Sebanyak 165 keraton se-nusantara ditambah perwakilan kerajaan dari 11
negara akan memeriahkan Festival Keraton Sedunia yang berlangsung di
kawasan Monas, 5 - 8 Desember mendatang. Melalui kegiatan ini,
diharapkan dapat meningkatkan lebih banyak kunjungan wisatawan baik
lokal maupun mancanegara ke ibu kota.
"Kita Ingin bangun brand
Jakarta. Kita ingin selenggarakan event-event yang berbeda, ada
diferensiasinya, sehingga menarik wisatawan mancanegara mengunjungi
Jakarta," ujar Jokowi, Gubernur DKI Jakarta, di Balaikota, Selasa
(3/12).
Dalam acara yang baru kali pertama diselenggarakan ini,
sebanyak 165 peserta dari dalam negeri seperti, kerjaan, kasunanan,
kasultanan, penglisir, saoraja, pura, dan pemangku adat akan memeriahkan
perhelatan ini. Selain itu, peserta dari luar negeri yang berasal dari
11 negara seperti, Malaysia, Singapura, Philipina, Norwegia, Swedia,
Jepang, Brunei Darussalam, United Kingdom, Portugal, Afrika Selatan, dan
Denmark siap mengirimkan perwakilannya.
Dikatakan Jokowi, acara
seperti ini belum pernah diadakan di dunia. Sehingga diharapkan bisa
diselenggarakan secara rutin di Jakarta. "Ini di dunia belum pernah ada.
Keraton-keraton dikumpulin. Kita lihat akan seperti apa. Apakah brand
kotanya akan terangkat atau tidak. Saya yakini ini akan jadi agenda
rutin. Tapi mungkin tidak tahunan, mungkin dua tahunan. Dengan tema
berbeda-beda tentunya," katanya.
Rangkaian acara yang dijadwalkan
diantaranya yakni seminar, pameran keraton, pagelaran budaya, kirab
budaya, festival kuliner, serta gala dinner. Untuk pembukaan, akan
diadakan di Hotel Borobudur pada tanggal 5 Desember pukul 08.00. Dalam
seminar yang diadakan akan merumuskan suatu deklarasi sebagai
rekomendasi bagi pemerintah terkait dengan upaya perdamaian dunia
melalui pendekatan kebudayaan.
Sementara untuk pameran, akan
diadakan pada tanggal 6-7 Desember di Plaza Monas sisi barat, selatan,
dan timur. Khusus pameran benda-benda kerajaan dan pusaka akan
dipamerkan di ruang diorama Tugu Monas. Yang menarik, adalah workshop
pembuatan keris yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia
dari Indonesia. Juga akan dipamerkan juga rangkaian upaya ritual yang
sudah menjadi tradisi. Selain keris juga akan diperagakan proses
pembuatan gamelan, batik, dan jamu tradisional.
Kepala Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Arie Budhiman
mengatakan, untuk kirab budaya akan diadakan disekitar Monas. Rute yang
dilintasi yakni Monas sisi timur laut - Jl Medan Merdeka Utara - Jl
Medan Merdeka Barat - Jl Medan Merdeka Selatan dan kembali ke area Monas
melalui pintu tenggara.
"Kirab budaya ini akan diikuti oleh 30
kereta kencana dan dokar. Selain itu, sebanyak 500 peserta akan berjalan
kaki yang terdiri dari pasukan kerajaan dan atraksi seni budaya
nusantara. Bahkan para peserta raja dan permaisuri akan menggunakan baju
kebesarannya masing-masing dan mengikuti kirab tersebut," kata Arie.
Dikatakan
Arie, anggaran untuk acara ini mencapai Rp 20 miliar. Selama kegiatan
ini, arena taman Monas diharapkan kondusif untuk menjaga keamanan dan
kenyamanan. Nantinya taman Monas akan disulap menjadi sebuah kerajaan,
dimana akan dipasang ornamen-ornamen dan bangunan kontemporer yang
mencerminkan fungsi-fungsi ruang sebuah keraton.
sumber:beritajakarta