Tampilkan postingan dengan label Jebol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jebol. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Agustus 2016

Tembok Jebol Sebab Banjir di Kemang

Banjir yang melanda kawasan Kemang, Kelurahan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/8) sore akhirnya surut pada Minggu (28/8) pagi. Banjir disebabkan oleh jebolnya  tembok lima rumah warga yang berdiri di bantaran Kali Krukut.
" Harapan kami, kali segera dinormalisasi. Dan tembok-tembok yang jebol itu segera diperbaiki secara permanen"
"Kemarin banjirnya benar-benar tinggi sampai 1,5 meter dan sangat cepat naik sampai isi rumah tak terselamatkan. Dari jam 15.00 baru surut jam 05.00," ujar Wira (30), warga Kompleks Kemang Jaya RT 07/02, Bangka, Mampang Prapatan.

Dikatakan Wira, satpam di perumahannya sudah mengingatkan warga karena air mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 13.00. Namun, setelah pukul 14.00, tinggi air semakin naik hingga 50 sentimeter dan pada pukul 16.00, air sudah masuk ke rumah warga hingga ketinggian satu meter.
Banjir setinggi satu meter itu baru benar-benar surut pada pukul 05.00 dengan dibantu kesigapan petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) DKI yang melakukan penyedotan air.
"Harapan kami, kali segera dinormalisasi. Dan tembok-tembok yang jebol itu segera diperbaiki secara permanen," katanya.

Lurah Bangka, Dedih Suhada menambahkan, banjir di wilayahnya ini disebabkan jebolnya lima tembok milik warga yang berdiri di sepanjang bantaran Kali Krukut.

"Penyebabnya, ada lima tembok warga yang usianya sudah tua ambrol tergerus air Kali Krukut. Sehingga air dengan cepat meluap ke permukiman hingga apartemen dan basement pertokoan," ujar Dedih.
Lima tembok yang jebol itu berada di Taman Kemang RT 14/01, RT 02/10, Jalan Kemang Selatan VIII RT 10/02, Jalan Kemang Selatan X RT 10/02 dan Jalan Kemang Raya RW 01 belakang Hotel Pop.

Pantauan Beritajakarta.com, titik banjir yang sebelumnya berada di Jalan Kemang Selatan VIII, X, XII dan Jalan Kemang Raya sudah terlihat kering sejak siang tadi. Bahkan, meski sore tadi kawasan itu kembali diguyur hujan deras, tidak terlihat genangan di ruas jalan tersebut.

Begitu juga di Jalan Kemang Raya yang sebelumnya ditutup untuk evakuasi mobil di basement gedung Kemang Square, sejak siang sudah kembali dibuka.

Rabu, 12 Maret 2014

Turap Kali Baru Di Kramatjati Jebol



Turap Kali Baru Di Kramatjati Jebol


Turap Kali Baru di RT 09/01, Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramatjati jebol, Rabu (12/3). Turap sepanjang 7 meter dengan tinggi 2,5 meter itu jebol saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut pagi tadi. Jebolnya tanggul juga sempat membuat panik warga. Bahkan, sebuah tiang listrik juga terlihat miring lantaran diterjang derasnya aliran Kali Baru yang meluap melalui tanggul yang jebol.

Ketua RT 09/01 Kelurahan Tengah, Kami Parinjuti menuturkan, jebolnya turap Kali Baru itu terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan pemukimannya pagi tadi. Saat itu, kata Kamil, aliran Kali Baru tengah tinggi. Beruntung, saat kejadian tak ada warga atau pengendara yang melintas sehingga peristiwa ini tidak sampai memakan korban. "Beruntung turap yang jebol tidak seluruhnya. Sebab jika seluruhnya bisa menggenangi rumah warga termasuk rumah di Kompleks Perwira TNI Bulak Rantai," ujar Kamil, Rabu (12/3).

Pihaknya, kata Kamil, berharap Sudin Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Timur segera memperbaiki turap tersebut. Terlebih jalan inspeksi selebar dua meter, dimana sekitar 50 sentimeternya sudah tergerus. Sehingga dikhawatirkan jika dibiarkan, jalan inspeksi itu akan turut longsor.

Kasie Sarana dan Prasarana Pengendalian Banjir dan Jaringan Utilitas Sudin PU Tata Air Jakarta Timur, Supriyatno mengatakan, pihaknya langsung melakukan penanganan, yakni dengan pagar bambu untuk menahan batu kali yang akan dipasang sebagai turap. Nantinya, batu kali itu akan diperkuat dengan plester semen. Sehingga, turap sepanjang 7 meter dan tinggi 2,5 meter itu kondisinya seperti semula.

"Hari ini langsung kita perbaiki. Karena kalau dibiarkan bisa membahayakan. Ratusan rumah di sekitarnya bisa terendam banjir," ucap Supriyatno.

Diperkirakan perbaikan turap tersebut akan membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Sementara untuk dana perbaikan menggunakan dana tak terprediksi pasca banjir.


Sumber: berita jakarta