Jumat, 09 Agustus 2013

KEBUN BINATANG RAGUNAN di HARI LEBARAN 2013

Jakarta -  Kebun Binatang Ragunan pada hari kedua Lebaran diperkirakan pengunjung mencapai 70 ribu orang.Meski pengunjung hari ini mulai memadati Ragunan, namun puncak kepadatan diperkirakan akan terjadi akhir pekan.

Pada libur lebaran tahun ini, pihak Ragunan telah menyiapkan 60 loket di empat pintu masuk. Langkah itu ditempuh untuk mengurai macet dan agar pengunjung bisa segera masuk ke kebun binatang.


 Demi menyenangkan pengunjung yang padati Kebun Binatang (KB) Ragunan, pihak Kebun Binatang membuka wahana Children Zoo. Binatang dalam wahana ini nantinya diperuntukkan khusus anak-anak.
Ini dikhususkan untuk anak-anak dengan satwa yang familiar dengan anak-anak, binatang-binatang yang akan mengisi Children Zoo seperti burung kakatua yang bisa berbicara, Kelinci, dan Rusa.

Kebun Binatang Ragunan juga menyiapkan arena show yang nantinya diisi oleh satwa-satwa seperti beruang yang terlatih, Tiketnya cukup murah....Pengunjung dikenakan biaya Rp 2.500 jika mau memasuki arena show

Pihak Ragunan bekerja sama dengan kepolisian untuk mengamankan para pengunjung. 440 personel keamanan bersiaga di kebun binatang Ragunan. Para personel tersebut terdiri dari pihak kepolisian, tim pengaman internal, dan Satpol PP.
Tim pengamanan tersebut akan bertugas hingga H+7 lebaran, atau bertepatan dengan tanggal 15 Agustus 2013.








LIBURAN LEBARAN DI TMII - Taman Mini Indonesia Indah

JAKARTA- Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jika di hari pertama lebaran sebanyak 45 ribu pengunjung memadati tempat wisata di wilayah Jakarta Timur tersebut, di hari kedua ini jumlahnya dipediksi mencapai 30 ribu pengunjung. Angka itu pun masih terus bertambah, karena itu perhitungan kita hingga pukul 16.00

Jumlah pengunjung tersebut, jauh melampaui rata-rata pengunjung pada hari libur biasa yang kisarannya sekitar 25 ribu orang. Tren peningkatan pengunjung ini, biasanya akan terus terjadi hingga H+4 Lebaran. Setelah itu jumlah pengunjungnya akan normal kembali seperti sedia kala.




TMII menjadi favorit karena hiburan yang beragam dan harga tiket masuk yang terjangkau,bagaimana tidak,,
Harga tiket TMII hanya Rp 10 ribu/orang. Selain terdapat anjungan dari 33 Provinsi, 18 museum serta 11 taman dan wahana. TMII juga menyuguhkan hiburan serta kesenian yang di antaranya seperti acara pemecahan rekor Muri menabuh beduk dari 8 penjuru selama sepekan,

tidak perlu khawatir soal keamanan, pihak TMII sedah menyiapkan 388 personil kepolisian dibantu 100 petugas keamanan dari pihak TMII. Ambulance dan dokter juga di siagakan

bukan hanya dapat menikmati wahana-wahana yang tersedia pengunjung jugadapat menikmati suasana di TMII. Dengan menggelar tikar dan makan bersama.ya ,,,semacam piknik keluarga gitulah.....

Anak-anak kecil juga terlihat begitu menikmati. Mereka terlihat begitu antusias saat mencoba beberapa wahana, seperti monorel (kereta tenaga angin) dan kereta gantung.

Kamis, 08 Agustus 2013

KAMPUNG DERET ALA JOKOWI DIRESMIKAN

JAKARTA- Joko Widodo Gubernur DKI Jakarta dijadwalkan akan meresmikan kampung deret di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2013). Peresmian tidak dilaksanakan secar sederhana
Warga, Kelurahan Tanah Tinggi, RT 14/RW 01 antusias menyambut peresmian kampung deret itu. Warga pun berbondong-bondong membersihkan lingkungan serta memesan tenda supaya Jokowi tak kepanasan saat meresmikan kampung deret tersebut. Namun, Jokowi meminta agar tenda itu ditiadakan.





Persiapan lain yang dilakukan warga adalah membantu membenahi ruangan untuk makan prasmanan. Untuk penyediaan konsumsi itu, kata Yahya, dibantu oleh Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah.
Kampung deret yang baru pertama kali dibuat di Jakarta itu semestinya diresmikan sebelum Lebaran. Meski molor, toh warga tetap bersemangat sambut kampung baru.

