Rabu, 13 November 2013

Gelaran Kampung Betawi di kawasan Kota Tua

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta akan menggelar Kampung Betawi di kawasan Kota Tua atau tepat di samping Stasiun Kota pada Sabtu (16/11) hingga Minggi (17/11). Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mengangkat situs Kota Tua sebagai salah satu warisan budaya di ibu kota.



Kepala Dinas Disparbud DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan, kegiatan ini nantinya akan dimeriahkan sejumlah event seperti festival kuliner. "Ini merupakan sebuah kolaborasi yang kebetawian, yang multi etnis, mungkin tidak keseluruhan namun yang dulu bersama membangun kebudayaan akan terlihat," ujar Arie, Rabu (13/11).

Kegiatan ini, kata Arie, juga akan dimeriahkan dengan pagelaran seni budaya Betawi yang edukatif karena menjelaskan bagaimana budaya ini mempengaruhi keberadaan masyarakat betawi masa kini. "Kampung Betawi di Kota Tua akan mengangkat budaya dan sejarah bagaimana masyarakat betawi yang akulturatif dulu terbentuk," katanya.

Dengan diadakannya kegiatan ini, Arie berharap, akan lebih mengajak masyarakat berkunjung ke Kota Tua dan bisa dinikmati wisatawan yang sedang ada di Jakarta. "Kami harapkan kehadirannya di kawasan Kota Tua pada hari pelaksanaan. Masyarakat diimbau tidak membawa kendaraan pribadi menuju lokasi kegiatan untuk mengurangi kemacetan," tandasnya.

PERBAIKAN TAMAN MONAS

Pemprov DKI Jakarta telah memperbaiki taman di sekitar areal tugu Monas. Perbaikan ini nantinya akan mengembalikan konsep taman Tugu Monas sesuai rangcangan awa, dan mempercantik serta memberikan wajah baru bagi warga Jakarta,


Perbaikan telah berjalan sejak dua pekan silam dengan mengembalikan konsep taman Tugu Monas sesuai rancangan awal. desain awal. Filosofi awal dibangunnya Monas . Nantinya, di sekitar areal Tugu Monas sekadar ditanami rumput hijau. Hiasan bunga segar berwarna merah dan putih akan ditanam di sekitar pelataran. dan dipasang pagar pembatas agar pengunjung tidak masuk dan menginjak rumput di taman," tuturnya.

Jokowi mengungkapkan, sejumlah tanaman serta ornamen  yang saat ini ada di sekeliling Tugu Monas tidak memiliki nila estetika. "Tanaman juga  tergolong murah namun tak berfungsi banyak. Nanti ditanam spesial seperti rumput jamaika," kata sambil tertawa.

Beberapa area taman di Tugu Monas juga akan dirombak. Sejumlah  pohon serta tekstur tanah akan dirancang khusus. "Bangku taman juga akan ditambah, dipasangi Wi Fi dan lampu akan dibuat lebih terang. CCTV juga akan difungsikan lagi," ucapnya.

Ditambahkan Jokowi, warga masih dapat berkunjung ke Tugu Monas meskipun saat ini sedang berlangsung perbaikan.

Sabtu, 09 November 2013

Tiga Pintu Air di Jakarta Siaga III

Hujan deras yang mengguyur wilayah ibu kota dan sekitarnya sejak siang tadi membuat aliran air di Kali Ciliwung meluap. Alhasil, kondisi demikian juga menyebabkan ketinggian air di tiga pintu air berada di posisi siaga tiga pada pukul 18.00 tadi. Warga Jakarta diminta tetap waspada akan datangnya banjir.





Petugas Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Desmanto mengatakan, pada pukul 16.00 ketinggian pintu air Manggarai berada pada angka 780 sentimeter dan sudah memasuki siaga tiga. Kemudian pada pukul 18.00 ketinggiannya kembali meningkat hingga 800 sentimeter. "Sekarang ketinggiannya sudah mencapai 800 sentimeter. Dikhawatirkan jika hujan masih turun ketinggian air akan terus meningkat," kata Deswanto, di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (8/11).



