Rabu, 06 Juli 2016

Lebaran Pertama Taman Monas didatangi 8000 Orang

Tempat Wisata Monumen Nasional (Monas) masih menjadi tempat favorit warga Ibukota dan sekitarnya untuk mengisi libur Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah.
Lebaran Pertama Taman Monas didatangi 8000 Orang
Pantauan Beritajakarta.com, meskipun cuaca panas,  pengunjung terus berdatangan. Sejumlah warga juga memanfaatkan taman untuk bersantai dan makan bersama anggota keluarga, sedangkan sebagian pengunjung memanfaatkan lapangan yang luas untuk bermain layangan.

"Sampai saat ini pengunjung yang datang ke kawasan Monas sudah 8.300 orang, sedangkan yang ke Tugu sudah 1.920 orang," kata Sabdo Kurnianto, Kepala Kantor Pengelola Kawasan Monas, Rabu (6/7).

Dikatakan Sabdo, Monas mulai buka pukul 10.00 hingga pukul 22.00 dan diperkirakan jumlah pengunjung yang datang ke kawasan Monas akan terus bertambah.

"Diperkirakan pengunjung bisa mencapai 10.000, sedangkan yang ke Tugu bisa mencapai 4.000 orang," ujarnya, Rabu (6/7).

Lebih lanjut, untuk harga tiket masuk ke kawasan tugu Monas tidak ada kenaikan masih sama, yakni dewasa Rp 15.000, anak-anak Rp 4.000 dan mahasiswa Rp 8.000.

Adi Setiawan (45) warga Cengkareng Jakarta Barat mengatakan, jika dirinya memang sudah merencanakan untuk datang ke Monas bersama keluarganya sekaligus berkumpul dengan teman-teman yang tidak melaksanakan mudik tahun ini.

"Saya memang sengaja dan sudah janjian dengan temen untuk bertemu disini, sebab tahun ini dirinya tidak mudik ke Pekalongan, Jawa Tengah,"

Kebun Binatang Ragunan (TMR) dipadati Pengunjung

Sebanyak 28.961 pengunjung mengunjungi objek wisata Taman Margasatwa Ragunan (TMR), di Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Diperkirakan, jumlah pengunjung terus meningkat dan mencapai puncaknya, Sabtu (9/7).

Kepala Humas TMR, Bambang Wahyudi mengatakan, jumlah total pengunjung di hari raya didapat setelah penghitungan ditutup pukul 16.00 tadi. Sebanyak 5.488 kendaraan yang terdiri dari 1.223 mobil, 4.256 motor dan sembilan unit bus memasuki area TMR.

"Kalau lebaran hari pertama biasanya lebaran di rumah keluarga besar atau saudara. Hari kedua lebaran baru mulai ada peningkatan, kami prediksi lonjakan pengunjung pada Sabtu dan Minggu," katanya, Rabu (6/7).

Dikatakan Bambang, pada libur lebaran ini waktu kunjung pengunjung TMR juga diperpanjang. TMR mulai dibuka dari pukul 06.00 sampai dengan 17.00.

Ditambahkan Bambang, alat pembayaran untuk masuk TMR masih menggunakan kartu JakCard. Bahkan, pihak TMR sendiri sudah menyediakan 150.000 JakCard. Tarif masuk TMR, tidak ada perubahan yakni, Rp 4.500 untuk orang dewasa, dan Rp 3.500 untuk anak-anak.

"Kalau kekurangan kita tambah lagi, sudah berkoordinasi dengan Bank DKI. Kita gunakan continuous form antisipasi kalau ada terjadi trouble saja,"

Pantai Ancol Diserbu 50 Ribu Pengunjung

Kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara dipadati warga dari berbagai wilayah di hari pertama libur Lebaran. Hingga sore hari, tercatat sudah ada 50 ribu warga yang berkunjung ke salah satu tempat wisata favorit di Ibukota tersebut.

Pantauan Beritajakarta.com, warga dari usia anak, remaja dan orang tua memadati kawasan Taman Impian Jaya Ancol.

Warga yang datang bergerombol pada umumnya memilih berwisata di pantai bersama rombongan.
Kurniawan (48), warga RT 03/04, Bekasi Barat mengaku datang ke kawasan Ancol bersama 10 orang anggota keluarga dan saudaranya dari Bandung.

"Mumpung libur Lebaran. Abis Salat Ied dan bersalaman, kita langsung berangkat ke sini. Ternyata banyak sekali pengunjungnya," katanya di lokasi, Rabu (6/7).

