Warga yang bermukim di Kecamatan Ciawi, Bogor mematok harga pembebasan lahan hingga Rp 15 juta per meter. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo pun menilai permintaan tersebut tidak logis. Sebab nilai jual objek pajak (NJOP) di kawasan yang akan dibangun Waduk Ciawi tersebut ditenggarai hanya Rp 300 ribu per meter."Itu tidak logis, kita itu di sana mengacu pada NJOP. Misal harganya Rp 300 ribu inijadi Rp 15 juta gimana?," ujar Jokowi, di Balaikota, Jumat (21/2).Dikatakan Jokowi, jika kenaikan yang diminta oleh warga sekitar 10 sampai 20 persen hal itu masih dianggap wajar. Namun, kenaikan yang diminta cukup fantastis sehingga tidak masuk akal."Logikanya kalau naik 10 persen atau 20 persen masih bisa lah. Tapi saya belum ngecek harganga NJOP yang benar berapa, yang Rp 300 ribu itu baru katanya,"katanya.Diakui Jokowi, lahan tersebut paling cocokuntuk dijadikan waduk. Menginggat sudah ada kajian dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengenai kondisi tanah di wilayah tersebut. "Sekarang mau cari waduk yang lokasinya datar tidak bisa. Paling pas hanya di situ. Sudah melalui kajian," katanya.Ia pun berharap agar Bupati Bogor, Rachmat Yasin melakukan pendekatan dengan warganya terkait hal tersebut. "Itu kan bukan urusan saya, itu urusan Pak Bupati Bogor. Tapi kalau harganya segitu mau bayar pakai duit siapa? Nanti lah itu pendekaatan Bupati Bogor ke warganya," ujar Jokowi.Seperti diketahui, untuk mengurangi volume air di Sungai Ciliwung, Pemprov DKI Jakarta bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum akan membangun dua waduk di Kecamatan Ciawi, Bogor. Denganpembuatan waduk, diharapkan bisa mengurangi 4 persen debit air yang akan memasuki kota Jakarta.Rencananya, pembangunan fisik akan dilakukan oleh Kementerian PU, sementarapembebasan lahan akan dilakukan Pemprov DKI.
Minggu, 23 Februari 2014
Kamis, 20 Februari 2014
Jokowi Benarkan Ada Alat Sadap Di Rumah Dinasnya
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo membenarkan adanya alat sadap yang ditemukan di rumah dinasnya, Jl Taman Suropati, No 7, Menteng, Jakarta Pusat. Meski begitu, Jokowi mengaku tidak ambil pusing dengan penemuan alat sadap di rumah dinasnya tersebut.
Dikatakan Jokowi, penemuan sejumlah alat sadap di rumah dinasnya itu ditemukan menggunakan alat pendeteksi pada Desember 2013. Namun, dirinya enggan membesar-besarkan masalah. Adapun informasi mengenai penyadapan terhadap Jokowi, pertama kali disampaikan oleh Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo. "Sudahlah, sudah lama itu. Hanya saja saya kan diam. Penemuannya bulan Desember 2013. Yang jelas mengenai hal ini tidak saya pikir berat-berat lah," ujar Jokowi, Kamis (20/2).
Penemuan alat sadap itu, kata Jokowi, ditemukan di tiga tempat berbeda di rumah dinasnya. Ketiga lokasi itu yakni, kamar tidur, ruang tamu pribadi, dan ruang makan yang biasa digunakan Jokowi untuk menggelar rapat. "Sebenarnya saya nggak mau bicara masalah ini. Ya tapi faktanya di rumah dinas ada tiga yang ditemukan," katanya.
Ditambahkan Jokowi, dirinya tidak mempermasalahkan adanya penyadapan tersebut. Apalagi, dirinya bersama sang istri, Iriana hanya membicarakan hal-hal ringan. "Yang disadap dari saya juga apa sih? Saya juga kalau di rumah ngomong dengan istri yang enteng-enteng saja, ngomong soal makanan, itu-itu saja," ucap Jokowi.
