Kamis, 22 Mei 2014

Proyek Normalisasi Kali Ciliwung Diprotes Warga



Proyek Normalisasi Kali Ciliwung Diprotes Warga

Proyek normalisasi Kali Ciliwung di Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, diprotes sejumlah warga di pinggir Kali Ciliwung, RT 10/16, Kamis (22/5). Alasannya, pihak kontraktor tak berkoordinasi dengan warga saat pemasangan patok di atas tanah warga.

" Kita akan koordinasi dengan Kementerian PU, terkait tuntutan warga ini. Proyek sementara dihentikan, sambil menunggu jawaban dari PU"
Dalam aksinya warga yang berjumlah sekitar 11 orang, membentangkan sejumlah poster, yang berisi penolakan proyek sebelum dilakukan pembebasan lahan.

Bahkan, sejumlah warga mencabut patok yang ditancapkan kontraktor di atas lahan mereka. Kemudian warga menaiki alat berat dan memaksa pekerja menghentikan proses normalisasi Kali Ciliwung.

Bachtiar (62), warga setempat yang juga pemilik lahan seluas 1.600 meter persegi, menuturkan, aksi protes ini dilakukan karena warga tersinggung dengan sikap kontraktor yang menggarap proyek normalisasi Kali Ciliwung. Sebab, sebelum memasang patok, kontraktor datang dengan dikawal dua oknum anggota TNI. Patok yang terbuat dari pipa dipasang begitu saja dengan jarak 30 meter dari bantaran Ciliwung.

"Padahal, lahan seluas 1 hektare yang dipatok ini merupakan milik empat warga. Yakni dua pemilik masih hidup dan dan dua lainnya adalah ahli waris," ujar Bachtiar, Kamis (22/5).

Ia bersama warga lainnya, kata Bachtiar, bukan tak mendukung program pemerintah pusat yang melakukan normalisasi Ciliwung. Akan tetapi, harus ada prosedur dan aturan main yang dilakukan kontraktor. Namun sayangnya, saat mematok di atas lahan miliknya, kontraktor tak koordinasi.

Pematokan dilakukan dua kali, yakni 3 bulan lalu dan sepekan lalu. Warga sebenarnya marah dengan sikap kontraktor namun karena tak mau ribut, warga memilih diam. Namun hal ini malah dimanfaatkan kontraktor untuk memasang patok.

"Seminggu lalu kontraktor datang ke warga meminta izin untuk melakukan pengerukan kali. Tapi kok kenapa mereka membawa dua anggota TNI? Memang ini zaman orde baru. Ini kan zaman reformasi, saya tetap tidak izinkan," ujar Bachtiar.

Pelaksana Proyek, Didik Sustiono, mengatakan, akan koodinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum terkait tuntutan warga. Sebab proyek normalisasi Ciliwung ini merupakan hajat pemerintah pusat.

"Kita akan koordinasi dengan Kementerian PU, terkait tuntutan warga ini. Proyek sementara dihentikan, sambil menunggu jawaban dari PU," ucapnya.

Menurutnya, alat berat jenis becho, sudah satu minggu disiagakan di tempat tersebut, untuk pengerukan Ciliwung.



Sumber: berita jakarta

Senin, 19 Mei 2014

Senin, Puncak Monas Dibuka Lagi



Senin, Puncak Monas Dibuka Lagi

Warga Jakarta dan wisatawan mancanegara sudah bisa kembali menyaksikan keindahan kota Jakarta dari Puncak Monas. Ya, mulai Senin (19/5) besok, puncak dan cawan Monas sudah bisa dikunjungi kembali usai dibersihkan Tim Karcher Jerman selama dua minggu.

" Kunjungan ke puncak Monas akan dibuka lagi Senin besok"
"Kunjungan ke puncak Monas akan dibuka lagi Senin besok," kata Rini Hariyani, Kepala Unit Pengelola Monas, Minggu (18/5).

Ia mengatakan, monumen setinggi 132 meter tersebut telah selesai dibersihkan. Debu dan kotoran yang menempel baik di badan tugu maupun di cawan Monas telah hilang, meskipun tidak bersih seratus persen. Hal itu, kata Rini, dikarenakan tingginya tingkat polusi udara di Ibu Kota. "Kondisi Monas sudah bersih dan sudah sesuai harapan," katanya.

