Senin, 25 November 2013

DKI Akan Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer

Upaya meningkatkan kesejahteraan guru honorer terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Selain mengakomodir lebih banyak guru untuk ikut tes calon pegawai negeri sipil (CPNS), Pemprov DKI Jakarta juga akan memberikan kesejahteraan yang lebih baik pada guru-guru non PNS tersebut.

"Guru-guru kita sudah bagus, yang kasihan itu guru bantu/honorer yang belum diangkat," kata Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balaikota, Senin (25/11).

Basuki mengatakan, para guru honorer kategori 2 (K2) saat ini telah menjalani tes CPNS. Namun, ia mengaku tidak tahu persis kebutuhan tenaga pendidik di ibu kota. Untuk itu, Pemprov DKI masih terus menggelar tes kepada para tenaga honorer tersebut.

"Tapi kalau nggak dapat dan nggak punya peluang, kita akan memberikan kesejahteraan," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memberi kesempatan kepada para guru honorer yang diangkat menjadi CPNS, tapi tidak berhasrat mengajar dapat mengajukan pemindahan ke posisi lain di lingkungan Pemprov DKI. Ia sendiri belum mengetahui persis berapa kebutuhan hidup yang selayaknya diterima seorang guru honorer di ibu kota.

"Kalau dari catatan kita (patokan kesejahteraan guru honorer) UMP dan tunjangan kinerja," terangnya.

sumber: beritajakarta

Minggu, 24 November 2013

DOWNLOAD LOGO ENJOY JAKARTA (file:cdr,eps.Ai)

                         DOWNLOAD LOGO ENJOY JAKARTA (file:cdr,eps.Ai)

JALAN LAYANG KP MELAYU-TANAH ABANG SELESAI

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengecek langsung pengerjaan proyek jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang. Pengerjaan proyek tersebut, dalam proses finising yakni menyambungkan jalan dengan Box Girdar ini menurutnya tahap yang paling sulit. Karenanya tak bisa sembarangan dikerjakan.. Jokowi juga memastikan pengerjaan jalan layang tersebut selesai malam ini.  



"Nanti malam rampung, jam 23.00 WIB mau ke lapangan. Bareng-bareng lihat waktu tutup terakhir. Jrek, lubang terakhir ditutup," kata Jokowi, di rumah dinas Jalan Taman Suropati 7, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/11).

Namun Jokowi belum bisa memastikan kapan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang dioperasikan. Sebab, kata Jokowi, Pemprov DKI saat ini konsentrasi merampungkan proyek tersebut. "Uji cobanya? Rampung dulu. Dulu saya kan dikejar biar rampung," ucapnya. Ditambahkannya, JLNT pada awalnya hanya di perbolehkan kendaraan roda empat atau lebih, sedangkan untuk kendaraan roda dua, akan di pelajari terlebih dahulu.
"Kalau motor nanti dulu, ini untuk mobil dulu," tutupnya.




Saat ini, masih ada pengerjaan JLNT yang belum rampung, yaitu paket Mas Mansyur atau tepat di atas Hotel Le Meridien yang dikerjakan oleh PT Istaka Karya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Manggas Rudy Siahaan menjelaskan pengerjaan paket Mas Mansyur yang belum selesai karena memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Kesulitan itu antara lain kondisi jalan eksisting, yang hanya memberikan ruang kecil bagi lalu lintas alat-alat berat yang digunakan untuk pembangunan JLNT tersebut. "Ruang yang sempit dan tidak bisa dilalui alat-alat berat, menjadi salah satu faktor penyelesaian konstruksi jalan layang ini tidak bisa secepat paket-paket lainnya," kata Manggas.

Untuk mempercepat penyelesaian konstruksi JLNT tersebut, PT Istaka Karya sudah mendatangkan alat penyangga berat dari Taiwan. Alat berat itu dibutuhkan karena kontraktor tidak bisa sembarangan melakukan pengecoran jalan. Sebab, kondisi jalan di sepanjang Jalan KH Mas Mansyur, termasuk jalan padat kendaraan bermotor, terutama pada jam-jam sibuk. Apabila tidak menggunakan alat berat khusus akan menambah kemacetan arus lalu lintas di kawasan tersebut. Pengerjaan dilakukan mulai pukul 22.00 hingga 05.00 WIB setiap hari.

Sekadar diketahui, proyek pembangunan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang terdiri atas tiga paket pembangunan, yaitu paket Casablanca, paket Prof Dr Satrio, dan paket Mas Mansyur. JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang seharusnya rampung 2012 lalu, tetapi hingga saat ini belum juga selesai karena ada beberapa ruas yang masih belum rampung. Gubernur Jokowi dan wakil

Sabtu, 23 November 2013

DOWNLOAD LOGO DKI JAKARTA (vector)

                                                        download

Jokowi Tinjau Normalisasi di Kali Mookervart

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menilai, aliran Kali Mookevart telah tercemar limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Hal ini disampaikan Jokowi saat mengecek pengerjaan normalisasi di Kali Mookervart, Jakarta Barat, Jumat (22/11).