"(Warga) minta di deretan semua. Ada 500 meter yang mau dibangun lagi. Kita minta ke pak RT, nanti didata dan verifikasi. Kalau (dihuni) penuh, bagus," kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat menengok kampung deret Tanah Tinggi,  deretan rumah cantik di RT 14 sudah dihuni pemiliknya. warga senang, sekarang bagus, kampungnya tertata rapi, dan (jalanan) lapang,
menurut  informasi warga, pembangunan kampung deret akan diperluas hingga RT 13 seusai Lebaran kali ini. Namun, belum jelas kapan terealisasi.
Begitu ada kesempatan bertemu dengan Jokowi siang ini, warga RT 13 menyampaikan kebutuhan mereka kepada orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu. Warga berharap Jokowi membangun lingkungan yang nyaman dan aman dihuni.
"Warga senang banget. Sebelah timur (RT 13) minta (dibangunkan rumah) semua. Warga mau dirapikan, gotong-royong juga mau. Artinya, partisipasi warga digerakkan," ujar Jokowi.
Program kampung deret di Tanah Tinggi merupakan program kampung deret pertama di Jakarta. Program ini didanai dari corporate social responsibilty (CSR) dari beragam perusahaan. Biaya material bangunan dan tukang sepenuhnya diambilkan dari dana tersebut. Warga tidak dipungut biaya, tetapi secara sukarela memberikan makan untuk pekerja bangunan.

HARAPAN BANG JOKOWI UNTUK JAKARTA di IDUL FITRI TAHUN INI

 Pada hari raya Idul Fitri, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyatakan harapannya untuk Jakarta. Jokowi berharap, ke depannya Jakarta lebih mengedepankan pembangunan spiritual dan sosial daripada pembangunan fisik.
"Harapannya, kita bisa melakukan perubahan-perubahan, tidak hanya fisik, perubahan spiritual, emosional, intelektual. Ini bisa diberangkatkan dari hari kemenangan, karena masih perlu dilakukan pembangunan sosial," kata Jokowi, di Balaikota, Jakarta, Kamis (8/8/2013).
Seusai shalat Id di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jokowi menggelar halalbihalal bersama satuan perangkat kerja daerah (SKPD) dan staf di Balaikota. Didampingi istri, Iriane Joko Widodo, ia menjamu penceramah shalat Id di Balaikota, Suharyadi Sumhudi.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tiba di Balaikota 15 menit kemudian. Hadir pula Wali Kota Jakarta Pusat, Saefullah.
Setelah menerima tamu di Balaikota, mantan Wali Kota Surakarta itu rencananya akan melakukan blusukan ke lima tempat, seperti ke Tanah Tinggi dan Daan Mogot. JAKARTA, KOMPAS.com 

Selasa, 06 Agustus 2013

parkir bawah tanah Taman Monumen Jakarta (Monas

VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan menyiapkan tempat parkir di bawah tanah Taman Monumen Jakarta (Monas). Langkah ini untuk menjawab keluhan pekerja dan warga di sekitar Jalan Merdeka.

"Tahun depan akan kami realisasikan. Sekarang sedang dikaji dulu kelayakan dan proses administrasi," kata Gubernur yang biasa disapa JOKOWI itu di Balaikota, Kamis 2 Mei 2013.

Parkir bawah tanah dianggap sebagai langkah rasional mengingat besarnya pertumbuhan kendaraan pribadi. Ini juga sebagai dampak terbatasnya lahan parkir yang dimiliki perkantoran di seputaran Monas. "Saya di-complaint terus masalah ini. Sabar, sedang disiapkan solusinya," katanya.

Selain itu, parkir bawah tanah ini juga bagian dari penertiban parkir liar di sekitar monas dan sekitar Jalan Merdeka. Ia berharap, perkantoran di wilayah ini bisa menyiapkan lahan parkir ideal bagi karyawan mereka.

JOKOWI belum bisa menjelaskan berapa kapasitas lahan parkir bawah tanah ini. Semua tergantung hasil riset.
Solusi lain, JOKOWIberharap para pekerja di seputar Monas mau menggunakan transportasi massal yang ada. Ini akan mengurangi kemacetan dan kebutuhan lahan parkir. (umi)
VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan menyiapkan tempat parkir di bawah tanah Taman Monumen Jakarta (Monas). Langkah ini untuk menjawab keluhan pekerja dan warga di sekitar Jalan Merdeka.

