Tampilkan postingan dengan label Alat sadap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alat sadap. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Februari 2014

Jokowi Juga Temukan Alat Sadap Di Balaikota


Selain di rumah dinas yang terletak di Jalan Taman Suropati nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga menemukan alat sadap di ruang kerjanya di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan. Sayangnya, Jokowi tidak menyebutkan secara pasti di mana dan berapa jumlah alat sadap yang ditemukan di Balaikota.

Alat sadap tersebut secara mudah diletakkan di kantor Jokowi, mengingat setiap hari banyak tamu yang ditemuinya. "Oleh sebab itu, saya kemarin minta Lembaga Sandi Negara dan membuat MoU untuk mengamankan dokumen-dokumen di sini (Pemprov DKI) ya karena itu," kata Jokowi, di Balaikota, Jumat (21/2).

Paska ditemukan tiga alat sadap di rumah dinas Jokowi, pengamanan pun diperketat. Setidaknya tiga pengawal ditambah yang ikut dalam kegiatan Jokowi setiap harinya. "Saya sampaikan ke pengamanan, harus hati-hati. Di rumah dinas juga ditambah pengamanan. Kamu lihat ditambah tidak (pengawalnya)," ujarnya.

Diakui Jokowi, dirinya merasa disadap sejak Juni tahun lalu. Kemudian dilakukan pengecekan menggunakan alat detektor dan hasilnya ditemukan tiga alat sadap yakni di kamar tidur, ruang tamu pribadi, dan ruang makan. Jokowi menilai bahwa alat sadap yang ditemukan hanya seharga Rp 1.000 atau Rp 2.000 saja. "Tidak tahu alatnya sudah apa atau tidak. Kalau saya tahu orangnya datang, ya saya gebuk," ujarnya.

Diakui Jokowi, sengaja tidak melaporkan ke polisi karena dalam pembicaraan yang disadap tidak menyangkut masalah krusial. Ia justru mengaku bahwa pembicaraan yang disadap hanya masalah sepele, yakni menu makanan setiap harinya. "Tidak ada isinya yang disadap. Kalau saya merasa dirugikan disitu saya pakai untuk bicara masalah berat, strategis untuk membenahi Jakarta misalnya, tapi kan hanya rapat-rapat biasa saja," ujarnya.

Dirinya pun tidak mau mencurigai lawan politiknya. Namun jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan penyadapan dirinya tidak bisa menolak. Mengingat KPK merupakan instansi yang berwenang dengan hal tersebut. Namun jika pihak asing yang melakukan penyadapan Jokowi tak habis pikir dengan tujuannya.



Sumber:berita jakarta

Kamis, 20 Februari 2014

Jokowi Benarkan Ada Alat Sadap Di Rumah Dinasnya


Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo membenarkan adanya alat sadap yang ditemukan di rumah dinasnya, Jl Taman Suropati, No 7, Menteng, Jakarta Pusat. Meski begitu, Jokowi mengaku tidak ambil pusing dengan penemuan alat sadap di rumah dinasnya tersebut.

Dikatakan Jokowi, penemuan sejumlah alat sadap di rumah dinasnya itu ditemukan menggunakan alat pendeteksi pada Desember 2013. Namun, dirinya enggan membesar-besarkan masalah. Adapun informasi mengenai penyadapan terhadap Jokowi, pertama kali disampaikan oleh Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo. "Sudahlah, sudah lama itu. Hanya saja saya kan diam. Penemuannya bulan Desember 2013. Yang jelas mengenai hal ini tidak saya pikir berat-berat lah," ujar Jokowi, Kamis (20/2).

Penemuan alat sadap itu, kata Jokowi, ditemukan di tiga tempat berbeda di rumah dinasnya. Ketiga lokasi itu yakni, kamar tidur, ruang tamu pribadi, dan ruang makan yang biasa digunakan Jokowi untuk menggelar rapat. "Sebenarnya saya nggak mau bicara masalah ini. Ya tapi faktanya di rumah dinas ada tiga yang ditemukan," katanya.

Ditambahkan Jokowi, dirinya tidak mempermasalahkan adanya penyadapan tersebut. Apalagi, dirinya bersama sang istri, Iriana hanya membicarakan hal-hal ringan. "Yang disadap dari saya juga apa sih? Saya juga kalau di rumah ngomong dengan istri yang enteng-enteng saja, ngomong soal makanan, itu-itu saja," ucap Jokowi.

Saat rapat dengan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pun, lanjut Jokowi, hanya terkait dengan permasalahan ibu kota, seperti perosalan macet dan banjir. Sehingga, tidak ada masalah khusus yang layak untuk disadap. "Kalau rapat dengan dinas juga masalah apa sih? Tidak saya urus karena yang disadap dari saya ya apa sih? Nggak ada apa-apanya,"




Berita jakarta