Saat rapat dengan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pun, lanjut Jokowi, hanya terkait dengan permasalahan ibu kota, seperti perosalan macet dan banjir. Sehingga, tidak ada masalah khusus yang layak untuk disadap. "Kalau rapat dengan dinas juga masalah apa sih? Tidak saya urus karena yang disadap dari saya ya apa sih? Nggak ada apa-apanya,"
Berita jakarta
Label:
Alat sadap,
disadap,
jokowi,
rumah dinas
Transjakarta Tabrak Pembatas Jalan, Karena Rem Blong
Sebuah bus Transjakarta rute koridor 4 (Pulogadung-Dukuh Atas) bernopol B 7055 IV tiba-tiba remnya blong. Akibatnya, bus menabrak beton pembatas jalan setinggi 1 meter dan trotoar di Jl Pramuka, Kayumanis, Matraman, Jakarta Timur, sekitar pukul 17.45. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa bermula saat bus yang dikemudikan Firman (30), berjalan dari arah Pulogadung menuju Dukuh Atas. Saat di Jl Pramuka, bus sepi penumpang ini tak mampu berjalan cepat. Karena mengalami kendala pada bagian mesin. Sopir bus bersama seorang mekanik pun memperbaiki bus tersebut di pinggir jalan jalur cepat.
Setelah dianggap selesai, sopir kembali mencoba mengemudikannya. Namun, baru sekitar 10 meter berjalan atau tepatnya menjelang masuk terowongan Pramuka, bus mengalami slip. Sopir yang berusaha menginjak pedal rem tak berhasil, hingga akhirnya bagian depan bus menabrak MCB atau beton pembatas jalan setinggi 1 meter.
Tidak hanya itu, bus yang masih berjalan kemudian menabrak trotoar dan dua tiang penyangga rambu lalulintas hingga nyaris roboh. Bus baru bisa berhenti setelah menabrak seluruh benda yang ada di depannya.
Firmam, pramudi bus mengaku, saat dari perempatan bypass, bus sudah tak bisa dikemudikan dengan baik. Mesin kendaraan mengalami gangguan. Karenanya, ia menghentikan laju bus yang dikemudikannya dan meminta mekanik untuk memperbaiki mesin. Setelah dianggap selesai ia pun mengemudikannya kembali.
"Saat akan masuk ke underpass bus saya rem, tapi tetap jalan. Sampai akhirnya bus nabrak pembatas jalan," ujarnya, Kamis (20/2).
Akibat kejadian tersebut, bemper bagian depan rusak parah dan kaca depan retak. MCB yang ditabrak pun ambruk ke aspal jalan. Kemudian dua tiang penyangga rambu lalulintas yang tertabrak juga nyaris ambruk.
Petugas patroli bus Transjakarta, Susilo (35) menambahkan, bus memang mengalami kendala pada bagian mesin. Sehingga pramudi tak berani melanjutkan perjalanan dan memilih menghentikan bus untuk diperbaiki.
"Bus memang tarikannya kurang tadi, jadi oleh mekanik diperbaiki. Tapi baru dicoba sebentar remnya ternyata juga blong," kata Susilo.
Akibat kejadian tersebut, kemacetan lalulintas di Jl Pramuka mencapai 2 kilometer. Terutama dari arah Pulogadung menuju Matraman.
Untuk menghindari kemacetan, bus langsung diderek menggunakan mobil derek milik Mayasari Bakti, menuju kantor Satwil Lantas, Jakarta Timur. Lima anggota Polantas Polres Jakarta Timur telah diterjunkan ke lokasi untuk mengurai kemacetan lalulintas.