Selain itu, kondisi Pintu Air Pasar Ikan juga pada kondisi siaga tinggi dengan ketinggian air mencapai 196 sentimeter dan Pintu Air Karet dengan ketinggian air mencapai 550 sentimeter. Sedangkan untuk pintu air lain kondisinya terpantau normal.

Pintu air yang dalam kondisi normal yakni, Angke Hulu 120 sentimeter, Pesanggrahan 75 sentimeter, Krukut Hulu 60 sentimeter, Katulampa 50 sentimeter, Depok 95 sentimeter, Cipinang Hulu 120 sentimeter, Sunter Hulu 70 sentimeter, Pulogadung 360 sentimeter, dan Waduk Pluit 200 sentimeter.

Selain itu, tambah Desmanto, juga terjadi pembentukan awan hujan di wilayah Jabodetabek. Hal ini berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diserati kilat atau petir. "Kami sampaikan juga peringatan dini di Jabodetabek berdasarkan  hasil pantauan citra radar cuaca hari ini," katanya.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat diantaranya yakni Meruya, Joglo, Kembangan, Kedoya, Kebon Jeruk, Palmerah, Slipi, Senayan, Sudirman, Matraman, Salemba, Jatinegara, Menteng, Kampung Melayu, Cakung, Bekasi, Kelapagading, Rawamangun, Pulogadung, Pondok Kelapa dan sekitarnya.

Ditambahkan Desmanto, kondisi seperti itu diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 21.30. Selain itu keadaan demikian akan meluas ke wilayah lainnya seperti Tanah Abang, Gambir, Tomang, Ciledug, Kebayoran, Pondok Indah, Cilandak, Ragunan, Blok M, Pondok Cabe, Cinere, Depok, Halim, TMII, Cempaka Putih, Cibubur, Pondok Gede dan sekitarnya.

Ratusan Bus Transjakarta Baru

Jalur bus Transjakarta terus disterilisasi Pemprov DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya. Sterilisasi merupakan persiapan sebelum ratusan bus Transjakarta baru dan bus sedang berbahan bakar gas tiba pada bulan Desember nanti.



Jokowi mengakui saat ini pelayanan bus Transjakarta belum maksimal karena jumlah bus yang ada sangat terbatas. "Bayangkan saja, busway itu kan sudah delapan tahun. Tapi jumlah busnya nggak pernah nambah. Cuma 500-an bus terus. Ya ndak cukup," katanya.

"Persiapan dong, masa busnya datang baru sterilisasi. Tapi meskipun bus tidak datang tetap harus steril," ujar Jokowi, di rumah dinasnya Jalan Taman Surapati No 7, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/11).

Dikatakan Jokowi, seharusnya jalur tersebut memang khusus untuk bus Transjakarta, sehingga harus steril dari kendaraan lain. Untuk itu, masyarakat diminta untuk lebih tertib berlalulintas. "Itu aturan jalur untuk bus Transjakarta. Ini masalah tertib hukum," katanya.

Selain pengadaan 310 bus Transjakarta, pada Desember mendatang juga akan dibeli ratusan bus sedang berbahan bakar gas (BBG). Nantinya bus sedang tersebut akan mendukung operasional bus Transjakarta sehingga diperbolehkan melintas di jalur Transjakarta seperti Kopaja AC dan APTB.

"Tahun 2014 kita akan tambah lagi 1.000 bus. Terus nanti ada monorel, MRT, juga kita akan berlakukan ERP di jalan-jalan protokol. Jadi, angkutan umum akan ditingkatkan pelayanannya dan ditambah jumlah armadanya," kata Jokowi. Di samping itu, nantinya akan dibuat jalur khusus Sepeda sehingga orang yang bepergian dengan bersepeda akan bertambah.

