Senin, 28 April 2014

Jokowi: Renovasi Pasar Senen Secepatnya



Jokowi: Renovasi Pasar Senen Secepatnya


Kebakaran hebat yang terjadi di Pasar Senen dan Pasar Rumput sangat disayangkan berbagai pihak. Terlebih, instalasi listrik yang terpasang di pasar tradisional di ibu kota saat ini kondisinya cukup memprihatinkan sehingga rawan terjadi kebakaran.

"Pasar Senen itu harusnya dibangun tahun kemarin. Harusnya sudah dimulai, tapi karena banyak yang minta setelah lebaran ya saya tunggu "
"Pertama harus lihat lapangannya. Pasar Senen itu dibangun tahun 1974, kamu lihat kabel-kabelnya di sana sudah tua, kabelnya berseliweran di mana-mana," ujar Jokowi, Gubernur DKI Jakarta, di Balaikota, Senin (28/4).

Dikatakan Jokowi, setiap tahun pihaknya rutin merenovasi sejumlah pasar. Namun, karena jumlahnya yang banyak, maka renovasi pun dilakukan secara bertahap. Khusus Pasar Senen, renovasi pasar tersebut seharusnya dilakukan tahun lalu. Namun, karena ada permintaan pedagang, renovasi rencananya baru akan dilakukan setelah Lebaran tahun ini.



"Pasar Senen itu harusnya dibangun tahun kemarin. Harusnya sudah dimulai, tapi karena banyak yang minta setelah lebaran ya saya tunggu," ucapnya.
Alhasil, dengan adanya peristiwa kebakaran di Pasar Senen, sambung Jokowi, renovasi tidak lagi harus menunggu setelah Lebaran melainkan akan dilakukan secepatnya setelah seluruh persiapan matang. "Sekarang sudah oke semuanya. Tidak ada negosiasi dengan pedagang untuk pembangunan, kalau nego lagi nanti mundur lagi. Sehingga kenapa saya bilang segera langsung dibangun," kata Jokowi.

Mengenai instalasi listrik yang sudah berumur, Jokowi meminta PLN untuk lebih meningkatkan pebngawasannya.

Seperti diketahui, Jumat (25/4) lalu, Pasar Senen dilanda kebakaran hebat. Lebih dari 2.000 kios hangus terbakar. Bahkan, kebakaran itu baru dapat dipadamkan 24 jam kemudian. Lalu, pagi tadi, Pasar Rumput Manggarai, Jakarta Selatan juga terbakar. Beruntung api dengan cepat dapat dikuasai sehingga jumlah kios yang terbakar dapat diminimalisir.



Sumber: berita jakarta

Minggu, 27 April 2014

Dua Proyek Kampung Deret di Jaktim Dibatalkan


Proyek kampung deret di RW 06 Kelurahan Munjul dan RW 05 Kelurahan Pulogebang, Jakarta Timur akhirnya dibatalkan.

" Setelah dilakukan peninjauan langsung, ternyata RW 06 yang akan dijadikan kampung deret itu tidak layak"
Tim Verifikasi Proyek Kampung Deret Pemkot Administrasi Jakarta Timur, Tonny, mengatakan, dua dari 13 RW yang masuk dalam program kampung deret tahun 2014 ini akhirnya dibatalkan. Proyek kampung deret di Kelurahan Munjul dibatalkan karena lokasi dianggap tidak layak. Sedangkan RW 05 Pulogebang ditolak warga setempat.

"Setelah dilakukan peninjauan langsung, ternyata RW 06 yang akan dijadikan kampung deret itu tidak layak," ujarnya, Minggu (27/4).

Pasalnya, kata Tonny, sesuai dengan Peraturan Gubernur No 64 Tahun 2013, yang menjadi landasan proyek kampung deret, yang berhak dijadikan kampung deret haruslah pemukiman padat dan kumuh. Namun setelah dilakukan peninjauan, RW 06 Kelurahan Munjul itu tidak masuk ke dalam dua kategori tersebut. "RW 06 hanya kumuh, namun tidak padat. Sedangkan RW 05 Pulogebang dibatalkan karena ditolak warga setempat," katanya.