"Tahun depan akan kami realisasikan. Sekarang sedang dikaji dulu kelayakan dan proses administrasi," kata Gubernur yang biasa disapa Jokowi itu di Balaikota, Kamis 2 Mei 2013.

Parkir bawah tanah dianggap sebagai langkah rasional mengingat besarnya pertumbuhan kendaraan pribadi. Ini juga sebagai dampak terbatasnya lahan parkir yang dimiliki perkantoran di seputaran Monas. "Saya di-complaint terus masalah ini. Sabar, sedang disiapkan solusinya," katanya.

Selain itu, parkir bawah tanah ini juga bagian dari penertiban parkir liar di sekitar monas dan sekitar Jalan Merdeka. Ia berharap, perkantoran di wilayah ini bisa menyiapkan lahan parkir ideal bagi karyawan mereka.

Jokowi belum bisa menjelaskan berapa kapasitas lahan parkir bawah tanah ini. Semua tergantung hasil riset.
Solusi lain, Jokowi berharap para pekerja di seputar Monas mau menggunakan transportasi massal yang ada. Ini akan mengurangi kemacetan dan kebutuhan lahan parkir. (umi)

Jika Ditata, PKL Juga Bisa Mempercantik Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com — Semangat dan upaya keras Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menertibkan pedagang kaki lima yang mengokupasi trotoar dan badan jalan merupakan kebijakan yang telah lama ditunggu. Namun, kebijakan tersebut jangan sampai berlebihan dan justru bisa membuat Jakarta kehilangan salah satu ciri khasnya.

"PKL itu memang pedagang yang di luar sistem pasar. Ia tidak berada di kios atau di dalam pasar, tetapi di lokasi yang dekat dengan pengguna jalan atau ruang publik. PKL jika ditata dan diberdayakan bisa membuat kota menjadi lebih manusiawi dan cantik," kata arsitek lanskap, Nirwono Joga, Senin (5/8/2013).

Nirwono mengatakan, di kota-kota lain di luar negeri, PKL selalu mendapat tempat. Dari apa yang ia pelajari, menata dan memberdayakan PKL membutuhkan tiga hal, yaitu kepastian tempat berdagang, jaminan perlindungan dari pemerintah setempat, dan tempat yang disediakan tidak mengganggu kepentingan publik.

Agar ketiga hal itu terpenuhi, lanjut Nirwono, PKL perlu didata. Tenda-tenda PKL jika memungkinkan diseragamkan dan dilengkapi dengan nomor registrasi. Dengan data yang akurat, pemerintah bisa mengontrol jumlah PKL dan menindak pedagang yang nakal, misalnya berdagang di luar tempat yang ditentukan.

Nirwono juga melihat, saat ini upaya pemerintah hanya berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2009 tentang Ketertiban Umum. Perda tersebut berisi larangan PKL berdagang mengokupasi jalan, tetapi belum disebutkan tentang perlunya penataan dan pemberdayaan.

"Ini menjadi PR pemerintah untuk mewujudkan satu perda lagi terkait pemberdayaan PKL," ucapnya.

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, menambahkan, masalah penataan PKL seharusnya menjadi kesepakatan antara pemerintah dan PKL. Adu otot hingga pelanggaran terang-terangan, seperti yang terjadi di Tanah Abang (Jakarta Pusat) dan Pasar Minggu (Jakarta Selatan), seharusnya tidak perlu terjadi.

Siapa pun yang mengganggu fungsi jalan dan jalur pedestrian bisa dikenai sanksi hukum, termasuk PKL. Pelaku yang mengganggu fungsi jalan, seperti diatur dalam Pasal 63 UU 38/2004 tentang Jalan, dihukum maksimal 18 bulan penjara atau denda maksimal Rp 1,5 miliar.

Kalau mengganggu jalur pejalan kaki, sesuai Pasal 275 UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pelaku bisa dihukum maksimal satu bulan penjara atau denda Rp 250.000.

"Jadi, langkah Asosiasi PKL Indonesia yang mau membawa 100 pengacara untuk menyomasi Wakil Gubernur DKI Jakarta harus dipikir ulang," katanya.

Menurut Djoko, PKL juga harus memahami bahwa selama ini mereka telah melanggar dua UU. Karena telah mengganggu hak pejalan kaki, PKL pasti sudah melanggar hak asasi manusia yang tentu saja proses hukumnya berbeda lagi.