Saat ini, lanjut Rini, pihaknya sedang merapikan peralatan yang digunakan untuk membersihkan Monas. Sedangkan lift yang sempat mengalami kendala, kini kondisinya sudah normal kembali. "Lift baik-baik saja kok, tidak ada kendala," tandasnya.

Meski Monas kini telah terlihat kinclong, namun Rini mengatakan tidak ada kenaikan harga tiket. Untuk anak-anak tetap Rp 2.000, mahasiswa Rp 3.000, dan dewasa Rp 5.000. Sedangkan untuk naik ke puncak Monas, pengunjung dikenakan biaya tambahan Rp 2.000 untuk anak-anak, Rp 5.000 untuk mahasiswa, dan Rp 10.000 untuk dewasa.
"Tidak ada perubahan harga tiket karena semuanya diatur dalam Perda," ungkapnya.


Sumber: berita jakarta

Transjakarta Extension, Rute Pertama Luar Jakarta Dioperasikan



Transjakarta Extension, Rute Pertama Luar Jakarta Dioperasikan

Pemprov DKI Jakarta menambah trayek koridor II Transjakarta (Harmoni-Pulogadung) hingga ke Kota Bekasi, Senin (19/5). Hal ini merupakan yang pertama kalinya rute Transjakarta menempuh hingga luar ibu kota, hingga Jl Bekasi Raya, Ujung Menteng. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memastikan, perpanjangan rute ini berbeda dengan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB).

" Bedanya kalau Transjakarta extension ini, operasionalnya dari ujung ke ujung pakai sistem bus Transjakarta, mulai dari tarif yang Rp 3500"
Kepala Dishub DKI, Muhammad Akbar mengatakan, operasional bus Transjakarta extension ini berbeda dengan APTB. Sebab sama seperti operasional bus Transjakarta di koridor lainnya, tarif yang dikenakan tetap sebesar Rp 3.500 sekali perjalanan.

"Bedanya kalau Transjakarta extension ini, operasionalnya dari ujung ke ujung pakai sistem bus Transjakarta, mulai dari tarif yang Rp 3500," kata Akbar, di Balaikota DKI Jakarta, Senin (19/5).

Selain itu, lanjut Akbar, seluruh transaksi pembelian tiket Transjakarta extension tetap dilakukan di halte. Sedangkan untuk APTB sebagian transaksi pembelian tiket bisa dilakukan di atas bus. "Kalau APTB kan ada transaksi yang sebagian dilakukan di dalam bus, dan tarifnya juga berbeda-beda," ujar Akbar.

Seperti diketahui mulai hari ini, rute koridor II diperpanjang hingga Jl Bekasi Raya. Disiapkan lima armada bus single dan delapan halte untuk melayani perpanjangan rute tersebut.

Kedelapan halte tersebut yakni, Halte Raya Bekasi KIP, Halte Raya Bekasi Tipar Cakung, Halte Cakung United Tractors, Halte Raya Bekasi Pasar Caking, Halte Raya Bekasi Cakung Cilincing, Halte Raya Bekasi Pulo Gebang, Halte Raya Bekasi Ujung Menteng dan Halte Harapan Indah.

Perpanjangan rute ini merupakan upaya peningkatan pelayanan, serta memudahkan dan memenuhi kebutuhan penumpang yang ada di luar kota Jakarta. Kelima bus single yang disiapkan akan menempuh jarak sepanjang 7,61 kilometer itu sudah dilengkapi dengan closed-circuit television (CCTV) serta global position system (GPS) sehingga diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi para penumpang.

Akbar menambahkan, selain Bekasi, nantinya akan ada dua kota satelit lainnya yang nantinya juga akan dilayani Transjakarta extension, yakni Depok (Koridor 14: Manggarai-Kampus UI), dan Tangerang (Koridor 15: Blok M-Ciledug).

"Dua koridor baru nanti kan rencananya ada ke Ciledug Tangerang sama ke Kampus UI Depok," kata mantan Kepala BLU Transjakarta itu.