Rabu, 06 November 2013

Jembatan Kota Intan (Kota Tua) indah tapi terlupakan

       Jembatan Kota Intan adalah salah dari sekian banyak bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Jakarta Barat. Jembatan Kota Intan yang dibangun tahun 1628 di Jalan Kali Besar Barat, Kelurahan Roamalaka, Kecamatan Tambora, itu awalnya bernama Jembatan Engelse Brug atau Jembatan Inggris.Jembatan tersebut sebagai penghubung antara benteng Belanda (VOC) dan Inggris (IEC) yang saat itu berseberangan dan dibatasi oleh Kali Besar...pada tahun 1629 jembatan tersebut rusak akibat serangan Kerajaan Banten dan Mataram yang menyerang Benteng Batavia. Namun karena fungsinya yang sangat vital, setahun kemudian jembatan tersebut kembali dibangun oleh Belanda dan berganti nama dengan jembatan De Hoenderpasar Brig atau Jembatan Pasar Ayam. Tahun 1655 Jembatan Kota Intan kembali diperbaiki karena kerusakan akibat banjir dan korosi air laut, namanya pun kembali berganti menjadi Jembatan Het Middelpunt Brug Kemudian berganti nama lagi menjadi Jembatan Kota Intan karena letaknya dekat dengan salah satu Bastion Kastil Batavia bernama Bastion Diamont (intan).


jembatan kota intan (kota tua)

Pada 1938 fungsi jembatan diubah menjadi jembatan gantung. Tujuannya agar dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan mencegah kerusakan akibat banjir, namun bentuk dan gayanya tidak pernah diubah. Nama jembatan kembali berubah menjadi Jembatan Phalsbrug Juliana atau Juliana Bernhard, karena waktu itu Ratu Juliana yang menjadi ratu di Belanda.jembatan juga pernah diberi nama Jembatan Wilhemina (Wilhemina brug), ibu dari Juliana.

jembatan Kota Intan (Kota Tua) saat malam hari

Saat ini Jembatan Kota Intan merupakan satu-satunya yang tersisa dari jembatan sejenis yang pernah ada. Untuk melestarikan keberadaannya, pada tahun 1972 Gubernur DKI, Ali Sadikin, saat itu menetapkan Jembatan Kota Intan sebagai benda cagar budaya.

 Pada era Gubernur DKI Sutiyoso, tahun 1999 Jembatan Kota Intan direnovasi dengan menelan anggaran sekitar Rp 700 juta yang selanjutnya diresmikan April tahun 2000. Tampilan jembatan pun berubah karena setiap bentangan jembatan diberikan serat optik beraneka warna, ditambah 12 lampu sorot.dan pernah pula diperbaiki oleh, Fauzi Bowo Gubernur DKI Jakarta saat itu.

Namun, seiring berjalannya waktu, keberadaan jembatan kayu bercat merah marun sepanjang 30 meter dan lebar 4,43 meter yang usianya lebih dari 300 tahun itu, kini kondisinya memprihatinkan karena warnanya telah pudar dan kayunya pun keroos dimakan zaman.

 Saat ini kondisi Jembatan Kota Intan sangat memprihatinkan seolah terlupakan zaman. Cat warna merah marun yang menempel di kayu sudah banyak terkelupas, kayu-kayunya pun sudah retak. Bahkan, di sekeliling jembatan terlihat kumuh. Maklum, di sekeliling jembatan merupakan terminal bayangan tempat mikrolet, bajaj, dan pedagang kaki lima mangkal. Padahal, beberapa wisatawan asing dan lokal masih ramai mengunjungi jembatan tersebut, meski hanya untuk sekadar berfoto.

