Selasa, 06 Agustus 2013

parkir bawah tanah Taman Monumen Jakarta (Monas

VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan menyiapkan tempat parkir di bawah tanah Taman Monumen Jakarta (Monas). Langkah ini untuk menjawab keluhan pekerja dan warga di sekitar Jalan Merdeka.

"Tahun depan akan kami realisasikan. Sekarang sedang dikaji dulu kelayakan dan proses administrasi," kata Gubernur yang biasa disapa JOKOWI itu di Balaikota, Kamis 2 Mei 2013.

Parkir bawah tanah dianggap sebagai langkah rasional mengingat besarnya pertumbuhan kendaraan pribadi. Ini juga sebagai dampak terbatasnya lahan parkir yang dimiliki perkantoran di seputaran Monas. "Saya di-complaint terus masalah ini. Sabar, sedang disiapkan solusinya," katanya.

Selain itu, parkir bawah tanah ini juga bagian dari penertiban parkir liar di sekitar monas dan sekitar Jalan Merdeka. Ia berharap, perkantoran di wilayah ini bisa menyiapkan lahan parkir ideal bagi karyawan mereka.

JOKOWI belum bisa menjelaskan berapa kapasitas lahan parkir bawah tanah ini. Semua tergantung hasil riset.
Solusi lain, JOKOWIberharap para pekerja di seputar Monas mau menggunakan transportasi massal yang ada. Ini akan mengurangi kemacetan dan kebutuhan lahan parkir. (umi)
VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan menyiapkan tempat parkir di bawah tanah Taman Monumen Jakarta (Monas). Langkah ini untuk menjawab keluhan pekerja dan warga di sekitar Jalan Merdeka.

"Tahun depan akan kami realisasikan. Sekarang sedang dikaji dulu kelayakan dan proses administrasi," kata Gubernur yang biasa disapa Jokowi itu di Balaikota, Kamis 2 Mei 2013.

Parkir bawah tanah dianggap sebagai langkah rasional mengingat besarnya pertumbuhan kendaraan pribadi. Ini juga sebagai dampak terbatasnya lahan parkir yang dimiliki perkantoran di seputaran Monas. "Saya di-complaint terus masalah ini. Sabar, sedang disiapkan solusinya," katanya.

Selain itu, parkir bawah tanah ini juga bagian dari penertiban parkir liar di sekitar monas dan sekitar Jalan Merdeka. Ia berharap, perkantoran di wilayah ini bisa menyiapkan lahan parkir ideal bagi karyawan mereka.

Jokowi belum bisa menjelaskan berapa kapasitas lahan parkir bawah tanah ini. Semua tergantung hasil riset.
Solusi lain, Jokowi berharap para pekerja di seputar Monas mau menggunakan transportasi massal yang ada. Ini akan mengurangi kemacetan dan kebutuhan lahan parkir. (umi)

Jika Ditata, PKL Juga Bisa Mempercantik Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com — Semangat dan upaya keras Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menertibkan pedagang kaki lima yang mengokupasi trotoar dan badan jalan merupakan kebijakan yang telah lama ditunggu. Namun, kebijakan tersebut jangan sampai berlebihan dan justru bisa membuat Jakarta kehilangan salah satu ciri khasnya.

"PKL itu memang pedagang yang di luar sistem pasar. Ia tidak berada di kios atau di dalam pasar, tetapi di lokasi yang dekat dengan pengguna jalan atau ruang publik. PKL jika ditata dan diberdayakan bisa membuat kota menjadi lebih manusiawi dan cantik," kata arsitek lanskap, Nirwono Joga, Senin (5/8/2013).

Nirwono mengatakan, di kota-kota lain di luar negeri, PKL selalu mendapat tempat. Dari apa yang ia pelajari, menata dan memberdayakan PKL membutuhkan tiga hal, yaitu kepastian tempat berdagang, jaminan perlindungan dari pemerintah setempat, dan tempat yang disediakan tidak mengganggu kepentingan publik.

Agar ketiga hal itu terpenuhi, lanjut Nirwono, PKL perlu didata. Tenda-tenda PKL jika memungkinkan diseragamkan dan dilengkapi dengan nomor registrasi. Dengan data yang akurat, pemerintah bisa mengontrol jumlah PKL dan menindak pedagang yang nakal, misalnya berdagang di luar tempat yang ditentukan.