Ketua Asosiasi PKL Indonesia DKI Jakarta Hoiza Siregar menyatakan, ia dan para anggotanya selalu bersedia diajak berdialog. "Kami mau ditata asal tidak digusur. Ini mata pencarian kami," katanya.

Menurut Hoiza, saat ini ada 300.000 PKL yang tersebar di seluruh Jakarta. Namun, lanjut Nirwono, data ini harus dicek lagi keakuratannya disertai detail peta persebaran PKL. Dengan data yang detail, PKL bisa mengusulkan bentuk penataan dan pemberdayaan yang dibutuhkan kepada Pemprov DKI Jakarta. (NEL)

Senin, 03 Desember 2012

TAMAN MONAS paket wisata lengkap



TAMAN MONAS dan seputaran Monas paket wisata lengkap (sejarah,edukasi,olahraga)



TAMAN MONAS  sebenarnya mungkin sudah banyak yang mengulas tempat ini,,,hanya saja mungkin tidak ada yang dalam satu situs atau blog mengulasnya dengan lengkap. Kenapa Monas, pertama Monas adalah landmarknya Jakarta,belum ke Jakarta namanya kalau belum ke Monas. dan bukan saja Jakarta karena Monas letaknya di Ibukota negara Monas sekaligus jadi kebanggaan Indonesia,ini juga terkait dengan latar belakang dan alasan dibangunnya Monas. Kedua Monas bisa menjadi tujuan wisata yang murah tetapi tidak murahan,bagaimana tidak Monas bukan saja sebagai tempat untuk liburan dalam kota, refreshing setelah sibuk bekerja Monas juga sebagai tempat wisata edukasi dan sejarah,bahkan olahraga, dengan ke Monas kita bisa sekaligus mendapatkan semuanya Taman Monas menjadi layak bahkan sangat layak saat ini  menjadi tujuan wisata  setelah Monas ditata dan menjadi sangat apik dan bersih.untuk itu saya akan mencoba mengulas Taman Monas dengan lengkap dimulai dari sejarah dibangunnya Monas.

Taman monas atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. lokasi Monas saat ini dahulu dikenal dengan nama Lapangan Gambir. Kemudian sempat berubah nama beberapa kali menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas dan kemudian menjadi Taman Monas. Pembangunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terus membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 agustus 1961 atas perintah Presiden Sukarno, Namun, ide besar pembangunan tugu kebesaran Bangsa Indonesia ini muncul dari gubernur DKI Jakarta kelima, Sudiro, beliau menjabat sejak 1953 sampai 1959.Maka untuk mewujudkan gagasan besar itu dibentuklah sebuah komite nasional kemudian diadakan sayembara perancangan monumen nasional digelar pada tahun 1955.saat itu juga 51 karya masuk, akan tetapi hanya satu karya yang dibuat oleh Frederich Silaban yang memenuhi kriteria yang ditentukan komite, antara lain menggambarkan karakter bangsa Indonesia dan dapat bertahan selama lama. Sayembara kedua diadakan untuk mencari rancangan yang terbaik pada tahun 1960 tetapi  sekali lagi tak satupun dari 136 peserta yang memenuhi kriteria. Ketua juri kemudian meminta Frederich Silaban untuk menunjukkan rancangannya kepada Sukarno. Sayangnya  Sukarno kurang menyukai rancangan itu, ia menginginkan monumen itu berbentuk lingga dan yoni. Frederich Silaban kemudian diminta merancang monumen dengan tema seperti itu, tetapi rancangan yang diajukan Frederich Silaban terlalu fantastis sehingga biayanya sangat besar dan tidak mampu ditanggung oleh anggaran negara, terlebih saat itu kondisi ekonomi cukup buruk. Frederich Silaban menolak merancang bangunan yang lebih kecil, dan menyarankan pembangunan ditunda hingga ekonomi Indonesia membaik. Presiden Sukarno kemudian meminta arsitek R.M. Soedarsono untuk melanjutkan rancangan itu. Soedarsono memasukkan angka 17, 8 dan 45, melambangkan 17 agustus 1945 Tugu Peringatan Nasional ini kemudian dibangun di areal seluas 80 hektar. setelah rancangan disetujui Sukarno mulailah dikerjakan pembangunnanya oleh arsitek terkenal Indonesia yaitu Soedarsono,Frederich Silaban, dan penasehat konstruksi adalah Prof.Dr.Ir.Roosseno.

     Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 agustus 1961.Pembangunan terdiri atas tiga tahap. Tahap pertama, tahun 1961/1962 - 1964/1965  dengan dimulainya secara resmi pembangunan pada tanggal 17 Agustus 1961 dengan Sukarno secara seremonial menancapkan pasak beton pertama. Total 284 pasak beton digunakan sebagai pondasi bangunan. Sebanyak 360 pasak bumi ditanamkan untuk pondasi museum sejarah nasional. Keseluruhan pemancangan pondasi selesai pada bulan Maret 1962. Dinding museum di dasar bangunan selesai pada bulan Oktober. Pembangunan obelisk kemudian dimulai dan akhirnya rampung pada bulan Agustus 1963. Pembangunan tahap kedua berlangsung pada tahun1966 hingga 1968 akibat terjadinya Gerakan 30 September 1965 (G-30-S/PKI) dan upaya kudeta, tahap ini sempat tertunda. Tahap akhir berlangsung pada tahun 1969-1976 dengan menambahkan diorama pada museum sejarah. dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Di puncak tugu ini dihiasi lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala..






 

Makna dari bentuk Monas

Arsitektur Monas dan dimensinya  mengandung lambang khas budaya bangsa Indonesia. Bentuk tugu yang menjulang tinggi melambangkan lingga (alu/antan), sedangkan pelataran cawan melambangkan yoni (lumpang). Alu dan lumpang merupakan alat rumah tangga yang terdapat hampir di setiap rumah  Indonesia.

Lingga dan yoni melambangkan positif dan negatif, seperti lelaki dan perempuan, siang dan malam, air dan api, langit dan bumi sebagai lambang dari alam yang abadi.

Di pelataran puncak tugu, terdapat kobaran api, melambangkan tekad bangsa Indonesia untuk berjuang yang tidak akan pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan 17 meter dan tinggi ruang Museum Sejarah 8 meter, luas pelataran cawan yang berbentuk bujur sangkar berukuran 45 x 45 meter merupakan simbol dari angka tanggal tahun bulan Proklamasi Kemerdekaan RI 17-8-1945.

penjelasan dari bagian atau ruang di Monas
 


Pintu masuk

untuk dapat masuk menuju  bagunan utama atau tugu monas itu sendiri kita harus masuk melalui terowongan ,dan untuk itu kita harus membeli tiket masuk dengan harga Rp,5000.00 tiket ini berwarna hijau, yang dapat dipergunakan sampai kawasan cawan , ruang kemerdekaan dan ruang diorama, sedangkan untuk sampai puncak monas kita harus membeli tiket lagi seharga Rp,10.000 dan mendapatkan tiket berwarna merah.




keluar terowongan kita di suguhi taman yg berada tepat di bawah bangunan cawan atau tepatnya di sekitaran bangunan tugu. Selain taman disini juga ada  Relief , bermula di sudut timur laut  mengabadikan kejayaan Nusantara pada masa dulu,seperti sejarah Singhasari dan Majapahit. Relief ini berlanjut secara kronologis searah jarum jam menuju sudut tenggara, barat daya, dan barat laut. Secara kronologis menggambarkan masa penjajahan Belanda, perlawanan rakyat Indonesia dan pahlawan-pahlawan nasional Indonesia, terbentuknya organisasi modern yang memperjuangkan Indonesia Merdeka pada awal abad ke-20, Sumpah Pemuda, Pendudukan Jepang dan Perang Dunia II, proklamasi kemerdekaan Indonesia disusul Revolusi dan Perang kemerdekaan Republik Indonesia, hingga mencapai masa pembangunan Indonesia modern. Relief dan patung-patung ini dibuat dari semen, sayang sekali beberapa patung dan arca mulai  rusak akibat hujan dan cuaca tropis. Disekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga.






Pintu masuk utama
diruang ini kita disuguhi maket atau denah Taman Monas secara keseluruhan


Ruang Museum Sejarah
Ruang Museum Sejarah terletak 3 meter di bawah permukaan halaman Tugu Monumen Nasional dengan ukuran luas 80x80 meter persegi. Dinding, tiang, dan lantai secara keseluruhan berlapiskan marmer.