Jam operasional bus tetap pukul 05.00 hingga pukul
22.00 dengan harga tiket pukul 05.00-07.00 sebesar Rp 2.000 dan pukul 07.00-22.00 sebesar Rp 3.500.


Sumber: Berita jakarta

Sabtu, 03 Mei 2014

Disdik DKI Tak Menjamin Kebocoran Soal UN SMP


Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mulai mendistribusikan naskah soal Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs dan SMPLB ke lima wilayah kota dan satu kabupaten di DKI Jakarta, Sabtu (3/5).  Puluhan ribu lembar naskah UN itu tiba dari percetakan di Sidoarjo, Jawa Timur pada Jumat (2/5) pukul 22.00. Namun naskah baru didistribusikan ke sub-sub rayon  hari ini mulai pukul 05.00.

" Kalau kebocoran soal, kami tak bisa menjamin karena yang membuat soal itu kan tim dari pusat, Kemendiknas"
Di Jakarta Timur, seluruh naskah UN transit di rayon yang terletak di SMPN 255 Duren Sawit. Kemudian di Jakarta Pusat di SMPN 1 Cikini, Jakarta Selatan di SMPN 19, Jakarta Utara di SMPN 30 Koja, Jakarta Barat 45 Cengkareng. Untuk Kepulauan Seribu, sementara naskah transit di SMPN 30 Koja, pada Minggu (4/5) baru didistribusikan di lima sub rayon yang ada di lima pulau.

Wakil Kepala Disdik DKI,  Istaryatiningtias mengatakan, seluruh naskah UN dalam kondisi disegel dan dikawal ketat kepolisian dari Sidoarjo. Namun mulai hari ini, pengawalan dilakukan dari aparat Polda Metro Jaya, saat didistribusikan ke sub-sub rayon di DKI.

Istaryatiningtias mengaku optimis, pelaksanaan UN  SMP/MTs dan SMPLB di DKI dapat berjalan lancar. Kemudian mengenai kemungkinan adanya selipan soal yang berisikan unsur politik, seperti terjadi saat UN SMA, diharapkan tak ada lagi. Terlebih naskah sudah dipersiapkan lebih baik lagi.

"Kalau kebocoran soal, kami tak bisa menjamin karena yang membuat soal itu kan tim dari pusat, Kemendiknas," ujar Istaryatiningtiyas.

Sementara, Kasudin Pendidikan Dasar (Dikdas) Jakarta Timur, Nasrudin mengatakan, ada empat sub rayon SMP dan dua sub rayon MTS di wilayahnya. Seluruh naskah, dari rayon di SMPN 255 langsung didistribusikan ke enam sub rayon yang ada. Kemudian pada hari Senin (5/5) pukul 05.30, naskah dibagi ke sekolah-sekolah dengan pengawalan ketat kepolisian.

"Setiap siswa akan mendapatkan soal yang berbeda, sehingga tidak bisa mencontek satu sama lain. Saat UN, setiap kelas diisi oleh 20 siswa. Dengan demikian ada 20 model model naskah UN, namun seluruh naskah ini standar nasional," ujar Nasrudin.

Menurutnya, naskah dari percetakan dibagi dalam tiga jenis paket. Untuk paket besar berisi 20 naskah, paket sedang 15 naskah dan paket kecil 10 naskah. Percetakan juga menyiapkan naskah cadangan, dan naskah untuk UN susulan.

Di tempat terpisah, Kasudin Dikdas Jakarta Selatan, Didi Sugandi menuturkan siswa yang tidak mengikuti UN utama wajib melampirkan surat keterangan. Jika sakit maka ada keterangan dokter. Jika tanpa keterangan maka siswa tersebut dianggap mengundurkan diri sehingga tidak bisa mengikuti UN susulan.

"Dulu ada UN ulangan bagi yang tak lulus. Namun saat ini sudah dihapus, sehingga bagi yang tak lulus dipersilahkan mengikuti ujian paket B atau ikut UN tahun berikutnya," ujar Didi Sugandi.

