Tampilkan postingan dengan label balaikota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label balaikota. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Maret 2015

Jokowi Kembali Sambangi Balaikota, Untuk Pemeriksaan Gigi

Presiden Joko Widodo kembali menyambangi kantor Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.



                                                "Seperti biasa, mau pemeriksaan gigi rutin "


Menumpang mobil kepresidenan, Jokowi yang mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam, tiba di Balaikota sekitar pukul 16.45 dan langsung disambut Basuki Tjahaja Purnama beserta jajaran.
Usai berbincang ‎sebentar dengan Ahok, mantan Gubernur DKI tersebut langsung menuju ke Pusat Pelayanan Kesehatan (Pusyankes) yang terletak di lantai tiga Gedung Blok F,  Balaikota untuk memeriksa gigi.

‎Menurut Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri DKI Jakarta, M Mawardi menuturkan, kedatangan Presiden RI kali ini terbilang mendadak karena pihaknya baru mendapatkan kabar pukul 14.30.
"Kami dapat kabarnya sekitar pukul 14.30. Bagi Pak Jokowi mungkin sudah terjadwal. Tapi, buat kami mendadak," katanya, Jumat (13/3).

‎Ia menyampaikan, agenda kedatangan mantan Gubernur DKI ini masih sama seperti sebelumnya, yakni melakukan pemeriksaan gigi secara rutin di Pusyankes Balaikota.
"Seperti biasa, mau pemeriksaan gigi rutin," katanya singkat.

Jumat, 07 Maret 2014

Basuki Naik Sepeda Dari Pluit Ke Balaikota



Basuki Naik Sepeda Dari Pluit Ke Balaikota



Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama naik sepeda dari kediaman di kawasan Pantai Mutiara, Pluit menuju kantor di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (7/3).

Kegiatan bersepeda pertama kali yang dilakukan oleh Basuki merupakan kewajiban yang berlaku bagi seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI setiap hari Jumat di awal bulan.

Mantan Bupati Belitung Timur ini didampingi lima pegawai pribadinya berangkat dari kediaman pada pukul 05.40 WIB dan tiba di Balaikota pukul 06.40 WIB.

Selama dalam perjalanan, Basuki juga sempat menghentikan laju sepeda untuk bercengkrama dengan sejumlah warga.

Setiba di Balaikota, ia pun langsung masuk ruang kerja untuk mandi dan sarapan.

Basuki mengaku sengaja tidak memberitahukan awak media perihal keinginannya berangkat ke kantor dengan sepeda. "Saya sengaja tidak mau kasih tahu. Nanti kalau ramai media, laju sepeda saya terhambat," ungkapnya.

Basuki juga mengakui sepeda yang dipakai merupakan pemberian dari perusahaan produsen sepeda dan sudah didaftarkan sebagai aset milik Pemprov DKI. "Itu (gratifikasi) kalau dia ngasihnya ke saya. Makanya saya nggak mau. Nanti malah jadi gratifikasi. Aset sepeda didaftarkan dulu, baru saya pakai," jelasnya.

Sekadar diketahui, sebanyak 10 sepeda yang didominasi warna merah dan putih diterima oleh Pemprov DKI pada Selasa (4/3). Khusus sepeda yang dipakai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI di salah satu batang sepeda diberi label nama `Joko Widodo` dan `Basuki T Purnama`

Sesuai Instruksi Gubernur (Ingub) DKI No 105 tahun 2013 bahwasanya hari ini adalah hari tanpa kendaraan pribadi untuk seluruh PNS DKI. Pada bulan Februari lalu, Basuki memilih menumpangi bus BKTB PIK-Monas menuju Balaikota.




Sumber: berita jakarta

Minggu, 23 Februari 2014

Jokowi Juga Temukan Alat Sadap Di Balaikota


Selain di rumah dinas yang terletak di Jalan Taman Suropati nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga menemukan alat sadap di ruang kerjanya di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan. Sayangnya, Jokowi tidak menyebutkan secara pasti di mana dan berapa jumlah alat sadap yang ditemukan di Balaikota.

Alat sadap tersebut secara mudah diletakkan di kantor Jokowi, mengingat setiap hari banyak tamu yang ditemuinya. "Oleh sebab itu, saya kemarin minta Lembaga Sandi Negara dan membuat MoU untuk mengamankan dokumen-dokumen di sini (Pemprov DKI) ya karena itu," kata Jokowi, di Balaikota, Jumat (21/2).

Paska ditemukan tiga alat sadap di rumah dinas Jokowi, pengamanan pun diperketat. Setidaknya tiga pengawal ditambah yang ikut dalam kegiatan Jokowi setiap harinya. "Saya sampaikan ke pengamanan, harus hati-hati. Di rumah dinas juga ditambah pengamanan. Kamu lihat ditambah tidak (pengawalnya)," ujarnya.

Diakui Jokowi, dirinya merasa disadap sejak Juni tahun lalu. Kemudian dilakukan pengecekan menggunakan alat detektor dan hasilnya ditemukan tiga alat sadap yakni di kamar tidur, ruang tamu pribadi, dan ruang makan. Jokowi menilai bahwa alat sadap yang ditemukan hanya seharga Rp 1.000 atau Rp 2.000 saja. "Tidak tahu alatnya sudah apa atau tidak. Kalau saya tahu orangnya datang, ya saya gebuk," ujarnya.

Diakui Jokowi, sengaja tidak melaporkan ke polisi karena dalam pembicaraan yang disadap tidak menyangkut masalah krusial. Ia justru mengaku bahwa pembicaraan yang disadap hanya masalah sepele, yakni menu makanan setiap harinya. "Tidak ada isinya yang disadap. Kalau saya merasa dirugikan disitu saya pakai untuk bicara masalah berat, strategis untuk membenahi Jakarta misalnya, tapi kan hanya rapat-rapat biasa saja," ujarnya.

Dirinya pun tidak mau mencurigai lawan politiknya. Namun jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan penyadapan dirinya tidak bisa menolak. Mengingat KPK merupakan instansi yang berwenang dengan hal tersebut. Namun jika pihak asing yang melakukan penyadapan Jokowi tak habis pikir dengan tujuannya.



Sumber:berita jakarta