Selasa, 05 November 2013

40 ribu Pohon Buah Akan di Tanam, JOKOWI

Sebanyak 40 ribu bibit pohon buah atau tanaman produktif akan ditanam diseluruh wilayah ibu kota. Nantinya, jenis tanaman akan dikelompokkan sesuai dengan wilayah. Hal ini dilakukan untuk menambah penghijauan serta mengganti tanaman yang ditebang untuk program pelebaran jalan maupun program pemerintah lainnya. Rencananya, penanaman ribuan bibit pohon buah akan dilakukan mulai pertengahan November ini.

"Pertengahan November saya sudah perintahkan, itu karena hujan sudah datang. Sebab ini banyak sekali, ada 40 ribu stok tanaman dalam dua bulan, kita sebar," ujar Jokowi di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa, (5/10).

Tidak hanya sekadar menanam, Jokowi mengaku pihaknya juga akan memerintahkan Dinas Pertanian dan Kelautan DKI Jakarta untuk memperhatikan sisi estetika dengan mengklasifikasi jenis tanaman pohon yang akan ditanam sesuai dengan karakteristik tiap daerah. Bibit tanaman yang ada seperti pohon mangga, rambutan, jambu, serta durian. "Misalnya pohon mangga dan jambu air itu cocoknya Jakarta Utara. Durian dan rambutan di Jakarta Selatan. Jadi nanti tersentra," ucap Jokowi.

Jika pohon tersebut telah memasuki masa panen, sambung Jokowi, pihaknya membebaskan warga untuk memetik buah yang dihasilkan oleh pohon tersebut. Namun warga diminta tidak hanya memetik buah dari pohon itu, namun juga menjaga dan merawatnya. "Ini ditanam di pinggir jalan, di permukiman, tapi terkonsentrasi di dalam area-area. Warga boleh metik kalau berbuah. Ini untuk masyarakat, ya gratis dong," kata Jokowi.

Jokowi berharap, penanaman pohon produktif ini tidak hanya menambah hijau Jakarta, namun juga mempunyai sisi produktif bagi warga yang bisa dinikmati oleh seluruh warga. "Di kota itu ada sisi estetika, ada sisi kehijauan untuk teduhan, ada sisi produktif yang sekarang ini," tandasnya.

sumber :http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=0&nNewsId=56828

Senin, 04 November 2013

Masjid Al Anshor di Jalan Pekojan (Kampung Arab)

Kawasan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, dikenal sebagai Kampung Arab. kawasan tersebut terlebih dahulu jadi hunian muslim India yang berasal dari Bengali.  Namun, kemudian komunitas Arab asal Hadramaut, Yaman, tinggal dan menetap di Pekojan,sehingga lebih dikenal sebagai Kampung Arab

 Masjid Jami Annawier di Jalan Pekojan Raya No 71 yang didirikan tahun 1180 H atau 1760 M, yang hingga kini masih kokoh berdiri.Menjadi bukti fisik kehadiran komunitas Arab di Pekojan. Namun, jauh sebelum Masjid Annawier berdiri, komunitas muslim India dari Malabar telah membangun masjid lebih dulu di Pekojan yaitu, Masjid Al Anshor yang dibangun pada tahun 1648 M di Jl Pengukiran II, RT 06/04, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Masjid ini yang dulunya cukup luas dengan adanya makam yang diyakini sebagai makam para pendiri masjid tersebut, kini telah menyusut dengan ukurannya hanya menyisakan 12x12 meter. Halaman depannya pun hanya tersisa 5 meter dan hanya cukup untuk parkir motor jamaah.
Selain itu, lokasinya  yang berada  dalam gang berukuran satu setengah meter di tengah-tengah hunian penduduk berlantai dua semi permanen membuat keberadaan Masjid Al Anshor yang merupakan bangunan cagar budaya itu tak terlihat dari jalan.