Namun umumnya siswa memilih mengikuti ujian paket B daripada UN tahun berikutnya. Sebab ijazah paket B nilainya setaraf dengan ijazah UN. Ijazah tersebut dapat digunakan mendaftar ke SMA negeri maupun swasta.

Dalam catatan Disdik DKI, total sekolah penyelenggara UN SMP/MTs dan SMPLB sebanyak 1.398 sekolah dan paket B sebanyak 225 PKBM. Terdiri dari SMP 1.109 sekolah, MTs 243 sekolah, SMPLB 46 sekolah dna paket B 225 PKBM.

Jumlah peserta UN SMP/MTs dan SMPLB sebanyak 132.007 siswa dan paket B sebanyak 3.976 siswa. Terdiri dari SMP 113.993 siswa dengan jumlah pengawas 12.402 petugas, MTs 17.806 siswa dengan 2.004 pengawas dan paket B sebanyak 3.976 siswa dengan 394 pengawas.

Untuk peserta UN tuna netra (braille), SMPN 266 sebanyak 2 siswa, SMPN 191 sebanyak 2 orang dan SMP Pembina sebanyak 1 orang.


Sumber: berita jakarta

Jumat, 02 Mei 2014

Jokowi Akui Masih Ada Siswa Putus Sekolah


Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang telah diterapkan di ibu kota hampir dua tahun, sebagai langkah untuk mengurangi angka anak putus sekolah, ternyata belum sepenuhnya berhasil. Sebab sejauh ini masih banyak anak yang putus sekolah.

"Ya seperti dulu kita membuat Kartu Jakarta Pintar, karena itu kita melihat di lapangan masih ada yang drop out SD, drop out SMP, itu ditutup. Dicover dengan KJP, itu jangan dipikir, pendidikan gratis, bisa menyelesaikan masalah "
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, KJP tujuannya adalah untuk mengentaskan putus sekolah dari Jakarta. Tapi pada kenyataannya masih banyak siswa SD dan SMP yang tidak dapat melanjutkan pendidikan mereka.

"Ya seperti dulu kita membuat Kartu Jakarta Pintar, karena itu kita melihat di lapangan masih ada yang drop out SD, drop out SMP, itu ditutup. Dikover dengan KJP, itu jangan dipikir, pendidikan gratis, bisa menyelesaikan masalah," kata Jokowi di Balaikota DKI Jakarta usai menghadiri upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Jumat (2/5).

Sebab, lanjut Jokowi, permasalaha siswan dan orang tua tidak hanya soal biaya pendidikan. Tetapi juga ada biaya untuk kebutuhan pendidikan, seperti untuk pembelian buku tulis, seragam, sepatu, dan kebutuhan lainnya.

"Itu masih ada urusan baju, urusan buku, urusan sepatu, urusan transportasi. Itu biaya yang tidak kecil. Itu benar-benar yang kongkrit yang harus diperhatikan dan didengarkan yang dibutuhkan di masyarakat itu apa," ujar mantan walikota Surakarta ini.

Sementara itu, dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional, ada dua hal penting yang harus diperhatikan. Pertama adalah pelayanan terhadap peserta didik di sekolah. Sebab pendidikan adalah hak konstitusi bagi setiap warga. Karena jika pelayanan pengajar ataupun pihak sekolah tidak baik dapat akan berdampak pada peserta. Sehingga dapat menyebabkan peserta didik melanggar aturan, dan berujung pada pemutusan hubungan antara siswa dan sekolah atau drop out.

"Apakah masih SMP sudah ada yang drop out? Itu jangan dipikir tidak ada. Di Jakarta aja masih banyak, sehingga harus disisir sehingga akses terhadap layanan pendidikan itu betul-betul diberikan oleh pemerintah dan negara," tegasnya.

Ia menambahkan, permasalahan kedua adalah kualitas pendidikan dan pengajar. Sebab jika pengajar dan pendidikan tidak mumpuni, maka percuma ada kualitas layanan. "Kedua adalah masalah kualitas. Baik kualitas kurikulum dan kualitas gurunya, itu penting sekali. Sehingga yang namanya kualitas guru itu wajib hukumnya!," ungkapnya.



