Tampilkan postingan dengan label jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juli 2015

Kendaraan Bermotor yang Tunggak Pajak akan Dirazia

Masyarakat yang masih menunggak pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) diimbau segera melunasinya. Sebab pada Agustus 2015 nanti, Dinas Pelayanan Pajak (DPP) DKI bersama kepolisian akan merazia kendaraan bermotor yang menunggak pajak.
" Kendaraan yang terjaring razia tidak akan dikasih surat tilang, tapi Surat Penagihan Pajak. Kepolisian hanya ikut bantu memungut pajak"
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pajak Daerah DPP DKI Edi Sumantri mengatakan, razia kendaraan bermotor yang menunggak pajak rencananya akan dimulai pada minggu kedua Agustus.




"Minggu pertama Agustus kita berencana akan Memorandum of Understanding (MoU) bersama dulu dengan polisi untuk merazia kendaraan yang belum membayar pajak,"

‎Edi melanjutkan, setelah penandatangan MoU dengan kepolisian, razia kendaraan yang masih menunggak pajak baru akan dilakukan di jalan. Petugas polisi di lapangan, nantinya membantu melakukan pemungutan pajak daerah dari para pemilik kendaraan yang belum membayar pajak.

‎"Kalau sudah MoU, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) pemilik kendaraan akan ditahan dan baru bisa ditebus apabila sudah melunasi pajak,"

Menurut Edi, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa melalui Kegiatan Sita dan Lelang, penyitaan STNK pemilik kendaraan yang menunggak pajak bisa diterapkan.

"‎Kendaraan yang terjaring razia tidak akan dikasih surat tilang, tapi Surat Penagihan Pajak. Kepolisian hanya ikut bantu memungut pajak,"

STNK pemilik kendaraan yang disita dalam razia dapat ditebus di Sistem Administrasi‎ Manunggal Satu Pintu (Samsat) setelah melunasi pajaknya dengan membawa bukti Surat Penagihan Pajak. ‎"‎Di bulan berikutnya, minggu pertama September, baru kendaraannya kita tahan,"

Jumat, 13 Juni 2014

JLNT Akan Berubah Fungsi

 JLNT Akan Berubah Fungsi

Jalan Layang Non Tol (JLNT) yang selama ini digunakan sebagai jalur umum untuk kendaraan pribadi akan diubah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Untuk membenahi transportasi massal di ibu kota, jalur tersebut akan diubah menjadi jalur khusus transportasi massal.
" Beberapa jalan layang non tol diubah jadi khusus untuk bus. Nanti ada sky bridge yang nyambung ke gedung-gedung, supaya nanti orang yang mau naik bus tinggal lewat di situ"
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan, pihaknya akan membangun sejumlah jembatan penghubung ke gedung perkantoran yang dekat dengan JLNT.
"Beberapa Jalan Layang Non Tol diubah jadi khusus untuk bus. Nanti ada sky bridge yang nyambung ke gedung-gedung, supaya nanti orang yang mau naik bus tinggal lewat di situ," ujar Basuki di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (13/6).
Dengan perubahan itu, Basuki berharap warga Jakarta mau beralih ke transportasi massal ketimbang membawa kendaraan pribadi untuk kegiatan formal maupun rekreasi bersama keluarga.
"Makanya kita juga mau siapin bus tingkat. Nanti para lansia yang selama ini kesusahan naik Halte Transjakarta tinggal naik itu saja. Karena kan dek-nya rendah. Jadi untuk naik tinggal nunggu di pinggir jalan saja," tuturnya.
Sekadar diketahui, salah satu JLNT di Jakarta yang letaknya di kawasan perkantoran adalah JLNT Casablanca, yang diresmikan penggunaannya pada Januari 2014 lalu. Jalan tersebut menghubungkan kawasan Tanah Abang di Jakarta Pusat, dan Kampung Melayu di Jakarta Timur.


sumeber: berita jakarta

Minggu, 16 Februari 2014

Dinas PU Mulai Perbaiki Jalan Rusak Akibat Banjir


Berkurangnya curah hujan di wilayah ibu kota dimanfaatkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta untuk memperbaiki ribuan titik jalan rusak akibat banjir yang melanda kota Jakarta beberapa waktu lalu. Dalam beberapa hari terakhir, sebagian lokasi jalan rusak pun telah diperbaiki. Alhasil, hingga kini jumlah ruas jalan rusak di Jakarta yang belum tertangani tinggal menyisakan 817 titik atau seluas 15.627 meter persegi.

