini tengah diurus Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Saefullah.

Diakui Basuki, nilai UMP DKI Jakarta tidak berpatokan dengan daerah lain. Melainkan melihat nilai KHL yang telah dilakukan survei pasar oleh Dewan Pengupahan. Sehingga dirinya tidak mempermasalahkan jika nilai UMP di ibu kota lebih rendah dibandingkan dengan kota lain. "Jadi saya tidak peduli lingkungan seperti apa, yang penting KHL berapa, ada rumusnya buat ngitungnya itu jadi UMP," ucapnya.

Sementara terkait ancaman buruh yang akan menutup ruas jalan tol jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, Basuki menyerahkan hal itu kepada pihak kepolisian. "Itu urusan polisi, saya tidak mau ikut campur lah,

Jumat, 27 Juni 2014

Korban Kebakaran Butuh Bantuan Material Bangunan


Korban Kebakaran Butuh Bantuan Material Bangunan



Mungkin tidak pernah terbayangkan dalam benak 250 jiwa yang menempati pemukiman padat penduduk di Jl Makmur RT 06 dan 07 RW 02 Kebayoran Lama Utara, serta Jl Pandan RT 08/02 Kramat Pela, Jakarta Selatan, harus menyambut bulan suci Ramadhan di pengungsian. Namun, itulah yang kini terpaksa mereka lakoni, setelah tempat tinggalnya dilalap api dalam peristiwa kebakaran yang menghanguskan 40 unit rumah semi permanen, Kamis (26/6) kemarin.



" Iya sudah ada bantuan makanan dan peralatan mandi. Tapi kalau bisa, kami ingin ada yang bisa membantu menyediakan bahan bangunan"
Ratusan jiwa korban kebakaran itu kini terpaksa tinggal berdesak-desakan di tenda pengungsian yang berada di Lapangan Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), yang letaknya berdampingan dengan lokasi kebakaran. Mereka mengaku sangat membutuhkan bantuan material bangunan agar bisa membangun kembali rumahnya yang telah porak poranda.

Selama di pengungsian, warga mendapatkan bantuan makanan dari Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, PMI Jakarta Selatan serta pengelola Mal Gandaria City.

"Iya sudah ada bantuan makanan dan peralatan mandi. Tapi kalau bisa, kami ingin ada yang bisa membantu menyediakan bahan bangunan. Kami ingin hidup normal lagi. Apalagi menjelang puasa malah hidup di pengungsian jadi susah sahur dan beribadah. Saya jadi sedih, mau puasa begini malah dapat musibah," keluh Partini (52), salah seorang korban kebakaran, Jumat (27/6).

Sementara itu, Camat Kebayoran Lama, Agus Irwanto menjelaskan, pihaknya sudah membuka posko untuk menerima bantuan yang dikoordinir RW 07 dan RW 02. "Paket alat mandi untuk 65 kepala keluarga sudah didistribusikan semalam. Untuk bahan bangunan memang belum ada sumbangan," ujarnya.

Untuk itulah, Agus mengimbau kepada para donatur untuk bersedia menyumbang material bangunan atau uang tunai agar korban pengungsian bisa segera membangun kembali rumahnya. "Uang tunai itu nanti akan dibelanjakan bahan bangunan," tukasnya.

Kepala Seksi Bantuan Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Sumadi mengungkapkan,  ada beberapa titik pengungsian sementara yang menampung warga korban bencana kebakaran. Dan yang terbesar ada di lapangang USNI. "Yang besar ada di USNI disiapkan tenda dan juga selimut. Tidak akan kehujanan," ucapnya.

Pihak Suku Dinas Sosial, lanjut Sumadi, telah menyiapkan 500 nasi bungkus untuk menyuplai makanan korban kebakaran siang ini. "Makan semalam ditangani oleh PMI dan pihak Gandaria City. Kita buat 500 bungkus untuk makan siang dan malam hari ini," terangnya.

Kebakaran yang menghanguskan lebih dari 40 rumah di 2 kelurahan yang berada di Kecamatan Kebayoran Lama dan Kebayoran Baru ini terjadi sekitar pukul 13.30 WIB Kamis (26/6) kemarin. Api melalap dengan cepat rumah-rumah yang kebanyakan berdiri dengan material semi permanen. Sebanyak 23 unit mobil pemadam kebakaran diturunkan oleh Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana untuk menjinakkan si jago merah.