Sumber: berita jakarta
Label:
bus,
busway,
jakarta,
jokowi,
transjakarta
Transjakarta Tabrak Pembatas Jalan, Karena Rem Blong
Sebuah bus Transjakarta rute koridor 4 (Pulogadung-Dukuh Atas) bernopol B 7055 IV tiba-tiba remnya blong. Akibatnya, bus menabrak beton pembatas jalan setinggi 1 meter dan trotoar di Jl Pramuka, Kayumanis, Matraman, Jakarta Timur, sekitar pukul 17.45. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa bermula saat bus yang dikemudikan Firman (30), berjalan dari arah Pulogadung menuju Dukuh Atas. Saat di Jl Pramuka, bus sepi penumpang ini tak mampu berjalan cepat. Karena mengalami kendala pada bagian mesin. Sopir bus bersama seorang mekanik pun memperbaiki bus tersebut di pinggir jalan jalur cepat.
Setelah dianggap selesai, sopir kembali mencoba mengemudikannya. Namun, baru sekitar 10 meter berjalan atau tepatnya menjelang masuk terowongan Pramuka, bus mengalami slip. Sopir yang berusaha menginjak pedal rem tak berhasil, hingga akhirnya bagian depan bus menabrak MCB atau beton pembatas jalan setinggi 1 meter.
Tidak hanya itu, bus yang masih berjalan kemudian menabrak trotoar dan dua tiang penyangga rambu lalulintas hingga nyaris roboh. Bus baru bisa berhenti setelah menabrak seluruh benda yang ada di depannya.
Firmam, pramudi bus mengaku, saat dari perempatan bypass, bus sudah tak bisa dikemudikan dengan baik. Mesin kendaraan mengalami gangguan. Karenanya, ia menghentikan laju bus yang dikemudikannya dan meminta mekanik untuk memperbaiki mesin. Setelah dianggap selesai ia pun mengemudikannya kembali.
"Saat akan masuk ke underpass bus saya rem, tapi tetap jalan. Sampai akhirnya bus nabrak pembatas jalan," ujarnya, Kamis (20/2).
Akibat kejadian tersebut, bemper bagian depan rusak parah dan kaca depan retak. MCB yang ditabrak pun ambruk ke aspal jalan. Kemudian dua tiang penyangga rambu lalulintas yang tertabrak juga nyaris ambruk.
Petugas patroli bus Transjakarta, Susilo (35) menambahkan, bus memang mengalami kendala pada bagian mesin. Sehingga pramudi tak berani melanjutkan perjalanan dan memilih menghentikan bus untuk diperbaiki.
"Bus memang tarikannya kurang tadi, jadi oleh mekanik diperbaiki. Tapi baru dicoba sebentar remnya ternyata juga blong," kata Susilo.
Akibat kejadian tersebut, kemacetan lalulintas di Jl Pramuka mencapai 2 kilometer. Terutama dari arah Pulogadung menuju Matraman.
Untuk menghindari kemacetan, bus langsung diderek menggunakan mobil derek milik Mayasari Bakti, menuju kantor Satwil Lantas, Jakarta Timur. Lima anggota Polantas Polres Jakarta Timur telah diterjunkan ke lokasi untuk mengurai kemacetan lalulintas.
Sumber: berita jakarta
Label:
bus,
busway,
jakarta,
jokowi,
transjakarta
Transjakarta Tabrak Pembatas Jalan, Karena Rem Blong
Sebuah bus Transjakarta rute koridor 4 (Pulogadung-Dukuh Atas) bernopol B 7055 IV tiba-tiba remnya blong. Akibatnya, bus menabrak beton pembatas jalan setinggi 1 meter dan trotoar di Jl Pramuka, Kayumanis, Matraman, Jakarta Timur, sekitar pukul 17.45. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa bermula saat bus yang dikemudikan Firman (30), berjalan dari arah Pulogadung menuju Dukuh Atas. Saat di Jl Pramuka, bus sepi penumpang ini tak mampu berjalan cepat. Karena mengalami kendala pada bagian mesin. Sopir bus bersama seorang mekanik pun memperbaiki bus tersebut di pinggir jalan jalur cepat.