Dijelaskannya, ke-13 RW yang masuk program Kampung Deret di Jakarta Timur yakni, RW 02 Rawamangun, RW 04 Pulogadung, RW 09 Palmeriam, RW 01 Kayumanis, RW 15 Pisangan Timur, RW 06 Munjul, RW 07 Kelurahan Tengah, RW 06 dan RW 09 Cipinang Besar Selatan, RW 02 Klender, RW 13 Duren Sawit, RW 08 Penggilingan, dan RW 05 Pulogebang.

Sementara untuk total kuota penerima program kampung deret sebanyak 1.400 pintu atau KK. "Dua lokasi yang dibatalkan akan dialihkan ke lokasi yang lain,"


Sumber: berita jakarta

Polisi Usut Kasus Tewasnya Mahasiswa STIP


Kematian Dimas Dikita Handoko, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Marunda, Jakarta Utara, masih menjadi misteri. Untuk mengungkap kasus tersebut, polisi masih terus mendalami motif di balik tewasnya mahasiswa asal Medan, Sumatera Utara, tersebut.

" Kami masih mendalami motifnya. Untuk sementara informasi yang kami terima dari para tersangka adalah itu"
Kapolres Jakarta Utara, Kombes M Iqbal mengatakan, pihaknya mendapat laporan langsung dari rumah sakit jika mahasiswa STIP meninggal secara tidak wajar. Mengenai motifnya, karena ada pembinaan yang dilakukan oleh oknum senior kepada yunior yang sangat berlebihan. Namun, pihaknya masih terus mendalami motif di balik tewasnya Dimas tersebut.

"Kami masih mendalami motifnya. Untuk sementara informasi yang kami terima dari para tersangka adalah itu," ujarnya, Sabtu (26/4).

Sementara itu, Siagian (45) pemilik kos tempat perpeloncoan mahasiswa STIP Marunda, mengaku tidak tahu soal kekerasaan yang terjadi di rumahnya. Namun, sekitar pukul 22.00 WIB kemarin, ia sempat bertanya kepada salah satu tersangka yang kos di rumahnya yang mengaku sedang menelepon ke Medan.

"Memang saat itu saya tanya ke salah satu mereka yang sedang menelepon, dia jawab sedang telepon Bapak di Medan," jelasnya.

Ia mengaku, tidak mengetahui sama sekali kejadian yang menewaskan Dimas tersebut. Sebab, tempat kos korban selalu ramai.

"Mereka lebih sering kumpul di sini, karena dekat dengan tempat biasa mereka main futsal," tambahnya.

Seperti ramai diberitakan, Dimas Dikita Handoko, mahasiswa STIP semester I diketahui meninggal dunia pada pukul 03.00 di Rumah Sakit Pelabuhan, Jakarta Utara. Meski telah menetapkan beberapa tersangka, polisi masih terus mendalami kasus tersebut.


Sumber: berita jakarta

Senin, 07 April 2014

DKI Sediakan Bus Gratis di Rute Blok M-Kota



DKI Sediakan Bus Gratis di Rute Blok M-Kota


Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menyediakan fasilitas bus tingkat gratis guna mengantisipasi kemacetan sebagai dampak pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di ruas jalan koridor 1 Transjakarta rute Blok M-Kota.

" Pengerjaaan proyek MRT pasti memakan jalur, makanya solusi yang kita sediakan bus tingkat gratis sama kayak punya bus pariwisata itu"
"Pengerjaaan proyek MRT pasti memakan jalur, makanya solusi yang kita sediakan bus tingkat gratis sama kayak punya bus pariwisata itu," ujar Basuki T Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balaikota, Senin (7/4).

Ia mengungkapkan, Pemprov DKI saat ini sedang melakukan pengadaan bus tingkat untuk sarana transportasi gratis tersebut. Itu belum termasuk 23 armada bus tingkat yang akan disumbangkan oleh pengusaha kepada Pemprov DKI.

"Untuk satu koridor Bundaran HI hingga Blok M, saya kira 15 bus sudah cukup. Makanya kalau lebih dari 20 koridor satu ini cukup untuk membantu urai kemacetan di ruas jalan tersebut," ucapnya.