Sumber: berita jakarta

Senin, 23 Juni 2014

Haekal dan Amyrah Juara Abnon Jaktim 2014

 Haekal dan Amyrah Juara Abnon Jaktim 2014

Setelah melewati proses penilaian yang cukup panjang dan ketat, Muhammad Hakim Haekal dan Amyrah Zandra Dyah, terpilih sebagai Abang None (Abnon) Jakarta Timur tahun 2014 dalam Grand Final Pemilihan Abnon Jakarta Timur di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jumat (20/6) malam.
"Pemilihan Abnon Jakarta Timur untuk memajukan seni, budaya, dan mempromosikan pariwisata khususnya di Jakarta Timur "
Sementara untuk kategori Abnon Favorit diraih Lukman Nur Hakim dan Priscilla Maulina Juliani Siregar. Untuk pemenang harapan I disabet Aditya Mahendra dan Lulu Chairiza. Pemenang harapan II diraih Christopher Adhyatma dan Juliana Nurwulan. Pemenang harapan III direbut Lukman Nur Hakim dan Amalia Sharfina. Sementara wakil II direbut Hetro Handitro dan Bernadetta Ninda Pranantia dan wakil I diraih Nyoman Putra Antara dan Dhia Nabilla.
Walikota Jakarta Timur, HR Krisdianto mengatakan, tujuan utama penyelenggaraan Abnon adalah untuk melestarikan budaya Betawi, juga sekaligus memilih duta wisata khususnya di Jakarta Timur.
"Pemilihan Abnon Jakarta Timur untuk memajukan seni, budaya, dan mempromosikan pariwisata khususnya di Jakarta Timur," ujarnya, Jumat (20/6) malam.
Melalui pemilihan Abnon 2014 diharapkan dapat menghasilkan generasi muda yang cerdas, terampil dan berkepribadian, sehingga mampu berperan sebagai duta wisata yang handal serta menjadi teladan bagi generasi muda.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Parawisata Jakarta Timur, Deddy Soetardi menambahkan, pemilihan Abnon merupakan salah satu event unggulan pariwisata Jakarta Timur. Menurutnya, budaya betawi bersama budaya lainnya yang tumbuh dan berkembang perlu diapresiasi guna meningkatkan daya tarik pariwisata khususnya yang ada di Jakarta Timur.
“Pemilihan Abnon Jakarta Timur tahun 2014 diikuti 191 orang peserta. Setelah dilakukan penyaringan yang sangat ketat dan terpilih 15 pasang finalis,” ucapnya.
Dari 15 pasangan finalis Abnon 2014 dipilih sebanyak 7 (tujuh) pasangan dengan predikat yakni Abnon 2014, wakil satu, wakil dua, harapan satu, harapan dua, harapan tiga dan favorit Abnon 2014. Sedangkan dari 7 pasang tersebut hanya 3 pasang yang akan dikirim sebagai utusan Jakarta Timur ke ajang pemilihan Abnon tingkat Provinsi DKI Jakarta.