Di tempat yang sama, Sukandar (45), warga Taman Sari, Jakarta Barat mengatakan sengaja memilih ke kawasan Ancol bersama istri dan tiga anaknya untuk menikmati suasana pantai.

"Menyenangkan saya ajak anak dan istri saya liburan ke Pantai Ancol untuk santai sambil gelar tikar," tuturnya.

Manager Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol, Rika Lestari menuturkan, di hari pertama libur Hari Raya Idul Fitri, pihaknya menargetkan 80-100 ribu orang pengunjung.

"Sampai pukul 14.00 saja, jumlah pengunjung sudah mencapai 50 ribu orang," ungkapnya.

Ia menambahkan, sepanjang libur Lebaran dan libur sekolah hingga 10 hari ke depan, pengunjung yang datang ke kawasan Ancol ditargetkan bisa mencapai 870 ribu orang.

Minggu, 01 Mei 2016

Jakarta Bangun Berbagai Konsep Rusun untuk Nelayan

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, akan membangun berbagai konsep rumah susun (rusun) untuk nelayan. Sehingga nelayan yang akan direlokasi memiliki banyak pilihan untuk menempati rusun.
" Kami punya pilihan buat nelayan, Anda mau tinggal di rusun tematik Rusun Muara Angke, Anda mau di Kepulauan Seribu dengan budidayanya atau di Cakung Green"
Konsep yang ditawarkan seperti rusun tematik di Muara Angke, rusun dengan budidaya ikan maupun hasil laut di Kepulauan Seribu atau rusun di Cakung Green. Sehingga nelayan tetap memiliki mata pencaharian seperti biasanya.

"Kami juga mau bikin pengolahan ikannya, supaya nelayan naik. Silahkan nelayan mau tinggal yang mana. Kami punya pilihan buat nelayan, Anda mau tinggal di rusun tematik Rusun Muara Angke, Anda mau di Kepulauan Seribu dengan budidayanya atau di Cakung Green," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (29/4).

Basuki mengaku sengaja memperbanyak rusun untuk nelayan. Karena ke depan penataan kawasan pesisir pantai akan diperluas. Sehingga nelayan juga memiliki pilihan untuk tempat tinggalnya.

"Jadi sengaja kami bagi supaya bebas. Karena nanti Kali Item mau saya bongkar karena mereka reklamasi nutupin hilir, makanya Angke  dan Kanal Banjir Barat susah turun. nah itu yang mau kita gali, bikin tanggul," tegasnya.

Lokasi lain yang juga direncanakan dibangun rusun yakni di lahan milik Nusa Kirana. Basuki berencana membeli lahan seluas 300 hektare untuk pembangunan superblok. Nantinya rusun-rusun itu diperuntukan bagi pekerja di Port of Jakarta.

"Seperti lahan milik Nusa Kirana. Dia kan mau perluasan di Kelapa Gading 300 an hektare, perusahaan real estate nih. Saya mau tawar boleh nggak jual untuk pemerintah. Kalau boleh beli, kami mau bangun superblok untuk semua pekerja di Port of Jakarta,"

Aksi Buruh MAY DAY Sisakan 7,5 Ton Sampah

(May Day) Aksi demo ribuan buruh merayakan Hari Buruh Sedunia meninggalkan banyak sampah bertebaran di sejumlah titik. Sudin Kebersihan Jakarta Pusat mencatat setidaknya terdapat 7,5 ton sampah yang dihasilkan pasca-aksi demo tersebut.
" Untuk kawasan Monas sejak pagi tercatat ada 6 ton sampah yang kita bersihkan"
Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Pusat, Marsigit mengatakan, untuk kawasan Monas tercatat terkumpul sebanyak enam ton sampah. Umumnya sampah adalah sisa bekas makan siang para pendemo yang dibuang sembarangan.

"Untuk kawasan Monas sejak pagi tercatat ada 6 ton sampah yang kita bersihkan," ujarnya, Minggu (1/5).
Sedangkan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) hingga sore tadi hanya terkumpul sebanyak 1,5 ton sampah.

Kepala Seksi Kebersihan Tanah Abang, Zulkarnaini mengatakan, di sekitar GBK ada sebanyak 35 petugas yang disiagakan. Tumpukan sampah sendiri paling tinggi terlihat saat pengunjuk rasa mulai meninggalkan lokasi.

"Tadi paling banyak di depan MPR/DPR, soalnya banyak pengunjuk rasa makan siang di sana dan sampahnya dibuang begitu saja," katanya.

