TAMAN MONAS dan seputaran Monas paket wisata lengkap (sejarah,edukasi,olahraga)

TAMAN MONAS sebenarnya mungkin sudah banyak yang mengulas tempat ini,,,hanya saja mungkin tidak ada yang dalam satu situs atau blog mengulasnya dengan lengkap. Kenapa Monas, pertama Monas adalah landmarknya Jakarta,belum ke Jakarta namanya kalau belum ke Monas. dan bukan saja Jakarta karena Monas letaknya di Ibukota negara Monas sekaligus jadi kebanggaan Indonesia,ini juga terkait dengan latar belakang dan alasan dibangunnya Monas. Kedua Monas bisa menjadi tujuan wisata yang murah tetapi tidak murahan,bagaimana tidak Monas bukan saja sebagai tempat untuk liburan dalam kota, refreshing setelah sibuk bekerja Monas juga sebagai tempat wisata edukasi dan sejarah,bahkan olahraga, dengan ke Monas kita bisa sekaligus mendapatkan semuanya Taman Monas menjadi layak bahkan sangat layak saat ini menjadi tujuan wisata setelah Monas ditata dan menjadi sangat apik dan bersih.untuk itu saya akan mencoba mengulas Taman Monas dengan lengkap dimulai dari sejarah dibangunnya Monas.
Taman monas atau yang populer disingkat dengan
Monas atau
Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. lokasi Monas saat ini dahulu dikenal dengan nama Lapangan Gambir. Kemudian sempat berubah nama
beberapa kali menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas
dan kemudian menjadi Taman Monas. Pembangunan tugu Monas bertujuan mengenang dan
melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan
1945, agar terus membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme
generasi saat ini dan mendatang.Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 agustus 1961 atas
perintah Presiden Sukarno, Namun, ide besar pembangunan tugu kebesaran
Bangsa Indonesia ini muncul dari gubernur DKI Jakarta kelima, Sudiro,
beliau menjabat sejak 1953 sampai 1959.Maka untuk mewujudkan gagasan besar itu dibentuklah sebuah komite nasional kemudian diadakan sayembara perancangan monumen nasional digelar pada tahun
1955.saat itu juga 51 karya masuk, akan tetapi hanya satu karya yang dibuat
oleh Frederich Silaban yang memenuhi kriteria yang ditentukan komite,
antara lain menggambarkan karakter bangsa Indonesia dan dapat bertahan
selama lama. Sayembara kedua diadakan untuk mencari rancangan yang terbaik pada tahun
1960 tetapi sekali lagi tak satupun dari 136 peserta yang memenuhi kriteria.
Ketua juri kemudian meminta Frederich Silaban untuk menunjukkan rancangannya
kepada Sukarno. Sayangnya Sukarno kurang menyukai rancangan itu, ia
menginginkan monumen itu berbentuk lingga dan
yoni.
Frederich Silaban kemudian diminta merancang monumen dengan tema seperti itu, tetapi rancangan yang diajukan Frederich Silaban terlalu fantastis sehingga
biayanya sangat besar dan tidak mampu ditanggung oleh anggaran negara,
terlebih saat itu kondisi ekonomi cukup buruk. Frederich Silaban menolak merancang
bangunan yang lebih kecil, dan menyarankan pembangunan ditunda hingga
ekonomi Indonesia membaik. Presiden Sukarno kemudian meminta arsitek R.M.
Soedarsono untuk melanjutkan rancangan itu. Soedarsono memasukkan angka
17, 8 dan 45, melambangkan 17 agustus 1945 Tugu Peringatan Nasional ini kemudian dibangun di areal seluas 80
hektar.
setelah rancangan disetujui Sukarno mulailah dikerjakan pembangunnanya oleh
arsitek terkenal Indonesia yaitu Soedarsono,Frederich Silaban
, dan penasehat konstruksi
adalah Prof.Dr.Ir.Roosseno.
Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 agustus 1961.Pembangunan terdiri atas tiga tahap. Tahap pertama, tahun 1961/1962 - 1964/1965 dengan dimulainya secara resmi pembangunan pada tanggal 17 Agustus 1961
dengan Sukarno secara seremonial menancapkan pasak beton pertama. Total
284 pasak beton digunakan sebagai pondasi bangunan. Sebanyak 360 pasak
bumi ditanamkan untuk pondasi museum sejarah nasional. Keseluruhan
pemancangan pondasi selesai pada bulan Maret 1962. Dinding museum di dasar bangunan selesai pada bulan Oktober. Pembangunan obelisk kemudian dimulai dan akhirnya rampung pada bulan Agustus 1963. Pembangunan tahap kedua berlangsung pada tahun1966 hingga 1968 akibat terjadinya Gerakan 30 September 1965 (G-30-S/PKI) dan upaya kudeta, tahap ini sempat tertunda. Tahap akhir berlangsung pada tahun 1969-1976 dengan menambahkan diorama
pada museum sejarah. dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Di puncak tugu ini dihiasi lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala..
Arsitektur Monas dan dimensinya mengandung lambang khas
budaya bangsa Indonesia. Bentuk tugu yang menjulang tinggi melambangkan
lingga (alu/antan), sedangkan pelataran cawan melambangkan yoni
(lumpang). Alu dan lumpang merupakan alat rumah tangga yang terdapat
hampir di setiap rumah Indonesia.
Lingga dan yoni melambangkan positif dan negatif,
seperti lelaki dan perempuan, siang dan malam, air dan api, langit dan
bumi sebagai lambang dari alam yang abadi.
Di pelataran puncak tugu, terdapat kobaran api,
melambangkan tekad bangsa Indonesia untuk berjuang yang tidak akan
pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan 17 meter dan tinggi
ruang Museum Sejarah 8 meter, luas pelataran cawan yang berbentuk bujur
sangkar berukuran 45 x 45 meter merupakan simbol dari angka tanggal tahun bulan Proklamasi Kemerdekaan RI 17-8-1945.
penjelasan dari bagian atau ruang di Monas
Pintu masuk
untuk dapat masuk menuju bagunan utama atau tugu monas itu sendiri kita harus masuk melalui terowongan ,dan untuk itu kita harus membeli tiket masuk dengan harga Rp,5000.00 tiket ini berwarna hijau, yang dapat dipergunakan sampai kawasan cawan , ruang kemerdekaan dan ruang diorama, sedangkan untuk sampai puncak monas kita harus membeli tiket lagi seharga Rp,10.000 dan mendapatkan tiket berwarna merah.
keluar terowongan kita di suguhi taman yg berada tepat di bawah bangunan cawan atau tepatnya di sekitaran bangunan tugu. Selain taman disini juga ada Relief , bermula di sudut timur laut mengabadikan kejayaan
Nusantara pada masa dulu,seperti sejarah Singhasari dan
Majapahit. Relief ini berlanjut secara kronologis searah jarum jam
menuju sudut tenggara, barat daya, dan barat laut. Secara kronologis
menggambarkan masa penjajahan Belanda, perlawanan rakyat Indonesia dan
pahlawan-pahlawan nasional Indonesia, terbentuknya organisasi modern
yang memperjuangkan Indonesia Merdeka pada awal abad ke-20, Sumpah Pemuda,
Pendudukan Jepang dan Perang Dunia II, proklamasi kemerdekaan Indonesia
disusul Revolusi dan Perang kemerdekaan Republik Indonesia, hingga
mencapai masa pembangunan Indonesia modern. Relief dan patung-patung ini
dibuat dari semen, sayang sekali
beberapa patung dan arca mulai rusak akibat hujan dan cuaca
tropis. Disekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan
terbuka tempat berolahraga.
Pintu masuk utama
diruang ini kita disuguhi maket atau denah Taman Monas secara keseluruhan
Ruang Museum Sejarah
Ruang
Museum Sejarah terletak 3 meter di bawah permukaan halaman Tugu Monumen
Nasional dengan ukuran luas 80x80 meter persegi. Dinding, tiang, dan
lantai secara keseluruhan berlapiskan marmer.