sumber:berita jakarta

5 Pasar di Jaktim Bebas Boraks dan Formalin

5 Pasar di Jaktim Bebas Boraks dan Formalin

Masyarakat yang akan berbelanja kelima pasar tradisional di wilayah Jakarta Timur, tidak perlu khawatir lagi akan tertipu dengan membeli makanan atau minuman yang telah mengandung boraks, formalin atau zat kimia berbahaya lainnya bagi tubuh manusia.  Pasalnya, Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Timur, menyatakan, lima pasar tersebut telah dinyatakan bebas dari bahan pengawet atau bahan berbahaya lainnya.
" Kami akan melakukan pengawasan yang lebih intensif, mulai dari H-7  Ramadhan sampai H+7 Idul Fitri. Pengawasan khususnya pada pengunaan formalin, pencampuran daging babi celeng, boraks dan ayam bangkai"
Kelima pasar tersebut merupakan pasar percontohan yang rutin dipantau Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Timur. Kelima pasar itu adalah, Pasar Cibubur, Pasar Jatinegara, Pasar Rawamangun, Pasar Ujung Menteng, dan Pasar Perumnas Klender.
Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Timur, Sabdo Kurnianto mengatakan, pihaknya akan memperketat pengawasan di pasar-pasar tersebut, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri. Sebab lazimnya saat itu permintaan ikan dan daging bakal melonjak drastis.
"Kami akan melakukan pengawasan yang lebih intensif, mulai dari H-7  Ramadhan sampai H+7 Idul Fitri. Pengawasan khususnya pada pengunaan formalin, pencampuran daging babi celeng, boraks dan ayam bangkai," kata Sabdo Kurnianto, Senin (23/6).
Sabdo mengungkapkan, dalam melakukan pengawasan, pihaknya melibatkan unsur kepolisian, Satpol PP dan petugas kecamatan.
Sabdo menambahkan, setiap bulan Badan POM dan pihak pasar secara bersama melakukan pengecekan. Dan terus disosialisasikan kepada pedagang tentang obat berbahaya dan dampaknya bagi kesehatan.
“Atas kondisi yang baik ini, kami juga sangat berharap kepada para pedagang yang berjualan di sejumlah pasar ini tetap konsisten untuk tidak lagi menjual daging atau ikan dicampur formalin. Mudah-mudahan para pedagang sudah semakin sadar akan timbulnya bahaya yang disebabkan oleh zat formalin ini,”


sumber berita jakarta

Minggu, 22 Juni 2014

Ulang Tahun ke-487, Jakarta Terima Kado Pahit



Ulang Tahun ke-487, Jakarta Terima Kado Pahit


Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, ibu kota menerima kado pahit pada perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-487. Sebab, pada perayaan ultah tahun ini, Pemprov DKI justru meraih sejumlah predikat yang kurang menguntungkan.

" Ini HUT DKI yang sangat pahit. Sudah tidak dapat Adipura, dapat WDP. Saya mengira ini masih kurang"
Sejumlah prestasi yang merosot di antaranya gagal meraih Adipura, hasil laporan keuangan Pemprov DKI 2013 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan perolehan opini "Wajar Dengan Pengecualian (WDP), serta gagal mempertahankan predikat juara umum pada lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 2014.

"Ini HUT DKI yang sangat pahit. Sudah tidak dapat Adipura, dapat WDP. Saya mengira ini masih kurang," kata Basuki, saat memberikan sambutan di upacara peringatan HUT ke-487 Kota Jakarta, di Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (22/6).

Basuki mengaku heran mengapa Jakarta bisa meraih penghargaan Adipura tahun lalu dan beberapa tahun sebelumnya. Padahal, di sebagian besar sudut ibu kota masih banyak ditemukan sampah. "Saya juga heran kenapa tahun sebelumnya, Jakarta selalu meraih penghargaan Adipura. Mungkin yang dinilai cuma kawasan Sudirman-Thamrin. Padahal sungai-sungai kita penuh sampah," ujarnya.

Basuki juga menyayangkan prestasi DKI sebagai juara umum pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), tapi Sumber Daya Manusia (SDM) bukan asli dari kota Jakarta. Mantan Bupati Belitung Timut pun telah meminta kepada penanggung jawab kontingen DKI di lomba MTQ Nasional 2014 agar tidak lagi mengambil qori/qoriah dari luar daerah.

"Pada lomba MTQ 2014, kota Jakarta berhasil meraih juara keenam, tetapi dengan orang-orang asli Jakarta. Kita harus tetap mensyukuri hasil yang kita raih ini," ungkapnya.

Ia juga telah meminta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan survei terkait warga miskin di ibu kota. Pasalnya, selama ini perhitungan warga miskin Jakarta hanya dihitung berdasarkan jumlah kalori yang dikonsumsi dan setara sekitar Rp 300 ribu lebih per bulan. Ke depan, Pemprov DKI akan mengubah pola tersebut berdasarkan besaran nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

"Jadi, tidak usah kaget kalau tahun ini persentase warga miskin di ibu kota 3 hingga 4 persen lebih, maka pada tahun depan, persentase orang miskin melonjak hingga 50 persen lebih," jelasnya.

Dari berbagai persoalan tersebut, Basuki mengungkapkan, bahwa ini semua merupakan wajah asli Jakarta yang sebelumnya tidak pernah terkuak. "Kalau orang politik pasti bilangnya ini pil pahit. Tapi, kami tidak suka makan pil yang bohong-bohongan, apalagi pencitraan,"



Sumber: berita jakarta