Selain itu, sambung Zulkarnaini, tumpukan sampah juga terlihat di Jalan Asia Afrika. Pasalnya di lokasi tersebut dijadikan sarana parkir bus dan banyak pedagang sehingga banyak sampah berceceran.

"Tapi petugas kita langsung gerak bersihkan sampah. Nanti setelah mereka semua selesai kita bersihkan kembali, jadi besok relatif lebih bersih,"

Kamis, 03 Maret 2016

#transjakarta #busway #bus #BRT #angkutan #masal #jakarta #publik

Pasukan Katak (Kopaska) Terjun Susuri Saluran Air Cari Sampah Kabel

(Kopaska) Komando Pasukan Katak , pasukan khusus TNI AL, dari Komando Armada Kawasan Barat dilibatkan untuk memantau saluran air di Jalan Medan Merdeka Utara. Dua belas anggota Kopaska dengan peralatan lengkap, seperti tabung oksigen, baju selam, hingga senter, terjun untuk menyusuri gorong-gorong di depan Istana Kepresidenan.

Komandan Detasemen IV Satkopaska Koarmabar TNI AL Kapten Laut Edy Tirtayasa mengatakan pemantauan saluran air di kawasan ring satu itu merupakan perintah dari Panglima Komando Kawasan Barat Laksamana Muda A. Taufiq Rahman. "Panglima memerintahkan kami untuk membantu melihat kondisi saluran air," katanya, Kamis, 3 Maret 2016.

Belasan anggota Kopaska itu masuk saluran air melalui bak kontrol yang berbeda-beda. Mereka pun menyusuri saluran air yang tingginya sekitar 1,5 meter.

Edy menjelaskan penggunaan tabung oksigen diperlukan agar pasukannya dapat leluasa bernapas di saluran air. "Kami khawatir dengan kondisi udara di dalam saluran air," ujarnya.


Hingga saat ini, kata Edy, pasukannya tak menemukan adanya kulit kabel seperti di Jalan Medan Merdeka Selatan. "Sejauh ini temuan kami hanya sampah dan lumpur," katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menduga ada pihak yang ingin Jakarta banjir. Sebab, di Jalan Medan Merdeka Selatan ditemukan adanya kulit kabel hingga belasan truk. Akibatnya, kawasan Jalan Medan Merdeka sempat tergenang air.

Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan mengatakan untuk membersihkan saluran air di Jalan Medan Merdeka Utara, lembaganya perlu meminta izin ke bagian rumah tangga Istana Kepresidenan.
#pasar #jakarta

Tim Khusus di bentuk Polisi Untuk Selidiki Kasus Kulit Kabel

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian mengakui pihaknya masih mendalami penemuan kulit kabel dalam saluran air di Jalan Medan Merdeka Selatan. Untuk melakukan penyelidikan, pihaknya membentuk tim khusus dari Ditkrimsus bersama Sudin Tata Air dan PLN untuk mengusut tuntas kasus ini.
" Nanti kita lihat bentuk pidananya seperti apa. Apakah berhubungan dengan masalah lingkungan, bisa saja"
Berdasar informasi awal yang dihimpun kepolisian, kulit kabel tersebut merupakan barang lama. Pada 2014 lalu, ada yang melakukan pembangunan di sekitar lokasi dan kulit kabel tersebut tidak terangkat.

"Pernah tahun 2014 ada yang melakukan pembangunan di sana, kemudian kelupasan kulit kabel ini tidak terangkat. Kalau nggak terangkat kenapa? Kita akan cek kontraktor-kontraktornya," ujar Tito, Rabu (2/3).
Dikatakan Tito, pihak kepolisian dan PLN sudah mengantongi sampel kabel utilitas tersebut. Kemudian akan diselidiki merek, jenis dan tahun pemasangan kabel.

"Intinya kita harus jawab, ini barang baru atau barang lama. Kalau barang lama kenapa tidak terangkat, kalau barang baru apa maksudnya," ucapnya.

Terkait kemungkinan adanya sabotase, Tito menolak untuk menyimpulkan. Hingga saat ini, penyelidikan kasus tersebut masih dalam proses.

"Nanti kita lihat bentuk pidananya seperti apa. Apakah berhubungan dengan masalah lingkungan, bisa saja," tandasnya.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama enggan berkomentar banyak saat ditanya kasus tersebut. Basuki sepenuhnya menyerahkan penyidikan penemuan kulit kabel itu kepada pihak kepolisian.