Nirwono juga melihat, saat ini upaya pemerintah hanya berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2009 tentang Ketertiban Umum. Perda tersebut berisi larangan PKL berdagang mengokupasi jalan, tetapi belum disebutkan tentang perlunya penataan dan pemberdayaan.

"Ini menjadi PR pemerintah untuk mewujudkan satu perda lagi terkait pemberdayaan PKL," ucapnya.

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, menambahkan, masalah penataan PKL seharusnya menjadi kesepakatan antara pemerintah dan PKL. Adu otot hingga pelanggaran terang-terangan, seperti yang terjadi di Tanah Abang (Jakarta Pusat) dan Pasar Minggu (Jakarta Selatan), seharusnya tidak perlu terjadi.

Siapa pun yang mengganggu fungsi jalan dan jalur pedestrian bisa dikenai sanksi hukum, termasuk PKL. Pelaku yang mengganggu fungsi jalan, seperti diatur dalam Pasal 63 UU 38/2004 tentang Jalan, dihukum maksimal 18 bulan penjara atau denda maksimal Rp 1,5 miliar.

Kalau mengganggu jalur pejalan kaki, sesuai Pasal 275 UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pelaku bisa dihukum maksimal satu bulan penjara atau denda Rp 250.000.

"Jadi, langkah Asosiasi PKL Indonesia yang mau membawa 100 pengacara untuk menyomasi Wakil Gubernur DKI Jakarta harus dipikir ulang," katanya.

Menurut Djoko, PKL juga harus memahami bahwa selama ini mereka telah melanggar dua UU. Karena telah mengganggu hak pejalan kaki, PKL pasti sudah melanggar hak asasi manusia yang tentu saja proses hukumnya berbeda lagi.

Ketua Asosiasi PKL Indonesia DKI Jakarta Hoiza Siregar menyatakan, ia dan para anggotanya selalu bersedia diajak berdialog. "Kami mau ditata asal tidak digusur. Ini mata pencarian kami," katanya.

Menurut Hoiza, saat ini ada 300.000 PKL yang tersebar di seluruh Jakarta. Namun, lanjut Nirwono, data ini harus dicek lagi keakuratannya disertai detail peta persebaran PKL. Dengan data yang detail, PKL bisa mengusulkan bentuk penataan dan pemberdayaan yang dibutuhkan kepada Pemprov DKI Jakarta. (NEL)

Senin, 03 Desember 2012

TAMAN MONAS paket wisata lengkap



TAMAN MONAS dan seputaran Monas paket wisata lengkap (sejarah,edukasi,olahraga)



TAMAN MONAS  sebenarnya mungkin sudah banyak yang mengulas tempat ini,,,hanya saja mungkin tidak ada yang dalam satu situs atau blog mengulasnya dengan lengkap. Kenapa Monas, pertama Monas adalah landmarknya Jakarta,belum ke Jakarta namanya kalau belum ke Monas. dan bukan saja Jakarta karena Monas letaknya di Ibukota negara Monas sekaligus jadi kebanggaan Indonesia,ini juga terkait dengan latar belakang dan alasan dibangunnya Monas. Kedua Monas bisa menjadi tujuan wisata yang murah tetapi tidak murahan,bagaimana tidak Monas bukan saja sebagai tempat untuk liburan dalam kota, refreshing setelah sibuk bekerja Monas juga sebagai tempat wisata edukasi dan sejarah,bahkan olahraga, dengan ke Monas kita bisa sekaligus mendapatkan semuanya Taman Monas menjadi layak bahkan sangat layak saat ini  menjadi tujuan wisata  setelah Monas ditata dan menjadi sangat apik dan bersih.untuk itu saya akan mencoba mengulas Taman Monas dengan lengkap dimulai dari sejarah dibangunnya Monas.

