Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Maret 2014

1 Korban Ledakan Gudang Amunisi Meninggal


Ledakan gudang amunisi ringan milik Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Kawasan Armada Barang Agkatan Laut, Pondok Dayung, Jakarta Utara memakan korban jiwa. Seorang diketahui tewas dan puluhan lainnya masih menjalani perawatan di RSAL Mintohardjo, Jakarta Pusat.

"Kami sangat prihatin karena Sertu Iman S meninggal dunia. Dan ada satu yang saat ini dirawat intensif di ICU Serka Midi, mohon doa agar jangan bertambah lagi korban jiwa," ujar Laksamana Muda Iskandar Sitompul, Kapuspen TNI, Rabu (5/3).

Dikatakan Iskandar, Sertu Iman S berasal dari Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan Kapal-kapal Lantamal Barat. Sementara yang masih kritis di ICU Serka Midi juga anggota dibagian yang sama.

Menurut Iskandar, korban akibat ledakan yang terjadi rata-rata mengalami luka bakar. Namun ada pula yang terkena pecahan genting, kayu kusen, dan kaca. "Tim investigasi sudah bekerja di lapangan agar semua permasalahan ini bisa terjawab," kata Iskandar.

Sementara itu, Wakil Kepala Bintara Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr Mintohardjo, Syarief Hidayat menambahkan, seluruh korban mengalami multiple trauma dalam. Sehingga perlu dilakukan observasi lanjutan untuk luka yang dialami para korban.

Untuk korban meninggal, lanjut Hidayat, harus dilakukan visum lanjutan. Dari pemeriksaan awal, korban meninggal akibat luka dalam dan luka bakar dibeberapa area tubuh. "Untuk Serka Midi mengalami masalah disaluran pernapasan, jadi diperlukan alat khusus di ICCU. Dan ada satu orang kena proyektil tapi tidak bahaya, kena organ vital, proyektilnya akan kita angkat," ungkapnya.

Dari data sementara, terdapat 87 orang yang menjadi korban ledakan tersebut. Dan dari jumlah tersebut 15 menjalani rawat jalan, sementara 72 orang lainnya tersebar di RS Pelabuhan Tanjung Priok, RS Koja, serta RSAL Dr Mintohardjo.


Sumber: berita jakarta

Sabtu, 02 November 2013

Sistem Pertahanan Bawah Tanah Monas Dibangun 2014

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan basement di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, nantinya tidak hanya difungsikan sebagai tempat parkir kendaraan bermotor dan penjualan cinderamata saja . Tetapi juga untuk  sistem pertahanan bawah tanah di kawasan Monas, Jakarta Pusat segera terealisasi. Dijadwalkan pembangunan akan dimulai tahun depan. Selain itu, juga akan dilakukan pemanfaatan daerah pesisir laut di sekitar Marunda, Jakarta Utara sebagai tempat meluncurnya kendaraaan TNI jenis amphibi.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengungkapkan, semua rencana tersebut akan dilakukan mulai tahun depan. Dengan demikian, Jakarta ikut berkontribusi membantu TNI menyediakan lahan untuk pertahanan. "Ini kita akan mulai tahun depan di Monas, akan dibangun basement besar dan lebar, jadi nanti di situ akan berjalan dan digunakan," ujar Jokowi di lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/11).

Ia menyebutkan, ada lahan seluas 200 hektar di kawasan Marunda yang bisa digunakan untuk peluncuran amphibi. "Di Marunda itu luasnya lebih dari 200 hektar, sebagian wilayah pantainya itu juga nanti bisa digunakan untuk meluncurnya amphibi ke laut. Memang, hal-hal tersebut harusnya sudah kita rancang," kata Jokowi.

Jokowi juga mengatakan Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin secara resmi sudah berkonsultasi dengannya untuk memfasilitasi alat utama sistem pertahanan Kementerian Pertahanan yang rencananya akan masuk ke Ibu Kota pada September mendatang. Untuk itu, dibutuhkan penyelarasan dengan tata ruang Jakarta sehingga bisa dimasuki oleh berbagai alutsista.

Lebih lanjut ia mengatakan, Kemayoran juga menjadi salah satu lokasi yang bisa dimungkinkan untuk menjadi pendaratan pesawat saat kondisi darurat.
Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) TNI, Jenderal Budiman mengakui, rencana tersebut telah dibicarakan antara kedua belah pihak. Bahkan, pembicaraan kepada Jokowi telah dilakukan saat ia masih menjabat sebagai Sekjen Kementerian Pertahanan. Lokasi yang menjadi sasaran adalah pusat-pusat strategis, bisa pusat perekonomian, pemerintahan, perindustrian, dan keuangan,

"Oleh sebab itu, Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan sebagainya yang strategis, maka saya berdiskusi dengan beliau, kalau kita punya basement di bangunan, selayaknya basement ini punya penghubung suatu saat bisa digunakan, termasuk saluran air," lanjut Budiman.

Ia pun merekomendasikan ruang bawah tanah Monas yang akan dibangun sebagai lahan parkir dan lokasi berjualan Unit Usaha Mikro (UKM) juga dilengkapi sistem pertahanan darurat. "Gubernur waktu itu respons dan siapkan termasuk rencana beliau yang bagus untuk pertahanan negara," tandasnya.