Tampilkan postingan dengan label bus transjakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bus transjakarta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Januari 2017

2.000 Unit Bus Transjakarta di Tambah Tahun Ini

Transjakarta  PT Transportasi Jakarta akan menambah 2.000 unit bus tahun ini. Sehingga pada akhir tahun jumlah bus yang dimiliki bisa mencapai 3.300 unit.
" Tahun ini armada kami akan ada 3.300, targetnya sampai Desember 2017, ini progressif jalan terus"
Direktur PT Transjakarta, Budi Kaliwono mengatakan, bus eksisting saat ini ada sebanyak 1.300 unit, baik bus gandeng, tunggal maupun bus sedang. Secara bertahap akan ada penambahan bus, mulai Maret mendatang.

"Pengadaan bus itu kami jalan terus. Tahun ini armada kami akan ada 3.300, targetnya sampai Desember 2017, ini progresif jalan terus," kata Budi, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (5/1).

Anggaran yang disiapkan untuk pembelian ribuan bus tersebut mencapai Rp 750 miliar. Dana tersebut merupakan alokasi anggaran yang disiapkan selama dua tahun, yakni 2016 dan 2017. "Total tahun lalu dan tahun ini anggarannya Rp 750 milliar dan ini semua pengadaan,"

Budi menambahkan, anggaran tersebut masih kurang untuk pengadaan bus. Pihaknya memiliki skema lain untuk mendapatkan modal tambahan, yakni dengan pinjaman bank.

"Kami masih butuh dana tambahan, rencananya akan kerja sama dengan pihak bank atau perusahaan pembiayaan sehingga pengadaan ini menjadi tepat waktu," tuturnya.

Untuk tahap awal, sebanyak 300 bus dengan jenis low entry akan datang pada Maret mendatang. Jenis bus tersebut digunakan oleh berbagai negara, khususnya untuk mengakomodir pengguna difabel. "Bulan Maret itu akan datang total 300 bus low entry,"

Jumat, 22 November 2013

GOTONG ROYONG PENEROBOS BUSWAY

Jakarta - Meski sudah ada peringatan dilarang menerobos jalur bus transjakarta, segelintir pengendara sepeda motor di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, masih ada yang nekat, pemotor yang panik melihat polisi di Mampang Prapatan, Jaksel, ramai-ramai mengangkat motornya melewati separator busway yang cukup tinggi.





concrete road barrier


TMC Polda Metro Jaya, Kamis (21/11/2013), menyatakan sterilisasi busway dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB. 4 Orang petugas polisi menilang belasan pemotor yang menyerobot busway. Para pemotor ini tidak bisa lolos dari petugas karena di bagian depannya ada bus TrasJ yang lewat. Para pemotor ini hanya bisa pasrah ditilang.

Mereka menengok kanan-kiri, berusaha mencari jalan keluar. Namun, mereka tidak bisa lepas dari "jebakan" mengingat separator beton jalur bus transjakarta cukup tinggi, lebih dari 0,5 meter. Digeser pun sulit karena berat dan rapat.



Sementara itu, pemotor yang melihat adanya sterilisasi dari kejauhan langsung panik. Karena sulit berputar balik di jalur bus TransJ Mampang, para pemotor langsung mencoba mengangkat motornya melewati separator busway. Namun hal ini bukanlah hal yang mudah karena pembatas jalur bus TransJ Mampang setinggi dengkul.



Para pemotor kemudian secara bergantian dan bergotong royong mengangkat kendaraannya yang terjebak di jalur bus TransJ tersebut. Begitulah upaya mereka menghindari tilang polisi. Para pemotor itu hanya memiliki dua pilihan, pasrah didenda Rp 500.000 atau mengangkat motor mereka melewati separator jalur bus transjakarta setinggi paha orang dewasa.

Mengangkat motor dengan berat sekitar 100 kg sendirian tentu saja sulit. Akhirnya, sesama pengendara motor itu bahu-membahu mencoba mengangkat motor secara bergantian. Setelah diangkat tiga orang, barulah motor bisa diangkat masuk ke jalur reguler.

Hal ini pun ditiru oleh pengendara motor lainnya. Solidaritas itu tentu saja tidak mengenal jenis kelamin. Motor yang dikendarai perempuan pun dibantu diangkat. Sementara dari kejauhan, polisi hanya melihat aksi tersebut sambil tersenyum.

Sabtu, 09 November 2013

Ratusan Bus Transjakarta Baru

Jalur bus Transjakarta terus disterilisasi Pemprov DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya. Sterilisasi merupakan persiapan sebelum ratusan bus Transjakarta baru dan bus sedang berbahan bakar gas tiba pada bulan Desember nanti.



Jokowi mengakui saat ini pelayanan bus Transjakarta belum maksimal karena jumlah bus yang ada sangat terbatas. "Bayangkan saja, busway itu kan sudah delapan tahun. Tapi jumlah busnya nggak pernah nambah. Cuma 500-an bus terus. Ya ndak cukup," katanya.

"Persiapan dong, masa busnya datang baru sterilisasi. Tapi meskipun bus tidak datang tetap harus steril," ujar Jokowi, di rumah dinasnya Jalan Taman Surapati No 7, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/11).

Dikatakan Jokowi, seharusnya jalur tersebut memang khusus untuk bus Transjakarta, sehingga harus steril dari kendaraan lain. Untuk itu, masyarakat diminta untuk lebih tertib berlalulintas. "Itu aturan jalur untuk bus Transjakarta. Ini masalah tertib hukum," katanya.

Selain pengadaan 310 bus Transjakarta, pada Desember mendatang juga akan dibeli ratusan bus sedang berbahan bakar gas (BBG). Nantinya bus sedang tersebut akan mendukung operasional bus Transjakarta sehingga diperbolehkan melintas di jalur Transjakarta seperti Kopaja AC dan APTB.

"Tahun 2014 kita akan tambah lagi 1.000 bus. Terus nanti ada monorel, MRT, juga kita akan berlakukan ERP di jalan-jalan protokol. Jadi, angkutan umum akan ditingkatkan pelayanannya dan ditambah jumlah armadanya," kata Jokowi. Di samping itu, nantinya akan dibuat jalur khusus Sepeda sehingga orang yang bepergian dengan bersepeda akan bertambah.