Taman monas atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. lokasi Monas saat ini dahulu dikenal dengan nama Lapangan Gambir. Kemudian sempat berubah nama beberapa kali menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas dan kemudian menjadi Taman Monas. Pembangunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terus membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 agustus 1961 atas perintah Presiden Sukarno, Namun, ide besar pembangunan tugu kebesaran Bangsa Indonesia ini muncul dari gubernur DKI Jakarta kelima, Sudiro, beliau menjabat sejak 1953 sampai 1959.Maka untuk mewujudkan gagasan besar itu dibentuklah sebuah komite nasional kemudian diadakan sayembara perancangan monumen nasional digelar pada tahun 1955.saat itu juga 51 karya masuk, akan tetapi hanya satu karya yang dibuat oleh Frederich Silaban yang memenuhi kriteria yang ditentukan komite, antara lain menggambarkan karakter bangsa Indonesia dan dapat bertahan selama lama. Sayembara kedua diadakan untuk mencari rancangan yang terbaik pada tahun 1960 tetapi  sekali lagi tak satupun dari 136 peserta yang memenuhi kriteria. Ketua juri kemudian meminta Frederich Silaban untuk menunjukkan rancangannya kepada Sukarno. Sayangnya  Sukarno kurang menyukai rancangan itu, ia menginginkan monumen itu berbentuk lingga dan yoni. Frederich Silaban kemudian diminta merancang monumen dengan tema seperti itu, tetapi rancangan yang diajukan Frederich Silaban terlalu fantastis sehingga biayanya sangat besar dan tidak mampu ditanggung oleh anggaran negara, terlebih saat itu kondisi ekonomi cukup buruk. Frederich Silaban menolak merancang bangunan yang lebih kecil, dan menyarankan pembangunan ditunda hingga ekonomi Indonesia membaik. Presiden Sukarno kemudian meminta arsitek R.M. Soedarsono untuk melanjutkan rancangan itu. Soedarsono memasukkan angka 17, 8 dan 45, melambangkan 17 agustus 1945 Tugu Peringatan Nasional ini kemudian dibangun di areal seluas 80 hektar. setelah rancangan disetujui Sukarno mulailah dikerjakan pembangunnanya oleh arsitek terkenal Indonesia yaitu Soedarsono,Frederich Silaban, dan penasehat konstruksi adalah Prof.Dr.Ir.Roosseno.

     Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 agustus 1961.Pembangunan terdiri atas tiga tahap. Tahap pertama, tahun 1961/1962 - 1964/1965  dengan dimulainya secara resmi pembangunan pada tanggal 17 Agustus 1961 dengan Sukarno secara seremonial menancapkan pasak beton pertama. Total 284 pasak beton digunakan sebagai pondasi bangunan. Sebanyak 360 pasak bumi ditanamkan untuk pondasi museum sejarah nasional. Keseluruhan pemancangan pondasi selesai pada bulan Maret 1962. Dinding museum di dasar bangunan selesai pada bulan Oktober. Pembangunan obelisk kemudian dimulai dan akhirnya rampung pada bulan Agustus 1963. Pembangunan tahap kedua berlangsung pada tahun1966 hingga 1968 akibat terjadinya Gerakan 30 September 1965 (G-30-S/PKI) dan upaya kudeta, tahap ini sempat tertunda. Tahap akhir berlangsung pada tahun 1969-1976 dengan menambahkan diorama pada museum sejarah. dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Di puncak tugu ini dihiasi lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala..






 

Makna dari bentuk Monas

Arsitektur Monas dan dimensinya  mengandung lambang khas budaya bangsa Indonesia. Bentuk tugu yang menjulang tinggi melambangkan lingga (alu/antan), sedangkan pelataran cawan melambangkan yoni (lumpang). Alu dan lumpang merupakan alat rumah tangga yang terdapat hampir di setiap rumah  Indonesia.

Lingga dan yoni melambangkan positif dan negatif, seperti lelaki dan perempuan, siang dan malam, air dan api, langit dan bumi sebagai lambang dari alam yang abadi.