Sumber: berita jakarta

Demo Buruh Sisakan 8 Ton Sampah


Aksi demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei kemarin, menyisakan sebanyak 8 ton sampah di ibu kota. Jumlah tersebut paling banyak dikumpulkan di jalan protokol, seperti Jl Sudirman, MH Thamrin,  Gatot Subroto, dan Medan Merdeka Barat. Karena konsentrasi massa memang terpusat di lokasi-lokasi tersebut.

" Yang hari ini kita juga sudah siagakan petugas, mereka akan langsung membersihkan sampah setelah demo selesai. Jumlahnya sama 100 orang untuk di jalan protokol"
Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Saptastri Ediningtyas mengatakan, petugas kebersihan langsung menyapu sampah usai Hari Buruh kemarin. Setidaknya sampah yang dikumpulkan mencapai 8 ton. "Sampah sisa demo yang dikumpulkan mencapai 8 ton," kata Tyas, sapaan akrabnya saat dihubungi, Jumat (2/5).

Dikatakan Tyas, sampah yang dikumpulkan di jalan protokol mencapai enam ton, sementara dua ton sampah lainnya berasal dari wilayah lain yang juga memperingati May Day. Seperti di kawasan Pulogadung, Gelora Bung Karno, dan beberapa wilayah lainnya.

Menurut Tyas, petugas yang dikerahkan di jalan protokol mencapai 100 orang. Sampah langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, setelah dikumpulkan menggunakan truk sampah. "Kalau di wilayah, petugas seperti sehari-hari saja yang bertugas," katanya.

Sementara untuk hari ini, pihaknya juga telah menyiagakan petugas sampah khusus untuk di jalan protokol. Petugas yang dikerahkan sama seperti kemarin yakni 100 orang. Pasalnya pada hari ini, buruh masih akan melakukan aksi demo. Namun jumlah buruh yang melakukan aksi lebih sedikit yakni hanya 10 ribu orang saja.

"Yang hari ini kita juga sudah siagakan petugas, mereka akan langsung membersihkan sampah setelah demo selesai. Jumlahnya sama 100 orang untuk di jalan protokol," ucapnya.

Data dari Dinas Kebersihan DKI, pada Kamis (1/5) kemarin total sampah yang dikumpulkan selama satu hari hanya sebnayak 5.000 ton. Jumlah tersebut menurun dari hari biasanya yang mencapai 6.000-6.500 ton.


Sumber: berita jakarta

Rabu, 30 April 2014

3 Lokasi Pengamanan Demo Buruh di Jaksel


Polres Metro Jakarta Selatan akan menerjunkan ratusan personel untuk mengamankan peringatan Hari Buruh Sedunia atau May Day yang jatuh pada 1 Mei 2014 besok. Ratusan personel tersebut akan disiagakan di tiga titik yang menjadi lokasi unjuk rasa di Jakarta Selatan.

“Ada 3 titik yang biasanya menjadi tempat berunjuk rasa di wilayah Jakarta Selatan, meskipun utamanya di Istana Negara,” ujar AKBP Musa Tampubolon, Wakil Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan, Rabu (30/4).

Menurut Musa, ketiga titik tersebut yakni Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) di Jl Gatot Subroto, Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kantor Kementerian Kesehatan di Jl HR Rasuna Said. “Kantor Kemenakertrans disiapkan 447 personel, Kantor KPK Setiabudi ditempatkan 100 personel, dan di Kantor Kemenkes RI 100 personel,” katanya.

Selain itu, kata Musa, pihaknya juga menyiagakan petugas berpakaian preman di sepanjang jalan tol yang membelah Jakarta Selatan. “Kita juga tempatkan orang di pintu tol dengan memakai baju preman agar tidak terlalu mengundang perhatian mereka (pendemo),” ungkapnya.