Ia menambahkan, Pemprov DKI selanjutnya akan melarang sepeda motor melintas di ruas jalan koridor I setelah bus tingkat tersedia.

"Kalau sudah ada bus tingkat gratis, sepeda motor akan dilarang melintas di situ," jelas mantan Bupati Belitung Timur itu.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan bekerja sama dengan sejumlah pengelola gedung agar memberlakukan tarif parkir sepeda motor maksimum sebesar Rp 5.000 per hari. Sedangkan, untuk kelebihan jamnya akan digratiskan hingga besok pagi.

"Kalau sudah bayar 5.000, sisanya gratis sampai besok pagi. Kita terapkan sistem parkir seperti ini agar warga bisa nitipin sepeda motornya di belakang-belakang gedung. Lalu untuk naiknya dari gedung langsung ke bus,"

Selasa, 01 April 2014

550 Petugas Jaga Taman Di Jakarta 24 Jam



550 Petugas Jaga Taman Di Jakarta 24 Jam

Untuk menjaga taman-taman yang ada di seputaran ibu kota selalu asri dan nyaman serta seluruh fasilitasnya terpelihara dengan baik, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta membentuk pengamanan khusus untuk menjaga taman-taman tersebut. Jumlah personel yang telah disiapkan sebanyak 550 petugas yang bertugas secara bergantian selama 24 jam non stop.

"Khusus untuk taman Monumen Nasional (Monas) petugas pengamanan taman ditempatkan 165 orang. Sementara untuk patroli di taman-taman yang berada di luar Monas se-Jakarta ada 493 personel," ujar Salim, Kepala Seksi Pengamanan dan Penertiban Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Selasa (1/4).

Menurut Salim, personel pengamanan ini dibagi dalam beberapa tim patroli. Mereka bekerja selama 24 jam. "Setiap tim itu ada 6-9 personel. Dan kerjanya 3 shift jadi benar-benar kita jaga 24 jam," paparnya.

Pengamanan ini, lanjut Salim, terfokus pada taman-taman yang berada di tempat protokol ataupun memang wilayah unggulan. Sebab di taman tersebut terdapat fasilitas-fasilitas yang memang rawan dirusak oleh pengunjung tidak bertanggungjawab.

"Yang utama ya seperti Taman Menteng, Taman Ayodia, Taman Suropati, Taman Situ Lembang, Taman Katalia (Kampung Sawah), Taman M Kahfi 1, dan Taman Jagakarsa. Pokoknya taman yang baru dan bagus," terang Salim.

Para personel pengamanan ditargetkan bisa menjaga taman dari penyerobotan lahan, penggunaan fasilitas umum bukan pada fungsinya, hingga kegiatan amoral yang juga sering dilakukan pengunjung.

"Kan sekarang juga banyak yang pacaran mesum di taman. Desember tahun lalu ada 4 pasangan mesum kita tangkap di Taman Katalia, memang hanya didata dan kita pertemukan dengan orangtua masing-masing untuk dibina," tegasnya.

Ke depan, imbuh Salim, pihaknya mengharapkan agar pihak kepolisian bisa bekerja sama lebih aktif. Karena ada taman yang mulai rawan aksi kejahatan. "Seperti di Taman Ayodia beberapa waktu lalu ada penodongan dan personel kita yang usir. Kita ingin kerja sama aktif dengan kepolisian untuk tindak pidana seperti ini,"


Sumber: berita jakarta

Jokowi Nyapres, Pengawal Ditambah



Jokowi Nyapres, Pengawal Ditambah


Pasca mendeklarasikan diri sebagai calon presiden, pengawalan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, bertambah dua kali lipat dari biasanya. Dengan penambahan itu, jika biasanya ia mendapat pengawalan 6 polisi, kini bertambah jadi 12 polisi yang kesemuanya merupakan personel Polda Metro Jaya dan Mabes Polri.

"Kalau pengamanan kita sudah diberi dari Polda. Dulu 6 orang, sekarang ditambah lagi jadi 12. Itu memang diberi," kata Jokowi, di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (1/4).