Di pelataran puncak tugu, terdapat kobaran api, melambangkan tekad bangsa Indonesia untuk berjuang yang tidak akan pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan 17 meter dan tinggi ruang Museum Sejarah 8 meter, luas pelataran cawan yang berbentuk bujur sangkar berukuran 45 x 45 meter merupakan simbol dari angka tanggal tahun bulan Proklamasi Kemerdekaan RI 17-8-1945.

penjelasan dari bagian atau ruang di Monas
 


Pintu masuk

untuk dapat masuk menuju  bagunan utama atau tugu monas itu sendiri kita harus masuk melalui terowongan ,dan untuk itu kita harus membeli tiket masuk dengan harga Rp,5000.00 tiket ini berwarna hijau, yang dapat dipergunakan sampai kawasan cawan , ruang kemerdekaan dan ruang diorama, sedangkan untuk sampai puncak monas kita harus membeli tiket lagi seharga Rp,10.000 dan mendapatkan tiket berwarna merah.




keluar terowongan kita di suguhi taman yg berada tepat di bawah bangunan cawan atau tepatnya di sekitaran bangunan tugu. Selain taman disini juga ada  Relief , bermula di sudut timur laut  mengabadikan kejayaan Nusantara pada masa dulu,seperti sejarah Singhasari dan Majapahit. Relief ini berlanjut secara kronologis searah jarum jam menuju sudut tenggara, barat daya, dan barat laut. Secara kronologis menggambarkan masa penjajahan Belanda, perlawanan rakyat Indonesia dan pahlawan-pahlawan nasional Indonesia, terbentuknya organisasi modern yang memperjuangkan Indonesia Merdeka pada awal abad ke-20, Sumpah Pemuda, Pendudukan Jepang dan Perang Dunia II, proklamasi kemerdekaan Indonesia disusul Revolusi dan Perang kemerdekaan Republik Indonesia, hingga mencapai masa pembangunan Indonesia modern. Relief dan patung-patung ini dibuat dari semen, sayang sekali beberapa patung dan arca mulai  rusak akibat hujan dan cuaca tropis. Disekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga.






Pintu masuk utama
diruang ini kita disuguhi maket atau denah Taman Monas secara keseluruhan


Ruang Museum Sejarah
Ruang Museum Sejarah terletak 3 meter di bawah permukaan halaman Tugu Monumen Nasional dengan ukuran luas 80x80 meter persegi. Dinding, tiang, dan lantai secara keseluruhan berlapiskan marmer.

Di ruang Museum Sejarah terdapat 51 jendela peragaan (diorama) yang mengabadikan peristiwa sejarah sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia, perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia, hingga masa pembangunan Orde Baru. 

contoh diorama



Ruang Kemerdekaan
Ruang Kemerdekaan berbentuk amfiteater yang terletak di dalam Cawan Tugu Monumen Nasional. empat atribut kemerdekaan Republik Indonesia
terdapat didalamnya ; Peta Kepulauan Negara Republik Indonesia, Bendera Sang Saka Merah Putih, Lambang Negara Bhinneka Tunggal Ika, dan Pintu Gapura yang berisi Naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.diruang ini pada jam jam tertentu diputar rekaman suara Presiden Sukarno saat membacakan teks Proklamasi.  
berikut jadwal pemutaran rekaman



Pelataran Puncak
Pelataran Puncak Tugu Monumen Nasional terletak pada ketinggian 115 meter dari halaman Tugu Monumen Nasional. Dapat dicapai dengan elevator tunggal berkapasitas maksimum 11 orang Pelataran Puncak  luasnya 11x11 meter persegi, dan dapat menampung sebanyak 50 orang. Di pelataran ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta.



Lidah Api Kemerdekaan
Lidah Api di Pelataran Puncak dibuat dari perunggu seberat 14,5 ton dengan tinggi 14 meter dan berdiameter 6 meter, terdiri dari 77 bagian yang disatukan. Seluruh permukaan Lidah Api berlapis emas seberat lebih kurang 50 kg. Ketinggian dari halaman Tugu Monumen Nasional sampai dengan puncak Lidah Api adalah 132 meter.


Sumber: Brosur 'Monumen Nasional' (Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Provinsi DKI Jakarta, Unit Pengelola Monumen Nasional)



Keindahan taman monas bertambah setelah diresmikaannya zona rusa tutul,dan Air mancur menari yang dibangun pada waktu Ali Sadikin menjadi Gubernur DKI, tahun 1972. kemudian direnovasi pada masa pemerintahan Sutiyoso.Air mancur menari dapat dinikmati oleh masyarakat dengan gratis setiap Jumat, Sabtu, Minggu, dan hari libur.

