Tampilkan postingan dengan label pulau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pulau. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juli 2019

Gubernur Anies Baswedan Terbitkan IMB di Pulau Reklamasi

Jakarta - Ramainya Polemik reklamasi di Teluk Jakarta kembali mencuat. Ramainya polemik ini muncul lagi setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk 1772 bangunan di Pantai Maju (Pulau D). Ramainya polemik ini karena sang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berkampanye dulu berjanji akan menolak reklamasi di Teluk Jakarta. Banyak yang menuding dia ingkar janji. Namun apa yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta disambut baik oleh para pengusaha properti yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI). Menurut mereka reklamasi memberikan banyak dampak positif. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal DPP REI, Bambang Eka Jaya dengan dilanjutkannya pembangunan di pulau reklamasi akan memberikan kepastian bagi dunia usaha, khususnya sektor properti. Menurutnya hal it akan meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya, khususnya di DKI Jakarta. "Dan sebagai pengembang tentu berfungsi agent of development, mengembangkan lingkungan menjadi lebih baik sesuai kebutuhan jaman," ujarnya, seperti dilansir dalam keterangan tertulis, Minggu (7/7/2019). Selain itu, menurutnya pemerintah juga akan mendapatkan pemasukan dari pajak. Pemerintah juga akan menerima pendapatan baru dari sektor property. "Dari IMB kita setor retribusi, lalu transaksi dengan pembeli maka Pemda mendapat 5 persen BPHTB, dan selanjutnya per tahun juga Pemda dapat memungut PBB," tambahnya. Pembangunan reklamasi, lanjut Bambang, juga akan membuka banyak lapangan kerja baru. Termasuk masyarakat pesisir di utara Jakarta. Seperti anak-anak nelayan, yang tidak hanya bisa sekolah di pulau reklamasi, tapi kelak juga bisa mendapatkan pekerjaan ditempat tersebut. "Kita anggap satu ruko punya 10 staf, itu artinya jika ada seribu ruko maka akan menyerap 10 ribu lapangan kerja. Itu belum termasuk gedung-gedung dan rumah-rumah baru," ujar Bambang. Dampak lainnya, lanjut Bambang, setiap proyek properti, maka lebih dari 140 industri terkait juga ikut memperoleh dampak positif. Dari yang langsung seperti building material, sampai dengan interior. Lalu ada juga kelengkapannya seperti lukisan atau barang seni, barang-barang elektronik dan yang lainnya. "Dengan beroperasinya properti-properti di pulau reklamasi, akan men-generate income, baik langsung maupun tidak langsung sehingga menggerakkan perekonomian," tutupnya.

Minggu, 01 Mei 2016

Jakarta Bangun Berbagai Konsep Rusun untuk Nelayan

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, akan membangun berbagai konsep rumah susun (rusun) untuk nelayan. Sehingga nelayan yang akan direlokasi memiliki banyak pilihan untuk menempati rusun.
" Kami punya pilihan buat nelayan, Anda mau tinggal di rusun tematik Rusun Muara Angke, Anda mau di Kepulauan Seribu dengan budidayanya atau di Cakung Green"
Konsep yang ditawarkan seperti rusun tematik di Muara Angke, rusun dengan budidaya ikan maupun hasil laut di Kepulauan Seribu atau rusun di Cakung Green. Sehingga nelayan tetap memiliki mata pencaharian seperti biasanya.

"Kami juga mau bikin pengolahan ikannya, supaya nelayan naik. Silahkan nelayan mau tinggal yang mana. Kami punya pilihan buat nelayan, Anda mau tinggal di rusun tematik Rusun Muara Angke, Anda mau di Kepulauan Seribu dengan budidayanya atau di Cakung Green," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (29/4).

Basuki mengaku sengaja memperbanyak rusun untuk nelayan. Karena ke depan penataan kawasan pesisir pantai akan diperluas. Sehingga nelayan juga memiliki pilihan untuk tempat tinggalnya.

"Jadi sengaja kami bagi supaya bebas. Karena nanti Kali Item mau saya bongkar karena mereka reklamasi nutupin hilir, makanya Angke  dan Kanal Banjir Barat susah turun. nah itu yang mau kita gali, bikin tanggul," tegasnya.

Lokasi lain yang juga direncanakan dibangun rusun yakni di lahan milik Nusa Kirana. Basuki berencana membeli lahan seluas 300 hektare untuk pembangunan superblok. Nantinya rusun-rusun itu diperuntukan bagi pekerja di Port of Jakarta.

"Seperti lahan milik Nusa Kirana. Dia kan mau perluasan di Kelapa Gading 300 an hektare, perusahaan real estate nih. Saya mau tawar boleh nggak jual untuk pemerintah. Kalau boleh beli, kami mau bangun superblok untuk semua pekerja di Port of Jakarta,"