Setelah dianggap selesai, sopir kembali mencoba mengemudikannya. Namun, baru sekitar 10 meter berjalan atau tepatnya menjelang masuk terowongan Pramuka, bus mengalami slip. Sopir yang berusaha menginjak pedal rem tak berhasil, hingga akhirnya bagian depan bus menabrak MCB atau beton pembatas jalan setinggi 1 meter.
Tidak hanya itu, bus yang masih berjalan kemudian menabrak trotoar dan dua tiang penyangga rambu lalulintas hingga nyaris roboh. Bus baru bisa berhenti setelah menabrak seluruh benda yang ada di depannya.
Firmam, pramudi bus mengaku, saat dari perempatan bypass, bus sudah tak bisa dikemudikan dengan baik. Mesin kendaraan mengalami gangguan. Karenanya, ia menghentikan laju bus yang dikemudikannya dan meminta mekanik untuk memperbaiki mesin. Setelah dianggap selesai ia pun mengemudikannya kembali.
"Saat akan masuk ke underpass bus saya rem, tapi tetap jalan. Sampai akhirnya bus nabrak pembatas jalan," ujarnya, Kamis (20/2).
Akibat kejadian tersebut, bemper bagian depan rusak parah dan kaca depan retak. MCB yang ditabrak pun ambruk ke aspal jalan. Kemudian dua tiang penyangga rambu lalulintas yang tertabrak juga nyaris ambruk.
Petugas patroli bus Transjakarta, Susilo (35) menambahkan, bus memang mengalami kendala pada bagian mesin. Sehingga pramudi tak berani melanjutkan perjalanan dan memilih menghentikan bus untuk diperbaiki.
"Bus memang tarikannya kurang tadi, jadi oleh mekanik diperbaiki. Tapi baru dicoba sebentar remnya ternyata juga blong," kata Susilo.
Akibat kejadian tersebut, kemacetan lalulintas di Jl Pramuka mencapai 2 kilometer. Terutama dari arah Pulogadung menuju Matraman.
Untuk menghindari kemacetan, bus langsung diderek menggunakan mobil derek milik Mayasari Bakti, menuju kantor Satwil Lantas, Jakarta Timur. Lima anggota Polantas Polres Jakarta Timur telah diterjunkan ke lokasi untuk mengurai kemacetan lalulintas.
Sumber: berita jakarta
Label:
bus,
busway,
jakarta,
jokowi,
transjakarta
Transjakarta Tabrak Pembatas Jalan, Karena Rem Blong
Sebuah bus Transjakarta rute koridor 4 (Pulogadung-Dukuh Atas) bernopol B 7055 IV tiba-tiba remnya blong. Akibatnya, bus menabrak beton pembatas jalan setinggi 1 meter dan trotoar di Jl Pramuka, Kayumanis, Matraman, Jakarta Timur, sekitar pukul 17.45. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa bermula saat bus yang dikemudikan Firman (30), berjalan dari arah Pulogadung menuju Dukuh Atas. Saat di Jl Pramuka, bus sepi penumpang ini tak mampu berjalan cepat. Karena mengalami kendala pada bagian mesin. Sopir bus bersama seorang mekanik pun memperbaiki bus tersebut di pinggir jalan jalur cepat.
Setelah dianggap selesai, sopir kembali mencoba mengemudikannya. Namun, baru sekitar 10 meter berjalan atau tepatnya menjelang masuk terowongan Pramuka, bus mengalami slip. Sopir yang berusaha menginjak pedal rem tak berhasil, hingga akhirnya bagian depan bus menabrak MCB atau beton pembatas jalan setinggi 1 meter.