Monas sekarang memang lebih cantik,kata taman pantas disandang olehnya,setelah dipercantik, tata ulang 2003, yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 765 milyar, diluar dana pagar dan zona Rusa.disamping zona rusa, layakya dikota - kota Eropa dan Amerika di taman monas juga ada kumpulan burung bebas, apalagi ditambah dengan kicauan burung liar yang hinggap di pepohonan di sekitar monas ini menambah kesan asri,alami taman monas.

Di areal taman monas juga ada zona untuk kesehatan atau kebugaran jasmani. selain secara tidak langsung anda sudah berolah raga dengan berjalan -jalan mengelilingi taman monas, di taman ini juga disediakan sarana untuk pijat refleksi, sarana ini semacam trotoar atau jalan setapak yang lantainya terdiri dari susunan batu batu kecil (krikil).ditaman ini pula tersedia outdoor gym, yaa, lumayan menjaga kubugaran di alam terbuka.



Taman monas merupakan paket wisata yang lengkap, dari wisata sejarah, wisata keluarga bahkan wisata jasmani, lengkap bukan  ditambah lagi sarana futsal,basket bermain layang-layang bersepeda..

 pesona monas tak kalah indahnya bila dinikmati pada malam hari.lampu-lampu taman, lampu air mancur dan lampu yang menerangi api dan bangunan monas memberikan efek -efek cahaya yang sangat indah

Tidak salah lagi taman monas layak masuk kedalam daftar lokasi yang harus anda kunjungi



dan tak lupa disekitar monas  bisa mengambil gambar istana negara dan cetakan kaki presiden Ri yang ada di jalan Merdeka Timur, berkunjung ke masjid Istiqlal, dan gereja katerdal,,oiya di gereja ini ada museumnya juga lho,,,,

Jumat, 01 Agustus 2008

sepanjang jalan kemang.......


week end bingung, mau kemana..? Kebetulan tanggal 2-3 agustus tepatnya di kemang ada festifal kemang 2008. Tahun ini untuk ke yang empat kalinya, ini semacam festival jalanan, karena diadakan di sepanjang jalan Kemang Raya. Hijau kemangku, tema festival tahun ini, jadi untuk tahun ini pengunjung diajak meyumbang dan menanam pohon. Ada 330 stan, yang akan menjual berbagai macam produk. Mulai dari kerajinan tangan, aksesori unik,batik,sampai barang-barang bermerek, festival ini juga akan dimeriahkan dengan tampilnya 30 band, akan ditampilkan pula yoga,tabla,tari-tarian India dari pusat kebudayaan India, sedangkan dari komunitas masyarakat Korea dan Jepang akan memainkan angklung. Pada hari sabtu akan diadakan pesta kembang api. jadi ...... berangkat.

Rabu, 18 Juni 2008

PRJ 08



Tahun ini, 41 tahun sudah usia PRJ, tepatnya tanggal 12.06.08.PRJ resmi dibuka oleh presiden SBY.Acara pembukaannya dimeriahkan dengan tari-tarian.konser musik dan tentunya yang paling ditunggu-tunggu,..........pesta kembang api.
kilas balik dikit
PRJ pertama kali diadakan di lapangan Monas pada tahun 1968, dulunya hanya bertempat di areal lahan seluas 7 Ha, tetapi kemudian sejak tahun 1992 PRJ dipindahkan ke kawasan Kemayoran, di areal seluas 44 Ha.
balik ke masa kini lagi
Untuk tahun ini PRJ mngoleksi lebih banyak peserta, tahun ini ada 1600 peaserta bertambah 400 dari 1200 peserta tahun lalu.Setidaknya tahun ini ada 2000 kios untuk berbagai produk dalam dan luar negeri.
Agar mempermudah pengunjung melihat-lihat aneka produk PRJ membagi bagi menjadi beberapa area, tepatnya ada 5 area, A,B,C,D,E. Untuk produk interior bangunan, furnitur dll, di Hall A. Stan provinsi, BUMN, pemerintah, media masa di Hall B dan C. Perbankan, elektronik, alat kesehatan, alat olah raga, kosmetik menempati area Hall D. Sedangkan Hall E untuk pakaian, kerajinan tangan, ATK, perlengkapan bayi. Untuk produk otomotif, rokok, makanan dan minuman di areal terbuka.
Setiap harinya disediakan bus gratis dari Monas-PRJ mulai pukul 15.30. Tiket masuk PRJ pada hari Senin-Kamis Rp 15.000, Jum'at-Minggu Rp 20.000.dan sebagai tambahan untuk menghibur pengunjung, diadakan konser musik...........lumayankan untuk mengisi liburan????? daripada bengong