 Awalnya Masjid Al Anshor tidak memiliki kubah seperti masjid pada umumnya, tapi hanya beratapkan genting berbentuk prisma/segitiga. Sejarah Masjid Al Anshor didirikan oleh pedagang muslim India dan awalnya adalah mushola, dahulu di belakang halaman Masjid Al Anshor terdapat tiga makam yang diyakini makam pendiri masjid. Seiring perkembangan wilayah yang semakin padat dan lokasinya yang rawan banjir, pada tahun 1973 masjid cagar budaya itu akhirnya direhab. Kemudian pemugaran berlanjut pada tahun 1985 dengan meninggikan halaman masjid setinggi satu meter pada bagian depan hingga membuat arsitektur bangunan asli masjid berupa empat tiang penyangga kubah hilang.

saat ini material dari bangunan awal yang masih tersisa hanya jendela berkisi, pintu kayu dan palang kayu di atap bangunan masjid bagian belakang yang rutin digunakan sebagai tempat shalat warga. Sedangkan bagian depan masjid merupakan bangunan baru,
Namun, meskipun berada di dalam gang sempit yang hanya dapat dilintasi satu motor, banyak jamaah dari berbagai tempat atau pun warga sekitar yang tetap antusias shalat di tempat tersebut.

Minggu, 03 November 2013

Berburu Merdunya Kicau Burung di Pasar Burung Pramuka

   Pasar Burung Pramuka yang berlokasi di Jl Pramuka, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, tentu  bukanlah tempat yang asing, terutama bagi penggemar burung Di tempat seluas 5.000 meter persegi ini, penggemar burung biasa dimanjakan dengan merdunya riuh kicau burung dari sejumlah toko yang saling bersahutan.
Pasar yang diresmikan tahun 1975 oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, saat itu memang sudah menjadi surganya pencinta burung. Segala jenis burung mulai dari yang umum seperti perkutut hingga yang dilindungi seperti jalak Bali pun ada di sini. Bahkan, tidak hanya burung lokal, burung impor seperti lock bird paruh bengkok, rosela, gul amadin princes dan lain-lain juga dengan mudah dijumpai di pasar ini.




Amin (30) salah seorang pedagang di Pasar Burung Pramuka menuturkan, burung-burung dari luar negeri seperti Taiwan dan Belanda yang sedang tren sekarang tidaklah sulit ditemui di pasar tersebut.
"Sekarang yang lagi tren lock bird paruh bengkok ini. Sepasang kita hargai sekitar Rp 1,5 juta," ujarnya, Senin (13/5).
Selain lock bird paruh bengkok, kata Amin, untuk burung kelas menengah yang kini juga sedang tren adalah kenari impor. Kenari-kenari tersebut, umumnya diimpor dari Belanda, Inggris, Taiwan dan Australia. "Kenari tetap masih jadi salah satu primadona, karena perawatannya gampang. Cukup diberi makan serta dijemur setiap pagi dan sore," terangnya.
Menurutnya, untuk burung mungil impor tersebut, pedagang biasa mematok harga antara Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu. Sementara untuk yang jenis lokal dipatok harga sekitar Rp 300 ribu. Ia menyebut, kenari lokal ukuran tubuhnya lebih kecil dari kenari impor.
Di Pasar Pramuka ini, selain burung-burung impor kelas menengah, juga banyak ditemui burung-burung impor yang harganya relatif mahal. "Seperti yang rosela itu, biasanya disini dipatok harga mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 12 juta per ekor. Itu pun tergantung warnanya, semakin bagus warnanya semakin mahal harganya," katanya.

Selain Rosela yang merupakan impor dari Australia dan Inggris, di Pasar Burung ini juga ada pedagang yang menjajakan jalak Bali dengan harga yang cukup mahal. "Kalau untuk burung lokal yang relatif mahal itu jalak Bali, karena burung langka dan dilindungi. Jualnya beserta sertifikat. Kalau soal harga tergantung kesepakatan, tapi pasaran biasanya tidak kurang dari Rp 15 juta," cetusnya.