Tidak hanya itu, bus yang masih berjalan kemudian menabrak trotoar dan dua tiang penyangga rambu lalulintas hingga nyaris roboh. Bus baru bisa berhenti setelah menabrak seluruh benda yang ada di depannya.
Firmam, pramudi bus mengaku, saat dari perempatan bypass, bus sudah tak bisa dikemudikan dengan baik. Mesin kendaraan mengalami gangguan. Karenanya, ia menghentikan laju bus yang dikemudikannya dan meminta mekanik untuk memperbaiki mesin. Setelah dianggap selesai ia pun mengemudikannya kembali.
"Saat akan masuk ke underpass bus saya rem, tapi tetap jalan. Sampai akhirnya bus nabrak pembatas jalan," ujarnya, Kamis (20/2).
Akibat kejadian tersebut, bemper bagian depan rusak parah dan kaca depan retak. MCB yang ditabrak pun ambruk ke aspal jalan. Kemudian dua tiang penyangga rambu lalulintas yang tertabrak juga nyaris ambruk.
Petugas patroli bus Transjakarta, Susilo (35) menambahkan, bus memang mengalami kendala pada bagian mesin. Sehingga pramudi tak berani melanjutkan perjalanan dan memilih menghentikan bus untuk diperbaiki.
"Bus memang tarikannya kurang tadi, jadi oleh mekanik diperbaiki. Tapi baru dicoba sebentar remnya ternyata juga blong," kata Susilo.
Akibat kejadian tersebut, kemacetan lalulintas di Jl Pramuka mencapai 2 kilometer. Terutama dari arah Pulogadung menuju Matraman.
Untuk menghindari kemacetan, bus langsung diderek menggunakan mobil derek milik Mayasari Bakti, menuju kantor Satwil Lantas, Jakarta Timur. Lima anggota Polantas Polres Jakarta Timur telah diterjunkan ke lokasi untuk mengurai kemacetan lalulintas.
Sumber: berita jakarta
Label:
bus,
busway,
jakarta,
jokowi,
transjakarta
Rabu, 19 Februari 2014
Giliran Kali Cipinang Dinormalisasi
Upaya mengatasi banjir dan genangan terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Kali ini, Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta menormalisasi Kali Cipinang di RW 07, Kelurahan Makasar, Jakarta Timur. Normalisasi dilakukan dengan mengeruk kali tersebut sedalam 5 meter dan lebar 5-7 meter. Saat ini, lebar kali hanya sekitar 3 meter dengan kedalaman tak sampai 1 meter.
Untuk mudahkan proses normalisasi, petugas mengerahkan satu unit becho. Petugas juga menebang pohon besar berdiameter 80 sentimeter yang tumbuh di tengah kali agar aliran kali tersebut kembali lancar.
Staf Bidang Pemeliharaan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, Subandi mengatakan, volume pengerukan kali Cipinang sepanjang 3 kilometer. Yakni, mulai dari samping tol Jagorawi, hingga jembatan pos lama Halim Perdanakusuma. Kali ini melintasi RW 04, 05 dan 07 Kelurahan Makasar. Kondisi kali berkelok-kelok dan banyak terjadi sedimentasi serta penyempitan.
"Kali kita keruk hingga sedalam dua meter dengan lebar 5-7 meter dari sebelumnya hanya 3-4 meter," ujar Subandi, Rabu (19/2).
Dikatakan Subandi, salah satu kendala yang dihadapi dalam proses normalisasi adalah sulitnya akses alat berat menuju lokasi pengerukan. Pengerukan di Kali Cipinang sudah dilakukan sejak 5 Februari lalu dan ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan.
Karno (65), warga RT 06/07 Kelurahan Makasar mengatakan, sejak tahun 1975, kali tersebut kerap meluap dan menggenangi pemukiman warga. Hanya kondisinya tak separah saat ini. Dulu genangan maksimal hanya 50 sentimeter namun saat ini mencapai 150-200 sentimeter.