Jumat, 13 Juni 2008

Taman Prasasti


Patut berbangga museum taman prasasti, menjadi pemakaman tertua yang ada di dunia. Makam peninggalan zaman Belanda ini sudah berusia 213 tahun, Makam ini menjadi taman pemakaman resmi pertama di dunia.

Dahulu disebut Kerkhof laan, letaknya di jalan Tanah Abang I Jakarta Pusat, dekat dengan kantor Walikota Jakarta Pusat. Di bandingkan pemakaman lain, seperti pemakaman yang terdapat di Singapura Fort Canning Park (1926) Gore Hill di Sydney (1868), La Chaise Cemetery di Perancis dan Mount Auburn Cemetery di Cambride, Massachusetts , Amerika (1831), yang di klaim sebagai taman pemakaman modern pertama di dunia dan di tetapkan sebagai national historical land mark. Taman prasasti tetap yang tertua (1795). Namun sayang Taman ini belum tercatat sebagai warisan dunia (UNESCO).

Lebih hebat lagi Taman Prasasti ini memiliki koleksi nisan zaman kolonial Belanda yang terbesar di Asia Kerkhof laan dibangun pada akhir masa VOC, untuk mengantisipasi kepadatan penduduk kota Batavia sejak menjadi kota perdagangan internasional.

Pada tahun 1808 Gubernur Jenderal Dandels melarang kebiasaan menguburkan jenazah di tanah pribadi dan di dalam Gereja.

Di Taman ini terdapat beberapa tokoh sejarah yang makamnya masih ada, diantaranya isteri dari Gubernur Jenderal Inggris Thomas Stamford Raffles, Olivia Mariamne Raffles yang meninggal pada tahun 1814. Dr hf Roll (1867-1935), Miss Riboet alias Miss Tjitjih, (1900-1965) dan Shoe Hok Gie (1942-1969). Saat ini jumlah nisan hanya tinggal 1.242 dari 4.600 nisan yang pernah ada????????.

Kamis, 12 Juni 2008

poncol


Kota tua kita tingalkan,....sekarang menuju ke daerah Senen, tepatnya pasar Poncol (disebelah Stasiun Senen) ....ke arah Cempaka Putih, terdapat jalan Poncol nah disini ini tempatnya,Pasar ini cukup lengkap, sebenarnya mungkin lengkap banget, apa aja ada. Pasar ini memanjang dengan kios dikanan kirinya mulai dari barang baru, apalagi barang bekas, memang sih pasar ini lebih dikenal sebagai salah satu dari flea market (pasar loak)nya Jakarta.Mulai pintu masuk pasar didominasi baju,celana sepatu,jeroan komputer, alat-alat pertukangan, sampai aksesoris motor dan mobil. serba ada,sebut aja pasti adaFlea market kini telah menjadi tempat alternatif bagi warga Jakarta untuk berbelanja. Pasar ini bukan lagi monopoli bagi warga kelas menengah ke bawah, tapi orang-orang dari kalangan 'mampu' pun mulai meliriknya......terutama kalau soal pakaian, anak-anak mudalah pemburunya (yang muda yang yang gaya) biasanya mereka beli disini karena cari yang vintage, dan kalau beli disini ngak banyak kembarannya..., bahkan aada juga seleb, yang berburu disini,....kereeen kan.

Alasan lainnya,...mungkin? Selain karena tempat seperti ini menawarkan harga super miring, di sini juga terdapat beragam koleksi barang "istimewa" yang mungkin tidak bisa ditemukan di mal-mal bergengsi.


Alasan lainnya,...mungkin? Selain karena tempat seperti ini menawarkan harga super miring, di sini juga terdapat beragam koleksi barang "istimewa" yang mungkin tidak bisa ditemukan di mal-mal bergengsi.