Pedagang yang sudah lebih dari setahun berdagang di Pasar Pramuka ini mengaku, seluruh burung impor maupun lokal yang dijual di kiosnya dan kios-kios lainnya sudah divaksin sehingga para pembeli tidak perlu khawatir terhadap virus flu burung. "Pokoknya aman, karena sudah pada divaksin. Langganan kita juga dari berbagai kota, seperti Semarang, Solo dan kota-kota lain di Jawa," jelas pedagang yang rata-rata setiap bulan mampu menjual sekitar 10 ekor burung ini.

Selain banyak penjual burung, di Pasar Pramuka juga banyak ditemui pedagang pakan dan kandang burung. Salah satunya, Tono (30), pedagang kandang burung yang sudah berjualan sejak 1996. Di pasar itu, Tono mengaku setiap harinya mampu menjual kandang hingga 20 unit yang ia datangkan langsung dari Solo, Semarang dan Bandung. "Kalau dari sana kualitasnya sudah terjamin. Yang membedakan dari tiga kota tersebut, masing-masing memiliki ciri khas," sebutnya.

Untuk yang dari solo, lanjutnya, memiliki ciri khas, yaitu materialnya halus dan sudah disemprot dengan pewarna. Sedangkan yang dari semarang bercirikan ukiran. "Kalau yang dari Bandung itu biasanya berbentuk bulat. Harganya mulai dari Rp 50 ribu sampai Rp 200 ribu," tandasnya.

Tilang di Jalur Busway,: Tidak Ada Beda TNI, Polisi dan Pejabat

      Tindakan tegas terhadap kendaraan yang melanggar jalur bus Transjakarta benar-benar dibuktikan pihak kepolisian. Tak kurang 1.112 kendaraan ditindak kepolisian selama tiga hari operasi penindakan yang digelar di wilayah ibu kota .


Kepala Subdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono mengatakan, kepolisian tidak akan membedakan para pelanggar. Ia bersama jajarannya berjanji akan menindak siapapun tanpa memandang statusnya.  "Tidak ada beda TNI, Polisi dan pejabat, kalau melanggar ya ditindak," kata dia, Jumat (1/11)



Menurut Hindarsono, dalam 3 hari operasi sebanyak 1.112 unit kendaraan baik roda empat maupun roda dua ditilang. Dengan penyitaan barang bukti berupa Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). "Barang bukti yang disita 678 SIM dan 434 STNK. Sementara belum ada kendaraan yang kita sita," tuturnya.

Ia menyebut, untuk wilayah di Jakarta dengan penindakan paling tinggi berada di Jakarta Barat. Sementara terendah di Jakarta Selatan. "Untuk penindakan tertinggi di Jakarta Barat ada 180 tilang, yang terendah di Jakarta Selatan 32 tilang. Dari jenis kendaraannya sepeda motor 679 unit, kendaraan pribadi 387 unit, angkutan umum 107 unit, dan kendaraan dengan beban 39 unit," papar Hindarsono.


Mekanisme tilang yang akan diberlakukan, lanjut Hindarsono, tetap sama seperti penilangan biasanya. Hindarsono mengambil contoh, jika pelanggar diberi slip berwarna biru maka pelanggar membayarnya di Bank. Baru setelah ada tanda bukti dari Bank tertentu, pelanggar bisa langsung ke Polisi untuk mengampil penilangan tersebut.



Namun begitu, lanjut Hindarsono, untuk penerapan denda Rp 1 juta dan Rp 500 ribu bagi pengendara yang masuk jalur busway belum diterapkan. Karena masih banyak proses yang harus dilakukan sebelum menetapkan denda. "Bukan sekarang, tapi setidaknya sudah dikabarkan. Proses masih terus berjalan dan masih menunggu panggilan dari pemprov serta kejaksaan. Karena nanti hakim yang memutuskan, kita hanya mengajukan," jelasnya.