Dirinya mengaku pengamanan memang penting diberikan. Terlebih pada tahun politik seperti ini, di mana sering kali terjadi ancaman bagi para politisi peserta pemilu. Kendati demikian, hingga saat ini Jokowi tidak merasa ada ancaman berarti bagi dirinya.

"Tidak ada ancaman, ke mana-mana saya biasa saja. Tapi, saya diberi dari Polda dan dari Polri ya dipakai dong, ini kan untuk keamanan," kata alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Meski pengamanan ditambah, lanjut Jokowi, tidak ada yang berubah dari dirinya. Masyarakat tetap bisa menemui dirinya dengan bebas, baik secara langsung di Balaikota atau saat blusukan. "Untuk pengamanan saya terima saja. Tapi, apa saya berubah, saya biasa saja kok," ujarnya.

Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menginstruksikan aparat kepolisian untuk bekerja serius menjaga keamanan selama pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2014. Termasuk, memastikan para calon anggota legislatif (caleg) maupun pasangan calon presiden (capres) bebas dari ancaman dan intimidasi. Hal itu dilakukan agar caleg dan capres bisa menyampaikan visi misi dan debat dengan suasana aman dan damai.


Sumber: berita jakarta

Sabtu, 29 Maret 2014

Umat Hindu Ikuti Upacara Melasti di Jakarta



Umat Hindu Ikuti Upacara Melasti di Jakarta

Sebanyak 2000 umat Hindu dari wilayah DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi, melakukan Upacara Melasti di Pura Dalam, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (29/3). Upacara tersebut merupakan persiapan menyambut perayaan Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1936 yang jatuh pada Senin (31/3) yang akan datang.

Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono, yang hadir dalam upacara tersebut mengatakan, pentingnya kerjasama masyarakat dari seluruh elemen untuk bersama-sama menyukseskan pemilu April mendatang. "Saya juga mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi 1936," ucapnya, Sabtu (29/3).

Ketua Suka Duka Hindu Darma Banjar, Jakarta Utara, I Putu Alit Ari Sudarsana mengatakan, Upacara Melasti merupakan Upacara pembersihan dengan memohon Tirtha (air suci) yg terdapat di dasar laut yang disebut Tirtha Kamandalu diyakini bisa membersihan/melebur segala hal-hal yang bersifat negatif sebelum menyambut Tahun Saka 1936. "Untuk mensucikan diri kita jasmani dan rohani, membersihkan lingkungan pura dan membersihkan Jagad Raya," katanya.

Dalam proses pengambilan air suci tersebut, dua perahu dan dua puluh orang panitia dikerahkan untuk mengambil air suci dari tengah laut Marunda. Setelah acara selesai, sebagian umat diberangkatkan ke Puri Rawamangun dan sebagiannya pulang ke pura masing-masing wilayah.

Ketua Pengempon Pura Agung Wiradarma Samudra Marinir, Cilandak, Gede Ngura Sudira menyampaikan, setelah upacara Melasti hari ini, Minggu (30/3) besok, akan dilanjutkan dengan Pecaruan Agung, Taur Pesange untuk menyambut pelaksanaan Tapa Brata Penyepian. "Semuanya akan dipusatkan besok, di Pura Rawamangun,"


Sumber: berita jakarta

Jumat, 28 Maret 2014

PT Transjakarta Terima Aset Rp 1,3 Triliun



PT Transjakarta Terima Aset Rp 1,3 Triliun 


Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) yang baru saja dibentuk dan dikukuhkan direksinya, Kamis (27/3) kemarin akan mendapatkan aset yang nilainya mencapai Rp 1,3 triliun. Aset-aset tersebut akan langsung dialihkan dari semula milik Unit Pengelola (UPT) Transjakarta menjadi milik BUMD. Aset yang dialihkan berupa infrastruktur Transjakarta di 12 koridor yang sudah beroperasi saat ini.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muhammad Akbar mengatakan, aset yang akan dialihkan nilainya mencapai Rp 1,3 triliun. Aset berupa halte bus Transjakarta, jembatan penyeberangan, dan dipo Transjakarta. Bahkan, ke depan aset yang diberikan bisa lebih berkembang. Pasalnya, PT Transjakarta tidak hanya mengurus Transjakarta saja tetapi juga mencakup seluruh transportasi yang ada di ibu kota.