Kepala Humas Dinas PU DKI Jakarta, Puka Yanuar mengatakan, sejak beberapa hari terakhir, perbaikan jalan berlubang sudah mulai dilakukan. Mengingat kondisi cuaca pun sangat mendukung untuk dilakukan perbaikan jalan dimana curah hujan saat ini sudah mulai berkurang. "Perbaikan jalan efektif sejak tadi malam, ketika hujan sudah mulai reda," ujar Puka, Minggu (16/2).

Dikatakan Puka, pengerjaan perbaikan jalan dilakukan mulai malam hingga dini hari. Hal tersebut untuk mengindari kemacetan saat proses perbaikan berlangsung. Sebab, pada malam hari arus kendaraan sudah berkurang. "Kami sengaja lakukan perbaikan saat malam hari agar tidak mengganggu lalu lintas sehingga pengerjaannya pun lebih leluasa," katanya.

Secara keseluruhan, kata Puka, total jalan rusak di Jakarta mencapai 7.279 titik dengan luas 144.225 meter persegi. Jalan yang sudah diperbaiki sebanyak 6.462 titik dengan luas 128.599 meter persegi. Sementara sisanya yang masih harus diperbaiki yakni 817 titik dengan luas 15.627 meter persegi.

Di Jakarta Timur, lokasi jalan rusak yang telah diperbaiki mencapai 6.462 titik dengan luas 128.599 meter persegi. Sisa kerusakan yang belum diperbaiki 265 titik dengan luas 3.309 meter persegi. Lokasi yang sudah diperbaiki yakni Jalan Sejajar Tol Cakung-Cilincing sisi barat, Jl Puskesmas, Jl Rawa Kuning, Jl Irigasi Bekasi Tengah, Jl Cililitan Besar, Jl Kandang Sapi, Jl Ceger Raya, Jl Kampung Kramat, Jl Kampung Oyar, Jl Sapi Perah, Jl Supriyadi, Jl Jambore, Jl Lapangan Tembak, Jl Mualim Aminudin, Jl Taruna Jaya, Jl Bungur, Jl Asem Kelapa Dua Wetan, dan Jl Nurul Hidayah. Lalu, Jl Darussalam, Jl I Gusti Ngurah Rai, dan Jl Pahlawan Revolusi.

Di Jakarta Pusat, jalan rusak yang telah diperbaiki mencapai 1.161 titik seluas 10.122 meter persegi dan masih ada 54 titik seluas 368 meter persegi yang belum diperbaiki. Jalan yang sudah diperbaiki diantaranya Jl Kramat Baru 1 hingga Jl Kramat Baru 6, Jl Rawa Sawa 1-4, Jl Rawa Sawah Raya, Jl Johar Baru 1, Jl Galur Raya, Jl Pangkalan Asem, dan Jl Tanah Tinggi 1.

Di Jakarta Barat, jalan rusak yang telah diperbaiki sebanyak 451 titik dengan luas 11.762 meter persegi. Sementara yang belum diperbaiki 36 titik dengan luas 540 meter persegi. Lokasi yang telah diperbaiki diantaranya Jl Joglo Raya, Jl Tomang Raya, Jl Tanjung Duren Raya, Jl Kebayoran Lama, Jl Kembangan Kereb, Jl Pesanggrahan, Jl Utan Jati, Jl Pangeran Jayakarta, Jl Taman Sari Raya, Jl Keamanan, Jl Mangga Besar VII, dan Jl Kebon Jeruk IX.

Di Jakarta Utara sisa kerusakan mencapai 385 titik atau seluas 7.437 meter persegi. Adapun jalan yang sudah diperbaiki sebanyak 2.457 titik atau seluas 77.163 meter persegi. Lokasi yang sudah diperbaiki yakni Jl Pluit Utara, Jl Pakin, Jl Pluit Putra, Jl Pluit Sakti, Jl Kampung Bandan, Jl Boulevard Barat, Jl Kelapa Gading Permai, Jl Kelapa Cengkir Selatan, Jl Kelapa Nias, Jl Pegangsaan Dua dan Jl Kramat Jaya.

Di Jakarta Selatan, sisa kerusakan mencapai 77 titik atau seluas 3.955 meter persegi. Sementara yang sudah diperbaiki yakni 579 titik atau seluas 14.133 meter persegi. Lokasi yang sudah diperbaiki yakni Jl Pondok Labu, Jl Cinere, Jl Lebak Bulus 1, Jl Perlintasan Rel IISIP, Jl Moh Kahfi 2, Jl Warung Sila, Jl Tanjung Barat Baru, Jl Nurul Huda, Jl H Naim 3, dan Jl Kalibata Tengah.

Sumber: berita jakarta