Di ruang Museum Sejarah terdapat 51 jendela peragaan
(diorama) yang mengabadikan peristiwa sejarah sejak zaman kehidupan
nenek moyang bangsa Indonesia, perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan
kedaulatan bangsa Indonesia, hingga masa pembangunan Orde Baru.
contoh diorama
Ruang Kemerdekaan
Ruang
Kemerdekaan berbentuk amfiteater yang terletak di dalam Cawan Tugu
Monumen Nasional. empat atribut kemerdekaan
Republik Indonesia terdapat didalamnya ; Peta Kepulauan Negara Republik Indonesia, Bendera
Sang Saka Merah Putih, Lambang Negara Bhinneka Tunggal Ika, dan Pintu
Gapura yang berisi Naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.diruang ini pada jam jam tertentu diputar rekaman suara Presiden Sukarno saat membacakan teks Proklamasi.
berikut jadwal pemutaran rekaman
Pelataran Puncak
Pelataran
Puncak Tugu Monumen Nasional terletak pada ketinggian 115 meter dari
halaman Tugu Monumen Nasional. Dapat dicapai dengan elevator tunggal berkapasitas
maksimum 11 orang Pelataran Puncak
luasnya 11x11 meter persegi, dan dapat menampung sebanyak 50 orang. Di
pelataran ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru
kota Jakarta.
Lidah Api Kemerdekaan
Lidah Api
di Pelataran Puncak dibuat dari perunggu seberat 14,5 ton dengan tinggi
14 meter dan berdiameter 6 meter, terdiri dari 77 bagian yang disatukan.
Seluruh permukaan Lidah Api berlapis emas seberat lebih kurang 50 kg. Ketinggian dari halaman Tugu Monumen Nasional sampai dengan puncak Lidah Api adalah 132 meter.
Sumber: Brosur 'Monumen Nasional' (Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Provinsi DKI Jakarta, Unit Pengelola Monumen Nasional)
Keindahan taman monas bertambah setelah diresmikaannya zona rusa
tutul,dan Air mancur menari yang dibangun pada waktu Ali Sadikin menjadi
Gubernur DKI, tahun 1972. kemudian direnovasi pada masa pemerintahan Sutiyoso.Air mancur menari dapat
dinikmati oleh masyarakat dengan gratis setiap Jumat, Sabtu, Minggu, dan
hari libur.
Monas sekarang memang lebih cantik,kata taman pantas disandang
olehnya,setelah dipercantik, tata ulang 2003, yang diperkirakan
menghabiskan dana sekitar Rp 765 milyar, diluar dana pagar dan zona
Rusa.disamping zona rusa, layakya dikota - kota Eropa dan Amerika di
taman monas juga ada kumpulan burung bebas, apalagi ditambah dengan
kicauan burung liar yang hinggap di pepohonan di sekitar monas ini
menambah kesan asri,alami taman monas.
Di areal taman monas juga ada zona untuk kesehatan atau kebugaran
jasmani. selain secara tidak langsung anda sudah berolah raga dengan
berjalan -jalan mengelilingi taman monas, di taman ini juga disediakan
sarana untuk pijat refleksi, sarana ini semacam trotoar atau jalan
setapak yang lantainya terdiri dari susunan batu batu kecil
(krikil).ditaman ini pula tersedia outdoor gym, yaa, lumayan menjaga
kubugaran di alam terbuka.
Taman monas merupakan paket wisata yang lengkap, dari wisata sejarah, wisata keluarga bahkan wisata jasmani, lengkap bukan ditambah lagi sarana futsal,basket bermain layang-layang bersepeda..
pesona monas tak kalah indahnya bila dinikmati pada malam
hari.lampu-lampu taman, lampu air mancur dan lampu yang menerangi api
dan bangunan monas memberikan efek -efek cahaya yang sangat indah
Tidak salah lagi taman monas layak masuk kedalam daftar lokasi yang harus

anda kunjungi
dan tak lupa disekitar monas bisa mengambil gambar istana negara dan cetakan kaki presiden Ri yang ada di jalan Merdeka Timur, berkunjung ke masjid Istiqlal, dan gereja katerdal,,oiya di gereja ini ada museumnya juga lho,,,,