"Yang utama diserahkan seperti, shelter, jembatan penyeberangan, dan dipo. Itu nilainya mencapai Rp 1,3 triliun. Ke depan juga bisa berkembang lagi, untuk memudahkan operasional Transjakarta lebih baik lagi," kata Akbar, Jumat (28/3).

Aset-aset tersebut akan secepatnya diberikan. Saat ini masih dalam proses inventarisir, seraya didaftarkan sebagai BUMD di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM). "Secepatnya dialihkan, karena memang sekarang dalam masa transisi," ujarnya.

Dirinya, lanjut Akbar, berpesan, agar aset-aset yang dialihkan nantinya bisa dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik. Selain itu, diharapkan dengan terbentuknya BUMD PT Transjakarta ini, pelayanan kepada masyarakat bisa ditingkatkan.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menandatangani akta pendirian PT Transjakarta serta pengukuhan dua komisaris dan lima orang jajaran direksi di dalamnya, dimana Pemprov DKI Jakarta memiliki saham sebesar 99 persen, sementara sisanya 1 persen dimiliki PT Jakarta Propertindo.

Jokowi minta PT Transjakarta dapat bekerja optimal secepat mungkin. Tidak hanya menyelesaikan persoalan manajemen di bidang transportasi, PT Transjakarta itu juga diharapkan dapat menyelesaikan persoalan infrastruktur transportasi.


Sumber: berita jakarta

2 Pejabat Dishub DKI Jadi Tersangka


2 Pejabat Dishub DKI Jadi Tersangka

Kejaksaan Agung RI menetapkan dua pejabat di lingkungan Dinas Perhubungan DKI Jakarta sebagai tersangka. Dua pejabat tersebut diduga korupsi pengadaan bus Transjakarta pada tahun anggaran 2013 lalu. Selanjutnya akan dilakukan penyidikan terhadap kasus tersebut.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung, Setia Untung Ari Muladi membenarkan, bahwa Kejagung telah menetapkan dua pejabat Dinas Perhubungan DKI. Kedua pejabat tersebut yakni DA selaku Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Bus Peremajaan Angkutan Umum Reguler dan Kegiatan Pengadaan Armada Bus Busway dan ST selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

"Iya betul, dua orang itu sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Untung, saat dihubungi, Jumat (28/3).

Menurut Untung, pihaknya telah menemukan dua alat bukti terhadap kasus tersebut. Dari hasil penyelidikan adanya penyalahgunaan dalam kegiatan pengadaan armada bus Transjakarta senilai Rp 1 triliun dan pengadaan bus untuk peremajaan angkutan umum reguler senilai Rp 500 miliar oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta tahun anggaran 2013. "Telah ditemukan bukti permulaan yang cukup tentang terjadinya dugaan tindak pidana korupsi mark up dalam kegiatan Busway Transjakarta," ujarnya.

DA ditetapkan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print – 25/F.2/Fd.1/03/2014, tanggal 24 Maret 2014. Sementara ST ditetapkan tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print – 26/F.2/Fd.1/03/ 2014, tanggal 24 Maret 2014. "Tim Penyidik saat sedang menyusun dan mempersiapkan rencana pelaksanaan penyidikan dalam rangka mengumpulkan bukti-bukti," katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama tidak mau berkomentar banyak terkait penetapan dua anak buahnya tersebut sebagai tersangka. Bahkan, dirinya tidak ingin memberikan bantuan hukum kepada keduanya. "Itu urusan Kejagung lah. Bantuan hukum bagaimana kan sudah jadi tersangka. Ngapain dikasih," tegasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, I Made Karmayoga menuturkan, pihaknya akan segera mengambil surat penetapan tersebut dari Kejagung. Dari surat tersebut kemudian baru bisa diputuskan bahwa kedua pejabat tersebut akan diberhentikan sementara waktu dari jabatannya.

"Kita akan ambil surat dari Kejagung secepatnya. Dari surat itu akan diputuskan bahwa kedua PNS itu diberhentikan sementara dan akan menerima 75 persen dari gaji pokok,"


Sumber: berita jakarta