"Tahun 1975 di sini sudah banjir, tapi kali ini airnya masih bening. Setiap hari warga mandi di kali. Bahkan banyak ikan-ikan kecil. Kalau sekarang airnya keruh dan bau limbah,"
Sumber: berita jakarta
Wagub Ahok Izinkan Bus Wisata Beroperasi
Meski khawatir dengan kualitas bus tingkat wisata buatan China, Waichai, namun Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama tetap memberikan izin bus tingkat tersebut beroperasi.
"Iya, sudah terima, mau apa? Sehingga wajib merasa ada mark-up atau apa, ya mau gimana lagi?," kata Basuki di Balaikota, Rabu (19/2).
Namun mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku telah menerima laporan uji kelayakan bus tingkat pariwisata tersebut.
“Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) sudah melakukan uji coba dan cek saat terima kok. Mereka sudah bagus, ya sudah sesuai prosedur, silakan saja beroperasi,” ujarnya.
Sekadar diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar uji kelayakan bus tingkat wisata pada Selasa (18/2) dan rencananya akan resmi beroperasi pada Senin (24/2) mendatang.
Sumber: berita jakarta
Pramudi Bus Tingkat Wisata di Gaji Rp 7 Juta Per Bulan
Bus tingkat wisata yang didatangkan Pemprov DKI Jakarta dari Cina direncanakan sudah mulai beroperasi melayani warga Jakarta secara gratis, Senin (24/2). Sebanyak lima unit bus tingkat tersebut sudah diujicoba mulai Selasa (18/2) hingga Minggu (23/2) mendatang.
Semua pramudi bus wisata merupakan perempuan mengingat kecepatan bus rata-rata hanya 10-20 kilometer per jam. Saat ini, sudah ada 12 pramudi yang direkrut secara terbuka. "Sopir perempuan semua, bus pariwisata harus beda. Kalau perempuan kesannya lebih berhati-hati," ujar Arie Budhiman, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Selasa (18/2).
Setiap pramudi akan mendapatkan gaji hingga 3,5 kali upah minimum provinsi (UMP) DKI yang mencapai Rp 2,4 juta. "Sesuai arahan dari Pak Gubernur, gajinya 3,5 kali UMP. Jadi sekitar Rp 7, 2 juta," kata Arie.
Untuk tiga bulan pertama, kata Arie, pihaknya tidak menyediakan tiket bagi penumpang. Siapapun dipersilahkan naik bus wisata tersebut secara gratis. Selanjutnya tiket akan disebar di hotel-hotel. Meski digratiskan, Disparbud akan melakukan evaluasi secara berkala menginggat perilaku masyarakat yang belum tertib.
"Tiket itu untuk pengendalian penumpang, sekaligus untuk promosi. Meski gratis kita evaluasi, karena tidak semua gratis itu baik. Kapasitas bus kan hanya 60 penumpang plus 2 untuk defabel. Sepanjang orang Jakarta tertib bus gratis terus. Intinya penumpang jangan memaksakan kalau sudah penuh karena ini tidak ada yang berdiri," ungkapnya.
Bus ini akan beroperasi dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Agar seluruh pramudi tetap dalam kondisi prima melayani penumpang, jadwal pramudi akan dibagi dalam dua shift, yakni dari pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB dan pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB. Arie menambahkan, petugas on board di setiap bus tersebut ada 4 orang, yakni pramudi, kondektur, pemandu wisata, dan polisi pariwisata dari Polda Metro Jaya.
Sedangkan rute yang dilintasi mulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Sarinah-Museum Nasional-Halte Santa Maria-Pasar Baru-Gedung Kesenian Jakarta-Masjid Istiqlal-Istana Merdeka-Monas-Balaikota-Sarinah, dan kembali ke Bundaran HI. Nantinya bus akan berhenti di setiap halte untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
Sumber: berita jakarta
Langganan:
Postingan (Atom)