Di ruang Museum Sejarah terdapat 51 jendela peragaan (diorama) yang mengabadikan peristiwa sejarah sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia, perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia, hingga masa pembangunan Orde Baru. 

contoh diorama



Ruang Kemerdekaan
Ruang Kemerdekaan berbentuk amfiteater yang terletak di dalam Cawan Tugu Monumen Nasional. empat atribut kemerdekaan Republik Indonesia
terdapat didalamnya ; Peta Kepulauan Negara Republik Indonesia, Bendera Sang Saka Merah Putih, Lambang Negara Bhinneka Tunggal Ika, dan Pintu Gapura yang berisi Naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.diruang ini pada jam jam tertentu diputar rekaman suara Presiden Sukarno saat membacakan teks Proklamasi.  
berikut jadwal pemutaran rekaman



Pelataran Puncak
Pelataran Puncak Tugu Monumen Nasional terletak pada ketinggian 115 meter dari halaman Tugu Monumen Nasional. Dapat dicapai dengan elevator tunggal berkapasitas maksimum 11 orang Pelataran Puncak  luasnya 11x11 meter persegi, dan dapat menampung sebanyak 50 orang. Di pelataran ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta.



Lidah Api Kemerdekaan
Lidah Api di Pelataran Puncak dibuat dari perunggu seberat 14,5 ton dengan tinggi 14 meter dan berdiameter 6 meter, terdiri dari 77 bagian yang disatukan. Seluruh permukaan Lidah Api berlapis emas seberat lebih kurang 50 kg. Ketinggian dari halaman Tugu Monumen Nasional sampai dengan puncak Lidah Api adalah 132 meter.


Sumber: Brosur 'Monumen Nasional' (Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Provinsi DKI Jakarta, Unit Pengelola Monumen Nasional)



Keindahan taman monas bertambah setelah diresmikaannya zona rusa tutul,dan Air mancur menari yang dibangun pada waktu Ali Sadikin menjadi Gubernur DKI, tahun 1972. kemudian direnovasi pada masa pemerintahan Sutiyoso.Air mancur menari dapat dinikmati oleh masyarakat dengan gratis setiap Jumat, Sabtu, Minggu, dan hari libur.

Monas sekarang memang lebih cantik,kata taman pantas disandang olehnya,setelah dipercantik, tata ulang 2003, yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 765 milyar, diluar dana pagar dan zona Rusa.disamping zona rusa, layakya dikota - kota Eropa dan Amerika di taman monas juga ada kumpulan burung bebas, apalagi ditambah dengan kicauan burung liar yang hinggap di pepohonan di sekitar monas ini menambah kesan asri,alami taman monas.

Di areal taman monas juga ada zona untuk kesehatan atau kebugaran jasmani. selain secara tidak langsung anda sudah berolah raga dengan berjalan -jalan mengelilingi taman monas, di taman ini juga disediakan sarana untuk pijat refleksi, sarana ini semacam trotoar atau jalan setapak yang lantainya terdiri dari susunan batu batu kecil (krikil).ditaman ini pula tersedia outdoor gym, yaa, lumayan menjaga kubugaran di alam terbuka.



Taman monas merupakan paket wisata yang lengkap, dari wisata sejarah, wisata keluarga bahkan wisata jasmani, lengkap bukan  ditambah lagi sarana futsal,basket bermain layang-layang bersepeda..

 pesona monas tak kalah indahnya bila dinikmati pada malam hari.lampu-lampu taman, lampu air mancur dan lampu yang menerangi api dan bangunan monas memberikan efek -efek cahaya yang sangat indah

Tidak salah lagi taman monas layak masuk kedalam daftar lokasi yang harus anda kunjungi



dan tak lupa disekitar monas  bisa mengambil gambar istana negara dan cetakan kaki presiden Ri yang ada di jalan Merdeka Timur, berkunjung ke masjid Istiqlal, dan gereja katerdal,,oiya di gereja ini ada museumnya juga lho,,,,

Jumat, 01 Agustus 2008

sepanjang jalan kemang.......


week end bingung, mau kemana..? Kebetulan tanggal 2-3 agustus tepatnya di kemang ada festifal kemang 2008. Tahun ini untuk ke yang empat kalinya, ini semacam festival jalanan, karena diadakan di sepanjang jalan Kemang Raya. Hijau kemangku, tema festival tahun ini, jadi untuk tahun ini pengunjung diajak meyumbang dan menanam pohon. Ada 330 stan, yang akan menjual berbagai macam produk. Mulai dari kerajinan tangan, aksesori unik,batik,sampai barang-barang bermerek, festival ini juga akan dimeriahkan dengan tampilnya 30 band, akan ditampilkan pula yoga,tabla,tari-tarian India dari pusat kebudayaan India, sedangkan dari komunitas masyarakat Korea dan Jepang akan memainkan angklung. Pada hari sabtu akan diadakan pesta kembang api. jadi ...... berangkat.