Tampilkan postingan dengan label senayan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label senayan. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Februari 2014

Jokowi Akan Ajukan PK Untuk Taman Ria


Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) akan mempertimbangkan pengajuan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA) untuk kasus Taman Ria Senayan.

Pria yang akrab disapa Jokowi ini mengatakan, pihaknya akan menggunakan peluang sekecil apapun untuk mempertahankan lahan tersebut sebagai RTH. Sehingga jika masih bisa mengajukan PK, langkah tersebut akan diambil. "Kita akan melihat lagi, sekecil apapun peluang akan kita gunakan," kata Jokowi, saat meninjau pembangunan tanggul di Jalan S Parman, Jakarta Barat, Senin (24/2).

Namun, lanjut Jokowi, pihaknya harus mengumpulkan data-data baru untuk mengajukan PK. Sebab data-data yang diajukan sebelumnya kurang lengkap sehingga kalah dalam persidangan. "Saya tidak mengerti apakah masih bisa di atas kasasi. Tapai kalau mau PK kita harus punya alasan yang baru," ujarnya.

Diakui Jokowi, permasalahan Taman Ria Senayan bermula dari pemberian izin pempimpin sebelumnya. Terlebih lahan tersebut merupakan milik Sekretariat Negara (Setneg) yang bekerjasama dengan pihak swasta.

"Saya harap tetap jadi RTH, tapi sekali lagi ada keputusan hukum yang kita patuhi. Kalau kita tetap lahan hijau, upaya itu yang akan kita lihat," ucapnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta kalah dalam kasasi yang diajukan oleh PT Ario Bimo Laguna Perkasa terhadap kasus penggunaan lahan Taman Ria Senayan. Sehingga lahan untuk RTH tersebut terpaksa berubah manjadi kawasan komersil. Pemprov DKI menolak pembangunan mal lantaran lahan tersebut akan dijadikan hutan kota yang menyatu dengan kompleks DPR MPR. Dinas Tata Ruang DKI Jakarta pun tidak merekomendasikan pengoperasian mal dan pusat perbelanjaan baru di wilayah Jakarta Pusat dan Selatan, karena jumlahnya sudah mencukupi kebutuhan.




Sumber: berita jakarta

Jumat, 01 November 2013

Alumni ITB gelar Pasar Seni Jakarta di GBK

Jakarta (ANTARA News) - Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung menggelar Pasar Seni Jakarta 2013 yang akan berlangsung di Parkir Timur Gelora Bung Karno selama tiga hari dari tanggal 3 hingga 5 November 2013.

"Pasar Seni Jakarta 2013 ini merupakan wadah kegiatan seni dan bertemunya para seniman, komunitas dan masyarakat untuk saling berinteraksi," kata Ketua Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IAITB) Jakarta, Hendry Harmen di Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan, digelarnya Pasar Seni Jakarta 2013 agar seni dan budaya Indonesia dapat semakin diapresiasi oleh masyarakat, khususnya warga Jakarta.

"Diharapkan, dengan adanya ajang seni dan budaya tersebut akan membuat warga Jakarta lebih beretika, beradab dan berbudaya," katanya.

Ikatan Alumni ITB Jakarta, tambah dia, berinisiatif untuk menghampiri masyarakat Jakarta melalui acara empat tahun sekali mereka yang dinamakan Pasar Seni.

Dan untuk kali ini mereka merubah sedikit namanya menjadi Pasar Seni Jakarta.

Namun, kali ini Pasar Seni jauh berbeda dibandingkan sebelum-sebelumnya karena didukung oleh nama-nama seniman besar dan juga pemerintah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Pemerintah Daerah DKI Jakarta.

Hendry menuturkan, Pasar Seni Jakarta 2013 akan menampilkan berbagai wahana atraksi dan karya seni yang akan dibagi dalam empat zona kehidupan, yaitu zona angin, api, air dan tanah.

Empat zona tersebut menjadi simulasi dari kehidupan masa lalu Jakarta yang dahulu bernama Sunda Kelapa, tempat persinggahan pedagang dari berbagai etnis dan bangsa dunia.

Empat zona unsur kehidupan akan dinikmati oleh pengunjung dipersatukan oleh Zona Antara.

"Di dalamnya akan ditampilkan Kapal Samudera Raksa, kapal kebanggaan yang mengarungi lautan hingga ke Madagaskar dan Pasifik," ungkap Hendry.

Adapun seniman yang akan tampil dalam Pasar Seni Jakarta 2013 di antaranya adalah AD Pirous, Ahdiyat Nur Hartarta, Biranul Anas, Eko Nugroho, Yani Mariani, Heyi Makmun, Titarubi, FX Widayanto, Krisna Murti, Eldwin Pradipta, Heri Dono, Agus Pandega, Eddie Prabandono, Andy Dwi Tjahjono dan Wayan Suklu dan lain sebagainya.


sumber: antara