Pantauan beritajakarta.com, aliran Kali Mookervart terlihat berwarna hitam dan tercium bau menyengat. Hal ini tersebut, kata Jokowi, terjadi karena sungai tidak keruk selama berpuluh-puluh tahun serta banyaknya industri yang membuang limbahnya ke sungai. "Kalau melihat lumpur sudah hitam seperti itu, artinya sudah puluhan tahun tidak dikeruk. Ini juga berasal dari industri, beracun karena limbah B3," ujar Jokowi saat meninjau normalisasi di Kali Mookervart, Jakarta Barat, Jumat (22/11).




Dikatakan Jokowi, untuk menyelesaikan masalah tidak bisa langsung sekaligus. Saat ini pihaknya akan menyelesaikan pengerukan sungai terlebih dahulu. "Itu industri dari mana diurut saja. Kalau kita sudah ke lapangan akan mengerti ada problem apa. Tapi satu-satu dikerjakannya," kata Jokowi.

Diakui Jokowi, meski telah ada aturan mengenai lingkungan hidup terkait pembuangan limbah B3, namun masih banyak industri yang membandel. Hal itu, kata Jokowi, dikarenakan kontrol di lapangan yang sangat kurang. "Ada aturannya, Perda lingkungan hidup juga ada, tapi kontroling di lapangan kurang. Sekarang kita ke lapangan akan kelihatan apa yang salah," ucapnya.

Kedepan,  sambung Jokowi, pengerukan waduk dan sungai akan dilakukan secara rutin agar tidak terjadi penumpukan sedimen seperti saat ini. Saat ini, di Kali Mookervart terdapat 16 eskavator untuk mengeruk, termasuk alat bantu seperti dumping set untuk tempat pembuangan di darat. Pengerukannya baru dimulai dua pekan lalu.

Selain ke Kali Mookervart, Jokowi juga meninjau pengerukan Waduk Tomang Barat. Eceng gondok yang semula memenuhi waduk, kini sudah tidak terlihat lagi. Sebanyak tiga eskavator terlihat tengah melakukan pengerukan.

sumber: berita jakarta

Jumat, 22 November 2013

GOTONG ROYONG PENEROBOS BUSWAY

Jakarta - Meski sudah ada peringatan dilarang menerobos jalur bus transjakarta, segelintir pengendara sepeda motor di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, masih ada yang nekat, pemotor yang panik melihat polisi di Mampang Prapatan, Jaksel, ramai-ramai mengangkat motornya melewati separator busway yang cukup tinggi.





concrete road barrier


TMC Polda Metro Jaya, Kamis (21/11/2013), menyatakan sterilisasi busway dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB. 4 Orang petugas polisi menilang belasan pemotor yang menyerobot busway. Para pemotor ini tidak bisa lolos dari petugas karena di bagian depannya ada bus TrasJ yang lewat. Para pemotor ini hanya bisa pasrah ditilang.

Mereka menengok kanan-kiri, berusaha mencari jalan keluar. Namun, mereka tidak bisa lepas dari "jebakan" mengingat separator beton jalur bus transjakarta cukup tinggi, lebih dari 0,5 meter. Digeser pun sulit karena berat dan rapat.



Sementara itu, pemotor yang melihat adanya sterilisasi dari kejauhan langsung panik. Karena sulit berputar balik di jalur bus TransJ Mampang, para pemotor langsung mencoba mengangkat motornya melewati separator busway. Namun hal ini bukanlah hal yang mudah karena pembatas jalur bus TransJ Mampang setinggi dengkul.



Para pemotor kemudian secara bergantian dan bergotong royong mengangkat kendaraannya yang terjebak di jalur bus TransJ tersebut. Begitulah upaya mereka menghindari tilang polisi. Para pemotor itu hanya memiliki dua pilihan, pasrah didenda Rp 500.000 atau mengangkat motor mereka melewati separator jalur bus transjakarta setinggi paha orang dewasa.

Mengangkat motor dengan berat sekitar 100 kg sendirian tentu saja sulit. Akhirnya, sesama pengendara motor itu bahu-membahu mencoba mengangkat motor secara bergantian. Setelah diangkat tiga orang, barulah motor bisa diangkat masuk ke jalur reguler.

Hal ini pun ditiru oleh pengendara motor lainnya. Solidaritas itu tentu saja tidak mengenal jenis kelamin. Motor yang dikendarai perempuan pun dibantu diangkat. Sementara dari kejauhan, polisi hanya melihat aksi tersebut sambil tersenyum.

Kamis, 21 November 2013

JAKARTA AKAN BELI 400 ESKAVATOR

DKI Jakarta akan membeli ratusan alat berat seperti eskavator untuk mempercepat pengerukan sejumlah waduk di ibu kota. Sebab, saat ini Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DKI Jakarta hanya memiliki puluhan alat berat.


"Kita mau pakai alat sendiri, sekarang sudah beli sekitar 30-an, tinggal sewa sopir saja. Nanti kita beli sekitar 400 dan ditaruh di setiap waduk dan danau," kata Jokowi di Waduk Sunter, Jakarta Utara, Kamis (21/11).