Bahkan, sangat mungkin kita bisa menemukan barang-barang unik dan antik di sini, seperti tripod kuno,kamera kuno, uang kuno dll.

Pasar poncol memang tidak menawarkan kenyamanan bagi pengunjungnya. Rata-rata mereka menawarkan produk dagagannya di lapak-lapak yang sempit. Tapi, jika Anda telaten mengaduk-aduk barang dagangannya, bukan hal yang mustahil, Anda akan mendapatkan sebuah baju bergaya vintage. seharga Rp5.000 saja. Soal kualitas, kuncinya adalah Anda harus pintar memilih karena tak jarang pedagang-pedagang di pasar ini menawarkan barang-barang yang lumayan kualitasnya. Jadi, bagaimana?,..." ; berangkaaat !!!

KOTA TUA


KOTA TUA

Nah sekarang kita menuju arah barat, yaitu menuju kawasan kota tua. untuk dapat sampai ke kota tua sangatlah mudah nggak sulit apalagi kalau naik busway atau KRL, bisa dicapai dari mana aja,nyaman,bebas macet,dan yang penting mengurangi emisi gas buang kendaran,.... yaa selamatkan bumi kita,.... kampanye dikitlah, Sebelum sampai dihalte bus Transjakarta terakhir (kota tua) di kanan kiri mulai terlihat bangunan-bangunan tua. Kawasan kota tua dibagi menjadi beberapa sub Kawasan bersejarah,

Sunda Kelapa
Kampung Luar Batang
Museum Maritim Pasar Ikan
Galangan Benteng
Kampung Bandan
Kali Besar
Roa Malaka
Taman Fatahilah
Stasiun Kota
Pintu Kecil
Pasar Pagi Perniagaan
Glodok
Pinangsia


Berjalan-jalan disini serasa berada di Eropa, bangunan bangunan disini beraksitektur Eropa, ada juga bangunan yang gaya arsitekturnya yang dipadukan dengan gaya arsitektur Cina dan Arab,yaaaa jaman dulu bangetlah, sayangnya bayak yang nggak terrawat, tapi sebentar lagi berjalan-jalan di Kota Tua akan lebih menyenangkan, karena kawasan ini sedang dibenahi (revitalisasi), pejalan kaki dibuat nyaman disini, jalur pedesteriannya lebar,nantinya kendaraan bermotor akan dilarang memasuki kawasan ini, sebagai gantinya akan disediakan bus pariwisata unik, nantinya juga akan dibangun kembali gerbang Amsterdam dan historical trail

Tepat di sebelah halte busway terakhir ada setasiun Beos, stasiun ini sering dilafalkan dengan Bé-OS. Kini nama stasiun ini dikenal dengan nama STASIUN JAKARTA KOTA.Stasiun ini didirikan pada tahun 1929.Stasiun Beos merupakan salah satu landmark kota Jakarta Tua, didirikan pada awal tahun 1930an, yang juga merupakan lambang dari arstitektur bergaya modern pada masa itu. Merupakan pusat dari semua perjalanan kereta api pada masanya dan juga merupakan stasiun pertama yang dibuat.

Ke arah samping Museum Bank Mandiri. Gedung Museum ini dulunya adalah gedung pusat Bank Indonesia, arsitekturnya Neo-Classic, terlihat indah dengan ornamennya dan berwarna putih. Bangunan BI satu kesatuan dengan gedung disekelilingnya seperti Museum Fatahillah (dulunya merupakan gedung pemerintahan), Museum Seni Rupa (dulunya merupakan Gedung Pengadilan, didirikan tahun 1871), Museum Wayang (dulunya merupakan gereja), Stasiun Beos tidak dapat dilepaskan bahwa ia adalah satu dari saksi kejayaan Batavia Tempo Doeloe dan juga saksi dari perjalanan perkembangan kota Jakarta hingga sekarang ini.

Di kawasan ini juga sering diadakan festival atau pawai kebudayaan, pergelaran-pergalaran,.. semacam drama,(biasanya di depan museum Fatahilah) yaa semoga revitalisasinya cepat selesai,,, dan segera bisa dinikmati.