Tampilkan postingan dengan label museum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label museum. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Maret 2014

Seluruh Infrastruktur Kota Tua Akan Dibenahi



Seluruh Infrastruktur Kota Tua Akan Dibenahi



Program revitalisasi kawasan wisata Kota Tua terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Agar menjadi kawasan destinasi wisata favorit, khususnya bagi warga ibu kota, rencananya revitalisasi akan dilakukan secara menyeluruh.

"Pembenahan meliputi perubahan infrastruktur secara fisik maupun non fisik di kawasan tersebut," ujar Arie Budhiman, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, kepada beritajakarta.com, Minggu (16/3).

Dikatakan Arie, upaya pembenahan infrastruktur di Kota Tua bertujuan agar kawasan wisata di ibu kota tersebut ramah bagi pejalan kaki. "Untuk kemacetan misalnya, telah direncanakan ring road, management traffic, idealnya kawasan di sana adalah kawasan pejalan kaki," katanya.

Selain itu, lanjut Arie, guna memudahkan wisatawan berkunjung di kawasan tersebut, juga akan disediakan sejumlah fasilitas seperti gedung parkir. "Termasuk penataan pedetrianisasi dari sejumlah kawasan yang nantinya harus semudah mungkin di jelajah seluruh pengunjung," tuturnya.

Menurut Arie, revitalisasi kawasan Kota Tua yang telah dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo beberapa waktu lalu akan terus berjalan. "Revitalisasi tidak lagi semata - mata tanggung jawab Pemprov DKI, melainkan semua pihak turut serta baik swasta maupun BUMN yang memiliki lahan di kawasan Kota Tua untuk menyukseskan program ini," ucapnya.

Ditambahkan Arie, penataan ulang kawasan kota Tua menjadi tempat wisata ternama di dunia membutuhkan anggaran besar. "Idealnya, Pemprov DKI mengalokasikan anggaran 2 persen dari APBD untuk menata kawasan Kota Tua. Kami optimis 5 tahun ke depan, penataan kawasan ini bisa terealisasi jika semua pihak turut berpartisipasi,"


Sumber: berita jakarta

Kamis, 13 Maret 2014

Kota Tua Mulai Direvitalisasi



Kota Tua Mulai Direvitalisasi

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) meresmikan program revitalisasi kawasan Kota Tua, Kamis (13/3) malam. Acara pencanangan revitalisasi KOta Tua bertajuk Fiesta Fatahillah ini digelar bersamaan dengan pembukaan Jakarta Contemporary Art Space di halaman Museum Fatahillah.

Acara Fiesta Fatahillah ini diselenggarakan oleh PT Pembangunan Kota Tua Jakarta (Jakarta Old Town Revitalization Corporation/JOTRC) dan Kelompok Pelestarian Budaya Kota Tua Jakarta (Jakarta Endowment For Art dan Heritage/JEFORAH). Kedua lembaga tersebut merupakan inisiasi dari Pemprov DKI, 2 BUMN, 9 pengusaha swasta, budayawan, aktivis, serta komunitas di ibu kota

Jokowi mengaku telah lama mengamati Kota Tua. Dia juga menceritakan awal dirinya memutuskan untuk meremajakan Kota Tua. "Delapan bulan lalu, saya bertemu dengan Pak Darmono beserta teman-teman untuk menyampaikan ide revitalisasi Kota Tua. Saya pun sudah sering berkeliling kawasan Kota Tua dan akhirnya saya putuskan tahun ini kita mulai revitalisasi," ujarnya.

Menurut Jokowi, revitalisasi kawasan Kota Tua yang memiliki luas sekitar 284 hektar akan sangat mudah terealisasi jika semua pihak bekerja sama. "Perorangan, swasta, BUMN dan Pemprov DKI yang memiliki lahan di kawasan Kota Tua bekerja sama untuk menata kembali baik rekonstruksi, restorasi, infrastruktur, dan penghijauan di kawasan Kota Tua," katanya.

Jokowi menilai kawasan Kota Tua di Jakarta memiliki potensi yang sangat besar dibandingkan kawasan serupa di negara lain. "Hari ini menjadi awal dimulainya revitalisasi Kota Tua sehingga di masa mendatang kawasan ini menjadi pusat pariwisata ternama di dunia," paparnya.

Sementara, Chairman Board of Trustee Jakarta Endowment for Artdan Heritage (JEFORAH), SD Darmono mengungkapkan, sekitar 56 persen gedung di kawasan Kota Tua dimiliki oleh pihak swasta. "40 persen gedung milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sisanya 4 persen milik Pemprov DKI. Peremajaan Kota Tua tidak akan sulit bila ada kerja sama antar pemangku kepentingan," ungkapnya.
,
Sekadar diketahui, kawasan Kota Tua Jakarta merupakan tempat sejarah perjalanan bangsa dan bagian penting wilayah ibu kota.