Musa juga mengharapkan agar semua pihak membantu pengamanan Hari Buruh, termasuk petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Selatan.
 “Di Selatan khususnya, ada titik kumpul di Carrefour Lebak Bulus, depan ITC Kuningan Jalan Dr Satrio Setiabudi, walaupun tujuannya Bundaran HI dan Gelora Bung Karno (GBK),"

Sumber: berita jakarta

Selasa, 29 April 2014

May Day, Buruh Dilarang Tutup Jalan Tol


Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hari Buruh atau May Day setiap tanggal 1 Mei dimanfaatkan buruh untuk menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran. Pihak kepolisian pun meminta para buruh yang akan turun ke jalan menyampaikan aspirasinya untuk tidak merusak fasilitas umum apalagi sampai menutup ruas jalan tol.

" Kalau dalam aksinya sampai merusak fasilitas umum serta menutup jalan tol, kami akan tindak tegas sesuai peraturan yang berlaku"

"Kalau dalam aksinya sampai merusak fasilitas umum serta menutup jalan tol, kami akan tindak tegas sesuai peraturan yang berlaku," ujar Irjen Pol Dwi Prayitno, Kapolda Metro Jaya, Selasa (29/4).

Dikatakan Dwi, pihaknya telah bertemu perwakilan buruh pada Minggu lalu. Pertemuan dilakukan untuk menyamakan persepsi terkait aksi agar berlangsung aman dan lancar. "Mereka (buruh) berjanji tidak akan ada penutupan jalan tol dan berlaku persuasif," katanya.

Untuk mengantisipasi hal lainnya, pihaknya juga melakukan komunikasi dengan polda-polda penyangga seperi Polda Jawa Barat dan Polda Banten. "Kita sudah diskusikan, kita harap seluruhnya berjalan aman dan lancar,"


Sumber: berita jakarta

18 Ribu Polisi Siaga di Ibu Kota,di Hari Buruh



18 Ribu Polisi Siaga di Ibu Kota,di Hari Buruh

Polda Metro Jaya akan mengerahkan 18 ribu personel untuk mengamankan ibu kota saat berlangsungnya peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang diperingati setiap tanggal 1 Mei. Diperkirakan, 15 ribu buruh dari sejumlah wilayah, seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi akan masuk ke ibu kota pada hari tersebut.

" Untuk kekuatan pengamanan, Polda Metro Jaya mengerahkan 18 ribu personel yang akan disebar di lokasi yang menjadi titik konsentrasi massa"

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Dwi Priyatno berharap, aksi demo yang akan dilakukan kaum buruh tidak anarkis. Pihaknya juga akan menempatkan petugas di sejumlah titik yang menjadi konsentrasi massa.

Dikatakan Prayitno, sejauh ini pihaknya telah menerima beberapa pengajuan izin demonstrasi pada tanggal 1 Mei mendatang. "Untuk kekuatan pengamanan, Polda Metro Jaya mengerahkan 18 ribu personel yang akan disebar di lokasi yang menjadi titik konsentrasi massa," ujar Priyatno Selasa (29/4).

Pihaknya, kata Prayitno, telah melakukan upaya pendekatan kepada koordinator peserta buruh agar pelaksanaan May Day dilakukan tanpa tindakan anarkis. "Kita berharap massa melakukan aksinya dengan tertib dan aman sehingga aspirasi yang disampaikan dapat tersalurkan dengan lancar," katanya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto menambahkan, dalam peringatan hari buruh ini, massa yang akan turun ke jalan diperkirakan mencapai belasan ribu. Seperti biasanya, massa akan melakukan long march dari Bundaran HI menuju Istana Negara di Jl Medan Merdeka Utara. "Massa diperkirakan sekitar 7-15 ribu orang," kata Rikwanto.

Adapun lokasi yang akan dijadikan sebagai titik konsentrasi massa antara lain, Bundaran HI, depan Istana Merdeka dan depan Gedung DPR/MPR RI serta kantor-kantor pemerintahan. Puncaknya, massa akan bergerak ke Stadion Gelora Bung Karno Senayan. Pihaknya mengimbau kepada pengendara agar menghindari konsentrasi masa agar tidak terjebak macet.

Namun, dirinya memperkirakan arus lalu lintas tidak akan sepadat biasanya karena tahun ini, Hari Buruh telah ditetapkan sebagai libur nasional. Sehingga situasi volume kendaraan di ibu kota juga diprediksi berkurang drastis.



Sumber://berita jakarta