Jokowi mengaku kesulitan untuk melakukan pengerukan dengan terbatasnya alat berat yang ada saat ini. "Kita akan nambah terus. Kalau punya alat sendiri bisa kerja enggak perlu lelang. Kalau perlu 600 sekalian," kata Jokowi.

Pembelian alat berat tersebut akan dilakukan secara bertahap. Jika tahun ini hanya membeli sebanyak 30 unit, untuk tahun depan rencananya dibelih dua kali lipat lebih banyak. "Tahun depan nambah dua kali lipat. Jadi berangsur-angsur akan tambah banyak. Yang paling penting membersihkan dan memperdalam sehingga menampung air dari kanan kiri," ucapnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta tengah fokus untuk melakukan pengerukan, baik di waduk maupun sungai. Sebab sudah puluhan tahun tidak pernah dikeruk sehingga membuat tidak dapat secara maksimal menampung air. Hal tersebut membuat banjir dan genangan air di beberapa daerah.

TANGGUL LAUT RAKSASA JAKARTA (GIANT SEA WALL)

Proyek Giant Sea Wall atau bendungan raksasa  akan dipercepat
pembangunannya.  jika semula akan dibangun pada tahun 2020, maka pembangunannya akan dipercepat pada tahun 2015 mendatang. Pembangunan tanggul raksasa ini dinilai penting karena untuk menyelamatkan Jakarta dari ancaman banjir rob.

                                                                          ilustrasi

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengaku, akan mempercepat mega proyek bernilai ratusan triliun tersebut. "Kita percepat ke tahun 2014 dan di tahun 2015 sudah mulai pembangunan fisiknya," ujar Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (21/11).




Jokowi, mengatakan  mega proyek tersebut masih harus melalui proses kalkulasi yang sangat panjang. Selain itu, harus ada beberapa aspek juga yang diperhitungkan seperti aspek ekonomi, aspek kesehatan, dan aspek lingkungan.

Setelah kalkulasi selesai, Jokowi optimistis dapat memulai pengerjaan giant sea wall  secepatnya. "Hitung-hitungnya saja belum kok. Butuh proses dan waktu perencanaan yang matang. Jangan lama-lama lah," kata Jokowi.

Seperti diketahui, giant sea wall ini merupakan salah satu gagasan mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo untuk menjaga bahaya rob dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan air bersih. Ada jalan melingkar di atas giant sea wall dan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Selain itu, sebagai pendukung, juga akan dibuat pulau-pulau buatan.

Pembangunan tanggul di kawasan Jakarta Utara ini menghabiskan dana sekitar Rp 150 triliun. Untuk pendanaannya sendiri, berasal dari pihak investor atau swasta. Dengan adanya tanggul raksasa di Jakarta diyakini bisa menyelesaikan hingga 90 persen masalah banjir di ibu kota. Terlebih setiap tahunnya terjadi penurunan muka tanah di Jakarta.

Sebelum prediksi rob di seluruh pantai utara Jawa terjadi, proyek ini harus sudah selesai. Proyek ini merupakan solusi jangka panjang untuk melindungi Jakarta dari banjir dan penyediaan air bersih.

Senin, 18 November 2013

Jokowi suka kodok

Di tengah kesibukannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo rupanya masih memiliki waktu untuk memelihara hewan peliharaan. Bahkan, hewan peliharaannya pun terbilang cukup unik yakni, kodok. Ya, pria asal Solo ini mengaku senang mendengar suara hewan amfibi ini dan memeliharanya di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, Jl Taman Suropati No 7, Menteng.

Kodok-kodok yang dipelihara Jokowi ditempatkan di kolam ikan yang letaknya berada di belakang rumah. Beberapa ekor kodok terlihat memiliki ukuran yang cukup besar dengan warna hijau dan hitam. "Ini saya pelihara, supaya kalau malam ada suara kodok. Masa setiap hari dengarnya suara sepeda motor, bus dan mobil," ujar Jokowi di rumah dinasnya, Senin, (18/11).

Dikatakan Jokowi, jenis kodok yang dipeliharanya bukanlah jenis kodok sembarangan. Ya, suami dari Iriana ini memelihara beberapa kodok jenis bangkong serta kodok hijau. "Kalau di rumah kan enak ada suara-suara. Enak lho, fresh jadinya otak," kata Jokowi.

Jokowi pun mengaku hobinya memelihara kodok bukan baru kali ini saja. Sejak dirinya masih menjabat walikota Solo, ia sudah menyukai kodok. "Kalau di Solo juga ditempatkan di taman, tapi yang bunyi. Di sini ada banyak di kolam, ini mau ditambah lagi sekitar 20 ekor," ucap politisi PDI-P ini.

Ditambahkan Jokowi, karena dirinya menyukai kodok, ia pun berencana membangun ekosistem kodok jenis tertentu di beberapa taman yang saat ini tengah dibangun Pemprov DKI Jakarta. "Jadi, di taman-taman kita bangun ekosistem burung atau hewan-hewan lainnya, termasuk kodok," tandasnya.

sumber :