Untuk mengembangkan perannya sebagai kawasan penting wisata sejarah ibu kota, Pemprov DKI pun melakukan revitalisasi dengan menggelar sebuah acara pencanangan melalui agenda bertajuk Fiesta Fatahillah.

Acara pencanangan revitalisasi Kota Tua diawali dengan pembukaan Jakarta Contemporary Art Space dan juga Visitor Center sebagai pusat informasi dan interaksi antara invenstor dan para ahli.

Pada kegiatan Fiesta Fatahillah akan menampilkan pagelaran seni dan budaya dari komunitas di Jakarta dan pertunjukan video mapping yang memproyeksikan Kota Tua masa depan.

Selain itu, digelar pula pameran seni rupa kontemporer yang diikuti 47 seniman ternama Indonesia diantaranya Agus Suwage, Arin Dwihartanto, Davy Linggar, Dolorosa Sinaga, Entang Wiharso, FX Harsono, Made Wianta, Nasirun, Nyoman Nuarta, dan Tisna Sanjaya. Pameran seni rupa ini digelar di lantai 2 Kantor Pos Fatahillah selama enam bulan hingga 13 September 2014.


Sumber: berita jakarta

Kamis, 06 Maret 2014

Fiesta Fatahillah Digelar Di Kota Tua




Fiesta Fatahillah Digelar Di Kota Tua

PT Pembangunan Kota Tua Jakarta bersama Jakarta Endowment For Art and Heritage (Jeforah) akan menyelenggarakan Fiesta Fatahillah pada Kamis (13/3) mendatang. Kegiatan ini akan menampilkan berbagai pertunjukan kegiatan seni dan festival makanan. Rencananya, kegiatan ini akan berlangsung selama enam bulan ke depan.

"Fiesta Fatahillah adalah langkah awal untuk memulai program yang lebih besar dalam upaya revitalisasi di kawasan Kota Tua," ujar Lin Che Wei, Dewan Direksi Jeforah, di Jakarta, Kamis (6/3).

Dikatakan Lin Che Wei, Fiesta Fatahillah akan menyajikan pameran seni rupa, festival makanan, dan video mapping. "Ada pula visitor center di lantai satu gedung pos sebagai pusat informasi bagi pihak yang ingin terlibat dalam revitalisasi Kota Tua," katanya.

Ia menjelaskan, visitor center ini ditujukan untuk para investor, ahli (arsitek, desainer, urban planner) untuk pelayanan terpadu dalam kegiatan revitalisasi Kota Tua. "Kami juga akan menggelar pameran seni rupa kontemporer yang diikuti 47 seniman Indonesia, termasuk Agus Suwage dan Dolorosa Sinaga di lantai dua Kantor Pos depan Museum Fatahillah," ucapnya.

Selain itu, lanjut Lin Che Wei, juga akan digelar festival makanan tradisional yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 16 Maret mendatang. "Berbagai kuliner makanan akan menyemarakkan Fiesta Fatahillah," tuturnya.

Menurut Lin Che Wei, kegiatan Fiesta Fatahillah digelar untuk menghidupkan Kota Tua menjadi kawasan berkreasi. "Jeforah akan berupaya menjadikan Kota Tua menjadi kawasan yang lebih baik dan menarik untuk dikunjungi banyak orang," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Arie Budhiman menegaskan, kawasan Kota Tua hingga saat ini masih menjadi idola baik dari segi ekonomi, sosial maupun budaya. "Dalam proses revitalisasi Kota Tua tentu tidak hanya dilakukan satu pihak tetapi juga pemerintah pusat, swasta, dan masyarakat," tegasnya.

Arie berharap, setelah pencanangan revitalisasi Kota Tua Jakarta pada 13 Maret 2014 nanti, akan semakin banyak pihak yang membantu pembangunan area tersebut. "Kota Tua tidak boleh dibiarkan, harus dijaga karena ini adalah heritage milik Jakarta," ujarnya.

Sekadar diketahui Fiesta Fatahillah akan dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Fiesta Fatahillah diselenggarakan oleh PT Pembangunan Kota Tua Jakarta (Jakarta Old Town Revitalization Corporation/JOTRC) dan Kelompok Pelestarian Budaya Kota Tua Jakarta (Jakarta Endowment For Art dan Heritage/JEFORAH).

Kedua lembaga ini merupakan inisiasi dari Pemprov DKI Jakarta, 2 BUMN, 9 pengusaha swasta, budayawan, aktivis, serta komunitas.



Sumber: berita jakarta